
"Udah capek ketabrak gabut, kesenggol overthinking, keserempet insecure, ke pontang panting keadaan."
Tary sedang memikirkan permintaan si wanita asing yang ingin mengendong baby Jane.
Kasih gak kasih gak kasih gak kasih gak
Sebuah mobil honda Jazz berwarna putih berbelok ke arah halaman rumah Tary.Mobil honda Jazz itu berhenti di halaman rumah Tary.Mendengar suara mobil Tary pun menoleh, dia melihat mobil honda Jazz sudah terparkir di halaman rumahnya.
Itu mobil siapa?
Tary beralih melihat ke arah plat mobil tersebut, dia membaca plat mobil tersebut.
Ry belum pernah melihat mobil itu
Pintu mobil honda Jazz berwarna putih terbuka, seorang laki-laki keluar dari pintu mobil tersebut. Si laki-laki yang memakai baju kemeja berwarna putih, celana panjang berwarna hitam berbahan dasar kain serta sepatu pantofel yang berwarna senada dengan celana panjangn yang di pakai oleh si laki-laki yaitu hitam.
Saat si laki-laki sudah berada keluar dari mobil, dia menutup pintu mobil setelah itu dia menekan tombol untuk mengunci pintu mobil. Tary melihat ke arah si laki-laki yang sedang berdiri di samping mobil.
Ternyata itu dia
Mobil siapa yang dia bawak?
Si laki-laki itu melangkahkan kakinya ke arah rumah Tary, saat dia sudah tiba di depan teras rumah Tary dia melepaskan sepatunya.
"Assalamu'alaikum."Dia menghampiri Tary yang sedang mengendong baby Jane.
"Walaikumsalam."
"Anak papa sedang apa?" Zainel sudah berdiri di hadapan Tary sambil menundukkan kepalanya melihat ke arah baby Jane yang sedang berada di gendongan Tary.
"Papa papa papa." Baby Jane berceloteh dengan khas bayi sambil merentang kedua tangannya.
"Anak papa minta di gendong, sini biar papa gendong."Melihat tangan baby Jane terlentang seperti meminta di gendong oleh Zainel, sehingga Zainel hendak mengambil tubuh baby Jane dari gendongan Tary.
"Jangan." Tary tidak mengizinkan Zainel mengendong baby Jane.
"Kenapa?"
"Kamu baru pulang kerja, pasti banyak kuman-kuman yang menempel pada tubuhmu.Kalau kamu mengendong baby Jane yang ada kuman-kuman itu berpindah ke tubuhnya itu bisa menyebabkan tubuh baby Jane terserang kuman-kuman hingga jatuh sakit." Tary menjelaskan panjang lebar kepada Zainel.
"Udah sana kamu mandi dulu setelah itu baru gendong baby Jane." Tary menyuruh Zainel mandi.
"Iya ini aku mau balik kerumah kontrakan buat mandi, kamu tadi lagi ngapain?"
"Ngobrol."
"Sama siapa?"
"Lah kok dia gak ada." Tary menoleh ke sekelilingnya mencari si wanita yang ngobrol sama dia tadi, tetapi Tary tidak melihat keberadaan wanita tersebut.
"Ry cari siapa?"Melihat Tary seperti mencari sesuatu sehingga Zainel pun bertanya kepada Tary.
__ADS_1
"Apakah tadi Zaza melihat seorang wanita berdiri di hadapan Ry?" Bukannya menjawab pertanyaan Zainel Tary malah balik bertanya kepada Zainel.
"Tidak ada, memangnya tadi ada wanita lain di sini selain kalian berdua."
"Tadi ada, tapi sekarang kenapa dia tidak ada?" Tary terlihat bingung karena si wanita yang sedang mengobrol dengannya sudah tidak ada lagi. "
"Apa Ry yakin tadi ada wanita lain selain kalian berdua?"
"Ry yakin ada, kenapa memangnya?"Tary berbicara sambil memandangi wajah Zainel dengan raut wajah penasaran.
"Saat aku menghampiri kalian berdua, aku tidak melihat ada wanita lain disini selain kalian berdua."
"Heleh, pasti kamu pasti bohong kan." Tary tidak mempercayai ucapan Zainel.
"Apa aku pernah berbohong kepada kamu?" Zainel berbicara sambil menatap mata Tary sehingga mata mereka saling bertemu.
"Tidak." Tary menemukan pancaran kejujuran dari tatapan mata Zainel lalu dia berbicara sambil menggelengkan kepalanya secara berlahan-lahan.
"Sekarang kamu tahu kan kalau aku tidak pernah berbohong.Jujurlah sekalipun itu menyakitkan dari pada berbohong hanya untuk menghibur."
"Jadi si wanita tadi itu siapa?" Tary masih penasaran dengan si wanita asing tadi yang ngobrol dengan dia.
"Hantu."
"Mana mungkin ada hantu sore-sore kayak gini, lagian mata batin Ry udh di tutup sama papa jadi sudah tidak bisa lagi ngeliat hantu." Tary merasa ragu dengan ucapan Zainel yang mengatakan bahwa si wanita itu Hantu, dia merasa yakin bahwa wanita itu bukan hantu.
"Sudah kamu sana masuk, aku pulang dulu.Nantik kita lanjut lagi ngobrol nya.
"Baby Jane, sini dekat papa." Zainel duduk di depan baby Jane hanya berjarak kira-kira sepuluh centi meter.
"Baby Jane belum bisa maju."
"Baby Jane pasti bisa, sini coba tunjukin sama papa dan mama." Zainel memberikan semangat kepada baby Jane agar maju ke depan.
"Papa papa papa."Baby Jane melihat ke arah Zainel sambil menyebut papa.
"Zaza terus yang baby Jane panggil padahal dia lebih banyak menghabiskan waktu sama Ry."Raut wajah Tary berubah cemberut dengan bibir yang mengerucut.
"Wkwkwk."Zainel tergelak.
"Isisis, kok malah ngetawain Ry sih."
"Habis bibir kamu itu lucu kalau di moyongin kayak gitu, jadi pengen aku ____." Melihat bibir Tary mengerucut membuat Zainel merasa gemes ingin mencicipi bibir tipis yang berwarna pink itu,
"Pengen apa?"
"Gak pengen apa-apa."
"Lah tadi katanya pengen sekarang gak pengen apa-apa, kamu itu kalau ngomong yang jelas. Jangan plin plan kayak gini."
__ADS_1
"Percuma juga aku ngomong yang aku pengen sama kamu, lagian kamu juga gak bakal ngasih yang aku pengen yang ada kamu bakal marah-marah sama aku."
"Coba kamu kasih tahu apa yang kamu pengen?" Tary mendesak Zainel untuk mengasihi tahu yang Zainel inginkan.
"Udah gak usah di bahas lagi."
"Baby Jane."Zainel mengalihkan pandangan ke arah baby Jane.
"Papa papa papa."
"Sini dekat papa."
Baby Jane mengangkat pantatnya lalu dia bergerak mundur.
"Lah, anak papa kok mundur."Zainel melihat baby Jane yang mundur.
"Sini maju ke depan dekat papa." Zainel menyuruh baby Jane untuk maju.
Tetapi bukannya maju kedepan baby Jane malah bergerak mundur kebelakang.
"Lah, anak papa bukan nya maju kedepan malah mundur kebelakang seperti undur-undur saja."
"Lah kok baby Jane di samain ama undur-undur sih."
"Habis baby Janenya mundur maka nya aku bilang kayak undur-undur."
"Kan baby Jane baru belajar merangkak."
"Wah anak papa sekarang hebat udah bisa merangkak, kalau baby Jane bisa maju papa kasih hadiah."
"Apa benar kamu akan ngasih hadiah buat baby Jane kalau dia bisa maju?"
"InsyaAllah iya Ry, maka nya baby Jane maju biar papa kasih hadiah."
"Memang kamu mau ngasih hadiah, apa buat baby Jane kalau dia bisa merangkak maju?" Tary penasaran sehingga dia bertanya kepada Zainel.
"Ada deh."
Mereka asik ngobrol hingga tidak menyadari bahwa bayi Jane sudah mundur jauh kebelakang dari posisi dia semula.
Hoek
Mendengar tangisan baby Jane mereka kompak menoleh secara bersamaan ke arah baby Jane.
"Lah, udah sampai sana baby."Tary terkejut saat mendapati baby Jane sudah jauh dari tempatnya semula.
"Cup cup cup, anak papa jangan nangis." Zainel mengambil baby Jane yang sedang menangis. Zainel berdiri sambil mengendong baby Jane.
Tary berdiri di hadapan Zainel lalu dia mendekati wajahnya kepada baby Jane. Tary menutup wajahnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.
Cilup baba
__ADS_1
...~ Bersambung ~...