Pembalasan Kristina

Pembalasan Kristina
Tuan Exl


__ADS_3

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dokter keluar juga dari ruang periksa. Dia memberitahu hasil pemeriksaannya pada orang tua Yesi.


Jika Yesi mengalami keguguran, karena benturan yang terjadi mengenai perutnya sehingga janin tak bisa di selamatkan.


Yesi juga mengalami koma, saat ini kondisi kesehatan tidak ada yang serius tapi dia tak sadarkan diri.


"Kira-kira sampai kapan anak saya bisa sembuh dari komanya, dok?" Irwan merasa penasaran.


"Untuk hal itu kami tidak bisa memprediksinya, hanya pasien yang bisa mengerti. Jika memang kondisi fisik dan psikis cepat pulih, dia akan segera pulih dari komanya. Berdoa saha, supaya pasien lekas sadar," dokter menjelaskan seraya tersenyum ramah.


"Berarti tidak ada luka yang serius pada anak saya, dok?" kembali lagi Irwan bertanya.


"Pasien hanya mengalami keguguran karena benturan yang amat keras pada perutnya. Dan juga benturan keras pada kepalanya, yang kemungkinan besar bisa membuat pasien hilang ingatan jika kelak telah sadar dari komanya," dokter kembali menjelaskan.


Setelah panjang lebar Irwan bertanya banyak hal pada dokter, kemudian dokter berpamitan pergi karena masih harus menangani pasien yang lain.


"Syukurlah Yesi cuma keguguran, tapi tidak mengalami sakit yang serius," batin Irwan.


**********


Waktu berjalan begitu cepat, sudah satu minggu lamanya Yesi koma namun belum juga sadarkan diri.


Sedangkan saat ini Alberto dan Kristina sedang melangsungkan pernikahan. Resepsi di adakan di sebush gedung mewah berbintang lima.


Para tamu undangan datang berjubel menghadiri pesta pernikahan dua sejoli ini. Bahkan Mr X juga turut hadir, padahal dia sama sekali tidak di undang.


Mr X hanya ingin melihat paras mempelai wanita saja.


"Ternyata Kristin semakin terlihat cantik saat mengenakan gaun pengantin. Betapa bahagianya Albert telah berhasil meluluhkan hati Kristin," batin Mr X.

__ADS_1


Dia masih memendam rasa cintanya pada janda beranak satu itu. Dia merasa iri dan cemburu pada Alberto. Namun dia tak bisa menyingkirkan Alberto begitu saja, apalagi kekuasaan Alberto di kota ini sungguh berpengaruh.


Sehingga sangat sulit bagi Mr X untuk menyingkirkan Alberto dari samping Kristina. Mr X telah memutar otaknya mencari cara yang jitu untuk bisa menyingkirkan Alberto tanpa harus mengotori tangannya sendiri. Dan ingin usahanya itu langsung sukses, namun sampai detik ini dia tak bisa mendapatkan cara itu.


"Aku sudah berusaha bersaing sehat, tapi tetap saja aku tersingkirkan oleh Alberto. Aku akan menempuh jalan lain, jalan pintas. Namun aku juga belum bisa menemukan cara yang tepat untuk menyingkirkan Alberto," gerutu Mr X dalam hati.


Setelah puas bisa memandang wajah ayu Kristin, Mr X memutuskan untuk meninggalkan pesta pernikahan tersebut.


Namun saat melangkah keluar dan akan masuk dalam mobil, ada seseorang yang mengikutinya. Seseorang pria paruh baya yang Mr X tak mengenalinya.


Pria paruh baya tersebut menghampiri Mr X, dan sok akrab dengannya.


"Hallo, Mr X? aku tahu saat ini hatimu sedang bergejolak menahan rasa api cemburu. Bagaimana kalau kita bekerja sama untuk menghancurkan Alberto. Karena kebetulan, musuh kita sama," pria paruh baya ini berbisik pada Mr X.


"Bagaimana anda tahu nama saya, dan bagaimana pula anda tahu saya menyukai Kristin, sebenarnya anda ini siapa?" tanya Mr X mengernyitkan alisnya.


"Kamu tak perlu tahu siapa saya, intinya apakah anda bersedia menjalin kerjasama dengan saya?" tanya pria paruh baya tersebut.


"Baiklah." Pria paruh baya tersebut masuk dalam mobil Mr X terlebih dulu, walaupun yang punya mobil belum mempersilahkannya.


Mr X memerintahkan sopir pribadinya untuk melajukan mobilnya menuju ke restorannya. Hanya beberapa menit saja, mereka telah sampai di restoran tersebut.


"Mari kita berbicara di ruanganku saja." Mr X melangkah masuk ke dalam restoran menuju ke ruang kerjanya di ikuti oleh pria paruh baya tersebut.


Belum juga Mr X mempersilahkan duduk, pria paruh baya tersebut telah menjatuhkan pantatnya terlebih dulu ke sofa dan meneguk satu aqua gelas yang tersedia di meja.


"Kenapa di meja yang ada cuma minuman aqua gelas, apa nggak ada minuman yang lain seperti kopi misalnya?" pria paruh baya ini meminta secangkir kopi.


Mr X sedikit kurang suka dengan pria ini yang menurutnya di nilai kurang sopan. Namun dia penasaran dengan pria ini, yang sama ingin menyingkirkan Alberto.

__ADS_1


"Sialan, kenapa aku harus bertemu dengan pria tua yang aneh dan super menyebalkan ini!" gerutu Mr X di dalam hati.


"Mr X, jika anda tak suka dengan saya nggak apa-apa. Saya akan membatalkan kerjasama kita. Masa hanya karena satu cangkir kopi saja, anda menggerutu mengumpat saya?" pria paruh baya tersebut bangkit dari duduknya, dan akan keluar dari ruang kerja Mr X.


Namun Mr X melarangnya, dan meminta pria ini untuk duduk kembali.


"Duduklah, tuan. Janganlah terlalu sensitif, karena saya sama sekali tidak mengumpat anda. Apa lagi hanya untuk secangkir kopi." Mr X menutupi rasa malunya karena pria itu tahu jika dirinya menggerutu tentang dia.


"Hem, bagaimana bisa pria ini tahu apa yang ada di pikiranku?" batin Mr X.


Pria tersebut mengurungkan niatnya untuk meninggalkan ruang kerja Mr X. Dia lekas duduk kembali namun dengan wajah murung tidak seperti saat awal datang.


Mr X lekas memesan dua cangkir kopi ke bagian dapur melalui ponsel di ruang kerjanya.


Hanya beberapa menit saja, dua cangkir kopi dan beberapa cemilan telah tersaji di meja ruangan tersebut.


Kembali lagi, pria paruh baya ini bersikap tak sopan. Dia langsung meneguk habis satu cangkir kopi.


"Mr X, terima kasih sekali. Anda sangat pengertian dengan menyajikan dua cangkir kopi untuk saya. Kopinya sungguh nikmat, satu cangkir langsung habis. Satu cangkir lagi, sebentar pasti aku habiskan kembali. Tapi lebih baik, kita bicarakan kerja sama kita menyingkirkan Albert sok kaya itu," ucap pria paruh baya itu panjang lebar.


Pria paruh baya ini memperkenalkan dirinya, dia bernama Tuan Exl. Sebenarnya dia tinggal di luar negeri, dimana orang tua Alberto tinggal.


Namun saat ini orang tua Alberto memutuskan untuk tinggal di Indonesia bersama Alberto.


Tuan Exl ini adalah saudara sepupu dari Daddy Mickel. Namun dia memendam rasa benci dan dendam pada orang tua Alberto dan Alberto.


Semua di jelaskan mendetail oleh Tuan Exl, bagaimana dia sangat membenci keluarga Alberto dan ingin menghancurkan mereka.


Dendam pribadi yang bertahun-tahun di rasakan oleh Tuan Exl sampai sekarang belum bisa terbalaskan. Dia belum menemukan orang yang cocok untuk di ajak bekerja sama.

__ADS_1


******


__ADS_2