
Sendy akan datang ke kantor Kristina untuk mengajaknya bekerjasama, namun dengan tujuan buruk.
Sendy tidak tahu jika yang jahat adalah kakaknya sendiri, tapi dia telah termakan hasutan Willdan dan Elsa.
"Kak, mah. Aku pergi dulu ya." Pamit Sendy pada kakak dan mamahnya.
"Memangnya kamu mau kemana sih?" tanya Mamah Elsa mengernyitkan alis.
"Aku mau ke rumah Kristin, niatku ingin mengajaknya bekerjasama. Tujuan utamaku, ingin merebut kembali semua yang telah di rampas olehny!" Sendy mendengus kesal membayangkan kejahatan Kristina yang sebenarnya tak pernah Kristina lakukan.
"Hati-hati, Sendy. Kristin itu licik seperti ular." Willdan berkata dusta.
"Iya, kak. Dia ular aku naga, jadi nggak bakal terkalahkan. Jangan khawatir, aku akan merebutnya semua untuk kakak. Jika semua urusanku di sini telah berhasil, baru aku pulang ke Amerika Serikat kembali." Kata Sendy dengan percaya diri.
"Apa perusahaanmu di Amerika tidak akan terbengkalai jika kamu tinggalkan dalam waktu yang lama?" tanya Willdan mengernyitkan alis.
"Nggak lah, kak. Di sana aku punya banyak anak buah dan orang yang dapat aku percaya. Jadi untuk sementara perusahaanku di handle oleh anak buahku." Kata Sendy tersenyum yakin.
__ADS_1
"Apa kamu yakin anak buahmu bisa di percaya, apa nggak sebaiknya kamu memerintah salah satu anak buahmu yang mengurus masalah Kristin, dan kamu fokus dengan dua perusahaanmu yang di Amerika?" saran Mamah Elsa.
"Kalau aku memerintah orang, orang itu belum sepenuhnya tahu tentang Kristin dan juga belum tentu dia mau bekerjasama dengan orang perintahanku. Kalau aku yang bergerak sendiri, pasti kan lebih mantap. Dan Kristin nggak akan curiga denganku." Sendy sangat yakin dengan idenya sendiri.
"Ya sudah, terserah kamu saja. Kalau memang keputusanmu seperti itu." Mamah Elsa menyerah dan tak memberi nasehat atau saran kembali.
Sendy lekas menjalankan mobilnya menuju ke apartement Kristina. Di otaknya sudah terbesit seribu pikiran jahat untuk Kristina.
Tak berapa lama, sampailah Sendy di apartement Kristina. Akan tetapi dia tidak bisa langsung bertemu dengan Kristina, karena banyaknya anak buah yang berjaga di apartementnya.
"Sial, kenapa banyak sekali bodyguard di sini. Aku pikir, bisa leluasa masuk begitu saja." Gerutu Sendy dalam hati.
"Maaf, anda di larang masuk jika tidak berkepentingan. Apakah sebelumnya anda telah ada janji dengan, Nona Kristin?" tanya salah satu bodyguard.
Sedang bodyguard yang lain menghubungi Alberto dengan menelponnya. Karena kebetulan Alberto sedang ada di apartement Kristin untuk sekedar sarapan.
📱"Hallo, Tuan. Mohon maaf di halaman ada seorang pemuda ingin bertemu dengan Nona Kristin. Saat ini sedang di interogasi teman saya."
__ADS_1
📱"Jangan di ijinkan masuk, jika identitas dan tujuannya tidak jelas."
📱"Baik, Tuan."
Bodyguard langsung menutup panggilan telponnya. Sembari menunggu rekan kerjanya yang sedang menginterogasi Sendy.
"Ka, siapa yang pagi-pagi telpon?" Tanya Kristina penasaran.
"Yang jelas bukan seorang wanita." Jawab Alberto terkekeh.
"Hem, kaka. Siapa koh?" Kristina mengerucutkan bibirnya.
"Salah satu anak buahku yang bertugas di rumah ini, dia menelpon jika di halaman rumah ada seorang pemuda ingin menemuimu." Jawab Alberto seraya menyatap sarapannya.
"Pemuda, kok aku jadi penasaran ya?" Kristina bangkit berdiri dengan berniat akan ke halaman rumah.
Namun Alberto melarangnya, dan meminta Kristina duduk kembali.
__ADS_1
*******