Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Bianca bebas


__ADS_3

Putri pergi kejepang tanpa memberitahu siapapun.


sementara stev bingung karna tidak ada kabar dari putri sejak pagi.


"Putri kemana sih? Kenapa hp nya gak bisa dibungungi dari tadi, aku jadi cemas." Ucap stev sambil menelpon putri berkali-kali.


"Aku khawatir terjadi apa-apa dengannya, aku harus kerumahnya sekarang."


Steven bergegas menuju rumah putri, namun setelah tiba disana, dia tidak menemukan putri.


Lalu stev berlanjut pergi kevila untuk mencari putri, kebetulan bertemu dengan tante riana disana, diapun menanyakannya, tapi tante riana dan semua karyawan pun tidak mengetahuinya.


Steven bingung mencarinya kemana lagi. Lalu dia kembali kerumahnya, siapa tau putri sedang bersama mamanya.


Saat tiba dirumah, lagi-lagi putri tidak ada, lalu stev pun kembali lagi kekantor.


"Ahhh.. Diamana sih kamu sayang!! pergi kemana kamu, dan sama siapa?!!" Teriak steven sambil memukul dinding.


Aku harus beritahu shine dulu. Stev meraih ponselnya untuk menelpon shine.


"Halo shine, apa kau bisa menemukan putri dari sinyal hp nya, dia tidak ada dimana-mana. Aku khawatir terjadi sesuatu padanya."


"Baik, tunggu sebentar. Tapi kenapa putri tidak memberitahumu jika dia ingin pergi, apa dia sedang marah?". Tanya shine.


"Sudah, jangan banyak tanya dulu, sekarang lacak dulu keberadaan putri." Timpal steven.


"Oke. Oke!! Gak perlu teriak,, aku akan mencari nya segera."


Shine menutup telponnya untuk melacak keberadaan putri. Tidak lama kemudian ia kembali menghubungi stev.


"Halo stev,, terakhir kali sinyal putri berada dibandara."


"Apa?? Kenapa dia kesana? Apa jangan jangan dia kejepang sendirian?! Hei, shine, jam berapa kamu kembali kejepang?."


"Nanti sore lah, bareng kak charlie juga."


"Shine, aku minta tolong sama kamu, tolong kamu berangkat kejepang sekarang, aku gak tau gimana caranya, pokoknya kamu harus menyusul putri, kau tau disana tidak aman, aku takut dia akan bertemu seehan disana."


"Ah iya,, baiklah aku akan kebandara sekarang, aku harus melindungi putri sampai dia kembali lagi kejakarta,, serahkan saja keselamatanya padaku, aku tutup dulu telpon nya."


Shine langsung mengajak charlie untuk pergi kejepang segera, lalu merekapun langsung terbang diwaktu yang tepat.


_


Keesokn harinya, tibalah putri dan wiliam dijepang, putri pun langsung menuju kantornya, sedangkan wiliam kembali kerumahnya.


Beberapa jam kemudian, datang juga shine dan charlie dikantor.


Mereka langsung menemui putri. dan benar saja, putri sudah berada disana.


"Put, kenapa kau pergi gak bilang-bilang, kami semua mencemaskan kamu." Ucap shine menghawatirkan putri.


"Aku tau aku salah, aku minta maaf, tapi aku sengaja tidak memberitahu kalian, karna pasti kalian tidak akan mengizi kan aku pergi kan?. Aku sudah mengetahui semuanya tentang perusahaan ini. Jadi kalian jangan lagi menutupi nya dariku."


"Baiklah jika itu yang kau inginkan, kami tidak akan menitupinya lagi, kami siap membantumu kapan pun kau butuhkan." Sahut shine. "Baiklah aku pergi dulu,, telpon aku jika kau butuh apa-apa." Tambah shine.


Shine keluar meninggalkan perusahaan putri, dan pergi kesuatu tempat yang telah lama tidak dia kunjungi, yang letak nya diluar kota tokyo.


Setibanya disana, ternyata ada yang menyambut kedatangan shine. Dia adalah seehan.

__ADS_1


Shine pun langsung menarik seehan keluar rumah.


"Heii,, apa yang kau lakukan?." Bentak seehan sambil melepaskan tangan shine dari bajunya.


"Seharusnya aku yang tanya!, apa yang sudah kau lakukan pada steven? Apa dendam kamu padanya belum terbalaskan? Lupakan saja dendam itu, lagian itu sudah berlalu." Timpal shine dengan nada tinggi.


"Haha,, memang nya kamu siapa berani mengaturku?, aku tidak akan puas jika tidak melihat steven hancur, aku akan merebut segala yang dia miliki, termasuk calon istrinya itu. Supaya dia bisa merasakan betapa sakitnya saat terjatuh. Haha.." Seehan terbahak.


Shine langsung menarik leher baju seehan dengan kuat. "kau ingat baik-baik, kalau sedikit saja kau menyentuh putri, maka aku tidak akan sungkan untuk membunuhmu!, aku tau kenapa perusahaan putri dan steven mengalami penurunan, itu semua ulahmu kan?". Tatapan mata yang tajam dari shine terpancar pada seehan didepanya.


"Heh, kamu pikir aku takut!! Aku sudah bertekad untuk menjatuhkan steven dan merebut putri darinya. Kenapa aku harus mendengarkanmu? apa jangan-jangan kau juga mencintainya,? oh iyaa aku lupa, dia kan mantan pacar kamu ya.. Hahaa.. Kasihan sekali kamu shine, orang yang dicintai akan menikah dengan orang lain, dan sekarang kamu menjadi benteng untuk hubungan mereka.. Hahaha.."


"Kurang ajar.!!! Dasar brengs*k." Shine memukul seehan hingga bibirnya berdarah, lalu shine mengeluarkan pistol dari bilik baju nya dan menodongkanya pada seehan." Bicarlah sekali lagi, atau peluru ini akan menembus kepala mu!." Tegas shine dengan tatapan pembunuh.


"Hei, kau pikir aku akan takut!! Aku juga punya senjata." Seehan pun turut mengeluarkan pistol yang dia punya lalu menodongkan nya kearah wajah shine.


"Aku tau kalau kau adalah ketua geng mafia, tapi walau pun begitu, bukan berarti aku takut padamu kan? Jika aku mati, maka kau juga harus mati bersamaku.. Hehe. Kita lihat, kepala siapa yang pecah duluan". Timpal seehan menyeringai jahat.


Shine dan seehan sama sama menarik pelatuk nya untuk melepaskan peluru.


"Heii.. Kalian!!! Apa yang sedang kalian lakukan, apa kalian ingin menjadi pembunuh!!". Teriakan itu terdengar dari belakang shine dan seehan.


"Mama??" Gumam seehan menoleh pada mamanya, lalu dia menurunkan pistol nya.


"Heh!! Anggap saja hari ini keberuntungan mu! Tapi tidak akan kuampuni lain kali." Ucap shine, lalu dia pergi meninggalkan rumah seehan.


"Tunggu!! Jangan pergi.." Teriak mama seehan.


Shine pun mengehentikan langkahnya. "Aku tidak ada urusan disini." Sahut shine menoleh sedikit kebelakang, lalu dia pergi melaju kencang dengan mobilnya.


Seehan pun mengajak mama nya untuk masuk kedalam rumah.


_


Saatnya putri pulang keindonesia ditemani oleh shine, Tapi kali ini wiliam tidak bisa pulang bersama putri, karna dia masih ada urusan dijepang.


Didalam pesawat, shine selalu berjaga untuk putri, saat putri sedang dingin, dia menyelimutinya, saat putri sedang gerah dia mengipasinya, saat putri tertidur, dia meletakan kepala putri didekapan nya.


Shine benar-benar menjaga dan memanjakan orang yang dicintainya itu, walaupun dia tau tiga minggu lagi, orang yang dia sayang itu akan menjadi istri orang lain.


Sampailah mereka dibandara jakarta, steven sudah menunggu disana. Saat shine dan putri turun dari pesawat, steven pun menyambutnya dengan hangat


Steven langsung mendekap putri. "Sayang, apa kau baik-baik saja? aku sangat merindukanmu."


"Iya, aku juga. makasih stev".


"Kamu masuklah kemobil duluan, aku akan menyusul." Stev membukakan pintu mobil untuk putri. kemudian putri langsung naik.


Lalu stev menghampiri shine."Shine, aku sangat berterimakasih banyak sama kamu yang sudah menjaga putri dengan sangat baik, aku tidak tau bagaimana cara membalasmu." Ucap stev menjabat tangan shine.


"Tidak perlu berterimakasih, karna beginilah caraku menjaga orang yang kusayang." Sahut shine terang-terangan.


"Baiklah, apapun itu, aku berterimakasih banyak sama kamu."


"Iya, sama-sama,, ya sudah kalian pulang lah, putri mungkin sudah lelah, aku akan menunggu supir menjemput."


"Baiklah,, kami pergi dulu." Stev masuk kedalam mobilnya, kemudian beralih dari bandara.


Shine menatap mereka pergi semakin menjauh darinya.

__ADS_1


"Hm.. Aku bahagia melihatmu bahagia put, yang penting aku masih bisa didekatmu, walaupun nanti kau sudah menjadi milik stev. Sisa tiga minggu lagi menuju hari pernikahan kamu, aku harus berjaga dengan ekstra, jangan sampai seehan datang dan mencelakai kamu." Gumam shine dengan perasaan yang mendalam.


Tidak lama kemudian, supir shine datang menjemput, lalu mereka pergi, pulang keapartemennya.


Saat dalam perjalanan, shine melihat seseorang yang mirip dengan bianca dari belakangnya.


"Bianca??.


Pak stop!! Berhenti sebentar." Shine menepuk pundak supirnya.


Sang supir pun menghentikan laju mobil nya. Lalu shine turun dengan berlari kecil menghampiri orang itu.


"Tunggu.!!" Teriak shine sambil mengejar nya.


Orang itu langsung menoleh kebelakang,


"Bianca?? Ternyata beneran kamu?"


Saat bianca melihat shine, dia mencoba kabur darinya. dengan sigap, shine meraih tangan bianca.


"Mau kemana kamu?!"


"Ahh,, lepaskan!! sakit shine,!! "Bianca berontak menarik tangannya.


"Ayo ikut aku.!" Shine menarik bianca, memaksanya masuk kedalam mobil.


"Jalan pak." Ucap nya pada supir.


"Shine, turunkan aku.!! Kau mau bawa aku kemana?" Teriak bianca.


"Diam!!" Bentak shine. "Sekarang kau jelaskan padaku, siapa yang membebaskanmu dari penjara?".


Bianca hanya diam, menunduk dan tutup mulut.


"Bianca!!" Teriak Shine menjepit pipi bianca dengan tangan nya. "katakan!! Siapa yang membebaskan kamu, apa kau sudah tidak sayang dengan nyawamu?". Tambah shine sambil menodongkan pistol nya dikepala bianca.


"Ahh!! sakit shine,, lepaskan tangan mu!!" Ucap bianca terbata-bata.


"Aku tidak akan melepaskanya, sebelum kau mengatakan yang sebenarnya." Shine makin memperkuat jepitan tangan nya dipipi bianca.


"Baiklah.. Aku akan mengatakanya, tapi kau lepaskan dulu tangan mu, aku susah bicara kalau begini." Jawab bianca dengan rasa kesakitan.


"Baiklah.!" Shine langsung melepaskan tanganya.


Tapi bianca langsung membuka pintu mobil dan mencoba lompat saat mobil tengah berjalan.


Shine langsung menarik tangan nya dan menutup pintu mobil lalu dia meminta supir untuk menguncinya.


"Mau coba kabur?. Tidak semudah itu. Walaupun kau menjatuhkan diri, maka aku langsung menembak kamu hingga kamu tewas!." Ucap shine mencekal tangan bianca dengan kuat.


"Sekarang katakan! Atau peluru ini akan bersarang diotakmu!"


"Baik.. Baik.." Bianca menunduk ketakutan, tidak berani menatap mata shine, mantan pacarnya itu.


"Cepat katakan!!! Aku tidak punya banyak kesabaran untuk menunggumu bicara!! Jangan terlalu banyak mikir, karna aku tidak akan mikir-mikir lagi untuk menembak kamu sekarang." Bentak shine, dia makin kuat mencekal tangan bianca.


"Iya.. Aku akan mengatakan yang sebenar nya shine. Diaa... Dia adalah..


Bianca seakan ragu untuk mengungkapkan kebenaran, karna ia juga takut pada orang itu.

__ADS_1


•••


BERSAMBUNG....


__ADS_2