Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Happy Wedding P&S


__ADS_3

Malam harinya, putri kembali tidur dirumah steven karna mamanya tidak mengizinkan putri tinggal sendirian lagi sampai hari pernikahan mereka.


"Sayang, kamu tidurlah, biar aku peluk ya." Tutur steven sembari membelai rambut putri dalam dekapanya.


"Iya, makasih stev, kamu selalu menjagaku. aku beruntung memiliki pacar sepertimu."


"Heii, disini aku yang beruntung, kamu adalah gadis yang tangguh, gadis yang tegas dan kuat. kamu bisa mengatasi kesulitan dari kamu masih kecil. aku bangga padamu." Stev mengecup kening putri.


"Hm.. Kita sama-sama beruntung, makasih sudah menyayangiku dengan tulus."


"Iya sayang, sekarang tidurlah, aku akan menjagamu." Steven menepuk lembut kepala putri sampai ia tertidur pulas. kemudian stev menyelimutinya. Lalu ia pun turut tidur setelah putri terlelap.


_


Satu minggu kemudian. Tibalah hari pernikahan steven dan putri. Dihadiri ribuan tamu undangan yang diselenggarakan digedung perusahaan stev.


Keluarga besar dan semua kerabat pun turut hadir dalam acara akbar itu.


Stev mendekat pada shine. "Shine, apa kau sudah memastikan kalau seehan tidak akan mengacaukan pesta ini?" Bisik steven pada shine.


"Harusnya sih tidak, karna racun pelumpuh saraf itu tidak akan hilang selama satu bulan." Jawab shine.


"Terimakasih, tapi kau harus tetap waspada, karna dia memiliki banyak anak buah. Baiklah, aku pergi dulu, acara nya segera dimulai."


Tidak lama kemudian steven dan putri pun dinikahkan, dan resmi menjadi suami istri. Shine hanya melihat dari kejauhan sambil berjaga.


"Ahirnya kau resmi jadi istri seorang kakak sepupuku. Aku hanya bisa berharap, setelah penderitaan ini, kamu bisa bahagia bersama steven. Tidak ada yang kuinginkan selain kebahagiaan kamu put." Ucap shine berbisik kecil pada dirinya sendiri. Tak terasa air mata itu mengalir begitu saja melewati pipinya. Seketika shine tersadar, lalu ia buru-buru mengelap air matanya sebelum ada yang melihat.


Saat shine mengelap matanya, tanpa sengaja ia melihat seseorang yang mencurigakan didalam keramaian. Dia pun langsung mengejar orang itu dari belakang dan terus mengikutinya.


Orang itu menuju tempat hidangan makanan.


shine semakin curiga pada orang itu saat dia menoleh kiri dan kanan. Orang itu nampak mengeluarkan sesuatu dari balik baju jaket nya dan akan menaburknya diatas makanan yang terhidang.

__ADS_1


Shine melangkah cepat dan langsung menahan tangan orang itu dan meringkusnya. Tapi orang itu sempat kabur, shine langsung mengejarnya hingga menemukan jalan buntu.


"Heh! Mau kemana lagi kamu hah?" Ucap shine sambil berjalan mendekat pada orang yang berpakayan serba hitam itu.


Saat shine ingin meringkus tangan orang itu, ternyata orang itu sudah menyiapkan pisau kecil, lalu dia menggores lengan shine cukup dalam hingga darah nya bercucuran. Kemudian orang itu melarikan diri


"Ahh.. Brengsek!!" Shine merasakan perih pada lengannya, tapi dia tetap mengejar orang itu. "Sial!! Aku gak bawa pistol. Terpaksa hanya bisa menggunakan tenaga."


Shine kembali mengejar orang itu sekuat tenaga, lalu dia pun mendapatkanya kemudian menendang belakang orang itu hingga tersungkur.


Dengan sigap shine mengambil pisau dari dalam baju orang itu, kemudian meringkusnya.


"Katakan!! Apakah seehan yang menyuruh mu?" Teriak shine sambil memijakan kakinya dipundak orang itu yang sedang tertunduk dibekuk shine.


"Iya. Tuan.. Maaf.. Maafkan aku, aku hanya menjalankan perintah, tolong jangan bunuh aku." Jawabnya dengan gemetaran ketakutan.


"Baiklah, karna kamu sudah mengaku, maka aku akan melepaskan kamu, katakan pada seehan bahwa shine yang menggagalkan rencanya. Bilang padanya kalau steven dan putri sudah resmi jadi suami istri secara hukum dan agama." Bentak shine sinis.


"Baik.. Baik tuan." Orang itu langsung berlari terbirit-birit.


"Ahh! Luka ini cukup dalam, sebaiknya aku balut dulu dan ganti baju, supaya tidak ada yang menyadarinya."


Shine pun pergi menuju klinik terdekat, dan dia sudah menelpon bawahanya untuk mengantarkan pakaian padanya.


Setelah semuanya selesai, diapun kembali lagi kepesta. Dan foto bersama dengan pengantin yang tengah berbahagia itu.


Sore hari, pesta itu mulai sepi, semua orang sudah mulai pulang. Tinggal keluarga putri dan steven yang tertinggal.


"Stev, Sayang sekali ya kimberly gak bisa hadir disini, padahal sudah lama kita gak ketemu, aku merindukanya." Ucap putri.


"Mau gimana lagi, dia gak bisa ninggalin kuliahnya, nanti kita vidio call saja ya sayang." Sahut stev.


"Eh, shine, kamu jangan lama-lama ya menyusul kita." Ucap steven sambil menyenggol lengan shine.

__ADS_1


"Aww..!" Shine memegang lengannya. Tapi dia tetap tenang walau itu sakit, untung saja tidak ada yang menyadari luka dilengan shine


"Kalian kok nyuruh aku sih. Tuh kak charlie kan udah kepala dua, harus nya dia yang menikah terlebih dahulu." Sahut shine.


"Apaan sih, kok dilimpahkan sama aku. Aku sudah ada calon dijepang sana, dan kita akan menikah sebentar lagi, aku justru khawatir sama kamu shine. Haha.." Charlie terbahak mengejek shine.


"Wah. Kak charlie udah punya pacar ya. Kenalin dong " Seru putri.


"Iya, tapi nanti kalau kamu kejepang ya." Jawab charlie sembari mengelus rambut putri.


Shine tercengang menyadari lukanya terbuka.


"Gawat! Lukanya terbuka, ini perih sekali."


"Em.. Semuanya, aku pulang dulu ya. Aku mau istirahat, dahh... selamat berbahagia stev, putri. sampai ketemu nanti malam" Ucap shine buru-buru pergi.


"Loh, kok cepat banget shine? Kamu gak apa-apa kan?" Tanya putri khawatir.


"Gak apa-apa kok, tenang aja jangan cemas, aku balik dulu ya semuanya.." Shine melambaikan tangan lalu pergi meninggalkan mereka.


"Kayaknya ada yang gak wajar dari muka shine, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu." Batin putri


Shine pulang keapartemennya. ia langsung masuk kedalam kamar.


Ia membuka bajunya dan membalut kembali luka yang sempat terbuka. Lalu dia berbaring diatas ranjangnya.


"Dasar seehan sialan!! Ternyata dia tidak mendengar ancamanku kemarin!. Masih saja dia berniat mencelakai putri, ini sudah tidak bisa dibiarkan.


Ahh,!! Sepertinya aku harus banyak istirahat sampai luka ini sembuh, setidaknya aku sudah lega melihat putri sudah menikah dengan orang yang dia cintai, walaupun begitu aku akan tetap melindunginya sampai kapanpun, walau nanti aku sudah mempunyai istri sekalipun."


Shine bergumam sendiri sambil meratapi nasibnya yang ditinggal nikah oleh orang yang ia sayangi itu.


•••

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2