
Satu minggu kemudian, putri berangkat kejepang bersama paman alex, dan charlie, tapi deniel juga ikut mereka karna dia juga harus pulang ke jepang untuk kembali bekerja.
"Put, bagaimana masalah kamu dengan steven? " Tanya charlie saat dalam penerbangan.
"Tunggu!! Jadi putri pacaran sama ceo steven yang lagi viral karna fotonya yang itu ya?" Sahut deniel tanpa berfikir.
"Hei, jangan sembarang omong kamu! aku dan dia hanya dekat, kita tidak pacaran sama sekali, dulu aku mengaguminya dan semakin lama aku jadi mencintainya karna dia sangat banyak membantuku hingga aku jadi seperti sekarang, tapi karna kedatangan mantan kekasih nya beberapa waktu lalu, membuatku tidak yakin bahwa aku mencintainya lagi, karna sikap nya terhadap wanita itu benar benar berbeda, dia sangat peduli pada wanita itu." Jelas putri yang kembali tersurut amarah.
"Emm.. Aku coba browsing dulu fotonya ya."
"Deniel untuk apa sih kamu mencari foto yang gak penting itu, menjijikan tau gak!" Ujar putri kesal.
"Jangan salah faham dulu, aku mencari foto itu hanya untuk melihat foto itu asli atau hanya editan saja, karna aku fotografer, aku bisa membedakanya.
Nah, ini dia.. Ehh,, kayaknya foto nya asli deh, ini diambil melalui kamera ponsel, tapi ada yang janggal dari foto ini."
"Apa maksud kamu?" Tanya putri dengan rasa penasaran.
"Coba deh kamu lihat, kalau misalnya foto ini diambil secara tidak sengaja oleh orang lain atau wartawan, tidak mungkin bisa sejelas ini kan, bahkan posisinya mereka menutupi kamera.
Inikan kejadianya dirumah sakit kayaknya, karna ada tiang infus disana." Jelas deniel.
"Iya, memang dirumah sakit, waktu itu mobil steven menabrak mobil wanita itu ditepi jalan dan membawanya kerumah sakit, tapi kayaknya mereka masih saling mencintai, bahkan saat aku pergi karna melihat mereka berdua, steven sama sekali tidak mengejarku, dia lebih mempedulikan wanita itu."
"Hm.. Baiklah, logika nya gini, dirumah sakit kan ranjang nya hanya ada satu, gak mungkinlah steven mau tidur disamping wanita itu sempit sempitan." Ucap deniel.
"Stop.!! Sudah cukup, tolong jangan dibahas lagi, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, apa lagi karna cinta, cinta itu bisa membutakan segalanya, aku tidak heran kalau memang benar steven melakukan itu jika dia masih mencintai mantan kekasihnya",
"Jadi tolong jangan bahas masalah ini lagi, aku tidak ingin ingatan itu melekat pada otaku, aku sudah melupakanya, aku membenci dia, dihatiku sudah tidak ada lagi cinta, baik untuk nya atau untuk siapapun itu, karna aku tidak ingin lagi mengenal yang namanya cinta, karna akan menyakitkan bagiku, untuk saat ini aku hanya ingin fokus pada karier dan juga perusahaan."
Huhh. Aku rasanya pengen nangis saat mengingatkan itu, tapi aku harus kuat, tidak boleh lemah hanya karna dia, aku harus tetap maju, demi karier dan juga perusahaanku.
_
Jepang.
Pagi ini putri dan yang lainya menuju keperusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan JD, untuk meeting besar.
Beberapa saat setelah meeting, ahirnya mereka berhasil menjalin kerja sama perusahaan.
Tidak sedikit yang sudah mengenali putri disana sebagai cheetya Lee model papan atas yang wajah nya ada dicover berbagai merk majalah itu. Mereka menyerbu ingin foto bersama terutama kaum wanita, karna sangat terinspirasi padanya yang sudah sukses diusia muda.
Saat semuanya bubar barulah putri dan paman alex juga charlie bisa keluar kantor dengan lega.
Saat mereka keluar hendak menuju kafe, tiba tiba seorang lelaki tidak sengaja menabrak bahu paman alex dan membuat nya sempoyongan.
"Heii hati-hati dong kalau jalan! " Ucap charlie dengan amarah.
"Eh, maaf.. Maaf ,aku tidak sengaja, tadi aku buru-buru, maaf pak, apa ada yang sakit?"
Mereka berbicara dengan menggunakan bahasa inggris.
"Aku tidak apa-apa nak hanya kaget saja." Timpal paman alex.
Putri sedari tadi hanya diam memperhatikan orang itu, karna sepertinya dia pernah melihatnya.
"Hei.. Kamu.. Kamu putri kan? Kamu lupa sama aku ya? Aku shine." Ujar pria itu dengan senyuman.
"Hah? Shine, ,ini beneran kamu? " Tanya putri kaget.
"Iya lah.. Em.. Kita bisa ngobrol empat mata gak? Aku pengen ngomong sama kamu."
"Baiklah.Paman, kak charlie, kalian duluan saja kekantin, nanti aku nyusul." Putri pamit untuk mengikuti shine.
"Jangan lama lama ya put, hati hati, ,banyak orang jahat disini." Ucap charlie sambil melirik shine.
"Iya kak, kalian tunggu aku dikantin ya. Aku sebentar aja kok."
Shine mengajak putri duduk dibangku taman kecil disamping perusahaan itu.
"Put, kamu makin cantik ya, sudah berapa tahun kita tidak bertemu, kamu jadi semakin hebat, tiap hari aku selalu browsing mencari berita dari kamu dimedia sosial, aku selalu mengikuti keseharian kamu selama ini." Jelas shine menatap putri.
"Oh ya.! Makasih, kamu juga makin tampan, tadi aku sempat pangling."
"Um.. Put, apa kamu bersedia maafin aku?"
"Maaf buat apa shine?"
"Yah.. Dulu aku menyakiti hati kamu, aku berpaling dari kamu. Aku mau kamu maafin aku, dan kita bisa seperti dulu, mau ya?" Shine menggenggam tangan putri.
"Aku udah maafin kamu kok shine, walaupun aku kecewa sama kamu karna kamu tidak percaya padaku dulu saat aku dituduh bianca kalau aku selingkuh dari kamu.
tapi kan itu udah lama, masih zaman SMA, aku sudah melupakan itu kok."
"terimakasih put, aku harap kita bisa menjalani kehidupan kita dari awal, aku ingin memperbaiki kesalahanku padamu." Tutur shine sungguh-sungguh.
"Maaf shine, bukanya kamu masih pacaran sama bianca?"
"Gak kok, dia sudah aku putusin, dia sangat egois, aku gak ngerti kenapa aku bisa berpaling dari kamu dan mencintai dia, aku sudah termakan omongan jahatnya tentang kamu."
"Oh begitu.Untuk sekarang kita hanya bisa berteman shine, karna saat ini aku ingin menutup hatiku rapat rapat." Pungkas putri tertunduk.
"Apakah itu karna steven?"
__ADS_1
"Kok kamu bisa tau?"
"Put, berita kamu dan steven itu sudah lama tersebar sebelum berita foto bugil steven itu viral, jadi semua orang juga tau kalau kamu dan steven sangat dekat, apakah kamu masih mencintai orang yang seperti itu?" Ujar shine menatap putri.
"Apa maksudmu? Jangan coba-coba untuk memprovokasi aku ya!"
"Put, bahkan kamu marah saat aku mengatakan hal buruk tentang steven, kamu benar-benar masih cinta sama dia?"
"Bukan urusan kamu, tadi aku sudah bilang, aku tidak ingin mengenal cinta lagi, aku akan menutup hatiku untuk siapapun termasuk kamu shine!" Ketus putri.
"Put, maafin aku, aku tidak akan bahas itu lagi,
Aku sudah lama menantikan untuk bisa bertemu kamu, dan sekarang aku ingin kita berteman baik, itu saja sudah cukup."
"Heh, setelah apa yang kamu dan bianca lakukan padaku, kamu masih mengaharapkan maaf dariku, jangan mimpi! " Tegas putri
"Loh,, bukanya tadi kamu sudah memaafkan aku put?"
"Aku berubah pikiran, aku tidak akan berteman dengan orang munafik bermuka dua."
"Putri, please. Lupakan masalah dulu, aku tau kamu sangat kecewa padaku, tapi aku tidak tahu bahwa kamu difitnah put, kalau aku tau akau gak bakal ninggalin kamu." Shine meraih kedua tangan putri.
"Oh ya! ! Kenapa baru sekarang kamu memohon dan minta maaf? kenapa dulu kamu sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasanku? ,dan bahkan tidak mau mengusut masalah nya, kamu juga menjatuhkanku, mendorongku dengan kuat, dan bahkan mempermalukanku didepan umum, apa kamu kira semua itu mudah dilupkan shine!! .
Asal kamu tahu, aku bisa bangkit seperti sekarang karna aku ingin membalaskan dendamku pada kalian semua, membalaskan dendam papa mamaku pada keluarga bianca, dan asal kamu tahu, sejak saat itu aku sudah bersumpah diatas makam papa dan mama untuk membalas kalian, dan mengahancurkan kalian sehancur hancurnya.. Hikss.
Sekarang kamu pergi shine, tinggalkan aku."
Putri menangis dengan rasa kesal dan benci dalam hatinya.
"Put, tolong maafkan aku, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi, aku janji, aku akan memperbaiki kesalahanku, put tolonglah percaya padaku kali ini saja, please.."
Shine mendekap putri dengan kencang, dan memohon maaf atas apa yang dia perbuat dimasa lalunya.
"Shine, lepaskan aku.!!"
"Tidak, ,aku tidak akan melepaskan kamu kalau kamu masih menangis seperti ini, aku sungguh tidak tega put, tolong tenanglah."
"Baiklah, kalau kamu tidak mau melepaskanku, aku akan teriak."
"Oke.. Oke.. Akan aku lepaskan, tapi tolong, berhentilah menangis okey." Shine melepaskan dekapanya dan mengelap air mata putri yang berjatuhan.
"Puti, sekli lagi maafin aku, aku akan terus minta maaf sama kamu sampai kamu memaafkan aku,walaupun itu sampai bertahun tahun bahkan seribu tahunpun akan aku lakukan. Aku benar benar bersalah padamu, aku sangat menyesalinya.
Aku bersedia jika kau ingin membalaskan dendamu padaku, aku tidak akan menolak nya. Asalkan itu bisa membuat hati kamu lega."
"Shine, apa kamu tidak takut, kalau aku akan menjatuhkan perusahaan kamu sampai tidak bisa bangkit lagi.?"
"Silahkan, aku tidak takut, asal itu bisa membuat kamu bahagia, apapun yang kamu lakukan akan aku terima." Sahut shine tertunduk.
Maaf aku harus pergi, permisi."
Putri berlalu meninggalkan shine yang masih duduk dibangku taman itu.
Putri tersentuh, saat dia menoleh kebelakang melihat raut wajah shine tertunduk sedih dengan penuh penyesalan.
"Apakah aku terlalu kejam? Melihat shine seperti itu, kenapa aku merasa sedih. Bukankah ini yang aku harapkan, tapi kenapa aku seakan tidak tega,
Ahh sudahlah, ,mungkin aku yang terlalu baik pada mereka." Gerutu putri sembari berjalan menghampiri paman alex dikantin.
"Paman, kak charlie, maaf membuat kalian menunggu lama."
"Gak apa apa kok put, nih aku sudah pesankan makanan buat kamu."
"Wahh. Kak charlie memang paling the best, tau banget aku udah laper." Putri tersenyum sembari duduk.
"Iya dong silahkan dimakan.Oh iya, gimana tadi urusanya dengan orang itu.
Dia shine kan? Mantan pacar kamu waktu SMA yang direbut oleh bianca? " Tanya charlie.
"Iya, tadi dia memohon maaf padaku, tadinya aku bilang kalau aku akan menjatuhkan perusahaan papanya yang dia pimpin, tapi saat aku melihat wajahnya yang pasrah dan penuh penyesalan, hatiku jadi tidak tega, aku jadi dilema, apa yang harus aku lakukan?"
"Nak, jika seseorang sudah meminta maaf dengan tulus, kenapa harus diragukan lagi, maafkanlah dia." Pungkas paman alex.
"Tapi paman, aku sudah bersumpah diatas makam papa dan mama untuk membalas mereka yang sudah menyakitiku."
"Nak, paman yakin, papa dan mama kamu juga akan tenang jika tidak ada dendam dalam hati kamu.
Sama hal nya yang kamu alami sekarang, kamu tidak mengusut masalah yang terjadi pada steven, siapa tau dia juga dijebak seperti yang kamu alami dulu, ya kan?"
"Baik paman, aku akan mencoba memaafkan shine.
Tapi apa iya steven juga dijebak?
Sudahlah jangan bahas dia lagi, bikin aku gak nafsu makan nanti.Oh iya, paman, besok aku mau kekantornya deniel dulu, ada hal yang mau dibicarakan padanya.
Paman dan kak charlie boleh keliling jepang dulu, untuk menghilangkan penat karna kerjaan, lagian waktu kita masih banyak." Ungkap putri sambil makan.
"Memangnya kamu tau tempat kantornya deniel?" Tanya charlie.
"Besok dia yang jemput kok."
"Oh baiklah, kamu pintar, paman yakin kamu bisa jaga diri dengan baik."
__ADS_1
"Iya paman, terimakasih sudah menemani dan mendukung putri."
"Sama-sama nak."
_
Keesokan harinya, deniel menjemput putri dihotel tempat dia bermalam. Dan membawanya kekantor tempat dia bekerja
Ternyata desas desus diperusahaan majalah itu sudah menyebar bahwa cheentya lee yang mereka kenal itu akan datang berkunjung keperusahaan mereka, saking antusiasnya mereka menyiapkan sebuah sambutan istimewa dengan dekorasi yang menarik bahkan foto foto nya yang terpajang sangat besar, tidak heran semua orang banyak mengenalnya, karna disetiap majalah sudah terpampang wajah nya yang cantik natural itu.
"Selamat datang nona Lee.
Selamat datang dikantor kami, kami sudah menyiapkan satu ruangan khusus untuk tamu terbesar kita hari ini." Ucap salah satu karyawan dengan menggunakan bahasa jepang.
"Maaf semuanya, nona Lee belum fasih menggunakan bahasa jepang, jadi kalian bisa berinteraksi menggunakan bahasa inggris denganya." Ujar deniel pada semua orang yang memenuhi ruangan kantor itu.
"Baiklah, sekarang kita menuju keruangan yang sudah mereka siapkan untukmu."
"Den, kok bisa sampai kayak gini sih, kamu sengaja ya menyuruh mereka membuat dekorasi segala, gak perlu kayak gini tau."
"Bukan aku kok, tapi bos besar kita yang menyuruh nya. Saat aku bilang kalau kamu mau kesini hari ini, dia langsung cepat cepat memerintahkan semua orang untuk mendekorasi satu ruangan khusus buat kamu. Kamu itu tamu terhormat, sudah sepantasnya kamu mendapatkan ini.
Mari silahkan masuk, bos sudah menunggu didalam."
"Baiklah terimakasih."
Saat putri masuk kedalam ruangan, dia dikagetkan dengan orang yang sudah ramai berkumpul dalam ruangan itu.
"Wah.. Ini sih kayak mau konfrensi pers." Ujar putri terperangah.
"Iya, ini memang kayak konfrensi pers,kamu lihat disana, sudah banyak sekali wartawan dari berbagai media yang diundang kesini."
"Wah.. Wah.. Aku sangat tersanjung."
Nona lee!! Nona Lee!! Nona Lee!!
Itu dia sudah datang, ayo kamera ikuti dia dengan baik, jangan sampai membuatnya tidak nyaman.
Saat putri memasuki ruangan besar itu, semua orang antusias menyambut kedatanganya, berbagai media mulai mendekat untuk mengambil potret nya.
"Put, itu adalah ceo dari perusahaan ini. Umurnya sudah tua, tapi anak nya sangat tampan loh, dan ceo ini juga blasteran indonesia."
"Oh ya.! Memang nya aku nanya?"
"Enggak, hehe.. Kamu jahat banget sih put.
Sudah yuk cepat naik."
Event dimulai, ceo perusahaan itu mulai membuka acara. "Selamat pagi semuanya, saya adalah ceo dari perusahaan majalah ini, majalah terbesar dijepang, hari ini kita sangat beruntung kedatangan tamu yang special yang super sibuk, karna dia tidak hanya model papan atas, tapi dia juga ceo diperusahaanya sendiri, kalian patut mencontohnya, dan menjadikanya motivasi, karna dia baru berumur 22 tahun, tapi nama nya sudah melejit kemanca negara. Saya sengaja mengundang kalian para wartawan untuk meliput kegiatan kita hari ini bersama nona lee.
"Baiklah, mari kita dengarkan dan berbincang bincang dengan nona lee. Para wartawan silahkan bertanya satu per satu, nona lee silahkan sampaikan pendahuluan terlebih dahulu, karna ini pertama kalinya kamu kesini."
Dengan sigap, putri mengambil mic dan bicara tanpa ragu. "Baiklah semuanya, mohon maaf kalau saya belum bisa menggunakan bahasa jepang, tapi kalian bisa mengerti kan kalau aku bicara menggunakan bahasa inggris."
"Pertama, kenalkan nama asli saya adalah Cheentya Putri,saya berasal dari indonesia, saya kuliah di paris prancis, dan dua semester lagi saya akan wisuda.
Oke, silahkan bertanya, kalau ada pertanyaan diseputaran karier dan bisnis ."
"Nona, kamu kan dipanggil dengan sebutan nona Lee, tapi dalam nama anda 'Lee' itu tidak ada, berasal dari mana Lee itu sendiri." Tanya salah satu wartawan media
"Lee itu dari marga papa saya, karna papa saya orang korea, dan mungkin diantara kalian juga ada yang mengenalnya."
"Oh. Siapa nama papa nona? Dan mama nona berasal dari mana?"
"Nama papa saya Jordhan Dorez Lee, tapi marga itu disembunyikan oleh papa saat papa menikah dengan mama. Sedangkan mama berasal dari paris, tapi kami menetap diindonesia."
"Apa? Bukanya Jordhan dorez itu adalah aktor korea yang dikabarkan hilang itu?
Kenapa dia bisa menetap diindonesia? Apakah sebelumnya papa anda ada masalah?"
"Iya, dia adalah aktor yang terkenal dizamanya, kita tinggal diindonesia bukan karna ada masalah apapun, hanya saja papa ingin berhenti menjadi artis, dan ingin hidup damai bersama mama, dan terdiri lah perusahaan JD ini, JD itu sendiri adalah singkatan dari nama papa.
Tapi saat ini mereka sudah tenang dialam sana!"
"Maksud nona Lee, maaf, apa mereka sudah tiada. ?"
"Iya, papa mama, sudah meninggal saat umurku 14 tahun, mulai saat itu, aku berjuang hidup sendiri, dibantu oleh pamanku dan anaknya, tapi cobaan itu membuatku tegar, dan kuat, aku bisa mengerti bagaimana susahnya menjalani hidup tanpa orang tua..Hiks.. "
"Aku.. Aku.. Aku sangat merindukan mereka, dulu aku sempat berpikir akan bunuh diri supaya bisa berkumpul lagi bersama mereka, tapi ternyata aku salah, jika aku mati, maka tidak ada lagi penerus keluarga papa dan mama.. Hiks.. "
"Selama bertahun tahun, aku hidup dalam kesepian tanpa kasih sayang dari orang tua, aku tidak bisa seperti anak yang lainya, dimana mereka masih dimanjakan kedua orang tuanya.
Sedangkan aku, aku mempunyai ibu tiri dan saudara tiri, tapi mereka memperlakukan aku layaknya bintang peliharaan, bahkan mereka merebut rumah dan perusahaan yang sudah papa bangun dari nol",
"Tapi ahirnya aku berhasil mengambil apa yang sudah menjadi hak ku itu kembali lagi ketanganku, dan itu semua berkat bantuan dari pamanku, orang yang sudah ku anggap seperti papaku sendiri",
"Bersukur lah kalian masih memiliki orang tua, berbaktilah pada orang tua kalian, jika mereka sudah pergi, hanya ada kerinduan yang tertinggal bersama kenyataan yang pahit.Maaf kalau aku menangis,, aku tidak bisa menahan air mata ini."
Putri tersedu sambil menceritakan jalan hidupnya.
"Tidak apa-apa nona, silahkan menangis."
Bukan hanya putri yang bersedih, tapi semua orang dalam ruangan itu turut meneteskan air mata saat mendengar cerita jeritan hati seoarang model ini, siapa sangka dibalik kejayaan dan ketenaran yang dia miliki saat ini tersimpan cerita pahit yang memilukan hati.
__ADS_1
•••
BERSAMBUNG.