Pembalasan Kristina

Pembalasan Kristina
Sepenggal Masa Lalu Exl


__ADS_3

Sampai pada akhirnya Tuan Exl perlahan-lahan menyelidiki kehidupan Alberto dan mengetahui jika Alberto sangat cemburu dengan Mr X.


Tuan Exl juga menyelidi tentang semua relasi atau rekan kerja Alberto namun tidak ada yang menaruh dendam pada Alberto sehingga dia mencari orang-orang yang sempat kerja sama dengan Kristina.


Dan dia berhasil menyelidiki semua tentang Mr X.


"Bagaimana cara anda bekerjasama dengan saya? dan apa rencana anda untuk bisa menyingkirkan Alberto? apakah anda yakin, sedangkan Alberto adalah dari sepupu anda?" serentetan pertanyaan keluar dari bibir Mr X.


"Saya sangat yakin, dari dulu saya ingin membalaskan dendam pada mereka. Namun saya juga terbentur dana, karena sejak ulah Mickel, kehidupan ekonomi keluarga saya menjadi buruk."


"Saya bangkrut dan tak punya modal sama sekali untuk melancarkan aksi balas dendam saya."


"Karena ulah Albert pula, anak saya yang sulung saat ini berada di rumah sakit jiwa."


"Jadi intinya, anda tinggal menyiapkan dananya. Dan saya yang akan beraksi, di samping saya untung, dan juga untung. Dendam anda terbalaskan oleh saya "


Demikian celotehan Tuan Exl panjang lebsr menjelaskan semuanya.


"Wah, kebetulan sekali. Dari dulu aku ingin beraksi tanpa mengotori tanganku sendiri, ini baru kesampaian," batin Mr X merasa sangat antusias.


"Baiklah, Tuan Exl. Saya setuju dengan kerja sama kita, intinya anda menjadi orang bayaran saya untuk menyingkirkan Alberto dari samping Kristin. Jika perlu, buatlah Kristin membenci Alberto sehingga dia bida membuka hatinya untukkh," Mr X tersenyum lebar.


"Saya akan berusaha semampu saya, Mr X. Tapi anda janji, harus siap menyediakan dana setiap saya perlu. Karena tidak ada usaha yang tak butuh modal, semua harus dengan uang. Dan uang yang saya butuhkan juga tidak sedikit, tapi saya yakin anda mampu. Karena anda juga seorang pengusaha yang kaya raya, walaupun kekayaan anda masih di bawah Albert dan istrinya." Tuan Exl sangat antusias.


"Baiklah, saya akan siapkan dananya untuk anda. Apa rencana anda, Tuan Exl?" tanya Mr X penasaran.

__ADS_1


"Sediakan saja dana dua puluh juta, saya akan mencoba dengan rencana A. Tapi maaf, rencana A ini tidak akan saya bocorkan pada anda. Intinya anda tinggal melihat saja hasil dari apa yang akan saya lakukan pada Alberto.


"Hem, aku kok merasa curiga dan nggak yakin dengan orang ini. Masa aku tak boleh mengetahui rencananya? dia hanya meminta aku menyiapkan dananya? tapi memang benar, jika orang bayaran memang seperti ini. Aku tak perlu tahu apa yang dia perbuat, asal aku sediakan dana saja," batin Mr X diantara iya dan tidak.


"Bagaimana, Mr X? apakah anda bisa menyediakan dana dua puluh juta untuk saya? jika anda ragu dan tidak percaya dengan saya, tidak apa-apa. Kita batalkan saja kerja sama kita." Tuan Exl kembali bangkit dari duduknya dan akan melangkah pergi.


Namun kembali lagi Mr X menahan kepergian Tuan Exl.


"Tunggu, Tuan. Saya bersedia, sekarang juga saya akan memberikan dana dua puluh juta pada anda. Tapi anda jangan mencoba menipu saya, karena saya juga bisa bertindak tegas," Mr X mengancam Tuan Exl.


"Apa muka saya tampang penipu, sehingga anda berkata seperti itu? anda tak perlu khawatir akan hal ini," Tuan Exl mencoba meyakinkan.


Mr X segera menelpon bagian keuangan untuk menyiapkan dana senilai dua puluh juta. Hanya beberapa menit saja, bagian keuangan telah datang ke ruang Mr X dengan membawa amplop coklat berisikan uang senilai dua puluh juta.


Tuan Exl sangat antusias menerima uang tersebut, dan segera pamit pulang. Untuk lekas melaksanakan aksinya.


Begitu pula dengan Tuan Exl, dia juga sangat senang bisa mendapatkan uang dua puluh juta dari Mr X dengan cuma-cuma.


"Dasar manusia pintar tapi bodoh, dengan gampangnya memberikan uang ini. Sementara taktikku untuk menyingkirkan Alberto tidak perlu mengeluarkan dana sebanyak ini," batin Tuan Exl menyeringai sinis.


Sekilas Tuan Exl teringat masa lalu di mana awal mula anak sulungnya menjadi depresi. Usahanya bangkrut.


Dua puluh tahun silam..


Exl memiliki istri bernama Wiwi, dan dua orang anak, yang sulung seorang pria bernama Aldo, dan yang wanita seorang wanita bernama Anne.

__ADS_1


Aldo seumuran dengan Alberto, kemana-manapun bersama. Dan pada saat itu mereka berdua memiliki seorang teman wanita bernama Wawa.


Alberto, Aldo, dan Wawa saling bersahabat. Namun persahabatan mereka berujung pertikaian, saat Aldo menyukai Wawa. Akan tetapi Wawa malah menyukai Alberto.


Sedangkan Alberto sama sekali tidak menyukai Wawa. Karena dari dulu cintanya hanya pada Kristina, cinta dari masa kecil hingga dewasa.


Alberto bahkan mencoba membantu supaya Aldo bisa bersama Wawa. Dan pada akhirnya usaha Alberto berhasil.


Wawa berpacaran dengan Aldo, namun dengan niat tidak baik. Yakni ingin membalas dendam atas penolakan Alberto terhadapnya. Di saat hari pernikahan telah berlangsung.Para tamu undangan telah datang, saat acara pengucapan janji suci pernikahan akan di adakan, Wawa malah menghilang begitu saja dengan meninggalkan sepucut surat.


Wawa mengatakan hal yang sangat menyakitkan di dalam suratnya. Jika dia sama sekali tidak mencintai Aldo. Dia mendekati Aldo karena ingin membalas dendam atas penolakan Alberto terhadapnya.


Aldo malu pada semua orang yang pada saat itu datang pada pesta pernikahannya. Pernikahan gagal begitu saja, membuat suatu kekecewaan yang teramat dalam di hati Aldo hingga pada akhirnya dia menjadi depresi hingga saat ini.


Kenyataan pahit yang di alami keluarga Exl tidak sampai di sini. Tiba-tiba semua relasi bisnisnya membatalkan kontrak kerja begitu saja. Semua relasinya pindah ke perusahaan Mickel. Dan yang lebih parah lagi, orang kepercayaannya membawa kabur semua dana perusahaan.


Di tambah lagi istrinya sakit keras dan harus di rawat di rumah sakit, dengan mengeluarkan dana yang terbilang cukup besar. Pada saat itu, Exl meminta pinjaman dana pada Mickel, namun Mickel tidak memberinya.


Kekecewaan demi kekecewaan di alami oleh Exl, sakit namun tak berdarah itulah yang di alami Exl hingga bertahun-tahun lamanya.


Hidupnya sangatlah menderita, hingga kini dia bisa sedikit bangkit karena pertolongan dari menantunya yakni suami Anne.


Suami Anne rela memberi jatah setiap bulannya untuk orang tua Anne. Dan memberi modal untuk usaha Exl.


Namun semua itu hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari, dan biaya rumah sakit jiwa Aldo. Sedangkan istrinya saat ini telah meninggal dunia karena penyakitnya, padahal sudah mengeluarkan biata banyak namun nyawanya tetap tidak bisa di selamatkan.

__ADS_1


******


__ADS_2