
Alberto langsung menemui Kristina, dia ingin tahu kejadian yang sebenarnya seperti apa. Hingga Irwan bertikai dengan Mr X.
"Aku harus segera menemui Titin, untuk menanyakan tentang apa yang sebenarnya terjadi antara Om Irwan dan orang asing itu " batin Alberto.
Dia segera memerintah Rony untuk segera melajukan mobilnya ke rumah Kristina. Setelah sampai di rumah Kristina, Alberto langsung memperlihatkan semua yang ada di surat kabar dan laman sosial media.
"Sayang, apa kamu tahu berita tentangmu?" Alberto memperlihatkan surat kabar dan vidio di sebuah akun facebook dan surat kabar.
"Loh, kok jadi seperti ini? siapa lagi yang mencoba menjatuhkanku seperti ini. Ka Albe, kejadian yang sebenarnya bukan seperti yang di beritakan." Kristina geram dengan orang yang berusaha mencoreng nama baiknya.
"Iya, aku tahu kok. Makanya aku tanya, kenapa ada Om Irwan bersama orang asing ini? bukannya kamu telah putus kerja sama dengan orang asing ini?" Alberto menatap menyelidik pada Kristina.
"Aku menjalin kerja sama kembali dengannya karena syarat yang harus aku penuhi saat dia berkata jujur di depan semua orang tentang kejadian tempo dulu." Jawab Kristina sekenanya.
"Hem, baiklah. Aku akan membuat namamu bersih kembali, dengan kita mengadakan jumpa pers bersama para awak media," Alberto mencoba menenangkan Kristina.
"Aku juga akan menyelidiki siapa dalang di balik semua ini. Tenang saja, sayang. Aku pastikan orang itu tertangkap dan akan masuk bui karena telah mencemarkan nama baikmu!" Alberto mendengus kesal seraya tangannya mengepalkan tinju.
"Ya, ka. Kenapa kok ada saja orang yang tak suka dengan hubungan kita?" Kristina menghela napas panjang.
"Sudahlah, sayang. Kamu nggak perlu khawatir, dalam waktu singkat aku pasti bisa menangkap dalang di balik semua ini." Alberto merengkuh Kristina dalam pelukannya.
"Iya, ka. Aku percaya kok." Kristina memainkan dada bidang Alberto.
"Sayang, jangan begini dong? tanganmu nakal di dadaku." Alberto semakin mempererat pelukannya.
"Memangnya kenapa, Ka Albe?" Kristina mendongakkan wajahnya menatap Alberto seraya tersenyum.
Alberto bukannya langsung menjawab, tapi dia langsung saja menyerbu bibir Kristina dengan seribu kecupan. Ciuman yang sangat mendadak membuat Kristina gelagapan.
Hingga Kristina menepuk-nepuk bahu Alberto supaya melepaskan ciumannya.
"Kenapa, sayang? kok kamu memukuli aku?" Alberto mengedipkan matanya.
"Aku nggak bisa napas, Ka Albe." Kristina mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Hheeee, maaf. Aku gemas sama bibirmu yang imut, yang sudah menjadi canduku." Alberto menaik turunkan alisnya.
"Setiap kali kamu bermain di dadaku, adikku selalu memberontak minta di lepaskan. Makanya aku curahkan hal itu lewat ciumanku. Makanya aku ingin kita lekas menikah." Alberto kembali memeluk erat Kristina.
"Hhii dasar otak mesum," Kristina melingkarkan tangannya di pinggang Alberto.
"Bukan otak mesum, sayang. Tapi ini kan normal, apa lagi seharusnya di usiaku yang sekarang ini sudah menikah." Alberto terkekeh.
"Setelah permasalahan ini selesai, kita menikah." Tiba-tiba Kristina berucap.
"Sayang, kamu serius kan?" Alberto melepaskan pelukannya seraya menatap lekat manik hitam Kristina.
"Apa ada kebohongan di mataku?" Kristina menyunggingkan senyum.
"Akhirnya, setelah sekian purnama. Aku akan segera menikah dan menikmati indahnya surga dunia." Alberto terkekeh.
"Memang, Ka Albe belum pernah melakukan hal itu?" Kristina merasa tak percaya.
"Kamu meragukan keperjakaanku? Aku memang bisa melakukan hal itu dengan kekayaanku dan paras wajahku, tapi aku sama sekali nggak tertarik dengan wanita di sekelilingku. Adikku merespon jika dia dekat denganmu, tidak dengan wanita lain." Alberto mencoba berkata jujur.
"Apa perlu kita buktikan sekarang, aku masih perjaka atau tidak?" Alberto malah menantang Kristina.
"Ist, no no no. Aku nggak akan melakukan hal itu sebelum kita resmi menikah." Kristina mengacungkab jari telunjukknya dan menggoyangkannya ke kanan dan ke kiri.
"Hem, tapi aku penasaran." Alberto merengek.
"Sabar, ka. Aku kan tadi sudah bilang padamu, setelah permasalahan yang satu ini selesai. Kita pasti akan menikah." Kristina memencet hidung mancung Alberto.
"Tapi setidaknya mulai sekarang kita mempersiapkan segalanya, supaya nanti tidak terburu-buru." Alberto memberi saran.
"Hem satu-satu terlebih dulu, Ka Albe. Supaya tidak simpang siur, sebaiknya kita mengajak berdiskusi dengan Tuan Irwan dan Mr X. Untuk membahas permasalahan ini." Saran dari Kristina.
"Kita jangan langsung mengadakan jumpa pers tanpa ada kehadiran orang yang bersangkutan seperti Tuan Irwan dan Mr X. " Saran Kristina kembali.
"Jelas dong, sayang. Kita konfirmasi dulu ke Om Irwan dan orang asing itu." Saat Alberto mengucap kata orang asing, bibirnya mengerucut.
__ADS_1
"Bukan orang asing tapi Mr X." Kristina menjelaskan.
"Bagiku dia orang asing, yang telah membuat onar. Sampai kapanpun aku skan selalu benci. Lagipula untuk apa menjalin kerjasama dengannya kembali." Alberto kembali mengerucutkan bibirnya.
"Sudah dong, Ka Albe. Nggak usah di perpanjangan yang ada nanti masalah nggak akan ada ujung pangkalnya. Lebih baik sekarang kita hubungi Tuan Irwan dan Mr X. Kaka telpon Tuan Irwan supaya ketemu di cafe A, aku akan telpon Mr X juga." Kristina lekas memencet nomor ponsel Mr X.
"Baiklah, sayang." Alberto lekas menelpon Irwan sesuai permintaan Kristina.
Setelah mereka masing-masing selesai menelpon, segera bergegas ke cafe A dimana tempat yang telah di sepakati untuk bertemu dengan Irwan dan Mr X.
Hanya beberapa menit saja, mereka telah sampai di lokasi yang telah di tentukan. Namun Irwan dan Mr X belum juga datang.
Hingga 10 menit berlalu, barulah terlihat batang hidung Irwan dan Mr X.
"Nona Kristin, saya nggak mau jika diskusi ada tua bangka itu!" tiba-tiba Mr X berkata.
"Kamu pikir aku sudi, aku bertemu kamu lagi. Jijik banget, pengen aku colek matamu pake sambal!" Irwan tak mau kalah membalas celotehan Mr X.
"Diam, duduklah! aku nggak punya banyak waktu !" Tiba-tiba Alberto berkata dengan lantangnya, sempat membuat Irwan dan Mr X terhenyak kaget.
Keduanya tak berceloteh lagi, namun langsung duduk diam.
"Lihatlah, pertengkaran kalian waktu lalu membuat masalah buat calon istriku! apa kalian tidak tahu akan hal ini!" Alberto memperlihatkan surat kabar yang memuat berita tentang mereka.
Sejenak Irwan dan Mr X bergantian membacanya, dan keduanya saling mengernyitkan kening saat membaca.
Setelah itu saling berpandangan satu sama lain. Tiba-tiba Irwan berucap.
"Ini pasti ulahmu, iya kan!" Irwan melotot seraya mendengus kesal.
"Heh, tua bangka! kalau ngomong jangan asal, bisa menjadi sebuah kasus hukum dan bisa mendapat tindak pidana." Mr X melotot sinis pada Irwan.
******
Mohon dukungan like,vote, favorit
__ADS_1