
"Senyumku boleh untuk semua orang yang melihatnya tapi hatiku tetaplah untukmu percayalah."
Esokan paginya Baby Jane terbangun terlebih dahulu.
"Papa papa papa." Baby Jane berceloteh dengan bahasa bayi.
"Mama mama mama."
"Papa papa papa."
"Mama mama mama."
Baby Jane terus saja berceloteh tanpa berhenti dengan bahasa bayi. Sementara Zainel masih tertidur dengan nyenyak.
Hoek
Hoek
Hoek
Baby Jane terus saja menangis dengan kencang, sehingga Zainel terbangun dari tidurnya.
"Cup cup cup jangan nangis baby Jane ini papa." Zainel mengangkat tubuh baby Jane dari tempat tidur baby Jane.
Zainel turun dari tempat tidur dengan mengendong baby Jane. Zainel mencoba menghentikan tangisan baby Jane tetap baby Jane tidak berhenti menangis.
"Baby Jane haus, papa buat susu dulu." Zainel berjalan sambil mengodong baby Jane ke arah dapur. Zainel yang sudah berada di dapur mengambil botol dodot kosong yang sudah di cuci. Zainel memasukkan susu formula ke dalam botol dodot lalu dia memasukkan air panas sedikit di campur dengan air biasa sesuai takaran agar susu untuk baby Jane pas rasanya.
Zainel menguncang botol dodot tersebut setelah itu baru lah Zainel memasuk botol dodot ke dalam mulut baby Jane. Botol dodot masuk ke dalam mulut baby Jane tetapi di lepaskan lagi oleh baby Jane.
Hoek
Hoek
Hoek
Bayi Jane masih menagis dengan suara yang kencang.
Tok........... Tok
Zainel mendengar suara pintu rumahnya seperti di ketuk oleh seorang. Zainel berjalan ke arah pintu rumah sambil mengendong baby Jane yang menangis.
"Zainel buka pintu nya." Seorang yang sedang berdiri di depan pintu rumah berteriak sambil mengetuk pintu rumah agar Zainel membuka pintu rumahnya.
"Iya tunggu sebentar." Zaine sudah berada di depan pintu rumah, dia membuka pintu rumahnya.
"Baby Jane kenapa nangis? sini sama tante." Seorang yang berdiri di depan pintu itu ialah Tary, Dia mengambil baby Jane dari gendongan Zainel.
"Gak tahu." Zainel mengangkat kedua bahunya.
"Cup cup baby Jane sayang jangan nangis ini tante, apa baby Jane haus?"
"Tidak, aku baru saja memberi di susu tetapi dia tidak mau." Wajah Zainel terlihat bingung karena baby Jane masih terus saja menangis.
__ADS_1
Tary berjalan sambil mengendong baby Jane melewati pintu rumah kontrakkan.
"Kamu mau ngapain masuk ke dalam rumah kontrakkan aku?" Zainel terkejut saat melihat Tary sudah berada di dalam ruangan tamu rumah kontrakannya.
Tary tidak memperdulikan ucapan Zainel, Tary duduk di atas tikar yang berada di ruangan tersebut lalu Tary meletakan baby Jane di atas tikar.
"Eh, kamu mau ngapain buka celana baby Jane?" Zainel berdiri di belakang Tary sambil melihat Tary melepaskan celana baby Jane.
"Uh ternyata pup pantas aja baby Jane nangis." Tary membuka pampers baby Jane, ternyata di pampers itu terdapat pup baby Jane.
"Aku tadi gak kepikiran sampai sana."
"Ambilkan tisu basah, pampers dan celana baby Jane."
"Iya mama."
"Kamu ngomong apa tadi?" Tary membalikkan badan lalu dia menatap Zainel dengan mata melotot.
"Iya mama." Setelah mengatakan itu Zainel segera berlari ke arah kamar.
Sementara Tary yang berada di ruangan tamu sedang ngomel-ngomel karena di panggil dengan sebutan mama oleh Zainel. Zainel yang berada di kamar mendengar omelan Tary malah tersenyum sendiri.
"Zainel cepatan." Tary berteriak agar Zainel cepat mengambil barang yang Tary suruh.
"Nih Ry." Mendengarkan teriakan Tary maka Zainel mempercepat langkah kakinya, setibanya Zainel di ruangan yang sama dengan Tary. Zainel memberikan barang yang di suruh oleh Tary.
Tary mengambil barang yang berada di tangan Zainel.
"Kamu ngapain masih di sini?" Tary membersihkan pup baby Jane mengunakan tisu basah, Tary menyadari bahwa Zainel berada di samping nya dengan posisi berdiri.
"Apa kamu gak kerja hari ini?"
"Astagfirullah aku lupa kalau hari ini aku masuk pagi. " Zainel teringat bahwa hari ini dia kerja shift pagi.
Setelah selesai mandi Zainel berjalan keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit di pinggang nya. Zainel masuk ke dalam kamarnya, Zainel sudah berada di dalam kamar dia melihat jam dinding yang berada di dinding kamarnya.
"Aduh, gimana nih aku bisa terlambat?"Zainel melihat jam di dinding sudah menujukan pukul 06.30 wib. Zainel buru-buru memakai pakaiannya, setelah berpakaian rapi Zainel berdiri di depan cermin memakai minyak rambut lalu dia menyisir rambutnya agar terlihat rapi setelah itu Zainel menyemprotkan parfum di seluruh pakaian nya.
Zainel berjalan ke arah ruangan tamu, saat Zainel sudah tiba di ruangan tamu dia tidak menemukan keberadaan Tary dan baby Jane.
"Mereka kemana?" Zainel menangambil sepatu berwarna hitam yang berada di belakang pintu rumahnya.
Zainel duduk di depan pintu rumahnya sambil memasang kedua sepatu di kakinya, setelah sepatu terpasang di kakinya baru lah Zainel berdiri dari tempat duduk. Zainel menguci pintu rumahnya. Zainel berjalan ke arah rumah Tary, Zainel sudah tiba di depan pintu rumah Tary.
Tok......... Tok
"Assalamu'alaikum." Zainel mengetuk pintu rumah Tary sambil mengucapkan salam.
"Walaikumsalam masuk aja pintunya gak di kunci." Tary yang sudah hapal dengan suara Zainel menyuruh Zainel masuk kedalam rumahnya.
"Kamu dimana?" Zainel membuka pintu rumah lalu dia berjalan masuk ke dalam rumah Tary.
"Kamar mandi."
__ADS_1
"Ternyata kamu sedang mandiin baby Jane." Zainel sudah berada di depan pintu kamar mandi, dia melihat Tary sedang berjongkok sambil memandikan baby Jane dalam bath bayi.
"Iya, kamu kenapa belum berangkat kerja?" Tary berbicara tanpa menoleh ke arah Zainel.
"Apa boleh aku pinjam motor Ry?" Zainel merasa malu sehingga dia menundukkan kepalanya.
"Ya bolehlah, pakai aja motor aku."
"Kunci dimana Ry?"
"Di gantung paku yang ada diruangan tamu."
"Ry aku pergi kerja dulu, terimakasih." Zainel berpamitan kepada Tary setelah itu Zainel.
"Sama-sama."
Waktu jam makan siang pun tiba Zainel pun berjalan ke arah ruangan loker. Saat Zainel sudah berada di ruangan loker dia membuka pintu loker. Dia mengambil ponsel dan kunci motor Tary dari dalam loker. Zainel melihat ponsel ternyata tidak ada chat masuk sama sekali.
💌"Assalamu'alaikum, Ry udah makan?"
💌"Walaikumsalam, belum. Napa emangnya?"
💌"Mau aku belikan nasi padang, Ry mau lauk-pauk apa?"
💌"Rendang."
💌"Minumnya mau apa Ry?"
💌"Jus buah naga."
💌"Apa ada lagi yang Ry mau? biar aku belikan."
💌"Gak ada itu aja, terimakasih Zainel."
💌"Kasih kembali, apa susu baby Jane sudah habis?"
💌"Masih ada."
💌"Kalau pampers baby Jane gimana?"
💌"Masih ada."
💌"Baby Jane lagi ngapain?"
💌"Bobok."
💌"Ry lagi ngapain?"
💌"Tiduran di samping baby Jane."
💌"Aku beli nasi padang dulu, tunggu in aku pulang ya."
💌"Jangan lama-lama ya pulang nya."
__ADS_1
💌"Apa Ry udah kangen sama aku?"
...~ Bersambung ~...