
10 tahun kemudian...
Kini semuanya sudah berbeda, seehan sudah berkeluarga dan tinggal diparis untuk mengurus perusahaan putri disana bersama istrinya, namun mereka belum mempunyai keturunan.
Charlie pun sudah menikah, dan tinggal dijepang juga meneruskan perusahaan putri.
Sedangkan shine dan bianca sudah menikah dan mempunyai satu anak laki-laki yang sudah berumur 5 tahun bernama 'YONGI'. Walau sudah berkeluarga, tapi shine masih menyayangi jeon dan jennie, juga masih memberikan perhatian pada putri.
Saat ini jeon sudah berusia 18 tahun, dan sudah kuliah, tahun ini sudah semester 6.jeon mahasiswa yang paling muda dari angkatannya, karna otaknya yang jenius, dia bisa loncat kelas. Hanya satu tahun lagi, maka dia akan wisuda pada umur 19 tahun nanti.
Sedangkan jennie saat ini tengah duduk dibangku sekolah dasar(SD), usianya sudah 10 tahun. jennie dinobatkan sebagai bunga sekolah, kecantikannya sama seperti putri, berbeda dengan jeon yang fisiknya sama seperti stev, tapi jennie mempunyai rambut coklat terang, dan mata warna coklat, dia sama seperti putri. Selain cantik, jennie juga siswa yang pintar dan berprestasi disekolahnya, jennie mengikuti kegiatan osis sebagai ketuanya.
Jeon dan jennie, kemana saja mereka pergi, selalu menjadi sorotan, mereka berdua sangat terkenal, bukan karna orang tuanya, tapi karna mereka sosialita, dan banyak teman dimana-mana, mereka juga sering kali mengikuti kegiatan acara perusahaan. tak heran, karna mereka anak orang paling kaya dijakarta, Perusahaan putri dan stev sangat sukses.
Perbedaan jarak usia jeon dan jennie berselang 8 tahun, tapi jennie terlihat lebih tinggi dari anak seusianya.
Jeon sangat menyayangi adiknya itu, mereka sangat akrab sejak kecil. Jeon selalu memanjakannya, dan menuruti apapun yang diinginkan jennie.
Jeon selalu mengantar jemput jennie sekolah.
"Mama... Kita pulang!!" Seru jeon dan jennie saat memasuki rumah.
"Wah, anak mama sudah pulang,, cepat masuk, dan ganti baju, lepas itu kita makan, kebetulan sore ini papa akan pulang cepat." Sahut putri menyambut hangat anak-anaknya itu.
Jeon dan jennie pergi kekamarnya masing-masing untuk ganti baju.
Tidak lama kemudian stev pulang. "Sayang,, aku pulang!!" Ucapnya sembari masuk.
__ADS_1
"Stev? Kamu pulang lebih cepat dari yang kau bilang?" Sahut putri tersenyum.
"Iya sayang, kerjaanku selesai lebih cepat. Oh ya dimana anak-anak?" Stev merangkul putri, walau sudah berumur, tapi mereka masih tetap harmonis dan romantis.
"Mereka lagi ganti baju, bentar lagi turun, aku siapin makanan dulu ya, kasian mama didapur sendirian." Putripun berlalu meninggalkan stev.
Stev meraih tangan putri dan menariknya kedalam pelukanya.
"Stev? Apa yang kau lakukan, malu kalau dilihat anak-anak, mereka sudah besar." Ucap putri berontak.
"Sayang, aku hanya memelukmu, kenapa harus malu, mereka sudah biasa kan melihat kita seperti ini, aku kangen saat kita muda." Sahut stev mencium kening putri.
Suara bel berbunyi, putri pun langsung melepaskan pelukan stev, dan pergi kedepan untuk membuka pintu.
"Shine? Bianca? Mari silahkan masuk. Ehh yongi juga ikut? ."
"Terimakasih. Ayo kita masuk." Shine dan bianca beserta yongi langsung masuk. Setibanya didalam, yongi disambut hangat oleh jeon, yongi sangat akrab dengan jeon, hampir tiap hari mereka main bersama.
"Iya, kalau yongi sekolah nanti, yongi mau kak jeon yang antar jemput tiap hari." Sahut yongi merengek.
"Pasti dong sayang,, kak jeon akan temani jeon sekolah."
"Sudah,, sudah, mari kita makan dulu, nanti baru main lagi." Timpal putri menghentikan mereka. Kemudian mereka makan bersama sambil bercanda ria.
_
Seperti biasa, jeon pergi kekampus setelah mengantar jennie kesekolahnya. Tiap dia tiba dikampus, dia selalu diiringi oleh kerumunan wanita yang ingin mendekatinya atau minta foto bareng, tak jarang, jeon selalu membawa bodyguartnya kekampus.
Ada satu gadis yang mencuri perhatian jeon karna dia sama sekali tidak tertarik untuk melihat jeon, membuatnya penasaran dengan gadis itu.
__ADS_1
Saat dikantin, jeon menghampiri gadis itu dan mencoba mengajaknya bicara. "Heii.. Aku boleh gabung gak?" Tanya jeon sambil duduk. Gadis itu hanya menangguk.
"Em.. Kalau boleh tau, nama kamu siapa?" Tanya jeon pelan. Gadis itu tetap diam. Dengan wajah datar.
Semua cewek yang makan dikantin itu melotot pada si gadis yang didepan jeon, ada beberapa yang mencoba menghampirinya.
"Heii cewek aneh, kamu gak dengar apa jeon bertanya? Gak tau diri banget, udah bagus dihampiri cowok ganteng malah diabaikan. Jeon sama aku aja ya." Ucap cewek-cewek itu.
"Cukup.!! Kalian gak perlu menghujat dia, siapa tau dia sedang ada masalah, bukannya kalian empaty malah membuly, kalian lah yang tidak tau diri." Bentak jeon pada mereka. Kemudian jeon membawa gadis itu pergi dari kantin menuju taman belakang kampus.
"Hei, kamu gak apa-apa? Kenapa kamu hanya diam saat mereka berkata kasar seperti itu? Kamu siswa baru ya?" Tanya jeon.
"Gak, aku udah semester dua. Ngomong-ngomong, makasih ya kamu tadi udah belain aku, aku udah biasa kok diginiin, kamu mengingatkan aku pada seseorang." Sahut si gadis.
"Kamu tuh harusnya gak boleh diam aja kalau ada yang menghujat, kamu harus bisa membela diri, karna kalau bukan kita sendiri yang membela, maka siapa lagi. Kamu juga mengingatkanku dengannya." Sahut jeon menatap langit.
"Maksud mu? Apa kau sedang mencari seseorang?" Tanya gadis menatap mata jeon.
"Ya,, dulu aku satu sekolah dengan gadis itu, kami pun duduk bersebelahan, tapi aku harus loncat kelas dan langsung masuk SMP, dia gadis yang baik dan lugu, dia pun sering dibuly seperti kamu, aku selalu melindunginya sebelum aku pindah sekolah, aku berusaha mencarinya, aku merindukan senyumanya." Jelas jeon pada gadis itu
"Ehh!! Tunggu!! Apa kau adalah jeon jhonas?" Tanya gadis itu penasaran.
"Ya, benar." Jawab jeon singkat.
Gadis itu langsung memeluk jeon sambil menangis tersedu-sedu.
"Hei, ada apa denganmu, kenapa kau menangis begitu kencang, apa aku ada salah.?"Tanya jeon bingung.
Namun gadis itu tetap melanjutkan tangisannya. Jeon hanya diam dan menunggu gadis itu berhenti menangis dan mencoba membuatnya tenang.
__ADS_1
•••
BERSAMBUNG...