
"Tetaplah sederhana, sampai orang berkata dia biasa saja, tapi susah di miliki."
Tary tidak menemukan keberadaan baby Jane di ruangan keluarga, lalu dia hendak mencari baby Jane di ruangan tamu.
"Baby Jane."Tary memanggil baby Jane sambil berjalan ke arah ruangan tamu. Tary sudah tiba di ruangan tamu, lalu dia melihat sekeliling ruangan tamu mencari keberadaan baby Jane.
Tary tidak menemukan baby Jane di ruangan tamu.
Sebaiknya aku cari baby Jane di kamar
Tary berjalan menuju kamarnya, setibanya Tary di dalam kamarnya.
"Baby Jane." Tary memanggil baby Jane sambil menoleh ke segala arah yang berada di dalam, Lagi-lagi Tary tidak menemukan keberadaan baby Jane.
Sebaiknya aku lihat di bawah kolong tempat tidur
Tary berjongkok lalu dia melihat di bawah kolong tempat tidur, dia tidak menemukan keberadaan bayi Jane.
Tiga Puluh Menit Kemudian........
Tary sudah memeriksa semua sisi ruangan yang berada di dalam rumah, baby Jane belum di ketemukan.Tary mencari baby Jane di sekeliling bagian luar rumah, baby Jane masih belum di temukan.
Tary sudah berdiri di depan pintu rumah kontrakan yang di tempati oleh nenek.Tary mengetuk pintu rumah nenek sambil memanggil nenek.
Ceklek Ceklek Ceklek
"Ada apa Tar?"Pintu rumah terbuka terlihat nenek berdiri di depan pintu rumahanya.
"Apa nenek ada lihat baby Jane?" tanya Tary.
"Tidak, kenapa Tar?"
"Baby Jane tidak ada di rumah."
"Apa kamu sudah cari di setiap sudah rumah?"
"Sudah, tapi tidak ketemu.Bagaimana ini nenek?" Tary berbicara dengan raut wajah khawatir.
"Ayo kita cari lagi di rumah Tar! lagi baby Jane itu baru bisa merangkak pasti dia masih berada di dalam rumah tidak sampai keluar rumah." Nenek menutup kembali pintu rumahnya lalu dia berjalan pergi menuju rumah Tary.
Nenek dan Tary sudah berada di dalam rumah, mereka mencari baby Jane di setiap sudut ruangan yang berada di dalam rumah. Mereka tidak juga menemukan baby Jane.
__ADS_1
"Bagaimana ini nenek?"
"Sebaiknya kita kasih pak ustadz Tar." Jawab nenek.
"Baiklah nenek."
Mereka sudah berada di rungan tamu rumah pak Ustadz,mereka sedang duduk di atas sofa ruangan tamu rumah pak ustadz.
"Apa kabar nenek?"Pak Ustadz sudah tiba di ruangan tamu lalu dia duduk di sofa yang berada di hadapan mereka.
"Alhamdulillah saya baik Pak Ustadz." Jawab nenek.
"Bagaimana dengan kabar Tar?"
"Tidak baik Pak ustadz." Jawab Tary.
"Mana baby Jane?" Melihat Tary hanya berdua dengan nenek tanpa baby Jane membuat pak ustadz spontan bertanya tentang keberadaan baby Jane.
"Ini yang jadi masalah pak ustadz, baby Jane tidak ada di rumah kami sudah mencari baby Jane di dalam dan di luar rumah." Jelas Tary.
"Coba kamu ceritakan kronologis kejadian nya seperti apa?"Pak Ustadz meminta Tary untuk menceritakan kronologi kejadian nya.
"Kita akan minta bantuan semua masyarakat komplek perumahan."
Singkat cerita setelah dari rumah pak ustadz, kami berada di balai desa.Pak Ustads mengumpulkan seluruh warga masyarakat di balai desa.
"Pak ustaddz, sebenarnya ada apa pak ustadz?menyuruh kami semua berkumpul di sini." Seluruh warga masyarakat penasaran kepada pak ustadz yang menyuruh mereka berkumpul di balai desa.
"Assalamu'alaikum wr wb." Pak ustadz sudah berdiri di hadapan semua warga.
"Walaikumsalam wr wb." Seluruh warga membalas ucapan Tary.
"Saya ingin bertanya kepada kalian semua, apa kalian melihat baby Jane?"tanya ustadz.
"Tidak ada pak Ustadz."Seluruh warga menjawab secara serentak.
Pak Ustadz menceritakan kronologi kejadian kepada seluruh warga , cerita pak Ustadz sama persis seperti yang Tary ceritakan.Pak Ustadz sama sekali tidak menambah atau mengurangi yang telah di ceritakan oleh Tary.
" Cuma di suruh ngurus baby Jane aja. tidak bisa."
"Kan kalau gini kita juga ikut repot."
__ADS_1
"Dasar bisa nya cuma nyusahin saja."
Tary mendapatkan banyak cibiran dari seluruh warga yang tinggal di komplek perumahan. Mereka semua menyalahkan Tary yang tidak becus mengurus baby Jane.
Padahal selama ini Tary sudah bersusah payah mengurus dan merawat baby Jane. Baby Jane lebih banyak di urus dan dirawat oleh Tary dari pada Zainel. Pak Ustadz menyuruh seluruh warga mencari baby Jane di sekeliling komplek perumahan.
Seluruh warga pun meninggalkan balai desa mereka berbondong-bondong mencari keberadaan baby Jane si sekeliling komplek perumahan.
Hari sudah mulai sore, matahari sudah mulai terbenam di arah barat. Tary sedang berdiri di balai drsa, Tary berdiri sambil mondar mandir seperti setrikaan.
"Tar." Nenek melihat Tary sedang berjalan sambil mondar-mandir di balai desa."
"Ada apa nenek?" Tary masih berjalan mondar mandir.
"Sebaiknya kamu duduk di sini, jangan mondar mandir seperti setrikaan." Nenek memberikan nasehat kepada Tary.
"Baiklah nenek." Tary duduk di bangku yang berada di samping nenek.
"Sudahlah, sekarang yang bisa kita lakukan itu hanya berdoa supaya baby Jane bisa ketemu dengan keadaan sehat wal afiat." Ucapan nenek.
Melihat pak ustadz dan seluruh warga sudah tiba di balai desa. Tary yang melihat itu langsung saja berdiri dari tempat duduknya.
"Bagaimana pak Ustadz?" Tary berbicara dengan wajah penuh harapan.
"Maaf Tar kami sudah berkeliling komplek perumahan tetapi kami tidak menemukan baby Jane." Pak Ustadz berbicara dengan wajah lesu kepada Tary.
"Jadi apa yang harus aku katakan kepada Zaza pak Ustadz?"Tary merasa untuk menyampaikan kepada Zainel bahwa baby Jane menghilang.
"Kamu katakan yang sejujurnya kepada Zainel, tidak perlu ada yang kamu tutupi. "
Tary sedang duduk di bangku yang ada di teras rumah Zaniel, Tary menunggu kepulangan Zainel dari tempat kerja.Tary merangkai kata-kata yang akan dia ucapkan ketika bertemu Zainel.
Sebuah mobil honda jazz berwarna putih sudah tiba di depan halam rumah kontrakkan.Pintu mobil terbuka Zainel keluar dari mobil honda jazz berwarna putih.Di ikuti oleh Fitri yang juga keluar dari pintu mobil yang berada di sebelah nya.
"Apa kamu lagi nungguin aku?" Melihat Tary berada di teras rumahnya maka Zainel menghampiri Tary.
"Iya." Saat melihat Zainel semua kata-kata yang telah Tary siapkan, tiba-tiba menghilang.
"Ry kok sendirian, baby Jane mana?
...~ Bersambung ~...
__ADS_1