
Dalam kamar yang sepi dan remang-remang. Tidak ada suara ataupun cahaya.
Cindy yang baru sadar dari pingsannya itu, membuka matanya perlahan, dan masih merasakan pusing dikepalanya karna obat bius yang masih tercium menyengat.
Ketika matanya terbuka, cindy bingung melihat atap plafon kamar yang tidak dia kenal itu, sembari berpikir dan mengingat apa yang sudah terjadi.
"Ahh.. Kepalaku pusing, dimana aku? Aku baru ingat kalau aku semalam diserang dua orang, apakah aku diculik?" Gumam cindy sembari duduk.
"Kau sudah bangun sayang?" Tanya seorang pria yang duduk dikursi yang menghadap keluar jendela dengan ikatan perban dikepalanya.
"Siapa kamu?? Apa tujuan kamu menculiku?? Dan.. Dimana ini?" Tanya cindy bingung dan juga takut.
Pria itu memutarkan kursinya dan berdiri berjalan perlahan menuju cindy.
"Yogi? Ternyata kamu yang menculiku? sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku?" Ujar cindy kaget melihat keberadaan yogi dalam kamar itu.
Perlahan yogi mendekat dan duduk disamping cindy diatas ranjang itu.
"Ya, aku yogi. Orang yang sudah mencintai kamu sejak kecil. Dan orang yang bersamaku saat menculik kamu adalah lucy. Semalam kamu sudah membuat kepalaku bocor.
Apa kau tau dimana kamu sekarang? Kamu sedang berada dirumah orang tuaku Yaitu dikorea selatan." Jelas yogi tanpa menatap cindy.
"Apa? Kenapa kau membawaku kekorea?, apakah selama itu aku tidak sadarkan diri? Dan apa tujuan kamu membawaku kesini?" Tanya sindy kaget.
"Heh!! Cindy, sebenarnya aku tidak mau menyakiti kamu jika kamu bukan istri dari jeon. Kalian berhasil membuatku masuk penjara selama satu tahun, dan juga berhasil membuat perusahaan ayahku bangkrut dalam satu malam." Jelas yogi sembari berdiri berjalan perlahan menuju jendela kamar dan membuka gorden.
"Kau mendapatkan itu karna perbuatan kamu sendiri yogi.!! Kenapa kamu menyalahkan kami? Apa yang membuat kamu dendam??" Dengan kesal cindy berteriak pada yogi.
"Biar aku jelaskan. Asal kamu tau, aku adalah cucu dari kakek kiim,. Kakek kiim adalah orang yang mempunyai perusahaan majalah tersebesar dikorea. Tapi perusahaan kakek diakusisi oleh putri, mama mertua kamu, atau mamanya jeon itu.
Dan juga kakek dimasukan kepenjara lalu meninggal dalam sel tahanan karna perlakuan kasar dari polisi." Jelas yogi sambil tertunduk.
"Loh, bukankah itu memang salahnya kakek kamu kan? Aku mengetahui semua cerita itu. Yang salah adalah tuan kiim karna dia menghianati mama putri, dan juga korupsi besar-besaran juga mengambil saham milik mama putri, wajar saja lah dia mendapatkan balasan masuk penjara, untung saja mama putri tidak minta ganti rugi atau minta saham nya kembali kan? Lalu apa yang membuatmu dendam dengan kesalahan yang kakek kamu buat sendiri hah?" Jawab cindy dengan tegas.
"Itu tidak adil !! Ngerti!! Gara-gara masuk penjara, kakekku harus kehilangan nyawanya, bahkan dia belum sempat melihatku. Orang tuaku pindah keindonesia 18 tahun yang lalu saat aku berumur 4 tahun, kami merintis perusahaan dari nol. Orang tuaku sama sekali tidak berniat untuk membalas dendam ataupun mengingat kembali masa lalu.
Tapi saat mamaku menceritakan semua kejadian yang menimpa kakek, maka dari situlah aku bertekad untuk membalas orang yang sudah membuat kakek meninggal",
"Dulu aku tidak tau kalau jeon adalah anak dari putri dan stev orang yang membuat kakeku tiada. Lalu kemudian aku melihat mereka saat mereka menjemput jeon yang akan hendak pindah sekolah, sebelumnya aku melihat mereka dimajalah dan sosial media milik mamaku",
"Aku tau kekuatan jeon sangat besar karna dia mempunyai geng yang juga besar, aku tau kalau aku tidak bisa melawannya secara blak-blakan. Maka dari itu aku menculik kamu, karna kamulah kelemahan jeon.
__ADS_1
Dan sekarang aku akan menahan kamu disini selamanya, sampai jeon kehilangan semangat untuk hidup dan akan membuatnya putus asa seperti hidup segan, mati tak mau. Barulah aku bisa senang melihatnya menderita seumur hidup."
Yogi menyengir jahat, dan kembali mendekati cindy.
"Dasar manusia biadab!! Sudah salah tapi mau balas dendam! Apa otak kamu bermasalah hah?? Kamu sendiri sudah tau kalau jeon dan papa angkatnya mempunyai geng yang besar dan kuat! Apa kamu pikir mereka akan diam saja melihat aku menghilang? Heh!! Kamu tunggu saja mereka datang! Dan lihat apa yang akan terjadi Sama kamu jika mereka tiba disini, kurasa kamu tidak akan bisa melihat dunia ini lagi." Bantah cindy dengan tegas dan tersenyum tipis.
Paaakkkk.!!!
Telapak Tangan yogi mendarat dipipi cindy yang mungil itu dan meninggalkan bekas gambaran jari tangan yang memerah.
"Kamu pikir mereka bisa mencarimu sampai kesini? Walaupun benar mereka kesini, aku juga sudah menyiapkan banyak hal untuk menyambut mereka, penjagaan diluar begitu ketat dengan berbagai senjata api." Ujar yogi dengan kesal menatap tajam mata cindy.
Cindy turun dari ranjang itu dengan melangkah kecil sambil memegang pipinya yang sakit akibat tamparan itu.
"Heh.. Yogi, yogi. Seharusnya kamu berpikir matang dan menyiapkan lebih banyak informasi lagi sebelum kamu melakukan hal yang konyol ini. Masih banyak hal yang kamu tidak ketahui dari keluarga jeon.
Kalau aku mati sih tidak apa, gak masalah, karna tidak berpangaruh pada masa depan keluargaku atau jeon.
Tapi aku khawatir sama kamu, jika mereka tahu, bukan hanya nyawa kamu yang melayang, tapi juga seluruh keluarga kamu dan semua perusahaan keluarga kamu pasti akan hancur tanpa sisa. Apa kamu tega melihat keluargamu menderita karna perbuatan kamu ini hah?" Timpal cindy yang berdiri dibelakang yogi tanpa gentar dengan senyuman sadisnya.
Yogi membalikan badanya dan memegang kedua bahu cindy. "Kamu pikir aku akan percaya hah?? Jangan coba-coba untuk menakutiku supaya kau bisa lolos!. Aku tidak akan gentar ataupun mundur dengan ocehan palsu kamu itu!." Bentak yogi dengan kesal didepan wajah cindy.
"Haha.. Yogii.. Yogi.. Kamu ini lucu sekali, dari teman SD hingga SMP. Kepercayaan diri kamu ini masih saja kurang, kalau kamu gak percaya, itu sih terserah kamu ya.! Yang penting aku sudah menyampaikan apa yang akan terjadi padamu nanti." Cindy kembali duduk diranjang dengan santai.
"Ahh.. Terserah!! Bodo amat!! Aku gak akan takut sama sekali dengan siapapun itu, aku akan menghadapinya apapun yang terjadi. Sekarang kau diam disini.!!" Yogi keluar dengan membanting pintu dan mengunci cindy dari luar.
"Hm.. Sepertinya dia sudah pergi, dasar bodoh!! Aku akan mencari cara untuk menyelamatkan diri." Cindy menghitari kamar itu untuk mencari sesuatu yang bisa membantunya.
Dia menemukan sebuah telpon lama yang sudah tidak terpakai. Dengan berbekal sedikit pengalaman, cindy mencoba mengotak-atik telpon itu dan menyambungkan kabalnya ketelpon rumah yang lainya.
Dengan coba-coba, dia memencet tombol dan menelpon kerumah putri. Ternyata dia berhasil, telpon itu tersambung walau dari luar negri.
"Halo, ini siapa?" Ujar pembantu rumah tangga yang mengangkat telpon.
"Halo aku cindy, kalau ada mama, tolong berikan telponnya sekarang." Ujar cindy dengan suara kecil.
"Baik, tunggu sebentar nyonya."
Beberapa menit kemudian,
"Halo, apa benar ini cindy?." Tanya putri heran.
__ADS_1
"Ma, aku cindy, saat ini aku berada dikorea selatan, aku diculik oleh yogi, tolong jangan beritahu ini pada jeon, aku gak mau dia khawatir. Aku gak bisa kabur, keamanan disini sangat ketat dan mereka semua bersenjata api."
"Apa? Kenapa kamu bisa sampai kesana? Kamu sabar ya sayang, tenang, jangan panik, jaga diri baik-baik, ayah angkat kamu akan mencarimu kesana." Sahut putri cemas.
"Baik ma, nanti aku akan menceritakan semuanya. Sudah dulu ya." Cindy langsung menutup telponya dengan bernafas lega.
_
Saat mendengar kabar dari cindy, putri langsung memberitahu stev dan shine Untuk segera pulang.
Beberapa saat kemudian, stev dan shine tiba bersamaan dan langsung menanyakannya pada putri.
"Put, tolong catat nomor telpon yang tadi dipakai cindy." Ujar shine pada putri.
"Baiklah." Dengan cepat putri mencari nomor telpon itu.
"Shine apa yang akan kamu lakukan.?" Tanya stev penasaran.
"Seperti biasa! Aku akan menggunakan kekuatan jaringan, dengan nomor telpon ini sudah cukup untuk mencari cindy, oh iya, apakah kalian mau ikut kekorea juga, aku akan berangkat sore ini bersama beberapa anak buahku yang dari jepang, kalian kan sudah lama tidak mengunjungi perusahan 'JD Queen' disana!" Tutur shine.
"Pa. Ayo dong kita kekorea, aku hanya satu kali kesana itupun masih kecil, jangan khawatir soal kak cindy, dia orang yang cerdas, tidak akan terjadi sesuatu padanya." Sahut jennie mencela percakapan mereka.
"Sayang, ini bukan waktunya jalan-jalan, tapi untuk menyelamatkan kakak ipar kamu." Timpal putri.
"Gak apa-apa. Kita bisa pergi bersama, sekalian kita menemui cindy dan melihat sendiri keselamatnya." Sahut stev.
"Baiklah kalau begitu, kalian bersiaplah, aku akan kembali kekantor untuk mencari informasi mengenai nomor telpon ini. Aku pergi dulu."
Shine keluar dari rumah stev dengan bekal nomor telpon dalam genggamanya untuk melacak keberadaan signal dan kota pada nomor telpon tersebut.
Sedangkan putri dan stev juga jennie langsung menyiapkan keperluan keberangkatan mereka kekorea.
Sebelum itu, putri sudah menghubungi jesica dan rendy orang tuanya cindy, dan menceritakan tentang kabar terbaru dari cindy.
Putri meminta jesica dan keluarganya untuk bermalam dirumahnya selama mereka pergi kekorea untuk menjaga mama mertua putri yang sedang sakit.
•••
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like🙏
__ADS_1