
Mendengar suara itu, putri menoleh perlahan.
"Stev? ternyata tadi aku gak salah lihat. Ngapain dia disini. "Ucap putri dalam hati, putri tidak mau melihat kearah steven yang duduk disebelahnya.
"Hei, kamu apa kabar? "Tanya steven pada putri dengan senyuman. Putri tidak menyahut sama sekali.
"Kamu ngapain kesini, bukan nya kamu di indonesia? "Tanya shine cuek.
"Oh.. Aku kesini karna ada urusan pada perusahaan majalah YUKO, kita baru saja menjalin kerja sama, tapi aku kesini mau memutuskan kerja sama dengan YUKO. "Jelas steven.
"Hah? Kenapa tuan harus menghentikan kerja sama nya, perusahaan anda kan baru bergabung beberapa bulan dengan perusahaan kita. "Tanya deniel penasaran.
"Nggak apa apa. Karna kalian sudah mendapatkan pertner baru, jadi aku harus mengundurkan diri. "Ucap steven sambil melirik putri sesekali.
"Oke. Urusanku disini udah kelar, aku hanya ingin menyapa kalian sebentar, aku permisi, hari ini harus balik ke paris lagi. Maaf sudah mengganggu kalian. "Steven pun pergi begitu saja.
Putri menoleh sedikit melihat steven melangkah pergi. "Kenapa hatiku merasa sakit, kenapa aku merasa sedih melihat dia pergi, bukankah aku sudah membenci nya? "Tanya putri dalam hatinya, mata nya mulai berkaca kaca.
"Put, kamu kenapa? "Tanya shine dan deniel bersamaan.
"Eh. Aku gak apa-apa, tadi ada sesuatu yang masuk kemataku, jadinya agak perih. "Jawab putri sambil menggosok matanya.
Shine dan deniel berdiri . "Sini aku tolong tiupin. "Ucap mereka bersamaan dan mendekatkan diri pada putri.
Putri kaget, dengan tingkah mereka. "Hah? Gak usah, aku gak apa-apa kok. Kalian kok agak aneh ya."Tanya putri, lalu shine dan deniel kembali duduk.
Mereka melupakan kehadiran zuki disana. Zuki bingung dengan yang mereka bicarakan karna menggunakan bahasa indonesia. "Kalian ngomong apa ya? kok kalian bisa kenal sama ceo steven? "Tanya zuki
"Kita semua sama-sama berasal dari indonesia. Oh iya, aku belum sempat tanya kamu, kamu bekerja di sini juga ya,? "Tanya putri pada zuki.
"Iya, aku baru beberapa bulan kerja disini dibagian costum untuk model, nanti kita pasti sering ketemu. "Sahut zuki dengan semangat.
"Ohh gitu, bagus deh, aku seneng bisa berteman sama kamu.
Aku udah selesai nih makan nya, aku mau pulang dulu, aku ada urusan dengan paman alex dan kak charlie.
Zuki, maaf ya aku harus pulang, kamu selesaikan saja dulu makan nya, ini kartu nama ku, nanti kamu bisa chating aku.
"Wah gak nyangka bisa dapet nomor model terkenal. "Ucap mizuki sambil menerima kartu nama dari putri dengan begitu gembira. "Makasih ya kak.
"Iya sama sama, ,aku permisi dulu ya." Putri langsung berbalik badan dan melangkah pergi. Deniel dan shine juga langsung sigap berdiri untuk mengejar putri.
"Kak Shine !! "Panggil zuki sambil meraih tangan shine. "Aku bisa minta nomor telpon kamu?
"Hah? Adik baik, nanti aja ya, aku lagi ada urusan,"jawab shine sambil melepaskan tangan zuki, "eh kartu itu? Shine melihat kartu nama putri yang ada ditangan zuki, shine langsung mengeluarkan hp nya.
"Zuki. Boleh aku lihat kartu nama itu? "Shine langsung mengambil nya sebelum diberikan zuki, dan dia langsung mengambil foto kartu tersebut.
"Oke, makasih ya, aku pergi dulu. "Shine melambaikan tangan pada zuki, dan langsung pergi meninggalkanya untuk mengejar putri, sedangkan deniel sudah terlebih dahulu mengejar putri.
"Put, aku anter kamu ya."Ucap deniel yang menyusulnya dari belakang.
"Makasih den, tapi aku naik taxi aja, gak mau ngerepotin kamu.
"Gak apa apa put, kan udah biasa juga aku anter kamu, ya kan?
"Um.. Iya deh. "Putri menyetujui diantar oleh deniel.
"Gak bisa!! Biar aku yang anter putri pulang, "shine baru saja tiba dan langsung mencegah deniel untuk mengantar putri.
"Apa apaan sih kamu? Putri udah setuju aku yang anter dia. "Cela deniel yang juga ngotot untuk mengantar putri, tiba-tiba hp deniel berdering.
"Hallo ada apa bos, oh iya bos, baik saya segera kesana.(percakapan deniel ditelpon)
"Heh. Kamu beruntung karna aku harus pergi. "Ucap deniel menunjuk shine.
"Put, kalau kamu diantar sama dia, hati-hati ya, jangan terlalu dekat, aku gak mau kamu kenapa-napa. "Ujar deniel sambil menepuk lembut atas kepala putri.
__ADS_1
"Hah? "Putri bingung melihat mereka berdua. "Apaan sih! Kalian ini ngapain? Kok aneh banget. "Putri melihat pada shine juga deniel.
"Gak apa apa, ,ya udah aku pergi dulu ya, inget harus hati-hati. "Deniel mengulangi kata nya lagi, kemudian berlalu pergi
"Apaan sih tuh orang, aneh! Ya udah put, mari aku antar kamu pulang ya. "Shine menarik tangan putri perlahan dan membawanya keparkiran mobil.
"Shine! Aku bisa jalan sendiri lepasin aja tanganku.
"Oh. Oke gak masalah."Mereka berdua masuk mobil dan melaju menuju hotel tempat putri bermalam.
_
Malam harinya, putri, charlie dan paman alex berkumpul disalah satu ruang privat hotel tersebut.
"Paman, bagaimana dengan persiapan kita untuk membangun perusahaan majalah, apakah berjalan lancar?
"Untuk saat ini lancar, paman sudah membeli satu gedung baru dikota tokyo. Saat ini charlie sudah mencari orang untuk merenovasi sesuai yang kamu ingin kan, satu minggu lagi kita sudah bisa meresmikanya."jelas paman alex.
"Bagus deh, oh iya, apa kak charlie sudah membuka lowongan kerjanya, kita buka melalui online dan juga secara langsung, biar bisa cepat dapat karyawan baru, tapi harus cari yang bisa berbahasa inggris dan juga yang bisa diandalkan. "Ungkap putri.
"Kamu tenang aja put, aku sudah mendapatkan 40 karyawan baru, nanti akan kita cari lagi, ditambah lagi karyawan dari perusahaan yuko.
"Baiklah, aku percayakan itu pada kakak, kita harus sampai target sebelum peresmian dibuka.
"Jangan khawatir, aku akan melakukan yang terbaik, oh iya, kamu mau beri nama apa pada perusahaan barumu nanti.
'Hm.. Akan aku beri nama JD Queen dari JD group. Gimana menurut kalian?
"Bagus.. Nama yang keren!
_
Satu minggu kemudian.
Dikantor perusahaan majalah "JD Queen" sudah diramaikan dengan ratusan karyawan dan puluhan wartawan yang hadir.
Baiklah, langsung saja kita potong pita nya sebagai peresmian dibuka,
putri berada ditengah pita yang akan ia gunting dan disaksikan ratusan orang.
Selamat nona lee,..!!
Selamat nona lee..!!
Teriakan selamat dari mereka membuat putri tambah semangat. Dan ahir nya Pt.Jd Queen resmi dibuka, karyawan pun sudah lengkap, persiapan sudah mateng. Dan mulai beroperasi mulai hari ini.
Dalam ruangan kerja putri, sudah ada paman alex ,charlie dan deniel.
"Paman, kak charlie, deniel, terimakasih banyak kalian sudah membantuku sampai disini, berkat bantuan kalian aku bisa mempunya perusahaan majalah sendiri, dan sekarang kita tinggal membuka lowongan untuk model nya, tapi aku mau model yang berkualitas, supaya Majalah kita cepat laku dipasaran.
"Kamu tenang aja put, aku sudah banyak mengenal model disini, nanti aku suruh mereka buat daftar. "Timpal deniel.
"Makasih den, oh iya, untuk sementara aku mau kak charlie yang menangani perusahaan ini selama aku masih kuliah, satu tahun lagi aku wisuda, dan deniel yang menjadi fotografer sekaligus manager disini, aku sudah memintanya pada ceo dari Yuko.
"Baiklah gak masalah, aku seneng bisa bergabung diperusahaan kamu, percayakan saja pada kami. "Sahut deniel tersenyum pada putri.
Ditengah percakapan mereka, tiba-tiba shine datang. "Selamat siang semuanya. "Shine datang tanpa mengetuk pintu dan membawa bucket bunga untuk putri.
"shine? Kok kamu disini? Tidak sibuk kah? "Tanya putri dengan heran.
"Kalau untuk kamu gak ada kata sibuk buat aku. Ini bunga nya, selamat ya nona Ceo Lee, maaf aku datang terlambat, tidak melihat langsung acara peresmian nya tadi. "Ucap shine dengan senyuman sambil memberikan bunga itu pada putri.
"Terima kasih shine, tapi kamu gak perlu repot repot kesini dengan mengabaikan pekerjaan kamu. "Jawab putri sambil menerima bunga pemberian shine.
"Oh iya paman, lusa aku sudah harus balik ke paris,aku sudah lama meninggalkan nenek, dua minggu lagi aku sudah masuk kuliah kembali, sebelum itu aku juga harus terbang ke korea, karna sudah beberapa bulan izin tidak ikut pemotretan, mereka sudah menelponku.
"Iya. Kamu hati hati ya, disini biar charlie dan deniel yang urus. Kamu jangan khawatir. "Ucap paman alex sambil mengelus kepala putri.
__ADS_1
"Terima kasih paman. Oh iya den, besok kan ada pemotretan di perusahaan Yuko, kamu temenin aku kesana ya. "Tutur putri pada deniel dengan senyum ramah nya.
"Baiklah, apa yang nggak buat kamu, sekalian aku juga mau ambil beberapa barang dan kamera yang tertinggal disana. "Jawab deniel tersenyum sambil memegang pundak putri.
Melihat deniel yang sengaja buat hati shine panas, dia pun turut berusaha untuk mengambil hati putri. "Put, gimana kalau besok aku aja yang mengantarmu, kantor Yuko kan berdekatan dengan kantorku, dan hotel kamu juga dekat dengan kantor ku,mau ya? "Shine sangat mengharapkan bisa mengantar putri, tanpa sadar dia menggenggam tangan putri.
"Ehem... Desis charlie guna menyadarkan shine yang sedang menggenggam tanga putri,, shine sadar seketika dan langsung melepaskan tangan putri.
"Eh.. Maaf,, maaf, tadi aku hilaf, hehe.. "Ucap shine dengan rasa malu.
"Lebih baik deniel yang mengantar putri, lagian mereka punya tujuan yang sama, kamu jangan membuang waktu untuk mengurus putri. "Pungkas charlie tanpa ragu.
"Ehn.. Baiklah, kali ini aku kalah, tapi tidak lain kali.aku permisi. "Kalau saja kamu bukan kakak nya putri, udah aku tonjok mulut kamu. "Ucap shine dalam hati sambil pergi meninggalkan kantor putri.
_
Beberapa hari berlalu.
Hari ini putri pergi ke bandara untuk menunggu penerbangan nya kembali ke paris.
"Masih 30 menit lagi, "putri melihat jam ditangan nya. "Lebih baik liat medsos deh.
Dari kejauhan terdengar suara orang yang memanggil putri.
"Ternyata itu suara Zuki yang datang kemari. Kakak Lee..!! Kenapa kamu tidak bilang kalau hari ini kakak pulang ke paris.
"Maaf zuki, tadi aku buru-buru, "ucap putri dengan memegang bahu zuki.
"Hei.. Aku temenin ya? "Shine juga muncul dari belakang zuki,
"Eh! Gak perlu kok! Bentar lagi udah terbang, kok kalian bisa barengan? "Tanya putri pada shine
"Tadi nya aku kekantor kamu,mereka bilang kamu udah kebandara, aku mau nyusul kamu tapi disana ada orang ini, dia maksa banget buat ikut aku. Makanya aku ajak. "Jelas shine pada putri.
zuki bingung dengan yang mereka bicarakan, dia hanya bisa melongo dan melihat putri juga shine.
"Nak, apa masih lama berangkat nya? "Paman alex dan yang lainya juga baru tiba.
"Eh, paman alex, kak charlie? Deniel? Kalian kesini juga? Ngapain?
"Kita sengaja kesini mau nungguin kamu, kamu kan satu tahun lagi baru bisa balik kejepang atau keindonesia, makanya kita kesini untuk ketemu kamu. "Jawab deniel.
"Iya, tapi aku gak apa apa kok, tunggu aku, aku selesain dulu S¹, nanti lanjut S² nya disini. Masih banyak yang harus aku pelajari tentang dunia bisnis,sementara aku pergi, aku serahkan perusahaan pada kalian, dan juga perusahaan JD di indonesia sudah ada pak Agus yang aku suruh menjadi ditektur disana, tapi aku minta bantuan paman alex buat mengawasi kerja mereka ya.
"Kamu tenang saja nak,, paman tidak akan membiarkan siapapun yang berani mengusik perusahaan kamu.
"Terimakasih banyak paman, "putri memeluk paman alex dengan rasa haru.
"Aku juga mau dipeluk. "Ucap shine, dan deniel dalam hati secara bersamaan.
"Baiklah semuanya, terimakasih sudah menemaniku disini, sekarang waktunya aku naik pesawat, Zuki! Terimakasih banyak kamu sudah menyempatkan diri buat nemanin aku, aku percayakan pada shine buat anter kamu balik kekantor ya.
"Lohh.. Kok aku put? "Ucap shine menunjuk pada dirinya sendiri.
"Kan dia bisa pulang sendiri, lagian disini ada deniel, kenapa gak barengan sama dia aja.
Pffttt.. Deniel tertawa kecil.
"Apa Lo ketawa-ketawa.!! "Shine geram dan mengepalkan tangan nya kearah deniel.
"Kan zuki dateng nya sama kamu, pulang nya harus sama kamu juga lah. "Ucap putri tersenyum tipis.
"Baiklah, ini demi kamu yang nyuruh. "Shine pasrah dan menyerah dengan terpaksa.
•••
BERSAMBUNG.
__ADS_1