
Mendengar candaan Kristina, Alberto ikut terkekeh dan kembali lagi mengecek perut gendutnya.
"Hem, nggak masalah. Nanti aku minta celananya, bagian pinggangnya yang pake karet," Alberto terkekeh.
"Memangnya ada, baju pengantin yang celana bagian pinggangnya karet? sepertinya aku baru pernah dengar loh, ka?" Kristina mengerutkan alis.
"Makanya ini untuk pertama kalinya, aku akan meminta celana bagian pinggang pake karet. Sepertinya lucu ya," Alberto membayangkan hingga terkekeh sendiri.
"Yuk, kita berangkat sekarang." Alberto merangkul Kristina.
Mereka berjalan berdampingan menuju ke mobil Alberto, segera Rony melajukan mobilnya menuju butik langganan keluarganya.
Hanya beberapa menit saja mereka telah sampai di butik, Alberto dan Kristina langsung di sambut oleh pemilik butik yang adalah teman baik mommy Rachel.
"Hallo, Albert sayang. Aunty pikir kamu nggak jadi kemari," Nia memeluk Alberto.
__ADS_1
"Ini calon istrimu, nak?" Nia menghampiri Kristina seraya memeluknya.
"Iya, aunty. Ini calon istriku, namanya Kristina." Alberto mengenalkan Kristina pada Aunty Nia.
"Wah, cantik sekali. Sepertinya wajahnya tak asing buatku, ini Kristina yang pengusaha itu bukan? aku sering melihatnya di televisi, yang memiliki dua perusahaan terbesar di kota ini?" Nia menatap kagum pada Kristina.
"Iya, aunty. Ini memang Kristina yang aunty maksud itu," jawab Alberto dengan bangganya.
"Wah, jika kalian menikah. Berarti dua perusahaan terbesar di kota ini akan bersatu menjadi satu. Hebat kamu, Albert. Pintar memilih calon istri. Sudah cantik, pembisnis sukses pula." Nia mengacungkan dua ibu jari seraya menatap Kristina dan Alberto.
Kristina hanya tersenyum tersipu malu mendengar pujian dari Aunty Nia.
"Kalian ingin baju pengantin seperti apa, dan kira-kira akan di gunakan kapan? supaya kita bisa memperkirakan saat pembuatannya," tanya Aunty Nia.
"Waktunya belum di tentukan, aunty. Kira-kira saja, aunty bisa menyelesaikannya jangka waktu berapa bulan?" Alberto menatap menyelidik pada Aunty Nia.
__ADS_1
"Waduh, jadi kalian belum persiapan hari H nya kapan tapi langsung kemari? calon pengantin yang aneh. Baru kali ini aunty bertemu calon pengantin yang seperti ini. Kebanyakan fitting baju pengantin, di saat sudah persiapan hari H dan yang lainnya," panjang lebar Aunty Nia menjelaskan.
"Begini saja, aunty. Perkiraan saja, untuk dua bulan mendatang. Tapi tanggal dan hari serta jam belum pasti," ucap Alberto.
"Apa kamu serius, Albert? memangnya kalian mampu mempersiapkan semuanya hanya dalam waktu dua bulan. Nggak mungkin pula jika pernikahan akan di lakukan secara sederhana. Sedangkan kalian sama-sama orang penting," Aunty Nia merasa ragu.
"Semua sudah siap, aunty. Tanpa sepengetahuan Kristin, aku telah mengatur semuanya. Hanya tingga fitting baju pengantin saja," Alberto sumringah seraya menaik turunkan alisnya.
Tingkah Alberto ini mengundang gelak tawa Aunty Nia.
"Kristin, sebelum Albert bersamamu.Dia itu sangat pendiam, aunty tak pernah melihat dia bercanda seperti ini. Baru kali ini, aunty lihat dia bercanda. Aunty sempat berpikir, jika Albert sama sekali nggak bisa tersenyum ataupum bercanda," Aunty Nia menepuk bahu Alberto seraya terkekeh.
"Masa sih, aunty? padahal Ka Albe itu cerewet minta ampun, melebihi cerewetnya wanita." Kristina tersenyum seraya melirik pada Alberto.
Kristina menahan supaya tidak tertawa di depan Alberto, namun rupanta Alberto mengetahuinya.
__ADS_1
"Tertawalah, nggak usah di tahan." Alberto menyunggingkan senyum.
**********