Pembalasan Kristina

Pembalasan Kristina
Penasaran


__ADS_3

Kristina merasa curiga dengan gelagat Alberto. Dia juga penasaran dengan vidio yang akan di tunjukan oleh Yesi.


"Ka Albe, sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu dariku? dan kenapa kamu tak mengijinkanku melihat vidio yang di tunjukkan oleh Yesi? kenapa pula kamu menghapusnya?" serentetan pertanyaan keluar dari bibir mungil Kristina.


Alberto hanya diam saja, dia bingung ingin mengatakan apa. Karena sama sekali belum memikirkan alasan yang akan di berikan untuk Kristina.


"Apa yang harus aku ucapkan pada Titin, nggak mungkin aku mengucapkan hal yang sebenarnya telah terjadi antara aku dan Yesi pada waktu itu pada Titin. Dia pasti akan syok dan benci padaku," batin Alberto gelisah.


"Dia takkan sanggup berkata padamu, Kristin. Karena sesuatu itu sangatlah pribadi, masa kamu nggak tahu?" Yesi terus saja memprovokasi.


"Kenapa kamu belum pergi juga, pulanglah! jangan membuat runyam hubunganku dengan Kristin!" kembali lagi Alberto mengusir Yesi.


Kali ini Alberto memerintahkan para bodyguarg menyeret paksa Yesi untuk pergi dari apartement Kristina.

__ADS_1


"Lepaskan! jangan pernah sekalipun kalian menyentuhku, aku bisa pulang sendiri!" Yesi membentak dua bodyguard yang mencekal kedua lengannya.


Hingga akhirnya dua bodyguard tersebut melepaskan cekalannya, dan Yesi melangkah pergi dari halaman apartement milik Kristina. Yesi masuk dalam mobilnya dengan tersenyum sinis pada Kristina dan Alberto.


"Pertunjukkan ini baru di mulai buat kalian berdua, dan kamu, Albert. Kamu pikir aku bodoh, aku telah mengcopy vidio kemesraan kita banyak sekali, bukan hanya satu vidio. Sedangkan vidio aslinya masih tersimpan aman olehku." Gerutu Yesi seraya melajukan mobilnya pergi meninggalkan apartement Kristina.


Sementara Kristina masih saja belum bisa tenang setelah mendengar segala ucapan dari Yesi. Dia masih saja penasaran dengan vidio yang telah di hapus paksa oleh Alberto.


Alberto bisa melihat keresahan dan kegelisahan pada wajah Kristina, dia juga merasakan hal yang sama. Dia nggak menyangka jika percintaanya dengan Yesi telah di rekam oleh Yesi dalam sebuah vidio.


"Jelas sekali, jika kejadian itu adalah salah satu rencana dari Yesi untuk menjebakku. Dan pada akhirnya aku benar-benar terkena jebakan olehnya. Tapi aku tak bisa mendapatkan vidio aslinya supaya aku bis terlepas dari Yesi. Dia pasti akan mempergunakab vidio itu untuk menjeratku," batin Alberto seraya menghela napas panjang.


"Sayang, aku langsung pulang ya." Tiba-tiba Alberto berpamitan tidak seperti biasa, dia bermain dulu dengan Mila atau sekedar minum teh atau kopi sejenak.

__ADS_1


"Kenapa buru-buru, ka? biasanya juga kamu enggan pulang tapi berlama-lama di sini?" Kristina merasa curiga dengan sikap Alberto.


"Maaf, sayang. Mendadak aku ada urusan penting yang nggak bisa di wakilkan siapapun." Alberto berlalu pergi begitu saja.


Sikap Alberto ini semakin membuat Kristina menjadi tambah penasaran dan tambah curiga jika saat ini Alberto sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


Sementara Alberto lekas memerintah Asisten Rony untuk menyusul laju mobil Yesi. Karena Alberto ingin meminta penjelasan pada Yesi tentang apa yang di lakukan oleh Yesi barusan di rumah Kristina.


Namun laju mobil Yesi begitu cepat sehingga Alberto tak bisa menjangkaunya.


"Maaf, Tuan. Mobil Nona Yesi sudah tidak terlihat sama sekali," ucap Rony dari balik kemudinya.


*********

__ADS_1


__ADS_2