Pembalasan Kristina

Pembalasan Kristina
Sebuah Teka Teki


__ADS_3

Mobil tersebut dengan sengaja menabrak Nanang, setelah itu melaju dengan kecepatan yang lebih tinggi.


Kondisi Nanang sangat mengenaskan, tubuhnya bersimbah darah. Nyawanya melayang saat itu juga.


Orang yang melintas berlalu lalang, semua mengerumuni jasad Nanang. Bahkan tak sengaja ada salah satu karyawan kantor yang melihat.


"Itu ada apa ya, kok banyak orang berkerumun?" batin salah satu karyawan Alberto.


Dia penasaram hingga akhirnya menghampiri kerumunan dan menerobosnya untuk melihat apa yang terjadi.


"Astaga, bukannya pria ini dari kantor? dia sempat bercengkrama dengan Tuan Albert." Karyawan Albert langsung pergi dari kerumunan untuk kembali ke kantor.


Sementara saat ini Alberto sedang menemani Kristina ke rumah sakit kusus anak-anak.


"Sayang, kamu nggak usah khawatir. Mila pasti baik-baik saja." Alberto merengkuh Kristina dalam pelukannya.


"Aku juga heran, ka. Selama ini Mila baik-baik saja, nggak pernah punya penyakit yang serius. " Mata Kristima berkaca-kaca.


Tak berapa lama kemudian, dokter keluar dari ruang periksa. Kristina langsung menghampiri dokter.


"Bagaimana kondisi anak saya, Dok?" Kristina menatap dokter dengan panik dan gelisah.


"Sepertinya pasien mengalami keracunan makanan, coba nyonya cek makanan yang di konsumsi oleh pasien terakhir kalinya." Dokter menyarankan.


"Mohon maaf, saya permisi dulu. Karena masih ada pasien yang harus saya tangani." Dokter tersenyum ramah seraya berlalu pergi.


Kristina lekas menemui anaknya yang saat ini sudah di pindah kusus di ruang rawat.


"Heran, kok bisa Mila keracunan makanan? sepertinya ada yang janggal dengan semua ini." Kristina mengernyitkan kening.


"Sebaiknya biar aku saja yang ke rumahmu, untuk menyelidiki hal ini. Kamu disini saja nemani Mila." Albert mengecup kening Kristina dan melangkah pergi meninggalkan ruang rawat Mila.


"Hati-hati ya, Ka." Kristina menyunggingkan senyum.


Sementara seseorang yang telah menabrak Nanang sedang tersenyum puas.


"Hhhaa, dengan begini aku tak lagi khawatir. Karena dia sudah aku lenyapkan, tinggal langkah selanjutnya. Untuk bisa menyingkirkan janda itu." Seraya mengemudikan mobil seraya tersenyum sinis.


Pria ini melajukan mobilnya menuju ke rumah dengan hati riang gembira karena telah berhasil menyingkirkan Nanang.

__ADS_1


Berbeda situasi di rumah Kristina, Albert sedang menginterogasi baby sitternya Mila.


"Apa saja yang seharian ini di konsumsi oleh Mila, dan apakah dia sempat jajan sembarangan?" Alberto menatap tajam baby sitternya Mila.


"Mila terakhir makan, makanan yang di antar tukang gojek. Kata tukang gojek itu dari Nona Kristin. Jadi saya percaya saja, dan menyuapinya dengan makanan yang dikirimkan tukang gojek tersebut." Jawab baby sitter seraya gemetar dan ketakutan.


"Apa kamu masih menyimpan sisa makanannya?" Alberto kembali lagi bertanya.


"Tidak, Tuan. Karena sisanya sudah saya buang di tong sampah, dan kebetulan sampahnya juga sudah di buang. Baru saja ada truk pembawa sampah. Jadi sama sekali nggak ada sisa sedikitpun." Baby sitter masih saja ketakutan dan panik.


"Lain kali, kamu harus berhati-hati. Jangan mudah percaya orang begitu saja. Jika ada orang yang mengirim apapun mengatas namakan majikanmu, harusnya kamu konfirmasi dulu dengan majikanmu. Tanyakan kebenarannya, apakah memang majikanmu yang mengirimnya." Alberto menasehi baby sitter panjang lebar.


"Iya, Tuan. Tolong sampaikan pada Nona Kristin, saya minta maaf karena teledor. Saya juga tidak akan mengampuni diri sendiri jika sampai terjadi apa-apa pada Non Kecil Mila." Tiba-tiba air mata baby sitter tertumpah.


"Sudahlah, nggak usah merasa bersalah. Anggap saja ini pelajaran buatmu supaya lebih berhati-hati. Dan kamu juga nggak perlu khawatir karena saat ini kondisi Mila sudah membaik." Alberto berucap seraya berlalu begitu saja.


"Alhamdulillah ya Allah, Non Kecil selamat." Baby sitter menengadahkan tangannya.


Alberto langsung kembali ke rumah sakit dimana saat ini Mila sedang di rawat.


"Sayang, aku gagal mendapatkan bukti untuk mengetahui siapa yang berniat mahal pada Mila." Alberto tertunduk lesu.


Sebelum Kristina sempat bertanya, Alberto telah terlebih dulu bercerita tentang semua yang di ceritakan oleh baby sitter pada Kristina.


"Aku nggak menyangka, ternyata ada yang berniat jahat padaku tapi kenapa pula anakku yang menjadi sasaran. Dia masih sangat kecil dan belum tahu apa-apa sama sekali." Kristina tertunduk lesu.


"Apa kamu punya musuh atau orang yang kamu curigai melakukan ini semua?" Alberto bertanya.


"Nggak ada, ka. Selama ini juga rekan bisnisku nggak ada yang jahat, menurutku semuanya baik-baik saja." Jawab Kristina singkat.


"Begini saja, coba kamu buka rekaman CCTV di halamsn rumah. Kita bisa menyeledikinya lewat jejak ojek yang mengirimkan makanan tersebut." Alberto menyarankan.


Kristina segera membuka ponselnya untuk mengecek CCTV di halaman rumah.


Kristina dan Alberto melihat dengan seksama rekaman CCTV di halaman rumah.


"Coba di zoom, biar lebih jelas kita melihat tukang gojeknya." Perintah Alberto.


Saat sedang fokus melihat rekaman CCTV di halaman rumah Kristina, tiba-tiba ponsel Alberto berbunyi.

__ADS_1


📱"Ada apa, Ron? aku sedang ada di rumah sakit."


📱"Maaf, Tuan. Saya cuma mau memberi tahu jika Nanang telah meninggal dunia sepulang dari kantor Tuan. Dia meningggal dalam kondisi tragis."


📱"Whats, bagaimana bisa? tadi saat pulang kondisi baik-baik saja."


📱"Ada orang yang sengaja ingin menabraknya, anda diharapkan segera ke kantor, Tuan."


Setelah itu tiba-tiba panggilan telpon di matikan oleh Rony.


"Sayang, bagaimana ini?" Alberto merasa tak tega meninggalkan Kristina seorang diri."


"Pergilah, ka. Aku nggak apa-apa." Kristina mencoba tersenyum.


"Aku pergi dulu, nanti aku mengirim pengawal untuk menjagamu." Alberto mencium kening Kristina.


"Hati-hati ya, kak." Pesan Kristina.


Alberto lekas pergi ke kantor dengan menggunakan mobil Kristina karena saat terakhir, dia pergi mengikuti Kristina ke apartement.


Tak berapa lama, sampailah Alberto di kantor, semua sedang riuh rame membicarakan Nanang.


Alberto menemui Rony.


"Sekarang di mana jasad Nanang?"


"Di bawa aparat polisi ke rumah sakit setempat, Tuan. Kondisinya sangat mengenaskan karena ada yang sengaja menabraknya." Jawab Rony.


"Sekarang juga kita ke rumah sakit, aku ingin melihat jasadnya." Alberto melangkah ke arah mobil di ikuti oleh Rony.


Segera Rony melajukan mobilnya ke rumah sakit dimana saat ini jasad Nanang berada.


"Ya Tuhan, bisa sampai seperti ini. Sangat mengerikan sekali." Gumamnya saat melihat jasad Nanang.


Sejenak Alberto di mintai keterangan oleh para aparat polisi yang ada di sekitar jasad Nanang.


Otak Alberto sejenak buntu, karena memikirkan orang yang meracuni Mila. Dan memikirkan orang yang telah memberi berita hoax pada salah satu media massa.


"Apakah pembunuh Nanang nggak ingin terbongkar jika dirinya yang telah menyebarkan berita hoax? apakah ada hubungannya dengan keracunan yang di alami Mila? memusingkan, semua seperti sebuah teka teki saja." Alberto menghela napas panjang.

__ADS_1


*****


Mohon dukungan like,vote, favorit..


__ADS_2