Pembalasan Kristina

Pembalasan Kristina
Penyelidikan


__ADS_3

"Kamu nggak usah khawatir, Kristin. Aku akan membantumu, menyelidiki permasalahanmu." Rere mencoba menghibur Kristina yang sedang menghadapi masalah serius.


"Iya, Re. Terima kasih," pandangan Kristina sayu.


"Aku yakin sekali, ini pasti ulah Yesi! tenang saja, Kristin. Aku nggak akan membiarkan permasalahanmu ini berlarut-larut." Batin Rere.


"Kristin, istirahatlah. Aku pamit pulang, jika kamu besok masih butuh waktu untuk menenangkan diri, sebaiknya kamu nggak usah ke kantor dulu." Rere bangkit dari duduknya dan segera pergi meninggalkan apartement Kristina.


"Aku akan meminta bantuan Rony, pasti dia bersedia membantu karena dia sangat benci dengan Yesi dan tidak setuju jika Alberto menjalin hubungan dengan Yesi." Gerutunya seraya fokus melajukan mobilnya.


Rere menghentikan mobilnya di suatu jalan yang lumayan sepi, dan segera menelpon Rony.


📱"Hallo, Ron. Bisa kita bertemu nggak?"


📱" Bisa, kapan?"


📱" Sekarang saja, kita bertemu di cafe biasa."


📱" Baiklah, aku berangkat sekarang."


Setelah selesai menelpon Rony, Rere lekas melajukan mobilnya ke cafe langganan mereka berdua.


"Ada apa kamu mengajakku bertemu?" Rony mengernyitkan alis.


"Aku ingin kamu membantuku menyelidiki kasus Kristina." Kata Rere singkat.


Rere menceritakan semua yang telah di ceritakan oleh Kristina barusan. Rony memperhatikan segala yang dikatakan oleh Rere.


"Setelah mendengar ceritamu, bagaimana menurutmu?" tanya Rere pada Rony.


"Setelah aku mendengar ceritamu, aku rasa ada yang janggal. Kenapa tiba-tiba Yesi ada di kamar hotel tersebut, jika memang itu bukan rekayasa dia sendiri." Rony berucap.


"Makanya itu, kunci permasalahan ini ada di Yesi dan Mr X. Tapi aku nggak tahu bagaimana cara menjebak mereka berdua," Rere menghela napas panjang.


"Aku juga sempat kaget, saat melihat majikanku kembali dekat dengan Yesi. Tenang saja, aku akan membantu mejernihkan masalah ini," Rony menyunggingkan senyum.


"Terima kasih sebelumnya karena kamu bersedia membantuku menyelidiki masalah ini," Rere membalas senyuman dari Rony.


"Santai saja, aku juga kurang suka kalau majikanku dekat dengan Yesi." Rony menyunggingkan senyum.

__ADS_1


Setelah pertemuan sejenak, Rony dan Rere kembali ke tempatnya masing-masing. Tanpa sepengetahuan Alberto, Rony telah memutuskan untuk menyelidiki Yesi. Dan Rere bertugas menyelidiki Mr X.


"Besok pagi, aku akan mulai beraksi. Apapun akan aku lakukan untukmu, Re." Gerutu Rony seraya menciumi foto Rere di ponselnya.


Ternyata selama ini Rony menyukai Rere namun belum sempat mengungkapkannya pada Rere.


Pagi menjelang, Rony segera beraksi. Kebetulan Yesi telah berada di kantor Alberto pagi-pagi sekali.


"Albert, apa rencana pagi ini untuk kita berdua?" Yesi bergelayut manja di bahu Alberto.


Bahkan mengabadikannya lewat foto ponselnya. Tak segan-segan Yesi menggoda Alberto untuk berciuman, tapi Alberto selalu menolak.


"Albert, kenapa kamu nggak mau? katanya ingin membalas dendam pada Kristin, padahal kita hanya sekedar ciuman. Sedangkan Kristin lebih melakukan hal yang lebih dari ciuman " Yesi berusaha menggoda Albert terus.


"Tolong jaga sikapmu, jangan memaksa hal yang aku sendiri tak bisa melakukannya. Jika kamu terus memaksa, jangan salahkan aku bertindak kasar padamu!" Alberto beranjak bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Yesi seorang diri.


"Sial! aku pikir dengan menjebak Kristin aku bisa dengan gampang meluluhkan hati Albert tapi ternyata masih saja susah!" gerutu Yesi.


Tanpa dia sadari, gerutuan dirinya di dengar oleh Rony. Bahkan dengan gerak cepat, Rony telah merekam ucapan Yesi barusan.


"Hem, ternyata apa yang di katakan oleh Rere benar. Kalau kegaduhan yang terjadi karena ulah cewe binal itu!" Rony mencari siasat baru supaya cepat bisa membongkar kebusukan Yesi.


Sementara di kantor Kristina, Mr X datang untuk mencari Kristina namun tidak ada. Mr X melangkah ke ruang kerja Rere.


"Katakanlah, apa yang ingin kamu katakan." Ucap Mr X.


Rere memutar vidio rekaman perkataan Kristina dan memperlihatkannya pada Mr X.


"Kenapa tiba-tiba Kristin membatalkan kerjasama secara sepihak?" Mr X mengernyitkan alis.


"Anda masih bisa bertanya? anda tanya pada diri anda sendiri tentang apa yang telah anda lakukan padanya!" Rere menatap tajam Mr X seraya mendengus kesal.


"Tolong pertemukan aku dengan Kristin, aku ingin berbicara penting dengannya." Mr X berkata.


"Untuk apa lagi anda ingin bertemu dengannya, apa ingin kembali menjebaknya?" kata Rere ketus.


"Jaga ucapanmu, kamu di sini hanya sebagai anak buah Kristin! kamu nggak berhak berkata seperti ini pada saya!" Mr X mendengus kesal.


"Saya memang anak buah Kristin, tapi saya juga orang kepercayaannya dan sahabat baiknya!" Rere semakin bertambah geram.

__ADS_1


"Silahkan anda pergi dari kantor ini, dan tolong jangan kembali lagi. Ini proposal dan semua berkas anda." Rere melemparnya di hadapan Mr X.


"Baiklah, aku akan pergi. Tapi setidaknya biarkan aku ngobrol sejenak dengan Kristin. Aku ingin dengar langsung dari mulutnya tentang pembatalan kerja sama ini." Mr X tetap saja tak mau pergi.


Hingga akhirnya Rere menelpon Kristina dengan panggilan vidio.


📱" Ada apa, Re? aku baru saja ingin istirahat."


Rere memberikan ponselnya pada Mr X.


📱" Kristin, kenapa kamu membatalkan kerja sama kita secara sepihak?"


📱" Karena anda orang jahat dan licik, aku nggak ikut berdekatam dengan orang seperti anda."


📱" Apa maksud perkataanmu, Kristin?"


📱" Tak perlu kamu pertanyakan, nggak usah berpura-pura! jawab saja pertanyaanmu sendiri!"


📱" Kristin, aku nggak mau kamu membatalkan kerja sama kita."


Namun Kristina tidak menjawab perkataan Mr X, dia malah mematikan panggilan vidionya.


Rere lekas mengambil ponselnya yang ada di tangan Mr X


"Anda sudah percaya kan? jadi sekarang juga anda keluar dari kantor kami, dan jangan pernah datang lagi!" Rere mengusir Mr X.


"Sialan! aku menuruti kemauan Yesi dengan menjebak Kristin. Bukannya Kristin jadi luluh, kenapa malah menjadi benci padaku? gawat kalau begini yang ada aku tidak bisa memilikinya tapi aku akan semakin jauh darinya." Batin Mr X seraya berlalu pergi dari ruang kerja Rere.


"Hem, dasar pria keras kepala." Rere mendengus kesal.


Sementara kepergian Mr X di kuntit atau di ikuti oleh anak buah Rere.


"Bos, pria ini saat ini sedang menuju ke suatu tempat. Sepertinya ke arah taman." Kata anak buah Rere lewat ponsel.


"Bagus, kamu ikuti terus pria itu. Jika ada yang penting tentang aktifitas atau perkataan pria itu, jangan lupa kamu rekam." Kata Rere di balil telpon.


Ternyata Mr X sedang menuju taman untuk bertemu dengan Yesi. Mr X merasa di rugikan karena menuruti kemauan Yesi. Dia ingin meminta pertanggung jawaban dari Yesi.


"Semua ini gara-gara Yesi, aku bukan semakin lebih dekat tapi malah semakin lebih jauh." Gerutunya seraya mendengus kesal.

__ADS_1


*********


Mohon dukungan like, fav, vote...


__ADS_2