Pembalasan Kristina

Pembalasan Kristina
Infentaris Kantor


__ADS_3

"Ini apartementnya, dan itu mobilnya. Kamu bisa mulai menggunakannya hari ini. Tapi ingat, semuanya tidak gratis. Aku beri kamu waktu dua bulan untuk bisa menyingkirkan Kristin dari samping Alberto. Jika dalam waktu dua bulan kamu tidak berhasil, semua aku ambil kembali. Dan jika ternyata dalam waktu dua bulan kamu berhasil, semua menjadi milikmu. Kamu kerja akan tetap mendapat gaji setiap bulannya dariku. Kalau begitu kira berpisah di sini ya, silahkan kamu tempati apartementnya." Yesi pergi meninggalkan Willdam begitu saja tanpa menunggu apakah Willdan akan mengucap sepatah kata.


Seperginya Yesi, Willdan langsung melangkah ke halaman apartement. Dan sudah ada sepasang asisten rumah tangga yang menyambut kedatangan Willdan.


"Selamat pagi, Tuan Willdan. Saya Paijo yang akan mengurus halaman dan mobil anda. Dan ini istri saya Inem yang akan mengurus masalah rumah. Kami di sini atas perintah Nona muda Yesi." Paijo tersenyum ramah dan mrmbungkukkan badannya.


"Baiklah, selamat bekerja ya Mas Paijo dan Mba Inem. Semoga kalian betah kerja sama saya, kalau begitu saya pergi dulu untuk menjemput mamah saya." Willdan tersenyum pada sepasang asisten rumah tangga ini, seraya melangkah ke arah mobil.


Willdan melajukan mobilnya menuju le arah kontrakannya untuk menjemput mamahnya. Hanya beberapa menit saja telah sampai di depan halaman kontrakan.


Mamah Elsa yang sedang duduk di teras kontrakan terperangah saat melihat Willdan pulang dengan mengemudi sebuah mobil mewah.


"Nak, apa sekarang kamu telah alih profesi menjadi driver on line?" Mamah Elsa menyelidik.


"Nggak, mah. Ayok kita kemasi semua barang kita, karena kita akan pindah ke sebuah apartement mewah." Willdan masul dalam apartement dan lekas menuju ke kamarnya untuk mengemasi semua barang-barangnya.


"Nak, kamu lagi nggak berbohong sama mamah kan? coba kamu jelaskan, biar mamah nggak bingung." Mamah Elsa berdiri di pintu kamar Willdan.


"Nanti saja kalau kita sudah sampai di apartement, pasti Willdan ceritakan semuanya. Sekarang buruan mamah kemasi barang-barang mamah." Willdan sibuk mengemasi barang-barangnya.


Mamah Elsa melangkah pergi ke kamarnya sendiri, dan menuruti Willdan. Dia lekas mengemasi semua barang-barangnya.


Setelah beberapa menit berkemas, Mamah Elsa berpamitan pada pemilik kontrakan dan tak lupa menyerahkan kunci kontrakannya.


Barulah Mamah Elsa dan lekas menuju ke apartement barunya dengan mengendarai sebuah mobil yang di kemudikan oleh Willdan.


Sampai juga di halaman apartement mewah.

__ADS_1


"Yuk, mah turun. Biar Mba Inem dan Mas Paijo yang bawa koper kita." Willdan melangkah masuk apartement di ikuti oleh Mamah Elsa.


Sementara Paijo dan Inem membawa koper milik Mamah Elsa dan Willdan.


"Mamah tinggal pilih saja, ada beberapa kamar disini. Pilihlah yang menurut mamah nyaman di tempati." Willdab menunjukkan beberapa kamar.


Dirinya terlebih dulu telah memilih kamar di lantai atas. Sementara Mamah Elsa memilih kamar di lantai bawah, karena tak ingin repot naik turun tangga.


Koper telah di masukkan ke kamar Willdan dan kamar Mamah Elsa. Willdan mengajak Mamah Elsa berkeliling di dalam ruangan apartement.


"Wah, luas sekali apartement ini. Terawat pula, bersih dan di dapur ternyata sudah komplit kulkas dan frezer penuh stok makanan dan sayuran. Kok bisa kamu dapatkan semua ini?" Mamah Elsa mengerutkan kening.


"Iya, mah. Kebetulan Willdan bertemu teman lama, dan di tawari bekerja di cabang perusahaannya yang baru sebagai seorang direktur utama. Di beri fasilitas kantor yakni apartement ini dan sebuah mobil." Jawab Willdan singkat.


" Syukurlah, nak. Mamah ikut senang dengan kabar baik ini. Semoga ke depannya kamu bisa sukses kembali dan memiliki perusahaan sendiri seperti dulu kala," Mamah Elsa mengusap bahu Willdan.


"Maafkan aku ya, mah. Nggak jujur dengan mamah, semoga saja usahaku memisahkan Kristin dari Alberto berhasil, hingga mamah tak harus menderita lagi tinggal di kontrakan kecil," batin Willdan.


"Sekarang aku harus mencari cara supaya bisa sukses dalam misiku ini," batinnya kembali.


"Mah, Willdan akan keluar sebentar. Jika mamah lapar, mintalah Mba Inem untuk masak buat mamah." Willdan memeluk Mamah Elsa sejenak dan mengusap punggungnya.


"Kamu hati-hati di jala ya, nak. Pulangnya jangan larut malam." Mamah Elsa mengusap lengan Willdan seraya tersenyum.


Willdan lekas melajukan mobilnya keluar dari apartement tersebut. Sementara Mamah Elsa mencari keberadaan Inem, untuk di ajak memasak di dapur.


"Syukurlah, sekarang anakku sudah mendapatkan pekerjaan yang baik. Sehingga kami tidak tinggal di kontrakan lagi," batin Mamah Elsa.

__ADS_1


Berbeda dengan Yesi yang saat ini sedang tersenyum sendiri di dalam ruangannya.


"Aku yakin usahaku akan berhasil untuk memisahkan Kristin dari Alberto. Karena Willdan kan mantan suami Kristin, pasti tahu semua kelemahan dan kelebihan mantan istrinya. Dan akan mudah menghancurkan Kristin tanpa harus mengotori tanganku. Aku cukup bekerja di balik layar," gerutu Yesi menyeringai sinis.


"Sudah tak sabar aku melihat Kristin menangis karena berpisah dengan Alberto, dan sudah tak sabar pula aku ingin bersanding dengan Alberto," batinnya kembali.


Semua yang di lakukan Yesi tanpa sepengatahuan Irwan. Karena Irwan tidak pernah mendukung anak semata wayangnya untuo berbuat jahat pada orang lain.


"Aku akan mencoba mendekati Kristin kembali, akan aku gunakan Mila sebagai senjataku. Bagaimana pun aku adalah ayah kandung Mila, jadi aku akan dengan mudah meluluhkan hati Kristin kembali. Aku akan membuat Alberto cemburu melihat kebersamaanku dengan Kristin, sehingga dia membenci Kristin. Dengan begini rencanaku akan berjalan lancar," Willdan menyeringai sinis seraya fokus mengemudikan mobilnya.


Willdan sengaja menggunakan uang pemberian dari Yesi, untuk dirinya ke salon berdandan ganteng serta membeli banyak mainan untuk Mila. Bahkan Willdan juga membeli beberapa baju untuk Kristina.


Tak berapa lama, Willdan telah sampai di apartement Kristina. Namun saat akan masuk ke apartement, lagi-lagi di cegah oleh beberapa body guard.


"Maaf, Tuan. Anda tidak di ijinkan kemari," salah sati body guard menghadang Willdan.


"Saya ini ayah biologis anak Kristina, saya kemari ingin bertemu anak saya. Nggak ada yang namanya bekas anak, kalau bekas suami atau istri memang ada. Ini lihatlah, saya hanya ingin menyerahkan semua ini buat anak saya." Willdan menunjukkan beberapa mainan untuk Mila pada body guard tersebut.


Karena hari minggu, kebetulan Kristina tidak ke kantor dan sedang asik bermain dengan Mila di halaman belakang apartement. Sementara saat ini Alberto sedang ada di Luar Negeri karena urusan pekerjaan.


Dirinya sebenarnya enggan jauh dari Kristina, tapi karena tuntutan tugas pekerjaan.


Sang body guard menelpon Alberto untuk memberi tahu jika ada mantan suami Kristina yang memaksa masuk untuk bertemu anaknya.


********


Mohon dukungan like, vote, favoritnya..

__ADS_1


__ADS_2