
Beberapa hari kemudian, steven dan putri kembali menginap dirumah sakit untuk menjaga nenek. Namun saat tengah malam, putri merasa sangat gelisah dan tidak enak hati, lalu dia memutuskan untuk tidur dikursi disamping nenek nya berbaring, ia merasakan suhu tubuh neneknya makin dingin. Putri pun menangis sedih secara diam-diam karna takut membangunkan steven yang sedang tidur.
Dalam hati, putri selalu berdoa untuk kesembuhan nenek yang sudah dirawat hampir tiga bulan itu, saat putri menggenggam tangan nenek, dia merasakan ada sedikit getaran dan gerakan pada jari nenek. Putri pun langsung beranjak membangunkan stev untuk memanggil dokter kemari.
Saat putri mengatakan bahwa ada gerakan pada nenek, steven langsung pergi keluar untuk menemui dokter. Tidak lama kemudian, steven kembali lagi bersama seorang dokter, dan langsung memeriksa nenek.
"Dok, bagaimana keadaan nenek.? "Ucap putri cemas.
"Sukurlah, keadaanya sudah stabil suhu tubuhnya sudah mulai hangat. Aku sudah memberinya suntikan untuk mempercepat pemulihanya. Tunggu saja dia sadar, besok pagi aku akan periksa kembali. Aku permisi dulu."Jelas dokter menerangkan pada putri dan steven.
"Baiklah dok, terimakasih banyak."
Ketika dokter meninggalkan mereka, putri duduk disamping nenek kembali. Dia menahan kantuknya untuk menunggu nenek sadar.
Satu jam kemudian, perlahan tangan nenek mulai bergerak, matanya pun terbuka pelan-pelan.
"Nek,, sukurlah. Nenek sudah sadar." Ucap putri tersenyum lega
.
Steven pun mendekat pada putri untuk melihat nenek.
"Sayang, nenek sudah sadar ya?." Ujar stev sambil menarik kursi dan duduk disamping putri.
"Iya stev, aku bahagia banget melihat nenek sudah membuka matanya kembali." Sahut putri.
"Lee... Kenapa kamu ada disini?" Tanya nenek terbata-bata.
"Nek, kenapa nenek tidak memberitahu lee kalau nenek sakit, lee dan stev sangat menghawatirkan nenek." Tutur putri sambil menangis menggenggam tangan nenek.
"Lee, kamu jangan menangis, mungkin umur nenek hanya batas sini saja, nenek sudah tua, usia nenek sudah 74 tahun, mungkin nenek akan pergi, tapi kamu jangan terlalu terpuruk, karna nenek pasti sedih saat melihatmu bersedih." Jawab nenek perlahan sembari meraba wajah putri.
__ADS_1
"Apa yang nenek katakan!! nenek pasti akan sembuh, nenek gak boleh mengatakan itu." Sahut putri bercucuran air mata.
"Iya.. Nenek minta maaf.
Lee mana cicit nenek, nenek pengen menyentuh nya."
Putri langsung berdiri dan meraih tangan nenek lalu merabakannya pada perutnya.
"Nenek, cicit nenek sebentar lagi akan memasuki usia lima bulan. Lee harap nenek bisa menggendongnya saat dia lahir nanti." Ucap putri sembari memegang tangan nenek.
"Nenek juga berharap begitu lee.
Em. Lee nenek minta maaf ya, siapa tau nenek ada salah, nenek minta sama kamu dan stev, jagalah hubungan kalian baik-baik, apapun yang terjadi, nenek selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian, semoga kalian bisa bahagia sampai tua." Nenek menatap putri sambil menangis.
"Nek, itu pasti,, kita akan bahagia dan saling mencintai, makanya nenek cepat sembuh ya." Timpal stev.
"Hm.. Baiklah, lee kamu ajaklah stev tidur kembali, ini sudah hampir subuh, nenek juga mau tidur, besok jangan bangunkan nenek kalau nenek belum bangun." Ucap nenek tersenyum.
"Baiklah nek, kita disini menemani nenek, selamat tidur nek." Tutur putri mengecup kening nenek.
Keesokan paginya, putri bangun pagi sekali, dia langsung menghampiri nenek nya untuk mengucapkan selamat pagi walau nenek masih tertidur.
"Selamat pagi nenek." Ucap putri perlahan sambil meraih tangan nenek. "Eh,, tangan nenek kok dingin." Batin putri bingung.
Lalu dia mendekap dada nenek, dan meraba nafas nya. Namun putri tidak merasakan denyut nadi dan detak jantung neneknya lagi. Putri pun menangis histeris dan berteriak kencang.
"Nenek.!!!! Bangun nek!! Bangun!! Hikss.." Teriak putri menangis sambil mengguncang tubuh neneknya yang sudah tak bergerak.
Mendengar teriakan putri, steven kaget dan langsung beranjak bangun berlari menuju putri dan memeluknya.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya stev cemas.
__ADS_1
"Stev, nenek!! Dia sudah tidak bernafas.. Hiks.."
Steven kaget, lalu dia langsung meraba denyut nadi dan detak jantung nenek. Kemudian stev berlari keluar untuk mencari dokter.
Saat dokter tiba, dia menyatakan bahwa sang nenek telah meninggal dunia. Mendengar ucapan itu, putri seakan tidak terima, dia terus menerus menggoyangkan tubuh neneknya, berharap si nenek bisa membuka matanya kembali. Tapi usahanya itu sia-sia.
Steven berusaha menenagkan hati putri.
Sambil merangkul putri, ia menelpon seluruh keluarga dijakarta untuk memberitahu kabar tentang nenek. Mereka pun bergegas untuk pergi keparis, dan menghadiri pemakaman nenek.
Keesokan harinya,mendiang nenek dimakamkan, walau keluarga dari jakarta belum tiba, tapi mereka tidak bisa menunda pelaksanaan pemakaman nenek.
Diatas makam nenek, putri masih bersedih, menangis tersedu-sedu hingga matanya menjadi bengkak. Namun stev membiarkanya sampai dia merasa lega.
"Nenek.. Bukankah tadi malam nenek baik-baik saja?, kenapa nenek berbohong, nenek bilang mau lihat cicit nenek.. Tapi kenapa nenek pergi!! Hiks.." Putri tertunduk berlinangan air mata sambil memegang batu nisan bertuliskan nama neneknya itu.
Tubuhnya mulai lemas, dari kemarin dia tidak mau makan meskipun stev membujuknya.
Lama menangis diatas makam dan sudah banyak membuang air mata, membuat putri lelah dan jatuh pingsan.
Untung saja steven selalu berada didekatnya, diapun menangkap putri dan langsung membawanya kerumah sakit dengan terburu-buru dan kepanikan menyelimuti hatinya. Sepanjang jalan menuju rumah sakit, stev selalu berdoa agar putri baik-baik saja.
Setibanya dirumah sakit, stev langsung memanggil dokter, lalu putri langsung ditangani dengan cepat, beberapa infus terpasang ditanganya, karna keadaannya sangat lemah, terlebih dia sedang mengandung.
Steven hanya bisa menunggu diluar ruangan dengan perasaan yang sangat khawatir juga panik.
Ia tak hentinya berdoa, hatinya sangat terpuruk, belum usai bersedih karna nenek pergi, dan sekarang menyusul istrinya yang sakit. Sementara keluarganya masih dalam perjalanan menuju paris.
Stev mengurus semuanya sendiri, ia juga terlihat lelah, belum lagi urusan kantor.
Tapi ia dikuatkan oleh adiknya kimberly.
__ADS_1
•••
BERSAMBUNG...