Pembalasan Kristina

Pembalasan Kristina
Berhasil


__ADS_3

"Hay, Tuan. Untuk apa anda mengajakku bertemu disini?" tanya Yesi seraya menoleh ke kanan dan kiri serta kesemua penjuru taman.


Yesi tidak tahu jika saat ini Rony sedang mengintainya, begitu pula dengan anak buah Rere sedang mengintai Mr X.


"Aku ingin kamu bertanggung jawab untuk semua ide konyolmu ini! gara-gara aku mengikuti saranmu dengan menjebak Kristin, bukannya aku jadi lebih dekat dengannya, tapi malah dia membenciku dan memutuskan kerja sama denganku."Mr X melirik sinis pada Yesi.


"Maaf, Tuan. Itu di luar perkiraan kita, jika Kristin saat ini membenci anda. Ya setidaknya anda berusaha lebih keras lagi, supaya Kristin luluh pada anda. Saya juga saat ini sedang berusaha meluluhkan hati Alberto bukan hanya dengan satu cara tapi dengan berbagai cara." Yesi berkata secara yakin sekali.


"Baiklah, kalau begitu saya akan bongkar semuanya. Kalau semua itu rekayasa darimu!" Mr X akan berlalu pergi, namun Yesi menahannya.


"Tunggu, jangan anda lakukan itu! kita telah mengatur rencana ini dengan susah payah, masa harus berakhir dengan pengakuan anda pada Kristin?" Yesi mencoba membujuk Mr X.


"Ide ini menguntungkan buatmu tapi malah merugikanku. Aku menyesal telah menuruti kemauanmu!" Mr X melanjutkan langkahnya kembali.


Yesi mencoba menahan kepergian Mr X, tapi tidak membuahkan hasil.


"Sial, bagaimana kalau sampai dia benar-benar membongkar semuanya habis aku!" batin Yesi panik.


Yesi mengacak-acak rambutnya sendiri seraya terus memijit pelipisnya. Dia sangat gelisah kebusukannya terbongkar oleh ulah Mr X


Sementara Rony menyeringai puas dengan pangintaiannya.


"Luar biasa, feeling Rere benar-benar keren. Ternyata memang Yesi dan orang asing itu yang telah menjebak Nona Kristina. Sebaiknya aku memberitahu siapa dulu ya, Tuan Albert atau Rere?" batinnya.


Selagi gelisah, ponselnya berdering. Yakni telpon dari Rere.


📱" Hallo, Ron. Bagaimana hasil penyelidikanmu? kalau anak buahku telah berhasil mengintai Mr X."


📱" Aku juga telah mendapatkan bukti yang kuat, sebaiknya kita bertemu sekarang bisa nggak?"


📱" Baiklah, bagaimana kalau kamu ke kantor saja. Karena aku sangat repot, hari ini Kristin tidak ke kantor. Aku mengurus dua perusahaan."


📱" Siap, sekarang juga aku ke kantor."


Setelah itu panggilan telpon di matikan oleh Rony dan Rere.


Hanya beberapa menit saja sampailah Rony di kantor Kristina.


"Aku ada berita bagus untukmu, Re. Coba kamu lihat ini." Rony menunjukkan vidio yang di rekam saat mengintai Yesi.

__ADS_1


"Feelingmu memang hebat, ternyata kecurigaanmu pada Yesi benar adanya." Puji Rony mengacungkan jempol pada Rere.


"Aku juga telah mendapatkan vidio yang sama, kamu lihatlah." Rere menunjukkan vidio hasil pengintaian dari anak buahnya pada Rony.


"Loh, kok sama. Kamu dapat darimana vidionya?" Rony penasaran.


"Aku menyuruh anak buahku untuk mengintai kemanapun Mr X pergi. Dan inj hasilnya." Kata Rere sumringah.


"Rencanamu selanjutnya apa?" tanya Rony penasaran.


"Aku akan menunjukkan bukti vidio ini pada Kristin, kita akan diskusikan terlebih dulu." Jawab Rere.


"Aku ada usul, semoga kamu setuju." Rony menimpali.


"Katakan saja, siapa tahu usul atau ide kamu itu cocok," kata Rere.


"Aku punya ide, bagaimana kalau vidio ini kita gunakan untuk mempermalukan Yesi di muka umum." Rony sangat antusias.


"Wah, boleh juga usulmu. Tapi apakah sebaiknya kamu juga cerita ke bos kamu, supaya dia tidak di perdaya oleh Yesi," kata Rere mengusulkan.


"Baiklah, aku akan segera menunjukkan kebusukan Yesi. Bagaimana kalau nanti malam, kita berkumpul di apartement Nona Kristin. Tapi kamu rahasiakan kedatangan majikanku, untuk memberi surprise pada Nona Kristin." Rony sangat antusias.


"Wah, itu suatu ide yang sangat luar biasa cemerlang. Kita bisa menyatukan kembali sepasang kekasih yang terpisah karena ulah nenek sihir Yesi." Rere tertawa riang.


Sementara Alberto sedang kesal karena nomor ponsel Rony tidak bisa di hubungi.


"Kenapa ponsel Rony tidak aktif. Akhir-akhir ini Rony sering sekali keluyuran, apa mungkin saat ini dia sudah punya pacar?" gerutu Alberto seraya terus mondar mandir di ruang kerjanya.


Tak berapa lama, Rony masuk ruang kerja Amberto.


"Tuan, saya ingin menunjukkan sesuatu yang akan membuat Tuan tak percaya." Rony menghampiri Alberto.


"Kamu darimana saja, kenapa ponselmu nggak bisa di hubungi?" Alberto mendengus kesal.


"Maaf, Tuan. Karena suatu hal, nomor ponsel saya telah ganti. Tolong Tuan lihat dulu sesuatu yang ingin aku tunjukkan." Rony segera membuka vidio bukti kejahatan Yesi.


Sejenak Alberto terperangah saat melihat bukti vidio itu. Namun setelah itu hatinya bergemuruh emosi pada Yesi dan Mr X.


"Darimana kamu mendapatkan vidio ini?" Alberto mendengus kesal.

__ADS_1


Rony menceritakan kalau dari awal Rere yang meminta tolong untuk menyelidiki Yesi. Rony juga menceritakan idenya untuk mempermalukan Yesi di muka umum.


"Hem, bagus. Gajimu akan aku naikkan 2x lipat, karena kamu telah menyelamatkan hubunganku dengan Kristin. Nanti malam kita ke rumahnya, tapi benar juga idemu. Kita nggak usah beri tahu tentang kedatangan kita padanya," Raut wajah Alberto mendadak berubah sumringah.


"Maafkan aku, Tin. Aku terlalu terbakar api cemburu, tapi aku pastikan Yesi dan orang asing itu mendapatkan balasannya." Batin Alberto seraya mendengus kesal.


*******


Tak terasa waktu telah menjelang malam.


"Tumben kamu kemari malam-malam, Re?" tanya Kristina.


"Baru jam 7, sudah di bilang malam. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu." Rere segera menunjukkam vidio tentang Yesi pada Kristina.


"Cepat sekali kamu bisa mendapatkan bukti kelicikan Yesi dan Mr X. Terima kasih, Re." Spontanitas Kristina memeluk Rere seraya menitikkan air mata.


"Kamu sahabat terbaikku, aku nggak rela jika ada yang ingin menjatuhkanmu apa lagi menghancurkan jalinan kasih antara kamu dan Albert." Rere mengusap punggung Kristina.


Selagi asik berpelukan, datanglah Alberto bersama Rony.


"Aku juga mau dong, di peluk." Goda Alberto terkekeh.


Kristina dan Rere melepaskan pelukannya. Keduanya menoleh ke arah sumber suara.


"Ka Albe," Kristina tersipu malu.


Alberto menghampiri Kristina dan tiba-tiba memeluknya begitu erat.


"Titin, aku minta maaf karena tidak percaya padamu tapi malah percaya pada Yesi." Alberto mengusap surai hitam Kristina.


Sementara Rony dan Rere menyingkir agak jauh, sengaja memberi kesempatan pada Alberto dan Kristina untuk saling memaafkan.


"Tin, sekali lagi aku minta maaf." Ucap Alberto.


"Sudahlah, ka. Tak perlu mengulang permintaan maaf, yang terpenting Ka Albe telah tahu jika aku tidak serendah yang kaka fikirkan," Kristina tersenyum.


"Ini semua juga berkat kegigihan Rony dan Rere yang berusaha menyelidiki Yesi dan Mr X." Kristina menimpali.


"Iya, begitu bodohnya aku. Tidak punya inisiatif seperti mereka dan hanya percaya saja dengan apa yang aku lihat," Alberto tertunduk lesu.

__ADS_1


*****


Mohon dukungan like, vote, favorit..


__ADS_2