PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Tengah Malam


__ADS_3

"Sebesar apa pun rasamu ingin memilikinya, kamu tidak akan pernah bisa melawan takdir yang telah Allah gariskan."


Kruuuuukk Kruuuuukk Kruuuuukk


"Kamu dengar suara itu?"Telinga Zainel mendengar suara.


"Dengar."


"Itu suara apa?"


"Hehehe, itu suara perut Ry yang kelaparan karena belum makan." Tary cengengesan tersenyum sambil berbicara kepada Zainel.


"Kalau begitu, ayo kita makan! aku juga sudah lapar."


Esokan malam harinya Zainel dan Fitri baru saja meeting dengan klien di dalam ruangan VIP yang berada di restaurants mewah di kota D.Setelah mereka selesai meeting bersama klien mereka menikmati makan malam yang telah di sajikan oleh pelayan restaurant dengan menu terbaik yang berada di restauran tersebut.


Mereka sudah selesai makan malam, lalu di lanjutkan dengan obrolan yang ringan. Sekali mereka tertawa sambil mengobrol dengan klien.


"Pak Zai dan buk Fitri kita juga sudah sepakat untuk berkerja sama sesuai dengan perjanjian yang sudah kita tanda tangani.Hari juga sudah malam kami pamit."


Kedua pria yang merupakan klien dari hotel S berdiri dari kursi. Mereka mengulurkan tangan kepada Fitri, lalu Fitri menjabat tangan seorang klien setelah diarasa cukup berjabat tangan maka dia melepaskan jabatan tangannya dengan si klien itu.


Fitri menjabat tangan si klien yang satu lagi setelah itu melepaskan jabatan tangannya. Kedua klien secara bergantian menjabat tangan Zainel setelah itu mereka pergi meninggalkan ruangan VIP itu.Sekarang hanya tinggal mereka berdua di dalam ruangan itu.


"Buk." Zainel berbicara sambil melihat ke arah Fitri yang duduk di kursi yang berada di samping nya.


"Iya, ada apa?" Fitri menoleh ke arah wajah Zainel.


"Kita mau ngapain lagi di sini?"


"Apa kamu sudah mau pulang?"


"Iya saya mau pulang."


"Memangnya mau ngapain kamu pulang kerumah?"


"Tubuh saya sudah gerah dan bauk keringat, saya mau pulang terus mandi buk."Zainel mandi tadi pagi sebelum berangkat kerja sekarang sudah malam dia belum mandi maka nya tubuhya sudah merasa gerah.


"Baiklah, ayo kita pulang!" Fitri beranjak dari tempat duduk.


Melihat Fitri sudah beranjak dari tempat duduk maka Zainel pun melakukan hal yang sama yaitu beranjak dari tempat duduk. Fitri sudah berjalan terlebih dahulu ke arah pintu, di susul Zaniel yang berjalan di belakang Fitri.


Mereka sudah keluar dari pintu restaurant tiba-tiba saja hujan turun deras.


"Jadi bagaimana ini buk?" Zainel melihat hujan turun deras membasahi tanah.

__ADS_1


Fitri masih terdiam sambil pandang lurus melihat ke arah depan.


Kalau masuk ke dalam malu


Jadi bagimana nih?


Fitria masih sibuk dengan pikirannya, sementara itu Zainel juga memikirkan hal yang sama dengan Fitri.Tiba sebuah ide terbesit di kepala Zainel.


"Buk, ayo kita parkiran!"


"Tapi hujan, kalau kita kesana pasti basah terkena air hujan."


"Kita tidak akan basah Buk, kan pakai ini." Zainel sudah menutupi kepala mereka mengunakan jaznya."


Fitri mendongkan wajah nya, dia melihat di atas kepalanya sudah di tutupi oleh Jaz milik Zainel.


Sejak kapan Jaz milik Zainel berada di sana?


Kenapa aku tidak menyadarinya?


Lagi-lagi Fitri sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Lah, kenapa buk masih diam aja? Ayo kita jalan keparkiran!" Zaine menyadarkan Fitri, lalu dia mengajak Fitri untuk berjalan ke arah parkiran.


"Baiklah."


Tap


Tak


Tap


Tak


Terdengar langkah kaki mereka, terdengar langkah kaki Zainel yang memakai sepatu pantofel berwarna hitam sedangkan Fitri memakai sepatu high hells yang tingginya tiga centimeter berwarna hitam juga.


"Sebentar lagi kita sampai buk." Zainel berjalan sambil menatap lurus sambil kedua tangannya memegang jaz yang menutupi kepala mereka agar tidak terkena air hujan.


"Iya."


Dag Dig Dug


Jantung Fitri terus saja berdetak kencang dari tadi saat mereka berjalan sambil berlindung di bawah jaz Zainel. Fitri dapat mencium aroma parfum yang di pakai oleh Zainel posisi mereka yang berdekatan seperti sekarang ini.


Mereka sudah tiba di depan pintu mobil, Zainel memencet tombol untuk membuka kunci mobil.

__ADS_1


"Silahkan masuk buk."Zainel membuka pintu mobil setelah itu dia menyuruh Fitri untuk masuk ke dalam mobil sendiri.


"Iya, terimakasih."Fitri masuk ke dalam mobil miliknya, tetapi dia duduk di bangku yang berada di samping bangku sopirnya.Fitri merasa bahagia malam ini di perlakukan istimewa oleh Zaniel.


Zainel menutup pintu mobil milik Fitri lalu dia berjalan ke arah sebaliknya sambil menutupi kepalanya dengan menggunakan jaz. Zainel membuka pintu mobil lalu dia duduk di bangku supir. Zainel segera menutup pintu mobil.


"Sini Jaz kamu."Fitri merebut Jaz dari tangan Zainel setelah itu Fitri meletakkan Jaz milik Zainel di. sofa yang berada di tengah.


Zainel menyalakan mobil milik Fitri, setelah itu Zainel mengendarai mobil milik Fitri.


"Zai bawak mobilnya dengan kecepatan standar saja." Fitri meminta Zainel mengendarai mobilnya dengan kecepatan standar.


"Baiklah buk."Zainel melajukan mobil Fitri dengan kecepatan standar.


Setelah Zainel tiba di rumah kontrakan nya dia langsung berjalan ke arah kamar mandi. Zainel sudah berada di dalam kamar mandi.Zainel melepaskan semua pakaian yang basah di tubuhnya. Zainel membasahi tubuhnya dengan air yang berada di dalam gayung tersebut.


Zainel sudah selesai mandi, sekarang dia sudah berada di dalam kamar sambil memakai pakaian. Zainel membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Tengah malam Tary terbangun dari tidur karena merasa kebelet mau buang air kecil. Tary bangun dari tidur lalu dia berjalan terburu-buru ke arah kamar mandi. Tary keluar dari mandi dengan perasaan legah karena sudah menutaskan buang air kecil.


Tok Tok Tok


Tary mendengar suara seorang mengetuk pintu rumahnya tengah malam.


Siapa tengah malam seperti ini mengetuk pintu rumah aku?


Tary yang penasaran akhirnya berjalan ke arah pintu rumah. Tary sudah tiba di depan pintu rumah.


"Tar, bukak pintunya ini nenek." Nenek berdiri di depan pintu rumah Tary.


Mendengar suara nenek maka Tary pun membuka pintu rumahnya.


Ceklek Ceklek Ceklek


Pintu rumah Tary terbuka terlihat nenek dan kakek berdiri di depan pintu rumah Tary.


"Ada apa nek?"Tary melihat nenek dan kakek yang sedang berdiri di hadapan nya.


"Kami mendengar dari tadi Zainel terus menyebut nama kamu."


"Hah." Mendengar ucapan nenek membuat Tary terkejut serta tidak percaya.


"Sebaiknya kamu kesana biar bisa mendengarkan nya secara langsung." Kakek memberikan saran kepada Tary untuk ke rumah Zainel.


"Tapi baby Jane sedang tertidur." Tary merasa ragu untuk pergi ke rumah Zainel.

__ADS_1


"Kalau begitu biar baby Jane nenek yang jaga, sebaiknya Tar sekarang pergi dengan kakek ke rumah Zainel."


~ Bersambung ~


__ADS_2