
"Kalau Ry tidak menghabiskan beras mu, berhentilah mengurusi hidup Ry."
"Wkwkwk."Zainel tergelak.
"Lah, kok malah ketawa.Apa nya yang lucu?" Tary memicingkan matanya menatap Zainel.
"Gak ada belek di wajah Ry, aku tadi itu cuma bercanda aja." Zainel berhenti tertawa lalu dia mengatakan yang sebenarnya bahwa tidak ada belek di wajah Ry.
"Bercanda kamu itu gak lucu tahu."Raut wajah Tary berubah jadi kesel, dia berbicara dengan nada ketus kepada Zainel.
"Maafin aku Ry."Melihat raut wajah Tary sudah berubah kesal maka Zainel segera meminta maaf.
"Udah Ry maafin.Kamu pagi-pagi kesini mau ngapain?"
"Aku mau ngajak kamu pergi ke taman komplek perumahan, apa kamu mau?"
"Perginya kapan?"
"Ya sekarang lah masak tahun depan."
"Tapi Ry belum mandi, gimana dong?"
"Mandi gak mandi Ry tetap cantik."
"Heleh."Tary meragukan ucapan Zainel.
"Gimana Ry mau ikutkan ke taman?"
"Ikut, tunggu sebentar ya."Tary pergi meninggalkan Zainel yang sedang berdiri mengendong baby Jane.
Hanya butuh waktu kira-kira kurang lebih sepuluh menit Tary sudah keluar dari pintu rumahnya dengan pakaian yang berbeda serta tampilan yang berbeda.Tary memakai baju kaos lengan pendek berwarna biru, celana training berwarna dongker dan sepatu sport berwarna biru. Tary mengucir rambutnya yang terlihat seperti ekor kuda.
Tary menutup pintu rumahnya lalu dia mengunci pintu rumahnya.Tary memasukkan kunci rumah kedalam saku celana training nya.
"Sini biar baby Janenya aku yang gendong."Tary hendak mengambil baby Jane dari gendongan Zainel.
"Jangan biar aku saja." Zainel melarang Tary untuk mengendong baby Jane.
"Kalau gitu sini tas nya biar Ry yang bawak." Tary meminta tas yang berada di bahu Zainel.
"Ry bawak ini aja." Zainel melepaskan tas dari bahunya lalu dia memberikan tas kepada Tary.
"Iya."Tary mengambil tas dari tangan Zainel, Tary menyelempangkan tali tas di bahunya.
"Ayo kita jalan!" Zainel melangkah pergi meninggalkan teras rumah Tary.
Tary pun mempercepat langkah kakinya agar bisa sejajar berjalan dengan Zainel yang sedang mengendong baby Jane. Mereka sudah berada di jalanan komplek perumahan melewati beberapa perumahan.
"Selamat pagi ibuk."Sapaan Zainel dan Tary.
" Selamat pagi juga, kalian mau kemana?" Seorang ibuk yang sedang berdiri di halaman rumahnya menoleh ke arah orang yang sedang menyapa nya.
"Ke taman buk."Mereka serentak berbicara.
__ADS_1
"Taman yang dimana?"
"Taman di kompleks perumahan ini ibuk."Zainel yang menjawab pertanyaan si ibuk tersebut.
"Ooo ternyata taman itu."
"Kalau begitu kami permisi dulu buk." Zainel berpamitan kepada si ibuk tersebut.
"Iya hati-hati di jalan."
Ingat ya readers yang sehati belum tentu sejalan
Mereka kembali melanjutkan berjalan kaki menuju ke arah taman komplek perumahan. Saat di perjalanan mereka menyapa ibuk-ibuk serta bapak-bapak yang mereka temui di jalan komplek perumahan.
Mereka sudah terlihat seperti keluarga bahagia
Seperti Suami, Istri dan seorang putri
Semoga saja dalam waktu dekat mereka menjadi keluarga
Aamiin
Ibuk-ibuk serta bapak-bapak yang mereka temui di jalan komplek perumahan, membicarakan mereka.
Mereka telah tiba di taman komplek perumahan, padahal hari masih pagi tetapi suasana taman sudah begitu tampak ramai.Di taman komplek perumahan terdapat ayunan, jungkat-jungkit, pelosotan dan bangku tempat duduk.
Beberapa bocil sudah berada di tempat permainan anak -anak tersebut. Ada bocil yang bermain ayunan, ada juga bocil yang bermain jungkat-jungkit dan bocil bermain pelosotan.
"Seperti baby Jane mau kesana."Tary menoleh ke arah baby Jane yang berada di gendongan Zainel.
"Kalau begitu, ayo kita kesana!"
Mereka berjalan mendekati tempat permainan anak-anak yang berada di taman komplek perumahan.Mereka sudah berada di tempat permainan anak-anak.
"Hehehehe."Baby Jane terlihat senang melihat beberapa bocil sedang memainkan permainan yang ada di tamann lalu dia mengeluarkan gelak tawa khas bayi.
"Wah, kelihatan anak papa senang." Mendengar gelak tawa baby Jane Zainel pun ikut merasa bahagia.
"Ya senang lah di ajak jalan-jalan ke taman, setiap hari baby Jane berada di rumah bersama Tary.
"Kalau begitu setiap papa libur kerja akan bawak baby Jane berjalan-jalan."Setelah mendengar ucapan Tary, Zainel bertekad setiap hari libur dia akan membawak baby Jane berjalan-jalan.
"Jadi cuma baby Jane aja yang Zaza bawak,Ry gak di bawak." Raut wajah Tary berubah menjadi cemberut setelah mendengar ucapan Zainel.
"Wkwkwk."Melihat raut wajah Tary berubah jadi cemberut membuat Zainel tergelak tawa.
"Sana sana kalian pergi." Tary berbicara sambil mengusir Zainel pergi, dia mengerucut bibirnya.
"Jangan cemberut seperti itu, kita akan pergi bersama-sama."Zainel membujuk Tary untuk tidak cemberut lagi.
"Apa benar itu?"Tary masih ragu sehingga dia kembali bertanya kepada Zainel.
__ADS_1
"Iya, kalau aku pergi cuma berdua dengan baby Jane entar aku di kira duren beranak satu."
"Kan bagus, kalau kamu di kira duren beranak satu biar banyak perempuan yang dekatin kamu buat jadi mama baby Jane."Cerocos Tary.
"Lagian baby Jane udah punya mama."
"Memangnya kamu sudah tahu mama baby Jane siapa?"Tary mengira mama yang Zainel ucapakan itu merupakan ibu kandung baby Janel.
"Kamu." Zainel berbicara sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah Tary.
"Hah, jadi yang kamu maksud itu aku?"
"Iya Ry."
Mereka asik mengobrol sehingga tidak menyadari kehadiran sepasang suami-istri yang sudah berada di belakang mereka.
"Assalamu'alaikum." Sapaan sepasang suami istri.
"Walaikumsalam."Mereka serentak menjawab sapaan tersebut, dengan bersamaan itu mereka menoleh ke arah belakang. Mereka mendapatkan sepasang suami-istri yang sudah berdiri di belakang mereka.
"Kalian apa kabar?"Pak Ustadz melihat ke arah mereka secara bergantiian.
"Alhamdulillah kami sehat abang, bagaimana kabar abang dan kak?" Zainel membalikkan badannya, lalu dia melangkah maju mendekati pak ustadz. Zainel menyalim punggung pak ustadz.
"Alhamdulillah kami baik seperti yang kamu lihat sekarang."
"Apa buk ustadzah sudah tidak mabuk lagi?" Tary sudah berdiri di hadapan buk ustadzah.
"Alhamdulillah sudah tidak, wah baby Jane sudah tambah besar."Buk Ustadzah melihat ke arah baby Jane yang sedang di gendong oleh Zainel.
"Kan di kasih susu terus maka nya tambah besar baby Janenya buk."
"Baby Jane makin mirip sama Tar udah kayak ibu dan anak, jadi gemes lihat baby Jane.Ah jadi pengen gendong baby Jane." Buk Ustadzah yang ingin mengendong baby Jane.
Tary mengeluarkan tubuh baby Jane dari gendong kangguru.Tary menyerahkan baby Jane kepada buk Ustadzah.Buk Ustadzah mengambil tubuh baby Jane lalu dia mengendong baby Jane.
Buk Ustadzah melihat pipi baby Jane yang penuh dengan bedak, wajah baby Jane tampak seperti donat yang di taburi oleh gula halus. Buk ustadzah yakin bahwa yang memakai bedak pada baby Jane itu Zainel karena bedak yang terpasang di wajah baby Jane itu cemong.
Berbeda kalau Tary yang memasang bedak di wajah baby Jane pasti terlihat rapi. Buk Ustadzah yang gemas melihat wajah baby Jane penuh dengan bedak sehingga dia mengecup pipi baby Jane.
Cup
Setelah baby Jane mendapat kecupan di wajah nya, tiba-tiba baby Jane menangis.
Hoek
Hoek
Hoek
Buk Ustadzah berusaha membujuk baby Jane berhenti menagis, tangisan baby Jane bukannya berhenti malah baby Jane semakin kuat menangis nya. Sehingga beberapa pengujung taman menoleh ke arah mereka.
"Sini biar baby Jane sama aku saja buk." Melihat hal itu Tary mengambil baby Jane dari tangan buk Ustadzah.
__ADS_1
"Sudah sudah baby Jane nangis lagi. Cilup baba" Tary membujuk baby Jane agar tidak menangis lalu dia mengajak baby Jane bermain cilup baba.
...~ Bersambung ~...