Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Kedekatan Cindy dan Jeon


__ADS_3

Malam ini, jeon pergi ke bar, berkumpul bersama teman-teman kampusnya.


"Haii bos.!! Sudah lama tidak melihat anda datang kemari. Kemana saja kamu? Silahkan duduk." Sapa pemilik bar yang juga temannya jeon.


"Aku sibuk. Jadi tidak sempat untuk berkumpul." Jawab jeon tersenyum.


Kemudian ada dua gadis yang datang menghampiri jeon dan teman-temannya.


"Wah.. Aku tidak salah lihat ternyata beneran jeon, selamat datang kembali, sudah lama tidak bertemu." Sapa seorang gadis bernama lucy itu, pelayan bar dan juga teman kenalan jeon.


"Eh. Lucy..? Iya, aku baru sempat kemari karna kesibukanku, bagaimana kabarmu?, kau terlihat makin cantik." Balas jeon dengan ramah.


"Ahh.. Kamu bisa aja, kalau aku sih begini saja, hanya menghabiskan waktu untuk bekerja, bagaimana dengan perusahaan kamu. Aku lihat beritanya kamu akan segera meluncurkan design terbaru kamu ya?." Tanya lucy sembari duduk disamping jeon.


"Kamu benar, kemungkinan bulan depan, saat ini aku sedang menyuruh karyawanku untuk merancang sketsanya."


"Bukannya selama ini kamu hanya membuat gambarnya sendiri, tumben kamu menyuruh orang lain yang mengerjakanya?." Timpal lucy penasaran.


"Dia bukan orang biasa, gambarnya sangat bagus, lebih baik dan lebih teliti dari pada aku. Dia orang yang istimewa dalam hal ini." Sahut jeon tersenyum.


"Kalau aku boleh tau, dia itu cewek, atau cowok." Tanya lucy.


"Dia cewek. Gadis yang cantik dan baik."


"Oh. Aku mengerti.. Baiklah kalau begitu, silahkan nikmati minumannya, aku balik kerja lagi." Lucy langsung pergi dengan wajah yang muram.


"Aku jadi penasaran, cewek seperti apa dia, hingga membuat jeon sangat mempercayainya, aku akan menyelidikinya." Pikir lucy dalam hati.


Lucy sudah lama mengenal jeon, sejak jeon masih SMA, saat itu lucy sudah bekerja di bar, umurnya dan jeon hanya terpaut satu tahun saja yakni 20 tahun.


Lucy mengagumi jeon sejak lama, bahkan dia sangat mencintai jeon, tapi dia tidak mau mengutarakannya pada jeon, karna dia takut jeon akan menjauhinya jika jeon tau bahwa lucy mencintainya.

__ADS_1


Setelah mendengar cerita jeon mengenai wanita itu, yakni cindy, lucy langsung terbakar cemburu, dan ingin mengetahui siapa sebenarnya wanita yang diistimewakan jeon itu.


_


Keesokan harinya, jeon mengajak cindy kekantornya setelah pulang dari kampus, mereka membahas berbagai topik mengenai gambar sketsa perhiasan yang sudah dibuat oleh cindy.


"Cindy, sudah berapa banyak sket yang kau buat?" Tanya jeon pada cindy saat baru saja tiba diruangan pribadi jeon.


"Dua hari ini aku baru bisa menyelesaikan 3 sket saja, yaitu kalung, gelang, dan juga cincin, aku berencana akan membuat perhiasan dalam satu set lengkap. Nanti aku akan menambahkan dua sket anting, jepit rambut korea yang berbahan mutiara dan juga gelang kaki yang kecil." Jelas cindy sembari menunjukan gambar yang dia buat.


"Wah.. Ide kamu sangat bagus, kamu tuh pinter juga ya, kamu bisa menyelesaikan 3 sket gambar dalam waktu dua hari, aku saja menggambar satu set membutuhkan waktu 2 hari. Tapi ide kamu itu bagus, jika mau membuat satu set perhiasan lengkap, cepat selesaikan tugas kamu supaya kita bisa langsung membua nya." Timpal jeon tersenyum kagum.


"Hm.. Makasih,, aku akan melakukan yang terbaik. Terimakasih banyak kamu sudah memberikan aku kesempatan ini, sekarang aku sudah mulai bisa lebih berani dan percaya diri karna dukungan kamu dan jennie, terimakasih banyak ya." Tutur cindy menatap mata jeon.


Jeon meraih tangan cindy dan menggenggamnya. "Kamu itu selalu saja mengatakan terimakasih. Itu tidak perlu kau ucapkan berulang-ulang. Kamu itu mempunyai bakat yang terpendam, aku hanya membantu untuk mengangkatnya kepermukaan, siapa tau suatu saat kau bisa dikenal diseluruh dunia." Sahut jeon menyemangati cindy.


"Kamu bisa aja, itu tidak mungkin." Jawab cindy malu.


"Tidak ada hal yang tidak mungkin, asal kita yakin, berusaha, dan bekerja keras. Sudah yuk, kita kekantin sekarang." Jeon menarik tangan cindy dan keluar dari kantornya.


Dia melihat jeon dan cindy dengan jelas. "Ohh ternyata dia orangnya?, dasar udik, gak tau diri, berani-beraninya dia menggandeng jeon, aku gak akan membiarkan siapapun yang mendekati jeon." Gerutu lucy dengan kesal. Lalu meninggalkan mereka.


Setibanya jeon dan cindy dikantin, jeon membukakan kursi untuk cindy. Saat makan bersama, terkadang cindy menatap jeon dengan senyuman, tidak tau apa yang dipikirkan cindy, tapi yang jelas dia merasa sangat beruntung menemukan orang seperti jeon.


Setelah makan siang, jeon mengajak cindy ke mall, untuk membelikannya beberapa pakaian kantor dan juga pakaian untuk ngampus, tentu saja harga nya tidak biasa, tapi jeon tidak memberi tahu cindy harga baju-baju yang dia belikan, karna dia tau, cindy pasti menolak.


Tidak hanya membelikan cindy, tapi jeon juga membelikan papa nya baju kantor, dan juga mama beserta adiknya. Setelah selesai belanja, jeon mengantarkan cindy pulang,


Setibanya mereka dirumah, ternyata papanya cindy bernama rendy itu, baru saja pulang dari kantor.


"Eh, paman! Baru pulang juga?" Sapa jeon dengan ramah setelah mereka turun dari mobil.

__ADS_1


"Iya, kalian dari mana? Baru pulang juga?" Sahut rendy tersenyum. "Mari masuk dulu."


"Gak usah paman, aku masih ada kerjaan, abis ini ada meeting, aku hanya mengantar cindy saja. Aku pamit dulu ya." Jeon pergi meninggalkan rumah mereka setelah berpamitan.


Cindy dan papanya langsung masuk, disambut hangat oleh mamanya dan adiknya cindy.


"Ma, pa, ini ada sesuatu dari jeon untuk kalian dan juga untuk adek." Cindy mengeluarkan semua yang dibelikan jeon.


"Cindy! Apa kau yang meminta ini? Ini banyak sekali." Tanya jesica, mama nya cindy.


"Aku mana berani ma minta apa-apa sama jeon, tiba-tiba saja dia mengajaku ke mall dan membelikan semua ini." Jawab cindy.


"Jeon sangat baik dan perhatian padamu, apakah dia menyukai kamu?." Timpal jesica.


"Tidak.!! Jeon bukan menyukainya, dia hanya kasian pada cindy, begitu juga pada kita, mereka keluarga yang baik, dan terhormat, mana mungkin seorang jeon pengusaha muda tersukses, menyukai anak kita yang tidak punya apa-apa.


Cindy! Papa minta sama kamu, kamu jangan terlalu berharap banyak pada jeon, apalagi sampai menyukainya, karna derajat kita sangat berbeda dengan mereka.


Dengan bantuan mereka seperti ini saja kita sudah harus berterimakasih." Ujar rendy pada cindy.


"Iya pa, cindy ngerti,, aku tau diri kok. Aku juga gak mau mikirin kesana, aku gak mau berharap lebih padanya." Sahut cindy tertunduk.


"Sayang, kamu gak usah berkecil hati, apa yang dibilang papa kamu itu ada benarnya juga. Tapi jika jeon yang menyukai kamu lebih dulu, itu bukan masalah menurut mama." Balas jesica menyemangati cindy.


"Aku gak tau ma, aku juga bingung dengan sikap jeon yang sangat perhatian dan memperlakukanku dengan lembut, kadang membuatku merasa dicintai. Tapi aku masih membuang pikiran itu jauh-jauh." Timpal cindy.


"Ya sudah, biarkan saja waktu yang menjawabnya, tidak ada yang salah jika ada rasa cinta antara kalian, karna kalian juga manusia, dan cinta itu datang tidak memandang tahta ataupun kasta. Sekarang kamu pergilah kekamar kamu, bawa semua barang kamu, dan mandilah terlebih dahulu, nanti kita makan bersama." Ujar jesica pada anak keduanya itu.


"Baik ma, terimkasih."


Cindy pun pergi kekamar nya, dalam hati dia berpikir sangat dilema, sebenarnya dia sudah menyukai jeon sejak mereka masih SD, tapi dia tidak mau mengakui itu didepan orang tuanya, karna dia tau, mereka tidak akan mengizinkannya untuk mencintai orang yang sudah menolong hidup keluarganya itu. Cindy pun hanya bisa pasrah dan menunggu waktu yang indah itu akan datang.

__ADS_1


•••


BERSAMBUNG...


__ADS_2