
Malam yang kelam itu tidak akan pernah dilupakan oleh putri saat seehan menyakitinya dan mama rani. Dalam hatinya dia berkata, jika dia selamat nanti, maka dia akan membalas perlakuan dari seehan yang keji ini.
Tapi semua itu sia-sia, dia berpikir terlalu jauh, karna seehan selalu menyakitinya, dia menampar putri tiap kali mendengar putri bicara yang menyudutkanya.
Seehan mendekat pada putri, dan duduk disampingnya yang tengah terikat diranjang itu.
"Put, asal kamu tau, sebenarnya aku tidak ingin menyakiti kamu, karna aku sudah jatuh hati padamu, aku sudah cinta sama kamu. Aku ingin sekali memiliki kamu, tapi aku melihat kau sudah sangat dekat dengan steven, bahkan kalian tinggal dalam satu rumah, itu membuatku ingin sekali menghancurkan hubungan kalian berdua."
Seehan, mendekatkan wajah nya pada putri, lalu dia berbuat yang tidak senonoh pada putri. ia memaksa putri untuk mengikuti nafsunya.
Putri menggelengkan kepalanya, menolak untuk dicium seehan, tapi seehan memegang kepalanya sampai putri tidak bisa bergerak.
Putri menjerit dengan kuat sambil menangis, Putri ingin sekali bicara dan menolak seehan, tapi mulutnya dibungkam oleh bibir seehan.
Seehan menghentikan ciumanya. Membuat putri bernafas lega.
"Seehan!! Bajing*n kamu!! Kenapa kau melakukan ini padaku!! Apa salahku padamu!! Dasar bejat. Orang gila!!" Teriak putri.
"Heh,, kenapa aku melakukanya?? Apa aku tidak boleh, sedangkan steven boleh? Memangnya apa yang sudah dia berikan untukmu?, apa yang sudah kalian berdua lakukan hah?" Timpal seehan sambil mendekatkan wajahnya pada putri.
"Apakah, kalian sudah melakukan hal yang intim? Bagaimana steven melakukanya? Apakah seperti ini?"
Tangan seehan mulai berkekeliaran menjamah tubuh putri.
Putri berontak sangat kuat hingga pergelangan tangan dan kakinya berdarah akibat terikat rantai yang selalu menariknya.
"Ahh,, jangan!! Kumohon,, jangan lakukan itu." Teriak putri menangis.
"Berisik!!" Bentak seehan, lalu dia merobek rok putri dan mengikatkanya dimulutnya, hingga putri tidak bisa lagi bicara.
Putri hanya menangis pasrah, berontak pun sudah tidak sanggup. Tangan dan kaki nya sudah mulai mengeluarkan darah akibat gesekan dari rantai yang mengikatnya. Putri sama sekali tidak bisa bergerak, hanya tatapan matanya yang berbicara.
Seehan memulai aksinya bagaikan orang yang sudah tidak waras. iblis sudah merasuki pikirannya hingga ia berbuat keji.
"Hm.. Apakah seperti ini yang sering kau lakukan dengan steven?". Ucap seehan menatap mata putri yang berlinang air mata itu, putri hanya diam dan memejamkan matanya karna tidak ingin melihat wajah manusia bangs*t ini.
__ADS_1
Putri makin menangis saat seehan hendak melakukan perbuatan keji terhadapnya. ia hanya bisa berdoa supaya stev dan shine bisa menemukannya tepat waktu.
Tapi harapan itu pupus ketika seehan memulai aksi bejat nya. ia membuat putri kehilangan keperawanannya.
Putri menangis menjadi-jadi. Pikirannya sangat kacau, dia pasrah jika nanti steven tidak akan menerima nya lagi, dan dia juga sudah rela jika pernikahanya akan batal.
Tiba-tiba seehan berhenti ia menyadari bahwa putri masih perawan, ia mengira bahwa putri dan stev sudah melakukannya, tapi perkiraannya itu salah.
"Kamu??.. Ternyata kamu masih perawan?" Ujar seehan kaget. Tapi dia tetap melanjutkannya karna sudah terlanjur baginya.
"Dasar bajing*n!! ingin sekali aku membunuhmu seehan!!."
Setelah selesai. seehan beranjak dari tubuh putri.
"Sayang.. Apa kau menikmatinya,, tidak akan terlalu sakit jika kau sudah terbiasa nanti." Ujar seehan sambil menjepit dagu putri.
Putri menatap mata seehan dengan amarah dan air mata. "Dasar bajing*n!! Manusia bejat!! Iblis!! Bangs*t!! Mati saja kau. Ingin sekali aku mencekikmu sekarang" Putri menatap mata seehan dengan penuh dendam kebencian yang mendalam.
Seehan beranjak, dan melepaskan ikatan rantai pada tangan dan kaki putri. Putri terkulai lemas. Dengan cepat dia membuka penutup mulut nya.
"Seehan!! Bajing*n kamu!! Aku akan membunuhmu nanti!!." Putri berteriak pada seehan dengan sekuat tenaga dan cucuran air mata. Lalu dia terkulai lemas menekuk tubuhnya dan memeluk lutut nya diatas ranjang tanpa sehelai pakaian pun.
Putri kembali berontak, tidak ingin lagi disentuh oleh bajing*n itu.
"Seehan turunkan aku, kau mau bawa aku kemana?" Bentak putri memukul pundak seehan.
"Aku akan memandikan kamu." Jawab seehan santai dan terus melangkah.
"Tidak!! Lepaskan aku,, aku bisa mandi sendiri." Teriak putri.
"Nggak! Kamu pasti lelah dan tidak bisa berjalan."
"Dasar kepar*t!!"
Seehan tetap menggendong putri dan memandikanya didalam bethup.
__ADS_1
Tanpa sadar, putri pun tertidur saat mandi, mungkin karna dia terlalu lelah, hingga dia tidak menyadari bahwa dia akan tertidur disana.
Seehan heran saat putri sudah tidak bergerak sama sekali. Dia pun melihat wajah putri yang sedang tertidur itu. Lalu seehan mengangkatnya dan membalut nya dengan handuk. Lalu meletakanya kembali diatas ranjang.
Lalu seehan meraih ponsel nya. "Halo, beli pakaian wanita yang banyak, dan antar kemari dalam 15 menit. "Ucap seehan saat menelpon seseorang.
Seehan keluar dari kamar setelah menyelimuti putri yang sedang terlelap. Beberapa menit kemudian dia kembali lagi dengan membawa kotak obat. Lalu dia mengoleskan obat pada luka dikedua tangan dan kaki putri. kemudian membalut nya.
_
Disaat yang bersamaan. Mama steven masih merintih didalam ruangan yang dingin dan tanpa cahaya itu. Seseorang telah memberinya makanan dan sebatang lampu lilin untuknya. Namun dia tidak menyentuh makanan itu sama sekali
Disisi lain. Steven dan shine masih cemas, sudah seharian ini mereka berdua berkeliling mencari keberadaan putri dan mamanya, bahkan shine sudah menyebarkan puluhan orang suruhanya untuk mencari mereka, tapi tidak satu pun dari mereka yang menemukan jejak atau petunjuknya.
"Ahhh!! Shine! Aku bingung! Dimana sebenarnya seehan membawa putri dan mama, aku takut seehan akan menyakitinya. Aku tidak bisa terima kalau terjadi apa-apa pada putri. Aku akan membunuhnya jika aku menemukanya nanti." Ucap seteven dalam kemarahan,
"Stev! Aku juga cemas,,dimana dia sebenarnya.. Apakah dia ada tempat untuk bersembunyi.? Tapi dimana? Aku sama sekali tidak bisa melacaknya."Sahut shine.
"Sialan!! Ternyata seehan lebih cepat satu langkah dari kita. Ini salahku, aku kurang menjaganya. Aku bodoh!! Sekarang putri dalam bahaya, dan kita tidak bisa melakukan apa'apa untuk nya.
Shine, kamu pulanglah, besok kita lanjutkan lagi pencarian putri." Ujar steven menepuk pundak shine.
"Baiklah, aku pulang, pagi besok aku langsung mencari putri, aku akan mencarinya kearah jawa. Dan kamu terus mencari diseputaran jakarta."
"Oke shine, terimakasih banyak kau selalu membantuku menjaga putri." Tutur steven.
"Tidak masalah,, aku pergi dulu."
Saat shine keluar dari kantor steven, dia pun bersandar pada kursi kerjanya sambil memejamkan mata.
"Sayang, maafkan aku,, aku tidak menemukan kamu hari ini, tapi aku akan terus berusaha untuk menemukan kamu, kuharap kamu dan mama baik-baik saja berada ditangan iblis itu. Lihat saja kalau aku sudah menemukanya, aku akan menembaknya hingga mati jika dia melukaimu sedikit saja."
"Ini salahku, semua ini adalah salahku,, kamu menderita begini karna aku,, aku.!!" Steven tertunduk merasa sangat bersalah. Tak terasa air matanya menetes begitu deras.
Hatinya sangat kacau. Rasa bersalah itu bersarang dihatinya. Dia memukul dinding dengan kuat, hingga tangan nya berdarah. Lalu stev menghantukkan kepalanya di dinding dengan tertunduk sambil memikirkan keadaan putri.
__ADS_1
•••
BERSAMBUNG...