
Keesokan harinya, mama dan papanya seehan mendatangi nya dirumah sakit.
Seehan pergi kejepang setelah diberi suntikan pelumpuh saraf oleh shine beberapa waktu lalu, saat ini dia sedang dirawat intensif disalah satu rumah sakit dijepang, seehan bisa bicara tapi masih belum bisa menggerakan tubuh sepenuhnya.
Mama dan papanya langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
Paakkkk!!! Mamanya langsung menampar wajah seehan.
Seehan kaget sembari memegang pipinya yang panas dan meninggalkan bekas telapak tangan mamanya akibat tamparan itu
"Mama!! Kenapa tiba-tiba menamparku, apa salahku?" Tanya seehan heran.
"Kamu dasar anak bejat!, apa yang sudah kau lakukan pada putri, istrinya stev.? Kamu memperkosa nya hah?." Bentak mamanya.
"Mama? Apa yang mama katakan, aku tidak mengenal yang namanya putri, mama jangan mengada." Bantah seehan.
"Teruslah berbohong! kemarin aku bertemu dengan adikmu, dia sudah mengatakan semua kelakuanmu selama dijakarta, kamu menculik putri, lalu memperkosanya.
Dimana otak kamu, untung saja steven masih mau menerima putri, kamu telah menghukum orang yang salah, putri tidak ada hubunganya dengan masalah kamu dan steven dimasa lalu." Timpal mamanya kesal.
"Ma, aku melakukan ini, untuk membalas steven, supaya dia tau bagaimana rasanya sakit hati jika orang yang disayanginya berhianat. Bukankan mama yang selalu mengajari dan menghasutku sejak kecil bahwa akan balas dendam pada keluarga kakek dan juga bibik rani beserta keluarganya? bukanya mama sanang aku melakukan ini? Ini kan yang mama pengen dari dulu, melihat keluarga mereka menderita kan?." Timpal seehan bersitegang dengan mamanya.
"Seehan hentikan!! Aku tidak ingin lagi ada kejahatan, aku menyesal telah memutuskan hubungan pada keluargaku dan juga pada anaku shine. Saat aku bertemu dengan shine kemarin, dia telah membukakan hatiku yang selama ini tertutup dengan aura jahat, shine benar, dia anak yang baik, dan juga kakak rani, dia orang yang baik, selama ini aku sudah buta karna penuh dengan rasa benci."
"Kenapa?? Kenapa mama baru sadar sekarang? Apa karna aku telah melakukan kesalahan? Tapi bagaimana dengan shine hah? Bukankah selama ini dia jadi anak pembangkang, bukanya mama sangat membenci shine? Kenapa sekarang mama bertolak belakang?." Timpal seehan geram.
"Shine membangkang demi kebaikan, aku minta sama kamu, berhentilah untuk menyakiti atau membalas dendam pada steven, dia itu sepupu kamu!."
"Ma. Aku gak bisa! Aku sudah mencintai putri, dan aku akan merebutnya dari steven!!." Bentak seehan.
__ADS_1
Plakkk!!! Mamanya kembali menampar seehan. "Seehan cukup!! Putri sudah menjadi istri nya steven, dan kamu tidak pantas untuknya, kamu anak yang bejat!!"
"Mama!! Kenapa mama jadi seperti ini padaku, bukanya mama selalu mendukungku? Kenapa mama jadi jahat padaku. Ini pasti karna shine kan?."
"Benar, aku menyesal telah membuangnya dari keluarga kita, walaupun dia keras kepala, tapi dia tidak pernah melakuakan sebejat yang kamu lakukan, dia bisa berusaha sendiri dan sukses dengan mempunyai beberapa perusahaan dari kerja kerasnya sendiri. Sedangkan kamu,? Kamu bisa seperti sekarang karna bantuan dari orang tua. Mulai saat ini, perusahaan biar papa yang ambil alih, dan kamu jangan lagi pulang keruamah.!!." Ujar mamanya dengan emosi.
"Oh begitu?? Baiklah, aku juga tidak ingin lagi bertemu dengan orang tua macam kalian, aku menyesal telah menjadi anak kalian!! Sekarang pergilah dari sini!!" Teriak seehan.
Orang tua seehan pergi meninggalkan rumah sakit dengan wajah yang murung dan emosi.
"Ahhhh!! Ini semua karna shine!! Kenapa aku harus mempunyai adik seperti dia, mama yang selama ini sangat menyayangiku bisa berubah seketika karna dia, memangnya apa yang sudah shine katakan. Tapi tidak apa! Aku masih mempunyai satu perusahaan besar dijakarta, dan itu atas namaku sendiri, mereka tidak akan bisa merebutnya dariku." Gerutu seehan geram, sambil mengepalkan tanganya.
Kemudian pintu ruangan itu kembali terbuka, terdengar suara langkah kaki yang masuk.
"Ohh.. Ternyata begitu!!" Tiba-tiba shine muncul didalam kamar seehan.
"Shine?? Kenapa kamu ada disini? Bagaimana kamu tau?" Ujar seehan kaget.
"Dasar kau bajing*n!! Apa yang sudah kamu katakan pada mama, kenapa dia sekarang jadi membenciku?" Teriak seehan dengan kencang.
"Aku tidak mengatakan apapun, mungkin sekarang sudah waktunya untuk berbalik keadaan. Biar kau juga bisa merasakan yang pernah aku rasakan dulu.ini belum seberapa, aku akan membuatmu menjadi gelandangan seehan!.
Tapi kamu tenang saja, aku tidak akan mengambil orang tuamu, aku tidak membutuhkan mereka, hanya saja aku akan membuat mereka semakin membencimu. Haha." Sahut shine terkekeh.
"Dan ini, satu lagi hadiah untukmu." Shine menghampiri seehan yang tengah berbaring itu.
"Shine?? Mau apa kamu? Apa yang ingin kau lakukan?" Teriak seehan.
"Jangan takut, aku hanya ingin menyuntikmu." Jawab shine sambil memasukan jarum suntik kedalam lengan seehan dengan santai.
__ADS_1
"Ahhh.. Tidak!! Tolong jangan,! Hentikan shine!" Teriak seehan saat menerima suntikan dari shine.
"Selesai.. Itu adalah suntikan pelumpuh saraf dengan dosis yang lebih tinggi dari kemarin, setelah ini kamu tidak akan bisa bicara lagi sampai bius itu habis selama beberapa bulan kedepan, tapi sebelum obat itu habis, maka aku akan datang lagi dan memberimu suntikan lagi. Hehe... Daahhh.. Kakaku." Shine menyeringai tipis sembari berjalan meninggalkan seehan yang tengah kesakitan.
"Awas kau shine!! Kamu harus membayar ini, tunggu saja jika aku sudah sembuh nanti. Maka aku tidak akan mengampunimu, bangs*t!." Batin seehan sambil menggertakan gigi.
Setelah shine berada diparkiran rumah sakit, orang tuanya menghampiri shine yang hendak masuk kemobil, mereka sengaja menunggu shine, mereka bertemu saat shine baru tiba dirumah sakit, saat itu orang tua nya sedang berjalan keluar dari ruangan seehan beberapa saat yang lalu.
"Untuk apa kalian menunggu disini?, aku masih banyak urusan." Ketus nya cuek tanpa melihat wajah mereka.
"Shine. Apa kamu tidak bisa memaafkan mama dan papa, kami benar-benar menyesal nak, kami juga sudah mengusir seehan dari rumah, dan telah mengambil alih perusahaanya. Aku akan memastikan bahwa dia tidak akan lagi melakukan kejahatan." Ujar papanya.
"Kalian tidak perlu melakukan itu, karna aku lah yang memastikan seehan tidak akan berbuat kejahatan lagi, tidak perlu mengusirnya untuk mengambilku, karna aku juga tidak akan pernah mau bersama kalian, apapun yang kalian lakukan untuku, aku tidak akan menerimanya, lebih baik kalian urusi saja seehan, karna aku baru saja menambah dosis tinggi pelumpuh saraf pada tubuhnya, saat ini dia tengah kesakitan dan tidak bisa bicara, dan aku akan melakukannya terus, sampai saraf nya benar-benar mati.
Kalian pergilah, dan jangan lagi berniat untuk menemuiku."
Shine langsung masuk kemobilnya dan meninggalkan orang tuanya begitu saja, hatinya sudah benar-benar keras seperti batu, tidak bisa lagi untuk memaafkan orang yang sudah membuatnya kehilangan masa kecil nya.
Mamanya menangis tersedu."Pa. Apakah ini cara tuhan untuk membalas perbuatan kita pada shine dulu, jika benar, maka aku iklas, aku rela tuhan menghukumku, asal aku bisa menebus kesalahanku padanya. Hikss." Mamanya menangis tersedu-sedu disamping mobil nya dihalaman rumah sakit.
Papanya pun merangkulnya. "Ma, sabar ya, ini mamang sudah jalan nya, mungkin selamanya keluarga kita tidak bisa bersama lagi, ini semua memang salah kita, kita lah yang memutuskan untuk pergi darinya. Kita harus menerima ini dengan tabah.
Baiklah, kita pulang saja, lebih baik kita menenagkan diri dirumah. Jangan terlalu dipikirkan, nanti kamu sakit."
"Iya, baiklah, ayo kita pulang."
Kedua orang tua shine dan seehan itu benar-benar ingin berbuat baik. Tapi mereka terlambat menyadari arti dari kebaikan itu. Dan sekarang mereka baru merasakan kepahitan.
•••
__ADS_1
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like