
Hari telah berganti, permasalahan yang saat ini di alami Alberto belum juga terselesaikan. Bahkan tanpa sepengetahuan Yesi, Sendy telah menyebarkan vidio tersebut keseluruh antero media massa.
Baik medie elektronik maupun surat kabar, semua di sebar bukan hanya vidio tapi juga foto-foto kemesraan Alberto dan Yesi.
Tanpa sengaja, Kristina juga telah menyaksikan vidio tersebut.
"Pasti vidio ini yang waktu itu mau Yesi tunjukkan padaku, sangat menjijikkan sekali!" Kristina mematikan acara televisi tersebut.
Dia beralih iseng membuka ponsel dan laman akun sosia medianya, lagi-lagi dia melihat vidio tersebut.
"Kenapa di mana-mana ada vidio menjijikkan itu," Kristina mendengus kesal.
Dia memutuskan menelpon Alberto untuk bertanya tentang vidio yang tersebar tersebut.
📱"Ka Albe, aku ingin bertemu denganmu sekarang juga. Datanglah ke kantorku sekarang juga."
📱"Baiklah."
Setelah itu Alberto lekas memerintah Rony melajukan mobilnya menuju apartement Kristina. Setelah sampai, barulah Kristina bertanya macam-macam pada Alberto.
"Ka, apa yang telah kamu lakukan bersama Yesi. Vidiomu menyebar di seluruh sosial media," Kristin menatap sendu Alberto.
"Ka, apa vidio itu yang waktu itu Yesi ingin perlihatkan padaku?" kembali lagi Kristin bertanya.
Alberto hanya diam tak bisa berkata apapun, dia bingung ingin berkata apa. Hingga akhirnya dia berkata.
"Aku telah di jebak oleh Yesi," Alberto akhirnya mengaku namun seraya tertunduk.
__ADS_1
"Nggak ada yang namanya orang di jebak tapi sangat menikmati," Kristina melirik sinis pada Alberto.
"Aku benar-benar di jebak, sayang. Tolong mengertilah saat ini aku sedang terpojok, aku malah baru tahu jika vidio itu telah di sebarkan oleh Yesi jika kamu tidak memberitahuku, karena aku tak pernah melihat acara televisi dan aku juga jarang membuka surat kabar apa lagi akun sosial media," ucap Alberto panjang lebar.
"Sayang, aku minta maaf padamu," Alberto menggenggam jemari Kristina.
Namun Kristina menepisnya, bahkan memalingkan wajahnya.
"Ka Albe, selesaikan permasalahanmu dengan Yesi. Aku juga minta maaf, sepertinya hubungan kita cukup sampai di sini saja," Kristina tertunduk lesu.
"Sayang, aku nggak mau hubunganku denganmu berakhir seperti ini. Aku menginginkan hubungan kita berakhir di pelaminan," Alberto mencoba membujuk Kristina.
"Maaf, ka. Pantang bagiku berhubungan dengan pria yang telah berhianat dariku. Belum juga kita menikah, kaka sudah berhianat hingga sampai sejauh itu," Kristina berkata ketus.
"Sayang, tolong beri aku waktu untuk membuktikan jika apa yang aku katakan adalah benar." Kembali lagi Alberto membujuk Kristina.
"Ka, mulai sekarang jauhi aku. Dan jangan hubungi aku lagi, demi kebaikan kita bersama. Apalagi selama ini hubungan kita selalu di expos oleh para media," Kristina memutuskan hubungannya dengan Alberto.
"Apa, Ka Albe. Nggak merasa malu, semua orang melihat vidio itu. Bisa saja reputasi kaka hancur, untuk apa pula berhubungan sampai di buat vidio," Kristina mencibir.
"Lebih baik kaka sekarang pulang dan selesaikan permasalahan kaka dengan Yesi. Kalau bisa bersihkan segala vidio dan foto kemesraan kalian di seluruh sosial media," perintah Kristina.
"Baiklah, aku pulang dulu. Tapi maaf, sampai kapanpun aku nggak akan menjauh darimu." Alberto bangkit dari duduknya dan melangkah pergi begitu saja.
"Kurang ajar, Yesi. Kenapa dia menyebarkan vidio ke semua orang, pasti sudah jelas reputasiku hancur karena semua ini," gerutunya seraya melangkah masuk dalam mobil.
Dia segera memerintah Rony melajukan mobilnya menuju rumah Yesi. Setelah sampai di rumah Yesi, Alberto sudah tidak bisa lagi menahan marah.
__ADS_1
"Om, Yesi mana?" tanya ketus Alberto.
"Duduklah, nak Albert " sapa Irwan
Alberto menjatuhkan pantatnya di sofa, dia menunggu Yesi dengan wajah murung.
Sementara Irwan masuk ke dalam untuk memanggil Yesi. Tak berapa lama, Yesi keluar bersama Irwan.
"Tumbeb pagi-pagi kemari, ada apa?" tanya Yesi ketus.
Yesi menjatuhkan pantatnya di sofa samping Alberto.
"Kenapa kamu jahat sekali, masa kamu sebar vidio itu keseluruh media massa! kamu sengaja ingin menjatuhkan namaku, supaya reputasiku buruk?" Alberto berkata lantang pada Yesi.
"Aku nggak pernah menyebarkannya sama sekali!" Yesi membantahnya.
"Bohong, dasar wanita ular! sudah menjebakku, kini menghancurkan harga diriku di hadapan orang banyak!" bentak Alberto.
"Kamu harus tanggung jawab! bersihkan nama baikku dengan segera!" Alberto mendengus kesal.
Perkataan Alberto yang begitu keras sampai terdengar ke halaman depan, di mana saat ini ada Irwan dan Leni sedang duduk.
Keduanya penasaran hingga akhirnya bangkit dari duduknya dan mengampiri Alberto yang sedang bersitegang pada Yesi.
"Memangnya vidio apa yang telah Yesi sebarkan, nak Alber" tanya Irwan penasaran.
Sejenak Alberto terdiam karena bingumg harus berkata apa.
__ADS_1
*******