PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Jane Bobok


__ADS_3

"Kenapa manusia lebih suka senja dari pada fajar? karena manusia lebih suka meratapi kepergian dari pada menyambut kedatangan."


Mereka sudah tiba di depan pintu rumah Tary, Zainel berdiri di samping Tary.


"Bukainlah pintu rumah kamu." Zainel menyuruh Tary untuk membuka pintu rumahnya.


"Nih kamu gendong baby Jane dulu." Tary menyodorkan baby Jane kepada Zainel.


"Sini baby Jane sama papa." Baby Jane sudah berada di gendongan Zainel.


Oeak


Oeak


Oeak


Baby Jane langsung menangis saat berada di di gendongan Zainel.


"Lah, kenapa baby Jane nangis?"


"Gak tahu baby Jane tiba-tiba nangis nih, coba kamu gendong lagi baby Jane." Zainel menyodorkan tubuh baby Jane kepada Tary.


"Cup cup baby Jane jangan nangis." Tary mengendong tubuh baby Jane, saat baby Jane berada di dalam gendongan Tary maka baby Jane berhenti menangis.


"Seperti nya baby Jane tidak mau lepas dari gendongan kamu." Zainel melihat baby Jane berhenti menangis saat berada di gendongan Tary.


"Terus gimana nih aku mau buka pintu rumah?"


"Biar aku saja yang membuka pintu rumahnya. Mana kunci rumah kamu?" Zainel mengulurkan tangan meminta kunci rumah Tary.


"Ada di saku celana aku."


"Di saku sebelah mana biar aku ambil?"


"Kanan."


"Akhirnya dapat juga." Zainel merogoh saku celana Tary sebelah kanan untuk mengambil kunci rumah Tary, Zainel berhasil mendapatkan kunci rumah Tary.


"Sekarang cepat kamu buka pintu rumahnya."


Ceklek........... Ceklek


"Assalamu'alaikum." Setelah pintu rumah Tary di buka oleh Zainel, dia mengucapkan salam.


"Walaikumsalam." Tary berjalan masuk ke dalam sambil mengendong baby Jane.


"Apa kamu udah sarapan?" Zainel berjalan masuk ke dalam rumah Tary.


"Belum, pintu rumahnya jangan di tutup biar kan saja terbuka." Tary terus berjalan ke arah dapur sambil mengendong baby Jane.


Mereka sudah duduk di kursi yang berada di depan meja makan.


"Kamu udah sarapan?" Tary berbicara sambil melirik ke arah Zainel.


"Belum."


"Kalau gitu kamu sarapan duluan, biar aku momong baby Jane."

__ADS_1


"Kenapa kita gak sarapan bersama saja?"


"Apa kamu gak bisa lihat?" Baby Jane masih berada dalam gendong Tary.


"Bisa, Kali ini gantian aku yang nyuapin kamu. Aku tidak terima penolakan titik." Zainel berbicara dengan nada tegas kepada Tary.


Mereka sudah selesai sarapan bersama, Zainel berdiri dari kursinya.


"Kamu mau ngapain?"


"Aku mau beresin piring, gelas dan sendok yang kotor." Zainel membereskan peralatan makan yang kotor di atas meja.


"Kamu taruk aja di westafel, nantik biar aku yang cuci semuanya."


Zainel membawak peralatan makan yang kotor ke arah westafel. Zainel meletakkan peralatan makan yang kotor di atas westafel. Zainel memutar kran air yang berada di westafel sehingga air nya keluar Zainel mencuci peralatan makan yang kotor. Tary melihat Zainel mencuci peralatan makanan yang kotor.


"Kenapa kamu cuci? kan udah aku bilang biar aku cuci." Tary berdiri dari kursi lalu dia berjalan sambil mengendong Baby Jane menghampiri Zainel.


"Biar kamu gak capek, lagian ini cuma sedikit."


"Itu udah bersih belum, awas kalau masih ada sabunnya." Tary sudah berdiri di samping Zainel sambil melihat peralatan makan yang di cuci oleh Zainel.


"Nih lihat udah bersih." Zainel menujukkan peralatan makan yang dia cuci udah bersih kepada Tary.


"Bagus lah kalau sudah bersih." Tary melihat peralatan makan yang di cuci oleh Zainel sudah bersih.


"Jadi cewek bawel banget sih, nih rasakan." Zainel mencuci tangan mengunakan air kran setelah itu dia menyipratkan air kran ke wajahnya Tary.


"Kan wajah aku jadi basah gara-gara kamu." Wajah Tary berubah jadi cemberut karena basah terkena air kran.


"Hehehe." Baby Jane tertawa melihat wajah Tary yang basah terkena ciptan air.


"Ah nin baby malah ngetawain aku sih." Tary Menghujani ciuman di wajah baby Jane.


"Hehehe." Baby Jane terlihat senang mendapatkan ciuman dari Tary.


Zainel dan baby Jane sedang berbaring di atas kasur lantai yang berada di ruangan keluarga. Baby Jane sedang menghisap botol dodot yang berisi susu, Zainel yang memegangi botol dodot yang berada di dalam mulut Zainel.


Baby Jane memiringkan badannya sehingga menghadap ke arah Zainel. Zainel menepuk punggung baby Jane agar tertidur, dia menyanyikan lagu.


🎵Jane bobo, oh Jane bobo


🎵Kalau tidak bobo, digigit nyamuk


🎵Jane bobo, oh Jane bobo


🎵Kalau tidak bobo, digigit nyamuk


🎵Jane bobo, oh Janebobo


🎵Hari sudah malam terkabut intan


🎵Jane bobo, oh Jane bobo


🎵Bulan kan menjagamu, tidurlah sayang


🎵Kalau tidak bobo, mimpi tak datang

__ADS_1


🎵Tidurlah agar pagi cepat menjelang


🎵Tidurlah agar pagi cepat menjelang


Baby Jane berhenti menghisap botol dodot karena susunya sudah habis, baby Jane merasa mengantuk air terlelap tertidur. Zainel melihat baby i Jane tertidur melepaskan botol dodot dari mulut baby Jane. Zainel merasakan kantuk menutup kedua matanya ikut menyusul baby Jane tertidur masuk ke dalam mimpi.


Tary baru saja memakai pakaian mendengar suara toa dari mesjid, Tary yang penasaran dengan suara tua toa tersebut sehingga dia berjalan keluar dari kamar. Tary sudah berada di depan teras rumahnya dia tidak mendengar begitu jelas suara pemberitahuan dari toa mesjid sehingga dia menjadi penasaran.


Tary berjalan ke arah mesjid untuk mencari tahu pemberitahuan yang berasal dari toa mesjid. Saat Tary berjalan melewati rumah kontrakan milik orangtua nya.


"Tar mau kemana?" Nenek melihat ke arah Tary yang sedang berjalan di depan rumah kontraknya.


"Mau ke mesjid nenek."Tary berhenti berjalan lalu dia menoleh ke arah nenek.


"Mau ngapain ke mesjid?"


"Aku mau tahu itu tadi pemberitahuan apa dari toa mesjid nenek?"


"Hari ini ada posyandu, sebaiknya kamu bawak baby Jane ke posyandu supaya dia di imunisasi."


"Posyandu kapan nenek?"


"Sekarang."


"Dimana nenek?"


"Di balai warga."


Mereka sudah tiba di balai warga terlihat begitu ramai. Banyak ibuk-ibuk membawa bayi dan balita di balai warga tersebut.


"Kenapa cuma ibuk-ibuk aja yang ada di sini?" Zainel memikirkan motor Tary, dia masih berada di atas motor Tary


"Aku gak tahu, ini pertama kalinya aku ke posyandu." Tary turun dari motornya bersama baby Jane yang berada dalam gendongannya.


"Apa boleh laki-laki ikut posyandu?" Zainel terlihat ragu untuk turun dari motor Tary.


"Kalau kamu gak mau turun lebih baik kita pulang aja sekarang." Tary berbicara dengan nada mengancam kepada Zainel.


"Iya iya aku turun nih." Setelah mendengar ancaman dari Tary akhirnya dengan berat hati Zainel turun dari motornya Tary.


"Nah gitu dong, ayo kita ke balai warga!" Tary merasa senang melihat Zainel turun dari motornya lu dia mengajak Zainel ke balai warga.


Saat mereka berjalan menuju ke arah balai warga beberapa ibuk-ibuk menoleh ke arah mereka.


"Lihat lihat itu mereka."


"Mereka tampak seperti pasangan suami istri."


"Tar udah cocok jadi seorang ibu."


"Baby Jane seperti nya nyaman di gendong oleh Tary.


Mereka mendengar beberapa ibuk-ibuk yang sedang membicarakan mereka yang terlihat seperti pasangan suami istri. Zainel yang mendengar hal itu tampak tersenyum berbeda dengan Tary yang memperlihatkan wajah tidak suka.


Saat mereka sudah berada di depan balai warga terdengar suara seorang memanggil Tary.


" Tary."

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2