Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Kembali pulang


__ADS_3

Setelah melakukan banyak hal, menjalani beberapa persidangan, ahirnya masalah pun tuntas. Tuan kiim dinyatakan bersalah, dan mendapatkan hukuman penjara seumur hidup. Dan ditektur jun ho dipenjara selama dua puluh tahun.


Dengan kemenangan ini, putri mengadakan acara makan bersama diperusahaanya.dengan ratusan karyawannya. Putri pun mengubah nama perusahaan itu menjadi 'JD Queen' sama seperti perusahaanya dijepang.


Setelah semuanya selesai, putri pun membayar pengacara dan lucas, lalu mereka pulang ketempat masing-masing.


Namun putri dan shine belum pulang keindonesia, karna harus menaikan pamor perusahaan dan membangkitkan minat masyarakat. Diapun melakukan sesi pemotretan untuk sampul majalah terbarunya.


Dalam waktu satu bulan, perusahaan itu mulai bangkit kembali dan mendapatkan keuntungan yang cukup besar, dan banyak juga yang menjalin kerja sama dengannya. Putri memang berbakat dalam memikat hati koleganya. Tak heran perusahaanya masuk dalam 5 besar sebagai predikat produk dan perusahaan yang banyak diminati.


Tibalah waktunya putri dan shine pulang keindonesia dengan hati yang gembira atas kemenangan ini.


Saat dalam pesawat, putri selalu duduk berdampingan dengan shine.


"Shine, aku sangat berterimakasih banyak atas bantuan kamu, aku gak tau apa aku bisa mengatasi masalah secepat ini kalu tidak ada kamu." Tutur putri menatap shine disamping nya.


"Kamu tuh ya, selalu ngucapin terimakasih, kan dari dulu aku sudah bilang, gak perlu ngucapin terimakasih segala, aku bantu kamu karna aku iklas dan itu benar-benar dari hati." Jawab shine menggenggam tangan putri.


"Hm.. Kamu memang baik. Shine, aku sangat rindu pada jeon, hampir dua bulan ini aku sangat sibuk, bahkan tidak sempat menelpon nya. Aku ingin sekali memeluknya saat ini." Ucap putri sambil memejamkan matanya.


"Hanya menghitung jam saja, kita sudah bisa melihat nya kok."


"Hm.. " Jawab putri singkat.


"Eh.!!" Shine menatap putri. "Put.??" Panggilnya heran. Namun putri tidak bergeming.


"Sudah tidur kah?" Shine melambaikan tanganya didepan mata putri, namun putri tak bergerak sedikitpun.


Shine pun membentangkan tanganya dibelakang kepala putri, lalu merangkulnya, dan menyelimutinya dengan jas yang dia kenakan.


"Kamu memang pekerja keras, pasti kamu lelah, aku sangat kasian padamu. tidur dan bersandarlah dalam dekapanku, aku akan menjagamu selama kau tidur." Gumam shine dengan suara kecil sembari mengelus kepala putri.


Beberapa jam putri tertidur, diapun terbangun karna merasa pegal-pegal. Dia bingung karna shine merangkulnya dengan jas yang menempel ditubuhnya.


"Eh. Udah bangun? Kamu lelap sekali tidur nya, pasti kamu capek banget ya?" Sapa shine sambil menarik tangannya dan melepaskan rangkulannya

__ADS_1


"Aww..." Shine merasakan sakit pada tanganya karna keram terlalu lama tertindih kepala putri.


"Shine! Tangan kamu sakit? Pasti keram ya?  Maaf ya, harus nya kamu gak perlu merangkulku seperti itu." Ucap putri sambil memijat lengan shine.


Shine menyingkirkan tangan putri. "Udah. Gak perlu dipijat, lagian hanya sakit sedikit, sebentar lagi sembuh kok. Aku cowok loh, gak selemah itu." Timpal shine tersenyum. Walau tanganya masih terasa berdenyut.


"Aku minta maaf." Tutur putri tertunduk.


"Gadis bodoh! Gak perlu minta maaf." Ucap shine menepuk lembut kepala putri.


Putri hanya diam menatap keluar jendela pesawat yang dipenuhi oleh awan tebal itu.


"Shine, kamu sangat baik dan sabar menghadapiku, kau sama persis seperti stev, tolong jangan perlakukan aku seperti ini, aku takut akan jatuh cinta padamu dan menghianati stev. Aku tidak tau harus dengan apa aku membalas jasa dan kebaikan kamu selama ini, kamu penolong hidupku, entah berapa kali kau menyelamatkanku, baik fisik ataupun batin. Tapi kuharap kamu tidak meminta balasan apapun." Batin putri dengan air mata bercucuran tanpa dipinta. Bingung harus bagaimana menghadapi shine yang dianggapnya malikat ini.


Beberapa jam berlalu, tibalah mereka dibandara jakarta. Mobil shine yang menjemput mereka sudah menunggu disana. Shine pun mengantar putri pulang kerumah stev.


Sesampainya dirumah, kebetulan jeon tengah bermain bersama oma nya.


Shine langsung berlari dan menggendong jeon yang sedang merangkak dengan cepat.


"Pa.. Pa. Pa.." Ucap jeon terbata-bata.


"Eh, jeon sudah mulai bicara ya.?" Tanya shine dengan gemas sambil menimang jeon.


"Iya, umur nya udah 10 bulan juga, dia sudah bisa duduk sendiri, dan kadang mulai berdiri sambil berpegangan." Sahut mama rani sambil membawa masuk koper putri.


"Wah, anak ayah cepat sekali berkembang nya, tapi sayang, ayah sama mama kamu tidak bisa menyaksikanya." Ujar shine menciumi jeon dengan gemas, sambil mengajarinya mengucapkan kata 'ayah'. Jeon pun mengikuti nya dengan terbata bata, membuat shine makin gemas dan tertawa lucu.


Putri membiarkan shine bermain pada jeon untuk melepaskan kerinduannya pada jeon, walaupun dia sangat ingin memeluk jeon, tapi dia mengalah pada shine. "Aku yang ibu nya, tapi dia yang kangen sampai segitu nya." Batin putri sambil menggelengkan kepala.


"Ma, tolong beritahu, paman alex, tante riana dan bianca, malam ini kita makan bersama dirumah, nanti kita pesan makanan saja, kalau untuk tante shinta dan om arman, biar shine yang memberitahunya nanti." Ucap putri pada mamanya.


"Oke baiklah,, akan mama laksanakan sekarang." Kemudian mama pergi meninggalkan mereka.


Putri pun duduk dan bersandar dikursi, masih terasa lelah karna perjalanan panjang.

__ADS_1


Lalu shine datang menghampiri. "Sayang, kamu ikut mama kamu dulu ya, mama kamu sangat kangen tuh." Shine memberikan jeon pada putri.


Putri pun langsung memeluk dan menciumi jeon. "Sayang, lama sekali kita tidak bertemu, kau tau, tiap saat mama selalu merindukanmu." Ucap nya sambil menggendong jeon.


"Ma.. Maa. Maa.." Sahut jeon terbata-bata.


"Kamu pinter banget sih sayang, mama jadi gereget deh." Putri mencubit pipi jeon yang imut itu.


"Rasa lelah mama langsung hilang saat memeluk kamu nak, saat ini hanya kamu lah alasan dan penyemangat mama untuk terus bangkit dan menjalani hidup." Ucap putri menatap wajah jeon kecil.


"Ehem.. Apakah aku tidak termasuk dalam alasan itu.?" Tanya shine tersenyum sambil mengedipkan mata.


Putri bingung dengan maksud shine. "Em.. Ya, kamu juga menjadi salah satu dari alasan itu." Sahut putri.


Shine tersenyum lebar mendengar tuturan putri. "Huuff.. Sepertinya aku mau terbang deh." Timpal shine membentangkan kedua tangannya.


"Apaan sih shine, lebai banget." Ucap putri menyeringai melihat tingkah aneh shine itu.


"Baiklah, aku pulang dulu ya. Mau stirahat sebentar." Shine tak lupa mencium jeon sebelum pergi. "Aku pulang ya put, sampai ketemu nanti malam." Ucapnya sambil mengacak rambut putri.


"Bibik, aku pulang." Teriak nya pada mama stev itu sambil berjalan keluar.


"Dih, gak sopan banget sih, masa' pamit nya kayak gitu." Gumam putri.


Shine menghentikan langkahnya, dan menoleh kebelakang, sambil memicingkan mata pada putri.


"Shine ngapain sih, aneh banget, kayak ABG aja." Gerutu putri sambil beranjak mengiringi shine, dan melihatnya pergi menjauh dengan mobilnya yang melaju bersama supirnya itu.


"A- - yah.." Ucap jeon sesekali.


"Eh, anak mama sudah bisa panggil ayah ya, pasti ayah tadi ya yang ajarin jeon kan?. Duh anak mama ini pinter banget, cepat sekali ingat nya." Putri terus menerus memuji anak semata wayang nya itu. Lalu diapun masuk setelah menutup pintu.


•••


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2