Pembalasan Kristina

Pembalasan Kristina
Jumpa Pers


__ADS_3

"Cukup, sudah ya. Berapa kali harus aku bilang, kita sedang menghadapi permasalahan serius. Kalian terus saja berantem seperti anak kecil!" Kenbali lagi Alberto berkata lantang.


"Ini kalian lihat!" Alberto menujunkan vidio pertikaian Irwan dan Mr X kepada mereka.


"Loh, siapa yang melakukan semua ini?" Irwan mengernyitkan alis.


"Maka dari itu, kita harus segala mengusut pelakunya. Apa kalian tidak berpikir, ini mempengaruhi reputasi kalian sebagai pengusaha. Juga reputasi calon istriku, secara tidak langsung reputasiku juga ikut di pertaruhkan." Alberto berkata.


"Terus niat, Nak Albert apa?" tanya Irwan penasaran.


"Kita adakan jumpa pers dengan para wartawan, kalian bisa menjelaskan dengan detail jika kalian hanya sebatas rekan bisnis Kristin. Supaya tidak ada berita buruk lagi."


"Saya juga akan menunjukkan pada para awak media, berupa bukti percakapan kalian di rekaman vidio CCTV."


Jika semua itu telah di lakukan, langkah terakhir saya yakni akan ke kantor redaksi surat kabar yang memuat berita hosx tersebut, untuk mengetahui dengan jelas siapa orang yang memberikan berita palsu."


Demikian panjang lebar, Alberto menjelaskan pada Irwan dan pada Mr X.


"Baiklah, Nak Albert. Saya sudah mengerti dan akan melakukan semua yang Nak Albert usulkan tadi." Kata Irwan.


"Bagaimana dengan anda?" Tanya Alberto menatap tajam Mr X.


"Iya, saya juga akan melakukan apa yang akan di lakukan oleh si tua bangka." Mr X melirik sinis pada Irwan.


"Dasar." Irwan mengepalkan tinjunya seraya melotot pada Mr X.


"Apa, nantang." Ejek Mr X melirik sinis pada Irwan.


"Aku itu heran sama kalian berdua, dudah berapa kali di tegur masih saja seperti ini. Sepertinya aku harus benar-benar memutuskan kerja sama dengan kalian berdua. Gara-gara ulah kalian yang kekanak-kanakan ini yang membuat aku kembali tersandung masalah yang serius." Kristina menghela napas panjang.


"Jangan, Nona Kristin." Serentak Irwan dan Mr X berkata.


Kristina hanya diam saja tak berkata lagi. Hingga akhirnya Kristina mengajak pada Alberto untuk segera melakukan jumpa pers.


"Ka Albe, sebaiknya secepatnya kita mengadakan jumpa pers secepatnya." Ajak Kristina.

__ADS_1


"Baik, sayang." Alberto menekan nomor ponsel Rony.


📱"Ron, segera kumpulkan awak media sekarang juga. Kita akan mengadakan jumpa pers."


📱"Baik, Tuan. Saya akan laksanakan segera tugas dari Tuan."


📱"Saya beri waktu kamu 30 menit mulai dari sekarang."


Setelah memerintah Rony dalam panggilan telpon. Alberto langsung menutup panggilan telponnya.


"Sial, masa di beri waktu cuma 30 menit untuk mengatur acara jumpa pers. Aku harus minta bantuan Rere kalau begini." Gerutu Rony seraya melajukan mobilnya.


Rony segera ke kantor Kristina untuk menemui Rere. Hanya 5 menit saja, telah sampai di kantor.


"Say, tolong bantu aku sekarang juga." Rony berkata seraya tersengal-sengal.


"Duduklah dulu, kenapa panik seperti habis melihat hantu?" Rere mengernyitkan alis.


"Ini lebih menakutkan dari hantu, jika dalam waktu 30 menit aku tidak melakukan tugasku dengan benar. Aku bisa di pecat." Rony masih saja panik.


Rony menceritakan tugas yang di berikan oleh Alberto pada Rere.


"Tunggu ya, sayang. Duduklah dan minum dulu, biar aku yang hubungi semua teman-temanku untuk acara jumpa pers." Rere mulai memencet ponsenya dan menelpon satu persatu teman yang bekerja sebagai wartawan.


"Sudah selasai, sayang. Dalam waktu 10 menit saja semua akan berkumpul di tempat yang telah kita tentukan." Rere sangat antusias.


"Terima kasih, sayang. Aku nggak bisa membayangkan jika tidak ada dirimu, kemungkinan aku akan di pecat." Rony bangkit dari duduknya seraya memeluk erat Rere.


"Nggak usah lebay, yuk kita berangkat sekarang juga. Kamu jangan lupa memberitahu Tuan Alberto." Rere menuntun Rony keluar dari ruangannya.


Mereka lekas pergi ke tempat dimana akan di adakan acara jumpa pers untuk menjernihkan berita hoax yang sedang merebak di seluruh media massa baik surat kabar maupun elektronik.


Untuk sementara waktu, Rere yang mengemudikan mobilnya. Karena Rony sibuk dengan menelpon Alberto, untuk lekas ke lokasi juga.


"Hem, tumben dia bekerja sangat cepat. Biasanya sangat lambat." Batin Alberto setelah mendapat telpon dari Rony.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian, semua telah berkumpul di lokasi. Baik para awak media maupun para penyelenggara acara jumpa pers.


Segera Alberto membuka pembicaraan di hadapan para awak media.


"Terima kasih teman-teman telah bersedia hadir. Saya selaku calon suami dari Nona Kristina, sangat terganggu dengan berita hoax yang saat ini sedang marak tersebar di semua media massa maupun media elektronik."


"Itu semua adalah bohong, calon istri saya adalah wanita baik-baik. Mereka berdua ini hanyalah sebatas klien bisnis, Nona Kristin."


"Di sini saya juga akan melampirkan beberapa bukti yang akurat tentang pertikaian antara Tuan Irwan dan Mr X."


"Ini ada rekaman vidio CCTV dimana saat terjadi pertikaian itu. Dan saya juga menghadirkan langsung Tuan Irwan dan Mr X."


"Mereka akan berkata sejujurnya tentang hubungan mereka dengan, Nona Kristin."


Demikian panjang lebar, Alberto berkata menjelaskan semuanya. Dan memperlihatkan bukti CCTV pada para awak media.


Setelah itu, Alberto mempersilahkan Irwan dan Mr X untuk secara bergantian menjelaskan apa hubunhsn mereka dengan Kristina.


Setelah Irwan dan Mr X menjelaskan di hadapan para awak media jika mereka hanyalah sebatas rekan bisnis dari Kristina.


Semua para awak media berhooh ria, dan tak lupa mencatat berita tersebut.


"Maaf, Tuan Albert. Anda bilang jika Nona Kristin adalah calon istri anda. Kapan kiranya anda akan melamarnya?" tiba-tiba ada salah wartawan berani bertanya lantang.


"Hem, saya akan jawab sekalian. Dalam waktu dekat ini, saya bukan akan melamar Kristina. Tetapi saya akan langsung menikahinya. Setelah permasalahan ini selesai." Jawab Alberto dengan lantang.


"Maaf, Tuan. Apa anda akan mengusut dan menangkap orang yang telah mencemarkan nama baik, Nona Kristin?" tanya wartawan yang lain.


"Jelas, siapapun orang yang telah lancang berbuat jahat pada saya atau calon istri saya, keujung duniapun akan saya kejar dan tidak ada kata maaf." Kembali lagi Alberto menjawab pertanyaan dari salah satu wartawan dengan lantang.


"Apa anda atau Nona Kristin mempunyai musuh atau setidaknya ada seseorang yang bisa di curigai?" tanya wartawan yang lain.


"Kami berdua sama-sama pembisnis, kemungkinan banyak yang nggak suka dengan kami. Tapi saat ini kami belum mencurigai siapapun, diantara begitu banyaknya rekan bisnis kami berdua." Jawab Alberto kembali.


Setelah cukup lama mengadakan acara jumpa pers, kini selesai sudah. Dan tinggal melancarkan rencana berikutnya yakni menyambangi redaksi dimana telah di terbitkan berita hoax tersebut.

__ADS_1


********


Mohon dukungan like, vote, favorit.


__ADS_2