Pembalasan Kristina

Pembalasan Kristina
Kerjasama Yesi& Willdan


__ADS_3

Perkataan Alberto membuat pipi Kristina bersemu merah.


"Kenapa malah menunduk, tak percaya dengan apa yang aku ucapkan padamu? aku serius, dari dulu aku selalu mencari keberadaanmu. Jika aku tak mencintaimu, mungkin aku telah bersama wanita lain." Alberto mengangkat dagu Kristina sehingga kini mereka saling bertatapan.


"Titin, aku mencintaimu. Jujur ingin aku mengatakan dari awal kita bertemu, tapi nggak etis karena terlalu cepat. Makanya baru sekarang aku berani mengatakannya padamu," Alberto menatap lekat Kristina.


"Titin, aku harap kamu mau menerimaku kembali seperti saat kita masih kanak-kanak." Kembali lagi Alberto mencoba meluluhkan hati Kristina.


"Tapi, ka. Aku bukan gadis lagi, tapi aku hanyalah seorang single parent," Kristina tertunduk malu.


"Aku sama sekali tidak mempermasalahkan status jandamu, dan aku bisa menerima Mila seperti anakku sendiri." Alberto mencoba meyakinkan Kristina.


"Aku khawatir nggak akan bisa buat kaka bahagia karena status jandaku, pikirkanlah kembali " Kristina berkata lirih.


"Sekarang aku yang ingin bertanya padamu, dan tolong jawab jujur pertanyaanku dari lubuk hatimu," Alberto kembali mengangkat dagu Kristina.


"Jujurlah padaku tentang perasaanmu. Apakah kamu mencintaiku atau tidak?" Alberto menatap manik hitam Kristina.


"Aku..aku mencintaimu, Ka Albe. Makanya aku selalu memakai kalung pemberian darimu. Karena aku berharap bisa bertemu lagi denganmu. Walaupun aku sempat berpikir kita bisa berdekatan sebatas sebagai adik kakak. Karena waktu itu aku telah menikah," Kata Kristina dengan pipi bersemu merah.


"Coba katakan sekali lagi tapi dengan menatap wajahku," Alberto menaik turunkan alisnya menggoda Kristina.


"Nggak ada replay," Kristina tertunduk malu.


"Hem, pelit amat. Ayok dongg, ngomong sekali lagi." Alberto mengelitik pinggang Kristina.


Membuat Kristina tertawa terpingkal-pingkal.


"Hhhaaaaa, sudah ka ampunnn..geli hhhhaaaa," Kristina terkekeh.


"Cepat katakan sekali lagi, ayokklahhh." Alberto mengedipkan matanya.


"Ka Albe, aku mencintaimu." Kristina langsung berlari ke arah dapur.


Alberto langsung mengejarnya ke arah dapur. Dan kembali menggelitik pinggang Kristina kembali.


"Sudah, kak. Malu di lihat orang rumah." Kristina menahan geli karena di kelitik oleh Alberto.

__ADS_1


Alberto menghentikan kelitikannya dan tiba-tiba memeluk tubuh Kristina dari belakang dan mencium pipi Kristina.


Setelah itu barulah melepaskan pelukannya. Karena merasa nggak enak hati. Karena Alberto tipe cowo yang dingin dan kaku.


Sepasang sejoli ini sedang merasakan indahnya jatuh cinta. Apa lagi Alberto yang telah mengetahui isi hati Kristina.


"Aku sangat bersyukur cintaku tak bertepuk sebelah tangan, setelah sekian lama aku menunggunya." Batin Alberto seraya tersenyum sendiri membuat Kristina bertanya-tanya.


"Ka, kaka ga apa-apa kan?" Kristina menempelkan punggung tangannya ke kening Alberto.


"Ist, aku sehat. Aku bahagia karena penantianku yang begitu lama gayung tersambut. Wanita yang aku cintai dan sayangi menyambut cintaku," Alberto mengedipkan matanya.


Lain halnya dengan Willdan, setelah di pecat oleh Alberto kini hidupnya tambah susah. Kini dia bekerja sebutan, kerja kasarpun dia lakukan dari pada tidak bekerja lebih bingung.


"Kenapa semakin hari aku semakin sengsara saja sejak berpisah dari Kristina." Gerutunya seraya melamun menjaga parkiran mobil.


"Eh, kamu bukannya Willdan mantan suami Kristina?" tiba-tiba ada seorang wanita bertanya.


" Iya, non." Jawabnya singkat.


Willdan masuk dalam mobil tersebut. Ternyata wanita ini adalah Yesi. Dia punya rencana licik untuk Kristina. Namun dia ingin rencananya di lakukan oleh Willdan.


Yesi melajukan mobilnya ke sebuah cafe yang kira-kira tak bisa di jangkau oleh orang. Supaya jejaknya tidak di ketahui.


"Anda siapa dan ada urusan apa mengajak saya kemari?" Willdan mengernyitkan alisnya.


"Saya ingin mengadakan sebuah kerja sama dengan bayaran yang fantastis," Jawab Yesi menyunggingkan senyum.


"Kerja sama di bidang apa, saat ini saya sudah tidak memimpin suatu perusahaan jadi nggak bisa di ajak bekerjasama," Willdan menimpali.


"Justru saya akan mengajak bekerjasama dengan bayaran anda akan saya angkat jadi direktur utama di salah satu perusahaan saya," Yesi meyakinkan Willdan.


"Apa yang anda ucapkan serius, dan apa yang harus aku lakukan untuk anda?" Willdan mulai terpancing.


"Saya ingin anda membantu saya menyingkirkan seseorang," jawab Yesi.


"Wah, maaf nona. Kalau soal bunuh membunuh saya nggak berani ambil resiko," Willdan beranjak bangkit dari duduknya namun dia di tahan oleh Yesi.

__ADS_1


"Duduklah dulu dan dengarkan ucapanku sampai selesai, jangan ambil kesimpulan saya meminta anda membunuh orang," Yesi mencekal tahan Willdan.


"Anda pasti kenal Kristin kan? janda beranak satu yang sukses menjadi wanita karir?" Yesi pura-pura bertanya.


"Bukan kenal lagi, dia kan mantan istriku. Memangnya ada apa dengannya, apa sedang bermasalah denganmu?" tanya Willdan penasaran.


"Iya, dia telah merebut tunanganku. Kamu pasti kenal Alberto yang kaya raya pengusaha sukses. Gara-gara mantan istrimu, tunanganku memutuskan hubungan begitu saja." Yesi memperlihatkan semua foto kebersamaan keluarganya dan keluarga Alberto.


"Apa yang bisa aku lakukan untukmu?" tanya Willdan kembali.


"Kamu jebak Kristin seolah dia kembali padamu, dengan begitu Alberto akan membencinya dan kembali padaku. Aku akan mengangkat derajatmu kembali, sebagai seorang direktur." Yesi terus saja membujuk Willdan.


Sejenak Willdan terdiam, dia sedang berpikir.


"Aku juga belum sempat membalas kelakuan Kristin waktu itu, jika aku bisa bekerja di kantor lagi secara otomatis aku bisa lebih gampang membalas dendam pada Kristin juga. Ini memang langkah yang bagus. Sambil menyelam minum air, bisa balas dendam pada Kristin dan bisa kembali menjadi direktur," batin Willdan.


"Bagaimana, Tuan Willdan. Apakah anda bersedia menerima tawaran dari saya?" Yesi menepuk bahu Willdan yang sedang melamun.


"Baiklah, saya terima tawaran dari anda," jawab Willdan singkat.


"Baiklah, hari ini juga kita ke perusahaan saya yang baru didirikan. Saya akan mengangkat anda menjadi direktur di kantor cabang saya yang baru. Saya juga telah menyediakan fasilitas dari kantor berupa mobil dan apartement di sekitar kantor baru saya," Yesi mengulurkan tangannya pada Willdan.


"Baiklah, deal kita bekerjasama. " Willdan menjabat uluran tangan Yesi seraya tersenyum.


"Makanlah, setelah ini kita langsung ke kantorku yang baru dan ku tunjukkan pula apartement serta mobil fasilitas dari kantor." Yesi melahap makanannnya.


"Hem, sudah lama sekali nggak makan makanan enak seperti ini." Batin Willdan seraya menyantap makanannya dengan sangat lahap.


Setelah itu Yesi mengajaknya ke kantor cabangnya yang baru untuk di tunjukkan pada Willdan.


"Ini kantor baruku, ku akan menjabat direktur di sini. Dan ini kunci apartement serta kontak mobil. Semua bisa kamu nikmati, dan ini ada sedikit uang untuk kebutuhanmu. Tapi ingat, jika usahamu dalam menyingkirkan Kristin dari samping Alberto tidak berhasil, semua yang aku berikan padamu akan aku ambil kembali," Yesi menyerahkan kontak mobil dan kunci apartement.


Setelah melihat kantor barunya, Yesi menunjukkan dimana letak apartementnya.


*****


Mohon dukungan like,vote, fav

__ADS_1


__ADS_2