Pembalasan Kristina

Pembalasan Kristina
Restoran Mr X


__ADS_3

Semua urusan pernikahan telah selesai, hati Alberto tenang. Tinggal persiapan hati dan pikiran, serta membuat undangan. Alberto berniat akan membuat pesta besar untuk pernikahannya bersama Kristina.


"Sayang, sudah lega rasanya karena semua sudah terselesaikan. Kini aku tinggal mengurus surat undangannya." Alberto sumringah seraya mencium punggung tangan Kristina.


"Ka Albe, jangan bersikap seperti ini. Apa kamu nggak malu," bisik Kristina melirik pada Rony.


"Untuk apa malu, kamu adalah wanitaku. Lagi pula, apa yang aku lakukan masih di batas kewajaran kok," Alberto menaik turunka alisnya.


Kristina hanya bisa menggelengkan kepala seraya menghela napas panjang. Tiba-tiba saat di depan sebuah restoran terkenal, Alberto meminta Rony untuk berhenti.


"Stop, kita berhenti di sini. Karena aku sudah lapar dan ingin makan dulu," pintanya melirik pada Rony.


Secepat kilat, Rony menginjak remnya. dan berhenti tepat di halaman restoran tersebut. Kristina dan Alberto segera turun, sementara Rony berpamitan ijin pergi untuk sejenak.

__ADS_1


"Tuan, saya ingin pergi sebentar. Nanti kalau sudah selesai, Tuan telpon saja." Ucap Rony.


"Baik, pastikan nomor ponselmu selalu aktif."


Setelah mengucap hal itu, Alberti merangkul Kristina masuk dalam restoran mewah tersebut. Semua pegawai telah paham dengan sepasang kekasih ini, hingga semua melayaninya dengan baik.


Namun saat Kristina dan Alberto duduk di salah satu meja yang mereka pesan untuk menunggu pesanan makanan mereka. Tiba-tiba ada seorang pria mendekati mereka yang tak lain adalah Mr X.


"Siang, Nona Kristin dan Tuan Albert. Ternyata kita bertemu di sini, semoga kalian suka dengan pelayanan dan menu di restoran ini," Mr X menyapa seraya tersenyum ramah.


"Maaf, Tuan. Saya hanya ingin menyapa setiap orang yang datang kemari. Karena saya pemilik restoran ini, jika ada hal yang kurang berkenan anda bisa katakan pada saya," Mr X mencoba tersenyum lagi walaupun hatinya geram pada sikap Alberto.


Saat ini dia juga masih memendam rasa cintanya pada Kristina. Walaupun dia sudah tidak bekerja sama dengan Kristina karena rasa kecemburuan Alberto yang berlebihan.

__ADS_1


"Oh, jadi ini restoranmu? sayang, kita pergi dari sini. Kita cari restoran lain saja kareba aku sudah tidak lapar lagi." Alberto bangkit berdiri dan meraih tangan Kristina untuk bangkit pula.


"Ka Albe, tapi kita sudah memesannya. Tolong janganlah bersikap kekanak-kanakan. Aku sudah menuruti maumu, dengaan memutus kerja samaku dengan Mr X. Sekarang hanya karena hal kecil saja, kamu seperti ini?" Kristina mencoba menenangkan hati Alberto.


"Duduklah, Ka Albe. Mr X hanya ingin menyapa kita, karena ini restoran dia. Dia ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumennya," kembali lagi Kristina mencoba membujuk Alberto.


Namun dia tetap pada pendiriannya, dan tetap ingin pulang.


"Baiklah, kalau kamu nggak ingin pulang biar aku pulang sendiri. Silahkan kamu nikmati sendiri makanan di sini." Alberto melepaskan genggaman tangan pada Kristina.


Dia melangkah pergi seraya menelpon Rony untuk lekas datang menjemput. Kristina terpaksa bangkit dari duduknya.


"Mr X, saya minta maaf atas nama calon suami saya. Saya permisi." Kristina menangkupkan kedua tangannya di dada, kemudian dia berlari kecil mengejar Alberto.

__ADS_1


Seperginya Alberto dan Kristina, Mr X mengepalkan tinjunya karena geram.


*******


__ADS_2