PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Kamu Nanya Bertanya-Tanya


__ADS_3

"Ponakan udah manggil Tante, tapi Ry masih binggung mau nyari Omnya dimana?" 🤔


Di waktu yang sama tetapi ditempat berbeda yaitu di kota B, Lea sedang duduk di bangku cafe bersama teman-teman nya.Mereka bercerita tentang gebetan mereka masing-masing, seorang teman Lea yang bernama Yora memperhatikan Lea yang dari tadi diam.


"Lea."


"Apa?" Lea dengan malas merespon panggilan dari Yora.


"Apa kamu lagi ada masalah?" Aku perhatikan dari tadi kami bercerita kamu hanya diam tidak seperti biasanya."Yora menelisik wajah Lea.


"Kamu nanya bertanya-tanya." Lea berbicara seperti Dilan Kw.


"Lea." Mendengar Lea berbicara seperti Dilan Kw membuat mereka jadi kesal sehingga mereka serentak meneriaki nama Lea.


"Hahahaha." Lea yang mendapat teriakan dari mereka hanya bisa tertawa cengengesan.


Mendengar suara bersisik yang di timbulkan oleh Lea cs membuat para pengunjung cafe menoleh ke arah mereka.


"Hei coba kalian lihat, mereka semua ngelihat ke arah kita." Cinta menyadari hal tersebut langsung menyengol lengan Lea.


"Biarkan saja." Lea berhenti tertawa lalu dia merubah raut wajahnya terlihat cuek.


"Ini semua gara-gara kamu sih." Guman Yora.


"Bukan cuma aku tapi kalian juga."Lea tidak terima kalau dirinya di salahkan oleh Yora.


"Sudah-sudah jangan saling menyalahkan." Cinta sebagai penengah perdebatan antara Yora dan Lea.


"Lagian gak akan ada asap kalau tidak ada apinya." Lea berdiri dari bangku cafe.


"Tunggu Lea." Melihat Lea hendak melangkah kakinya Cinta angkat bicara.


"Apa lagi?" Lea tidak jadi melangkahkan pergi.


"Kamu mau kemana?"


"Mau tahu aja apa mau tahu banget?"


"Mau tahu banget."


"Pulang." Setelah mengatakan itu Lea melangkah pergi.


"Lea tunggu dulu ini siapa yang bayar?" Teriak Cinta.

__ADS_1


Lea tidak memperdulikan ucapan Cinta dia terus saja berjalan ke arah pintu cafe.


"Jadi gimana nih?" Wajah Cinta terlihat panik melihat Lea berlalu pergi dari cafe tersebut.


"Kita patungan aja bayarnya." Yora memberikan saran agar mereka patungan membayar makan dan minum di cafe.


"Huft semoga aja uang kita cukup buat bayar semuanya."


"Kalau gak cukup, paling-paling kita di suruh cuci piring."


"Ah gak mau entar kuku ku rusak." Cinta menolak sebab dia tidak mau kuku kunya rusak karena mencuci piring.


Lea sudah berada di atas motor sport milik Rendy , Lea memasang helem terlebih dahulu setelah itu Lea mengendarai motor sport ke arah jalan raya. Motor yang Lea kendarai sudah berada di jalan raya.Setiap malam minggu jalan raya yang berada di kota-kota pasti akan padat dan sesak tak terkecuali jalan raya di kota B juga seperti itu.


Setelah tiba di halaman rumahnya Lea memasukan motor Rendy ke dalam garasi setelah itu Lea membuka helem lalu dia meletakkan helem di atas tangki motor yang berada di depan lalu Lea turun dari motor.


Lea berjalan melewati pintu yang terhubung dari garasi menuju rungan tamu. Saat Lea sudah berada di ruangan tamu berpapasan dengan bibik.


"Selamat malam non."Sapaa Bibik.


"Selamat malam juga Bik, apa Dad dan Mom sudah pulang?" Lea berdiri di hadapan Bibik.


"Belum non."


"Kalau Koko Sam?"


"Koko Ren?"


"Sepertinya tidak akan pernah pulang non."


"Aduh maaf non Bik keceplosan." Bibik yang sadar telah berbicara keceplosan meminta lalu dia menutup mulut nya dengan telapak tangan.


"Bik gak salah kok, kalau gitu aku ke kamar." Setelah mengatakan itu Lea berjalan pergi ke arah tangga.


Hari senin itu hari yang paling melelahkan bagi kebanyakan orang,di hari senin harus bangun lebih awal agar bisa berangkat kesekolah maupun kerja lebih pagi.Walaupun sudah berangkat kesekolah maupun kerja lebih pagi tetap saja mereka terjebak macet saat melewati jalan raya yang berada di kota.


Jalan raya yang mereka lintasi merupakan jalan utama sehingga mereka harus melintasi jalan tersebut untuk bisa berangkat ke sekolah maupun berangkat kerja.Banyaknya kendaraan yang berada di jalan raya tersebut membuat lalu lintas macet.


Lea yang mengendarai motor sport milik Rendy, Lea melihat di depannya terdapat antrian kendaraan yang berbaris panjang.Lea mencoba mencari celah-celah yang bisa di lewati motor sport Rendy. Lea mendapati celah-celah yang bisa di lewati nya sehingga dia mengendarai motor sport milik Rendy.


Lea terus mengendarai motor sportnya dengan menyalip disebelah kanan, akhirnya Lea berhasil keluar dari jalan raya yang macet sekarang dia berada di jalan dekat sekolahnya.


Bel sekolah berbunyi seluruh siswa berjalan ke arah halaman sekolah, setiap hari senin pagi akan di laksanakan upacara bendera. Lea dan teman-teman masih berada di dalam kelas. Mendengar bunyi bel sekolah Lea beranjak dari bangku.

__ADS_1


"Lea tunggu kita bareng aja." Melihat Lea sudah lebih dahulu berjalan ke arah pintu maka, Cinta bergegas berdiri dari bangku.


"Aku ikut."Yora juga ikut beranjak dari bangku lalu dia menyusul Cinta.


Lea berhenti di depan pintu kelas sambil menunggu Yora dan Cinta agar mereka bisa bersama-sama ke halaman sekolah. Mereka berbarengan ke arah halaman sekolah sepanjang perjalanan menuju ke halaman kelas Yora dan Cinta terus saja melontarkan candaan tetapi Lea tidak menanggapi candaan tersebut.


Pergantian jam pelajaran setelah ibu guru keluar dari kelas, suasana kelas yang tadinya hening pun berubah menjadi berisik. Mereka memulai ngobrol dengan teman-teman sekelasnya, ada juga yang bercanda dengan teman sekelasnya dan ada juga siswa yang menganggu siswi di kelas nya sehingga siswi tersebut marah-marah kepada siswa tersebut.


Yora dan Cinta yang duduk di bangku depan Lea sibuk membicarakan anggota boy band Nct Dream. Sedangkan Lea yang duduk di bangku belakang mereka sedang malas untuk menagapi pembicaran Yora dan Cinta. Lea meletakkan kepalanya di atas meja sambil menoleh ke arah kanan.


Tok.......... Tok


"Permisi."Seorang siswa sedang berdiri di depan kelas, mengetuk pintu kelas.


Semua siswa siswi yang berada di dalam kelas menoleh kearah pintu kelas.


"Ada apa?" Ketua yang melihat seorang siswa yang merupakan siswa dari kelas sebelah.


"Apa saya boleh masuk?"


"Silakan masuk." Ketua memperbolehkan si siswa tersebut untuk masuk ke dalam kelas.


"Apa di kelas ini ada yang bernama Lea Mariana?" Si siswa sudah berada di dalam kelas dia berdiri di hadapan kelas.


"Aku, kenapa memangnya?" Lea meangkat wajahnya dari meja lalu dia mengacungkan jari telunjuknya ke atas.


"Kamu di suruh ibuk guru wali kelas ke kantor."


"Kenapa aku di suruh ke kantor?"


"Gak tahu, aku cuma di suruh menyampaikan pesan itu dari ibuk guru wali kelas kepada kamu."


"Aku di suruh ke sana kapan?"


"Ya sekarang lah masak tahu depan." Si siswa tersebut bicara ketus kepada Lea. Setelah mengatakan itu si siswa tersebut berjalan pergi meninggalkan kelas.


Lea masih belum mau beranjak dari bangku kelas.


"Sudah sana pergi ke kantor." Cinta menyuruh Lea untuk pergi ke kantor.


"Apa kamu mau kami temanin?"


"Gak susah aku bisa sendiri, Teman-teman aku ke kantor dulu." Lea menolak lalu dia bangkit bangku sekolah.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju kantor Lea terus saja berpikir ke salah apa yang dia perbuat hingga dia di suruh ke kantor. Sesampainya Lea di depan pintu kantor, dia menyembulkan kepala untuk melihat orang-orang yang berada di dalam kantor. Lea menangkap sosok punggung laki-laki yang sedang berbicara dengan wali kelasnya.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2