
Setelah selesai menerima telpon dari rekan bisnisnya, Alberto melanjutkan untuk sarapan.
"Wah, menunya selalu baru. Membuat selera makanku meningkat 2x lipat." Alberto terkekeh seraya memainkan lidahnya seperti sudah nggak bisa menahan rasa lapar.
Kristina mengambilkan makanan untuk Alberto.
"Sayang, kamu tahu nggak? kenapa aku sangat betah sarapan di sini bersamamu?" tiba-tiba Alberto bertanya.
"Hem, memang apa alasannya kamu betah makan di sini??" Kristina balik bertanya.
"Ada dua alasan, yang pertama karena aku merasakan kehangatan. Seperti sudah beristri, dan di layani oleh istriku tercinta ini." Alberto mencolek hidung Kristina.
"Terus alasan yang kedua apa?" kembali lagi Kristina bertanya.
"Karena setiap pagi, menu sarapan selalu baru dan rasana nikmat sekali. Pertama kali aku sarapan di sini nggak percaya kalau kamu yang masak." Goda Alberto terkekeh.
"Hem, gitu ya." Kristina memonyongkan bibirnya.
"Hhee, pikirku seorang Titin nggak bisa memasak. Akan tetapi saat beberapa kali kemari lebih awal, dan menyaksikan sendiri kamu berkutat di dapur barulah aku percaya." Kembali lagi Alberto terkekeh.
"Sayang, mau ya? kita menikah secepatnya." Alberto melirik ke arah Kristina seraya mengedipkan matanya.
"Sudah, jangan bicara terus entar kesedak. Selesaikan dulu sarapanmu, Ka Albe." tegur Kristina.
Alberto tak berkata lagi, tapi asik dengan sarapannya. Jika dia makan di rumah Kristina, pasti selalu menambah porsi makannya.
Selesai sarapan, barulah mereka berangkat ke kantor bersama. Seperti biasa, Rony mengikuti mobil Kristina yang di tumpangi oleh Kristina dan Alberto.
Sesampai di kantor Kristina, barulah Alberto pindah ke mobilnya sendiri dan pergi ke kantornya.
Kekompakan, kemesraan mereka tak lepas dari pandangan Mr X.
"Semakin hari semakin lengket saja, aku juda sampai sekarang belum menemukan cara yang jitu untuk bisa mendapatkan cinta Kristina. Sebaiknya aku harus bagaimana ya?" Batin Mr X memikirkan cara untuk bisa mendapatkan cinta Kristina namun tidak dengan melakukan kecurangan.
__ADS_1
"Hay, Mr X. Anda sudah lama di sini?" Sapa Kristina pada Mr X yang sedang asik melamun.
"Hay juga, baru saja sampe." Mr X mencoba menutupi kegugupannya karena kaget tiba-tiba Kristina sudah ada di depannya.
"Silahkan masuk, maaf aku terlambat." Kristina mempersilahkan Mr X masuk kantornya.
Tatapan mata Mr X tak berkedip jika melihat Kristina.
"Sangat sempurna, tidak terlihat jika telah janda. Postur tubuh bak gitar spanyol, wajah cantik mulus, kulit putih bersih. Kadang aku heran kenapa suaminya bisa mencampakkannya sampai selingkuh dengan iparnya." Batin Mr X seraya melangkah menuju ke ruang kusus dealine bersama Kristina.
Tatapan terpesona Mr X pada Kristina membuat Rere menaruh rasa curiga.
"Kenapa tatapan Mr X seperti sangat terpesona pada Kristin. Jangan-jangan Mr X masih menyimpan rasa pada Kristin. Aku harus terus mengawasi gerak-gerik Mr X." Batin Rere.
"Pasti Kristin tidak menyadari hal ini, karena dia kurang peka dan bertindak bodoh dengan menjalin kerja sama kembali dengan orang yang telah menjebaknya." Batin Rere mendengus kesal.
"Kristin jadi orang terlalu baik, sehingga begitu saja memaafkan orang yang telah jahat padanya. Kalau aku nggak sudi kenal dengannya lagi, apa lagi sampai menjalin kerjasama." Gerutu Rere kembali.
Acara deadline berjalan sangat lancar, semua merasa puas dengan persentase yang di uraikan oleh Kristina.
"Nona Kristin, saya sangat puas dengan persentase yang anda uraikan. Saya juga sangat puas telah menjalin kerjasama dengan anda." Irwan menyalami Kristina.
Irwan merasa tidak senang dengan adanya MR X.
"Nona Kristin, apa anda tindak salah telah menjalin kerjasama dengan pria asing ini? pria yang telah mencoba mencemarkan nama baik anda?" tanya Irwan dengan lantangnya seraya melirik sinis pada Mr X.
"Hy, Tuan. Apa maksud dari ucapan anda? harusnya anda koreksi diri, anda juga tak punya malu setelah apa yang putri anda lakukan pada Nona Kristin." tiba-tiba Mr X berkata dengan lantang pula seraya melotot pada Irwan.
"Bukan saya yang melakukan kesalahan tapi anak saya, jadi untuk apa saya harus malu. Lagi pula saya telah meminta maaf pada Nona Kristin untuk semua kesalahan anak saya. Harusnya anda yang koreksi diri, andalah yang tidak tahu malu bahkan tidak punya harga diri." Irwan mengejek Mr X dengan lantangnya.
"Jaga ucapan anda, Tuan. Saya masih menghormati anda karena anda lebih tua dari saya. Jangan sampai saya emosi dan berbuat kasar pada anda." Mr X melotot seraya mengepalksn tinjunya.
Kristina yang melihat hal itu merasa sangat panik, khawatir keributan akan menjadi lebih menegangkan.
__ADS_1
"Sudah, tolong janganlah berantem seperti ini. Tidak baik juga di lihat oleh banya orang. Sudahlah, aku sudah memaafkan semua yang bersalah padaku. Jadi tolong, jangan saling menyalahkan ataupun menghakim satu sama lain. Lebih baik fokus pada kerja sama kita." Kristina mencoba melerai pertikaian antara Irwan dan Mr X.
Namun keduanya saling melotot dan tak mau saling meminta maaf.
"Tuan Irwan, sebaiknya anda berdamai dengan Mr X." Saran Kristina menatap Irwan.
"Mr X, anda juga sebaiknya meminta maaf pada Tuan Irwan." Saran Kristina menatap pada Mr X.
"Enak saja, saya yang lebih tua harus meminta maaf pada yang lebih muda." Irwan menolaknya.
"Saya juga nggak sudi meminta maaf pada tua bangka seperti dia. Lagi pula dia yang memulai bukan saya." Kata Mr X ketus.
Hingga akhirnya Kristina memanggil dua security untuk melerai mereka.
"Tuan Irwan, Mr X. Jika kalian terus saja bersikap layaknya anak kecil, dan tak mau berdamai. Lebih baik kita sudahi saja kerjasama kita." Kristina mengancam Irwab dan Mr X.
Akhirnya dengan rasa enggan dan malas, keduanya berjabatan tangan. Situasi itu terexpos oleh salah satu wartawan yang sedang melintas.
Wartawan tersebut tidak mengerti permasalahan yang sebenarnya, namun langsung menafsirkan hal buruk.
Wartawan tersebut mencatat peristiwa perdebatan antara Mr X dan Irwan dengan berita tentang pria paruh baya dan pria muda memperebutkan Kristina.
Bahkan di tulisksn jika status Kristina yang janda menjadi incaran para pria baik tua maupun muda.
Setelah kejadian itu, hari berikutnya semua orang heboh. Bahkan di kantor Kristina dan Alberto juga demikian.
Semua menggunjingkan kejadian pertiakaian antara Mr X dan Irwan. Hal itu membuat geram Alberto.
"Siapa yang berani menerbitkan hal buruk tentang calon istriku! apa-apaan ini, hingga ada surat kabar memberitakan hal ini." Alberto meremas surat kabar tersebut dan menggebrak meja ruang kerjanya.
Di akun sosial media seperti facebook, instragam, serta youtube. Juga tersebar vidio pertikaian antara Mr X dan Irwan.
Lagi-lagi Alberto menjadi sangat geram.
__ADS_1
**********
Mohon dukungan like,vote,favorit.