Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Kabar baik


__ADS_3

Didalam ruangan kantor stev, ia dan putri masih berbincang setelah mereka makan siang.


"Stev, kamu tau gak? Tadi ada tante shinta dan om arman dateng kerumah, mereka baru saja tiba dari jepang." Tutur putri.


"Oh ya!. Ada apa ya mereka kesini, bukannya mereka sangat membenci keluarga kita? Aku sudah lama sekali tidak bertemu mereka sejak aku masih kecil." Sahut stev.


"Mereka baik kok stev, saat tiba dirumah mereka langsung memeluku dan minta maaf sama mama sambil menangis. Katanya, dia menyesal dengan apa yang sudah dilakukannya dimasa lampau.


Aku bersukur, keluarga kamu bisa berkumpul lagi, semoga ini akan menjadi baik untuk kedepanya." Putri tersenyum merasa lega.


"Ya. Sukurlah kalau begitu, ahirnya mereka sadar kalau mereka salah telah membuang keluarga, tapi aku gak tau bagaimana dengan shine jika dia tau orang tuanya kembali lagi kesini, dia kan sangat membenci orang tuanya?."


"Iya, aku tau dengan shine, hatinya sangat keras kalau sudah membenci orang, tapi nanti aku akan coba deh bicara dengan shine, siapa tau dia mau mendengarkanku. Kasian sama orang tuanya, mereka sudah minta maaf dengan tulus."


"Ide bagus tuh sayang, nanti aku temenin kamu ngobrol sama shine."


"Baiklah.


Aku ketoilet dulu ya, perutku rasanya begah, gak nyaman banget." Putri beranjak dari duduknya, namun saat ia berdiri, tiba-tiba pandangannya jadi gelap. Kepalanya seketika pusing, dan juga tubuhnya tidak bisa merasakan apapun seperti mengambang baginya. Putri pun kembali duduk.


Steven kaget dan langsung berdiri mendekati istrinya itu.


"Sayang, kamu kenapa, apa kamu sakit?" Ucap steven sembari merangkul kepala putri.


"Gak tau stev, saat aku hendak berdiri, tiba-tiba pandanganku menjadi gelap, dan aku tidak bisa merasakan apapun." Sahutnya sambil memegang keningnya dan menundukkan kepala nya dimeja.


"Sayang, mungkin kamu kurang darah, atau darah tinggi." Ujar steven memeluk putri. "Kita cek kerumah sakit sekarang ya."


"Em. Gak perlu ah, aku rasa bentar lagi baikan." Sahut putri.


"Sayang, kita gak tau ada apa dengan keadaan kamu, sebaiknya kita cek dulu sebelum parah, kamu gak pernah kayak gini sebelumnya, aku khawatir. Ayo kita kerumah sakit ya." Tutur stev cemas sembari mengangkat putri untuk berdiri.


"Ehm.. Iya deh." Jawab putri singkat.


"Baiklah, aku gendong ya."


"Tapi malu dilihat karyawan kantor."


"Abaikan saja mereka sayang, toh kita sudah menikah kan?, gak perlu mereka bergosip, lagian ini masalahnya darurat. Ayo kita pergi sekarang."


Steven langsung menggendong putri, dan turun melalui lift, semua karyawan yang melihat nya kaget sekaligus penasaran melihat bos mereka itu menggendong istrinya dengan rasa cemas sambil berlari kecil.

__ADS_1


Lalu seorang manager menghampirinya untuk bertanya.


"Bos, ada apa dengan nyonya?"


"Dia sakit, aku harus membawanya kerumah sakit, bilang sama direktur, rapat sore ini aku serahkan padanya., aku pergi dulu." Jawab stev sambil berlalu.


"Baik bos."


_


Steven meminta seorang supir untuk mengantarnya dan putri kerumah sakit.


Saat didalam mobil, putri berbaring dipelukan stev, pandanganya masih terlihat gelap.


Steven memberi tahu mamanya mengenai keadaan putri, mama dan tante beserta om nya ikut menyusul kerumah sakit.


Setibanya dirumah sakit, beberapa dokter membawa putri diruangan pemeriksaan, setelah diperiksa, putri pindahkan dikamar vip atas permintaan steven, tidak lama kemudian datanglah mama dan yang lainya.


"Stev, bagaimana keadaan nak putri?" Tanya mama cemas.


"Belum tau ma, dokter baru saja memeriksa nya dan dia sudah dipindahkan diruang vip, tapi dokternya belum keluar.


Eh. Om, tante, apa kabar?" Steven baru menyadari bahwa ada orang tua shine disana, ia pun menyapa sambil memeluk om dan tante nya itu.


"Tante, om, kalian gak perlu minta maaf begini, kalian gak salah kok, aku juga sudah memaafkan kalian." Sahut stev sambil melepaskan pelukanya.


Beberapa dokter mulai keluar dari kamar tempat putri dirawat. Steven dan yang lainya langsung menghampiri dokter itu.


"Dok, bagaimana dengan keadaan istri saya?" Tanya stev tergesa-gesa.


"Dia baik-baik saja, kami sudah memeriksanya. Kalian tunggu hasil tes nya sebentar lagi. Ada sesuatu dalam dirinya. aku permisi dulu." Jawab si dokter kemudian berlalu meninggalkan mereka.


"Baik dok, terimakasih."


"Stev, bagaimana ini, mama jadi khawatir kalau putri kenapa-napa."


"Ma, jangan ngomong gitu. Kita doakan saja yang terbaik untuk putri." Sahut stev cemas.


Tidak lama kemudian, dokter pun menghampiri mereka kembali dengan membawa sebuah amplop kecil yang berisi hasil tes. "Maaf, keluarga nya nyonya putri? Mari ikut saya kekamar putri." Tutur sang dokter sambil berjalan membuka pintu kamar putri. Lalu stev dan yang lainya mengikuti dari belakang.


Saat masuk kamar, steven langsung menghampiri putri yang tengah berbaring.

__ADS_1


"Sayang, kamu udah merasa baikan? Apa masih merasa tidak enak?" Ucap stev sambil membelai wajah putri.


"Aku udah gak apa-apa kok, sudah mendingan, ada mama dan yang lainya juga?" Sahut putri.


Mama dan tante shinta juga turut mengahampiri putri dan menanyakan keadaanya.


"Ehm.. Mohon maaf semuanya, ada yang harus aku sampaikan." Ucap dokter mencela kecemasan mereka.


"Eh iya,, maaf dok, kami semua mencemaskan putri, kami jadi tidak sadar dengan kehadiran dokter, bagaimana hasil tes nya dok,?" Tanya mama rani.


"Oke, aku akan memberikanya pada suami nyonya putri.


Ini, silahkan dibuka dan baca hasil tesnya." Dokter memberikan amplop berisi hasil tes itu pada stev.


Steven langsung membukanya dengan rasa cemas dan penasaran. Namun dia kaget dengan apa yang dia baca.


"Hah?? Ini... Ini serius dok??" Mata steven terbelalak saat bertanya pada dokter, dokter itu hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Waa.. Sayang, kamu hamil!!!" Teriak steven sembari memeluk kepala putri. Mama dan yang lainya ikut tertawa gembira dan memberikan selamat pada steven dan putri karna akan menjadi calon orang tua.


"Selamat ya tuan stev, dan nyonya putri, tapi kalian harus menjaga kandungannya dengan baik, dan perhatikan pola makannya, perbanyak lagi makannya, dan juga minum vitamin dan tablet tambah darah yang akan kami berikan nanti. Baiklah, aku sudah menyampaikannya pada kalian, aku permisi dulu." Tutur dokter, lalu ia meninggalkan kamar itu.


"Sayang, aku sangat bahagia dengan kabar ini, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua. Aku janji, aku akan lebih memperhatikan kamu." Ucap steven sambil mencium kening putri. Namun putri hanya diam, tidak ada rasa bahagia dihatinya.


"Sayang, kamu kenapa? Apa ada yang sakit lagi?" Ujar steven cemas saat melihat wajah putri yang cemberut dan tanpa ekspresi itu.


"Gak kok, aku baik-baik saja. Aku hanya berpikir, anak ini darah dagingmu atau bukan." Jawab putri tertunduk sedih.


"Sayang!! Apa yang kau katakan?!, bukankah kamu tidak akan mengungkit itu lagi? Aku yakin bayi ini anakku!, anak kita! Tolong jangan berpikir seperti itu lagi, kalau kamu sedih, itu akan berpengaruh pada janin diperutmu.


Sudah ya, jangan bahas ini lagi lain kali, jika kamu tidak yakin, kita bisa melakukan tes DNA saat anak ini lahir. Ya sayang." Steven menggenggam tangan putri untuk membuatnya yakin.


"Iya nak, kamu jangan bicara seperti itu lagi." Sahut mama mama rani.


"Put, tante sangat prihatin dengan ini, tante minta maaf atas nama seehan. Tolong kamu jangan memikirkan masalah yang sudah berlalu." Timpal tante shinta.


"Iya, maafin aku, aku hanya khawatir, aku gak akan berpikir seperti itu lagi." Jawab putri tersenyum.


Steven lega mendengar jawaban putri, dia pun berdiri mencium kening putri.


•••

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Silahkan like & komen😉


__ADS_2