
Saat didalam mobil. Riana duduk dibangku belakang putri.
"Nak, mama bener-benar minta maaf, mama janji tidak akan melakukan kejahatan lagi apapun bentuk nya." Ucap riana memohon dengan sungguh-sungguh pada putri.
"Tolong jangan menyebutmu mama,! kamu bukan mama ku,, dan aku tidak akan pernah memanggilmu dengan sebutan itu, karna mamaku hanya satu.
Kau tau, aku sangat membenci kamu dan anakmu itu, sekarang aku sudah berhasil menjebloskan bianca kedalam tahanan, semoga dengan begitu dia bisa berpikir untuk berubah. Dan kamu! Aku berpikir kamu harus menemani anakmu kedalam penjara juga!." Tegas putri pada ibu tirinya itu.
"Nak,, tolong jangan masukan aku kepenjara, aku tau, aku banyak salah sama kamu dan keluarga kamu. Tapi tolonglah maafkan aku. Aku tidak punya siapa-siapa, aku miskin, untuk makanpun aku harus meminta-minta, bahkan mencari makanan dari sampah. Mohon kasihanilah aku." Riana menangis tersedu-sedu memohon pada putri.
Hati putri terhenyuk melihat ibu tirinya itu. Ada rasa kasihan dan benci dalam hatinya, diapun hanya diam dan membawa riana kekantor steven.
Drrttt.. (Getara dari ponsel putri)
"Telpon dari stev?, Biarin aja deh, lagi nyetir juga."
Beberapa menit kemudian, putri tiba dikantor steven, sementara stev sedang duduk dilobi kntornya.
"Kamu disini saja, jangan keluar dari mobil, aku pergi sebentar." Ucap putri pada riana. Lalu putri keluar dari mobil untuk menemui steven.
"Sayang, kamu sudah tiba, ayo kita makan bareng." Ucap stev sambil menarik tangan putri.
"Stev tunggu dulu. Ada yang ingin aku bicarakan, mari ikut aku kemobil." Putri dan stev keluar dari kantor menuju mobil nya, setibanya disana putri menyuruh steven untuk masuk kemobilnya.
"Stev, lihat lah siapa dibelakang kamu?". Ujar putri menunjuk pada riana.
"Hah? Tante riana? Kenapa dia ada disini?". Tanya steven bingung.
"Aku menemukanya dipinggir jalan saat hendak kesini, aku bingung harus berbuat apa padanya, dia sudah berjanji dan bersumpah akan berubah dan telah menyesali perbuatanya. Bagaimana menurut kamu setev?"
"Sayang, aku ikut kamu saja, keputusan ada ditangan kamu, apa kamu sudah ada rencana?". Timpal stev.
"Ya, aku berencana untuk menaruhnya divila, aku akan mempekerjakan dia disana, kita bisa memantaunya tiap hari, dengan begitu makan dan tempat tinggalnya terjamin." Jelas putri.
"Ya ampun sayang!! Kamu tuh memang berhati mulia ya, masih saja kamu memikirkan perasaan orang. Apa dendam kamu sudah hilang?" Ujar steven mengelus kepala putri.
"Stev, mungkin hatiku tidak sebaik itu, jujur! Dendam itu masih ada, bagaimanapun dialah penyebab kedua orang tuaku meninggal. Tapi aku juga gak tega melihat seseorang yang hidupnya begitu susah, makan pun dari sampah, sedangkan kita selalu mencukupi kebutuhan, aku menganggapnya sebagai orang lain saja, supaya aku tidak mengingat dendam itu." Jawab putri menunduk.
"Sayang, apa yang kamu lakukan itu sudah benar. Aku akan mendukungmu." Ucap stev merangkul putri yang tengah sedih saat mengingat kedua orang tuanya.
"Dan kamu! Tante riana!, putri sudah memberikan kesempatan untukmu, jangan sampai kau berbuat hal yang jahat lagi, kalau sampai itu terulang, maka akulah yang akan menyeretmu kepenjara." Ucap steven tegas pada riana.
"Baik.. Baik.. Terimakasih banyak nak, aku berjanji, aku pasti akan berubah, aku janji!!" Tutur riana membungkukkan badan dan menyatukan tanganya.
"Baiklah, biar aku antar tante riana kevila, setelah itu kita makan siang ya.. Kamu jangan terlalu sering nyetir sendirian." Ujar stev sambil menjalankan mobil.
"Iya, maaf. tadi tu aku dari ngantar kak charlie sama deniel kebandara. Ayo cepetan jalan, aku udah laper."
"Iya sayang."
Mereka melaju menuju vila putri yang letak nya tidak terlalu jauh dari kantor steven. Setibanya disana, putri membawa riana masuk kedalam vila dan menyuruh manager disana untuk mempekerjakan riana dan mengubah penampilanya.
Setelah mengantar riana, putri dan steven pun pergi kerestoran untuk makan siang. Ditengah makan siang mereka, tiba-tiba hp putri berbunyi. Nomor baru memanggil.
"Siapa sayang?" Tanya steven.
"Gak tau! Nomor baru, aku angkat sebentar ya"
"*Halo, siapa ini?" Tanya putri.
__ADS_1
"Haii, aku wiliam. Masih ingat? Aku yang tadi bersama ibu yang hampir kau tabrak itu".
"Oh kamu, iya aku ingat.ada apa?"
"Gak apa-apa, aku hanya memastikan kalau nomormu aktif, kamu seorang model kan? Apa kau mau menjadi model ku?"
"Eh, maaf, tapi aku sangat sibuk, aku juga sudah menjadi model dari beberapa majalah." Sahut putri menolaknya dengan halus.
"Oh begitu, tapi aku menawarkan model untuk foto shoot di out door. Aku akan membuat suasana pemotretan yang bagus diluar, ditempat yang bebas, yang mungkin kamu belum mencobanya, tapi aku tidak memaksa, kamu pikirkan saja dulu, aku tunggu jawabanya besok, akan aku hubungi kembali."
"Iya, aku pikirkan saja dulu.. Daah*." Putri menutup telponya.
"Siapa sayang?" Tanya steven.
"Dia wiliam, orang yang menyelamatkan tante riana saat akan tertabrak olehku kemarin. Dia ingin aku jadi model out door."
"Apa kau mau?" .
"Jujur sih aku belum pernah mencoba foto shoot dialam bebas, tapi aku juga sibuk. Dan minggu depan kita juga harus keparis." Sahut putri.
"Sayang, kalau kamu mau menjadi model orang itu gak apa-apa kok, aku izinin, kamu bisa melakukanya setelah kita kembali dari paris. Aku gak masalah jika setiap majalah ada wajah kamu disana, supaya kamu lebih terkenal lagi."
"Hm.. Liat aja ntar deh, aku belum bisa memutuskanya. Nanti aku chating aja wiliam nya. Aku udah makan nya nih, kita mau kemana lagi."
"Balik kekantor aja ya, kamu istirahat aja disana, aku masih banyak kerjaan disana. Yuk sayang kita pergi."
_
Satu minggu kemudian, steven dan putri pergi keparis, disana mereka bermalam dirumah nenek putri yang sudah lama tidak ia temui. Putri melakukan pemotretan diperusahaan steven untuk menjadi cover majalah ROSE kembali, dan juga untuk meningkatkan pamor perusahaan steven kembali.
Satu minggu penuh putri dan steven bekerja disana, dan malam ini adalah yang terakhir mereka diparis, besok siang sudah harus kembali kejakarta lagi.
Diam-diam stev menelpon charlie sambil membuka laptop nya.
"Halo kak charlie, bagaimana? apa dokumen nya sudah selesai?.segera kirimkan, besok aku dan putri akan pulang ke indonesia lagi."
"Aku akan mengirimnya sekarang.. Selesai. Apa sudah masuk.?"
"Iya,, terimakasih, besok aku akan mencetak nya dikantor dan meminta putri untuk tanda tangan,, oh iya, apakah shine sudah menutup semua akses jaringan perusahaan putri?"
"Ahh,, aku lupa, shine juga pasti lupa!!" Jawab charlie kaget.
"Gimana sih, ya sudah aku tutup telpon nya. aku akan menghubungi shine dulu."
Steven langsung menutup telpon nya dan segera menelpon shine.
"Halo shine, kamu lupa ya untuk menutup semua akses jaringan keperusahaan putri? Kamu gimana sih, dalam seminggu ini ngapain aja, kalau gak segera ditutup, aku khawatir seehan sudah mendapatkan semua yang dia cari!!" Ucap steven berteriak pada shine.
"Astaga!! Aku benar-benar lupa,,, baiklah, akan segera aku laksanakan." Shine langsung menutup telpon nya.
"Ahh!! Gimana sih,, gak ada yang becus,, aku tambah khawatir." Gumam stev cemas.
Keesokan hari nya, steven dan putri berpamitan dengan nenek untuk pulang keindonesia. Putri mengajak nenek nya untuk ikut bersamanya, namun nenek tidak mau, dia hanya ingin menghabiskan waktunya diparis.
Kemudian steven dan putri berngkat kekantor terlebih dahulu sebelum kebandara. Dan mereka langsung keruangan steven, tadi malam stev sudah mengirimkan dokumen dari charlie melalui email pada sekretaris nya disana untuk dicetak.
Saat dalam ruangan, sekretaris itu dipanggil oleh steven untuk menyerahkan dokumen yang dia suruh cetak itu.
"Sayang, ini adalah dokumen kontrak kerja sama kita, kamu tanda tangan ya." Steven membukakan halaman yang perlu ditanda tangani putri.
__ADS_1
"Emang harus ada kontrak ya, gak ada kontrak pun gak masalah kali." Ucap putri sambil menanda tanganinya.
"Tapi kok kayaknya agak tebal ya?" Tanya putri heran.
Steven kaget, dan langsung mengalihkan topik supaya putri tidak curiga kalau itu bukan kontrak kerja sama perusahaan. "Iya sayang, karna banyak pasal yang tertulis didalam nya, kamu tanda tangani saja, abis itu kita berangkat kebandara."
"Oh baiklah.. " Putri menanda tangani semuanya tanpa membacanya dengan ditel.
Steven bernapas lega. Lalu dia menyimpan dokumen itu dalam tas nya dan akan membawanya kejakarta untuk memberikanya pada paman alex.
Setelah semua urusan diparis selesai. akhirnya mereka terbang menuju jakarta.
Setibanya dijakarta, steven dan putri dijemput oleh supir untuk kembali kerumah steven, namun saat dijalan, putri tidak sengaja melihat seseorang yang mirip bianca sedang makan dikafe bersama laki laki.
"Hah? Itu.. Dia kayaknya bianca??" Tutur putri pada steven.
"Mana mungkin lah sayang, dia kan sedang dalam penjara, walaupun dia keluar, pasti biaya tebusanya sangat mahal, dan siapa juga yang mau membantu membebaskanya. Mungkin kamu salah lihat." Timpal steven sambil merangkul putri.
"Ya,, semoga saja begitu." Sahut putri sambil menyandarkan kepalanya dalam dekapan steven.
Setelah sampai dirumah steven, mamanya menyambut mereka dengan gembira.
"Nak mari masuk, mama sudah menyiapkan makanan untuk kalian" Ucap mama sambil merangkul putri.
"Iya ma, terimakasih, tapi putri belum laper, putri masih capek, mau istirahat dulu." Jawab putri lesu.
"Ohh ya sudah, kamu tidur saja dulu dikamar steven ya, nanti sore baru makan."
"Ehh. Ma, aku tidur dikamar tamu aja, atau dikamar mama, gak enak tidur dikamar steven, lagian dia juga mau istirahat." Sahut putri.
"Ah gak apa-apa nak,, kalian istirahat saja. Silahkan naik. Stev! ajaklah putri keatas."
"Eh tapi.. " Putri masih bingung.
"Ngapain sih, ayo keatas, jangan kebanyakan mikir." Steven langsung menarik tangan putri dan membawanya kekamar.
Saat masuk kamar, putripun langsung berbaring karna lelah dalam perjalanan dan kesibukan selama diparis.
Steven mendekatinya, dan berbaring disebelahnya.
"Sayang, kamu sudah ngantuk?" Tanya steven.
"Hmm.." Jawab putri singkat.
Steven menaruh kepala putri dilengan nya, dan mendekapnya.
Drttt.. telpon dari ponsel putri. Steven pun melihat siapa yang menelpon itu, lalu dia memberitahunya pada putri.
"Sayang, heii.. Ini wiliam memanggil." Bisik stev ditelinga putri.
Putripun mengambil ponsel nya untuk menjawab telpon itu.
"Halo, apa kamu mau bertanya aku mau atau tidak menjadi model mu?, aku mau, besok kita ketemuan dikafe xx. Udah ya, aku mau istirahat. Daahh." Putri langsung menutup telpon nya dan kembali tertidur sedangkan hp masih dalam genggamanya.
"Huh. Gadis ini. Kayak nya ngantuk banget, kasihan dia, pasti capek." Steven mengalihkan hp yang digenggam putri. Lalu dia mencium kening putri lalu tertidur disebelah putri yang sudah tidur pulas.
•••
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Jangan lupa like😉