
"Daddy mau kemana, acara baru saja akan di mulai kok pergi?" tanya Alberto seraya menghadang Alberto.
"Males kalau ada janda anak satu itu," Mickel melirik sinis pada Kristina.
"Daddy nggak ingin melihat surprise yang akan aku berikan untuk Yesi?" Alberto mencoba membujuk Mickel.
Setelah Mickel mendengar penuturan dari Alberto, dia akhirnya mengurungkan diri untuk meninggalkan acara pesta, karena merasa penasaran dengsn surprise yang akan di berikan oleh Alberto untuk Yesi.
"Sepertinya Albert telah berubah pikiran dan akan menerima Yesi kembali," batin Mickel seraya tersenyum sendiri.
Acara pra acara di mulai, dan acara puncak yakni Alberto akan memberikan surprise pada Yesi.
"Terima kasih untuk semuanya yang telah bersedia hadir malam ini. Mohon maaf sebelumnya jika di dalam penyambutan ataupun di dalam penyajian menu hidangan kurang berkenan."
"Acara khusus malam ini, saya juga ingin memberikan surprise buat seorang wanita yang sangat cantik jelita yakni Nona Yesi. Kiranya bisa untuk Nona Yesi kemari, berdiri di sini bersama saya."
Setelah mendengar penuturan dari Alberto, Yesi dengan percaya diri melangkah ke depan orang banyak tepatnya di samping Alberto.
"Yes, aku yakin Albert akan melamarku di hadapan semua orang," batinnya dengan sangat yakin.
Saat Yesi telah sampai di samping Alberto, segera dia mengedipkan mata ke pada pemutar LCD.
Lekaslah rekaman vidio percakapan antara Yesi dan Mr X di putar. Dengan volume suara yang keras, sehingga semua orang yang hadir bisa mendengar, dan dengan layar LCD yang besar sehingga semua yang hadir bisa melihat vidio tersebut dengan jelas.
Semua tamu yang hadir terperangah dan membola matanya saat melihat rekaman vidio tersebut. Bahkan ada beberapa orang saling berbisik-bisik serta mencela perbuatan Yesi.
Melihat rekaman vidio dirinya sendiri, Yesi merasa sangat malu. Dia melangkah akan pergi dari samping Alberto namun Alberto mencekal lengannya kencang sehingga Yesi sama sekali tak bisa berkutik.
"Nona Yesi yang terhormat, anda mau kemana?" Alberto menyeringai sinis.
__ADS_1
"Lepasin, tega sekali kamu mempermalukan aku di hadapan orang banyak!" Yesi terus saja meronta mencoba melepaskan cekalan tangan Alberto.
"Wajahnya memang cantik, tapi hatinya busuk. Demi mendapatkan apa yang dia mau, dia mampu melakukan segala cara sekalipun itu cara kotor dan sangat menjijikkan!" Alberto berkata lantang di depan para tamu undangan yang hadir.
"Maaf, Tuan Alberto. Kenapa anda membahas masalah pribadi di depan umum seperti ini?" tanya salah satu tamu.
"Karena wanita ini telah menyebarkan berita bohong di akun sosial medianya dengan semua foto hasil rekayasanya dengan pria yang di ajaknya bekerjasama. Saya sengaja membongkar kelicikannya di depan umum, karena orang yang telah di jebak adalah seorang pengusaha ternama."
"Pengusaha wanita yang memiliki dua perusahaan terbesar di kota ini. Saya tidak ingin diantara kalian melihat semua foto atau vidio hasil rekayasa wanita ini yang ingin menjatuhkan sang pengusaha wanita itu."
Demikian penuturan Alberto dengan lantang di depan seluruh tamu undangan.
"Bohong! saya sama sekali tidak tahu dan tidak kenal dengan pria yang ada di vidio tersebut, bisa jadi Alberto yang telah mengedit dan merekayasa vidio tersebut," Yesi mencoba membela diri.
Saat Yesi sedang membela diri dan membantah bukti rekaman vidio tersebut, Mr X melangkah ke depan berdiri di samping Alberto dan Yesi.
"Rekaman vidio itu bukanlah rekayasa, saya adalah pria yang ada di dalam vidio tersebut. Saya di minta oleh Nona Yesi untuk menjebak Nona Kristin. Tujuan supaya jalinan kasih antara Nona Kristin dan Tuan Alberto menjadi hancur. Supaya Nona Yesi bisa memiliki Tuan Alberto seutuhnya."
"Saya telah menyesali kesalahan saya, makanya saya memberanikan diri berdiri di sini. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya pada Tuan Alberto dan Nona Kristin, atas perbuatan tak terpuji yang saya lakukan."
"Saya harap dengan pengakuan saya, tidak ada satupun pihak yang akan mempercayai semua foto dan vidio yang di kirim oleh Nona Yesi. Karena memang itu murni hasil rekayasa saya dam dirinya."
"Saya berdiri di sini untuk menjernihkan permasalahan yang telah saya buat bersama Nona Yesi. Dan juga untuk memulihkan nama baik Nona Kristin yang sempat tercoreng oleh perbuatan saya dan Nona Yesi. Terima kasih atas perhatiannya."
Demikian Mr X berbicara panjang lebar di depan semua orang karena ingin memulihkan nama baik Kristina dan murni ingin meminta maaf.
Setelah mengucapkan semua itu, Mr X menghampiri Alberto.
"Tuan Alberto, saya minta maaf atas kegaduhan yang telah saya buat." Mr X mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
__ADS_1
"Baiklah, saya maafkan anda. Tapi jika anda berani mengulang hal ini kembali, bukan maaf yang akan saya berikan tapi hukuman penjara karena perbuatan ini sama saja dengan pencemaran nama baik." Alberto menerima uluran tangan dari Mr X dan menyalaminya.
Setelah itu barulah Mr X akan pergi, namun langkahnya terhenti saat Yesi menghardiknya.
"Tunggu, untuk apa kamu bekerja sama dengan Alberto membuat skenenario ini? padahal aku sama sekali tak kenal anda!" Yesi melotot pada Mr X.
"Nona Yesi, anda benar-benar wanita bermuka dua dan sangat licik. Aku menyesal telah mrngikuti kemauan jahat anda. Apa perlu semua bukti chatingan kita saya perlihatkan juga pada semua tamu yang hadir di sini?" Mr X menyeringai sinis.
Dia melangkah ke bagian LCD, dengan memberikan ponsel yang berisi semua bukti chatingannya bersama Yesi.
Bagian operator LCD segera menampilkan di layar LCD semua bukti chatingan tersebut hingga begitu jelas tulisan di layar LCD.
"Apa anda masih saja berkilah, Nona Yesi? aku harap anda segera minta maaf pada Nona Kristin. Dari pada anda berakhir di dalam penjara." Mr X menyeringai sinis menatap pada Yesi.
Setelah itu barulah Mr X pergi. Dan dia menghampiri Kristina.
"Kristin, aku telah penuhi ucapanku. Jadi aku harap kamu juga penuhi ucapanku dengan melanjutkan kerja sama kita yang sempat terputus," bisik Mr X lirih.
"Aku bukanlah seorang pecundang, yang hanya mengobral kata. Baiklah, kita akan melanjutkan kerja sama kita. Terima kasih atas keberanian anda yang telah mengakui kesalahan di depan banyak orang," kata Kristina lirih.
Berbeda dengan Yesi yang sudah tak bisa berkutik sama sekali. Dia bingung ingin berkata apa lagi. Hanya umpatan di dalam hati yang bisa dia lontarkan.
"Sialan, bagaimana bisa Albert merekam percakapanku dengan orang asing itu?"
"Padahal saat aku menemuinya, aku sudah berhati-hati supaya tidak ada yang melihat, tapi kenapa masih bisa kecolongan?"
"Aku benar-benar telah di permalukan di depan banyak orang. Ini semua gara-gara janda anak satu itu."
Demikian segala gerutuan Yesi di dalam hati.
__ADS_1