Pembalasan Kristina

Pembalasan Kristina
Clear


__ADS_3

Kristina akhirnya menceritakan semua pada Alberto tentang apa yang telah di ucapkan oleh Yesi padanya.


Setelah mendengar penuturan dari Kristina, Alberto menjadi geram dan mengepalkan tinjunya.


"Hem, sekarang aku paham. Yesi sedang mencari celah untuk bisa merusak hubunganku dengan Titin.Dengan dia berkata yang tidak benar. Padahal aku nggak pernah bertunangan dengannya. Mungkin gara-gara ini, jadi Kristin berusaha menjauh dariku. Pantes selama seminggu ini nggak ada kabar sama sekali dari Titin. Jadi semua ini ulah Yesi," Alberto mendengus kesal.


Diamnya Alberto membuat Kristina semakin bingung dan gelisah.


"Kak, kamu kenapa? jika kamu masih cinta Yesi, lebih baik kakak kembali saja, daripada ntar menjadi penyesalan." Kristina berusaha tersenyum.


"Nggak apa-apa, kamu harusnya jangan langsung percaya pada Yesi. Cari tahu dulu kebenarannya lewat saya," Alberto melirik sinis.


"Tapi Yesi bilang jika saat ini Tuan Irwan sedang sakit keras, jika aku ingkar janji sama saja dosa ," kata Kristina.


"Tapi sampai kapanpun aku nggak akan penuhi kemauanmu untuk lebih dekat lagi pada Yesi, karena dari dulu aku sama sekali nggak ada rasa sedikitpun," Alberto mendengus kesal.


"Kamu nggak akan berdosa, jika tidak memenuhi kemauan Yesi. Karena semua yang Yesi ucapkan hanyalah rekayasa dia, semata-mata untuk bisa memilikiku " Alberto terus saja meyakinkan Kristina.


"Sudahlah, kamu nggak usah pusing memikirkan Yesi. Serahkan urusan Yesi padaku, dan kamu nggak udah ceritaksan tentang percakapan kits pada Yesi. Kita ikuti saja apa yang akan dia lakukan pada hubungan kita, jalani saja seperti aliran air," usul Alberto.


"Baiklah, Ka. Aku juga nggak akan menceritakan pertemuan kita ini." kata Kristina.


Setelah pembicaraan yang cukup lana, Kristina menelpon Rere untuk segera menjemputnya ke taman.


Tak berapa lama kemudian, Rere telah datang. Alberto dan Kristina langsung masuk mobil. Rere langsung melajukannya.


Sementara Yesi sedang kesal karena Alberto tak kunjung kembali.


"Sebenarnya kemana, Albert kok lama sekali? jangan bilang dia ke kantor Kristin untuk menemuinya," batin Yesi kesal.

__ADS_1


Saat Yesi akan keluar dari ruangan Alberto, tiba-tiba dia berpapasan dengan Alberto tepat di depan pintu.


"Kamu kok lama, darimana saja sih?" Yesi melirik sinis seraya berbalik arah mengurungkan niatnya untuk pergi dari ruang kerja Alberto.


"Ada kepentingan yang tak bisa di tinggalkan, aku ingin tanya padamu? apakah kamu kenal dengan seorang wanita yang bernama Kristina?" Alberto mencoba mengetes Yesi.


"Kristina siapa? baru sekali ini aku mendengar namanya? memang ada apa dengan wanita yang bernama Kristina? apa dia wanita yang sangat istimewa untukmu?" Yesi balik bertanya.


"Hem, sudah kuduga jika Yesi ini punya niat jelek. Untung ruang kerjaku ada CCTV, " batin Alberto.


"Albert, kenapa kamu tak menjawab pertanyaanku tapi malah diam?" Yesi menghampiri Alberto.


"Kamu ingin tahu siapa itu Kristina? dia adalah wanita yang sangat aku cintai. Bukankah dulu kamu ingin tahu siapa wanita yang ada di hatiku? namanya Kristina," Alberto menyeringai puas.


"Makanya aku selalu menolakmu dan perjodohan kita. Jadi aku harap kamu harus tahu diri, jangan terus mengharapkan sesuatu hal yang tak pasti dariku. Karena itu nggak akan mungkin terjadi. Dan sadar dirilah, lupakan aku dan bukalah hatimu untuk pria lain," Alberto sengaja memancing dengan kata-kata.


"Sempurna, kamu telah terkena jebakanku Yesi. Semua perkataanmu tadi akan aku tunjukan pada Titin supaya dia tahu bagaimana sifat asli Yesi," Alberto menyeringai puas.


Dia langsung membuka ponsel dan mengecek rekaman CCTV yang ada di ruang kerjanya. Setelah itu dia menyimpsn rekaman itu dan mengirimkan ke ponsel Kristina.


Kristina yang masih bersama Rere, sejenak membuka ponselnya.


"Re, kemarilah sebentar. Dan lihatlah vidio yang di kirimkan oleh Alberto." Kristina membuka vidio kiriman Alberto , begitu pula Rere ikut juga melihatnya.


"Ini vidio rekaman CCTV di ruang kerja Alberto, ternyata apa yang kamu ucapkwn benar. Yesi punya rencana jahat dan akalnya sungguh licik," Kristina mendengus kesal.


"Makanya kalau ada teman memperingati, di saring dulu. Dan kamu juga jangan langsung percaya pada orang yang baru di kenal. Orang yang lama kita kenal saja bisa menusuk kita dari belakang seperti saudara sepupumu, apa lagi orang yang baru kamu kenal seperti Yesi." Rere terkekeh.


"Hem, iya iya. Maafkan aku ya, Re." Kristina menyunggingkan senyum seraya mengusap lengan Rere.

__ADS_1


"Selaku ku maafkan dirimu, kalau nggak ntar aku di pecat malah parah," goda Rere terkekeh.


"Sekarang apa yang akan kamu lakukan setelah tahu sifat Yesi?" tanya Rere penasaran.


"Entahlah, belum terbesit di pikiranku apa yang akan aku lakukan. Tapi intinya aku akan terus mengikuti permainan dia, dan aku akan mempertahankan Albert," jawab Kristina.


"Ya, aku setuju dengan keputusanmu itu. Jika perlu kamu buat surprise dengan tiba-tiba menikah dengan Alberto. Pasti dia akan semakin panas hatinya," kembali lagi Rere terkekeh.


"Sekarang sudah clear permasalahanku dengan Titin mengenai Yesi. Tapi aku masih penasaran dengan sikap Titin waktu itu pada Willdan, aku akan tanyakan ini dari pada aku terus gelisah memikirkan hal ini, sampai tak nyenyak tidur dan tak enak makan bahkan jadi tak fokus dalam bekerja." Alberto keluar dari ruanganya.


Segera Albert memerintah Rony menjalankan mobilnya ke kantor Kristina. Hanya beberapa menit saja, sampailah Alberto di kantor Kristina.


Lekas Alberto keruang kerja Kristina yang kebetulan Kristina sedang ngobrol dengan Rere.


"Ka Albe, bikin kaget saja. Aku pikir klien yang nggak punya etika langsung masuk saja," Kristina terkekeh.


Setelah itu Albert menunjukkan foto Kristina sedang berpelukan dengan Willdan.


Dia minta penjelasan pada Kristina tentang hal itu.


Sejenak Kristina menatap foto itu dan mengingatnya.


"Ka, kamu telah salah paham padaku. Ibi tidak seperti yang kakak pikirkan. Waktu itu dia datang ke mari, dan saat aku akan masuk kantor, tiba-tiba dia oleng begitu saja di dadaku. Seperti orang pingsan, aku berusaha membangunkan tapi tak bangun. Dan berapa detik dia sadar serta mengatakan jika tadi tiba-tiba dia pusing sekali dan dadanya sakit." Kristina menjelaskan panjang lebar.


"Sepertinya ada yang aneh, apa mungkin Willdan sengaja melakukan hal ini? seperti yang di lakukan oleh Yesi? ini perlu di selidiki," batin Alberto.


*******


Mohon dukungan like, vote,favorit..

__ADS_1


__ADS_2