Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
go to paris


__ADS_3

Setelah satu minggu putri dan steven menikah, merekapun pergi keparis menemui nenek nya yang tidak bisa hadir dipernikahan mereka seminggu yang lalu.


Nenek pun menyambutnya dengan sangat bahagia, tidak disangka, disana juga ada kimberly adiknya steven.


Kim juga terlihat gembira dengan kedatangan kedua kakaknya itu. "Hai kakak.. Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Kak putri makin cantik saja." Seru kimberly saat melihat putri dan langsung memeluknya.


"Iya ya.. Kakak kangen sekali sama kim, tapi kok kamu bisa ada ditempat nenek,?" Sahut putri sembari membalas pelukan kimberly.


"Aku lagi libur weekand kak, aku lihat di ig kk saat kalian menuju keparis. Makanya aku langsung kesini."


"Sudah. Sudah.. Mari masuk dulu." Sahut nenek. (Bhs. Paris)


"Ah nenek!! " Putri langsung memeluk nenek nya dengan haru. "Lee kangen sekali sama nenek, saat lee menikah, nenek gak bisa liat lee sama stev."


"Iya gak apa-apa. Kan sekarang lee sudah ada disini. Berapa lama lee akan tinggal disini?" Tanya nenek kembali.


"Paling dua minggu aja nek, soalnya kita harus kembali kerja." Sahut putri.


"Gak usah terlalu sering bekerja, kamu harus pikirkan tentang cicit buat nenek." Ujar nenek tersenyum.


"Nenek, lee sudah memikirkan itu. Nenek sabar ya." Jawab putri tersenyum.


"Ya sudah, mari kita masuk dulu, nenek sudah menyiapkan makanan untuk kalian."


"Ya. Baiklah."


Rumah itu menjadi ramai dan begitu hangat. putri terlihat begitu bahagia bisa bersama neneknya kembali.


Steven tersenyum senang melihat istrinya kembali ceria.


_


Keesokan harinya. Putri dan stev beramitan pada nenek untuk pergi keapartemen stev.


"Nek, hari ini aku dan stev akan keapartemennya, sekaligus mau keperusahaannya buat kunjungan, tapi kami tidak pulang, kami menginap disana beberapa hari." Ucap putri sambil merangkul nenek.


"Iya, gak apa-apa, kalian perbanyaklah waktu buat berdua. Nanti nenek minta temeni sama kimberly saja selagi kalian belum kembali.


Nak stev, kamu harus semangat ya, jangan lembek, supaya cepat dapat momongan." Ucap nenek sembari tertawa kecil.


"Nenek tenang saja." Sahut stev tersenyum.


"Apaan sih nenek, malu tau.. Ya sudah kita pergi dulu ya, nenek jaga diri baik-baik." Putri dan steven mencium tangan nenek sebelum mereka pergi.


Kemudian mereka berdua pergi menggunakan taxi. Saat didalam taxi, steven slalu mendekap putri.


"Sayang, kita kekantor dulu ya, mumpung masih pagi, sekalian nanti kita ambil mobil, supaya kita bisa keliling paris." Ucapnya menatap wajah putri.


"Iya, aku ngikut kamu aja sayang." Jawabnya tersenyum. Steven pun mengecup kening istri nya itu.


Setelah tiba dikantor, antusias semua karyawan ramai sekali menyambut kedatangan pasangan yang baru menikah itu, mereka memberi ucapan selamat dan memberikan kado yang sudah lama mereka siapkan untuk steven dan putri.


Mereka berdua tidak mengira akan ramai seperti ini, karyawan pun banyak yang ingin meminta foto selagi ada kesempatan, karna menurut mereka walaupun mereka sering melihat putri dan steven tapi mereka tidak bisa berkomunikasi secara langsung bagaikan ada dinding kaca didepan mereka. Terlebih jika melihat wajah datar dan dingin steven seorang ceo itu.

__ADS_1


"Wah.. Aku mendapatkan foto yang bagus, baru pertama kali aku bisa berfoto langsung dengan model internasional ini." Ujar salah satu karyawan.


"Iya, aku juga, aku lebih fokus pada bos stev, lihat deh, baru ini aku melihat dia tersenyum, selama aku kerja disini tidak pernah melihatnya tersenyum sedikitpun." Sahut yang lainnya.


"Iya, aku juga mendapatkan fotonya saat bos stev tersenyum, ternyata dia manis sekali, dan terlihat makin tampan."


"Wahh.. Beruntung nya nona lee ini, sekarang jadi nyonya stev. Andaikan aku jadi dia.


Ahh.. Aku baper.. Pengen liat foto ini terus, aku jadiin wallpaper deh."


Desas desus cerita ungkapan perasaan mereka memenuhi ruangan, membuat suasana kantor makin ramai dan makin berisik dan bergema. Mereka tak kuasa menahan rasa gembira saat melihat pasangan yang romantis ini.


Mereka sangat iri pada putri yang sekarang menjadi istri dari bos besar mereka.


"Perhatian semuanya, silahkan kalian kembali lagi bekerja, karna bos steven akan memeriksa data hasil pekerjaan kalian, dan bos akan memberikan kalian bonus ahir bulan jika pekerjaan kalian dinilai bagus oleh nya. Silahkan kembali kerja, jangan mian-main lagi!" Ucap si direktur perusahaan.


"Yeeyy.. Bos stev memang baik dan pengertian pada karyawan. Ayoo kita kembali bekerja dengan giat.." Teriak semua karyawan. Lalu mereka kembali bekerja.


Steven dan putri pun langsung menuju kantor ruangan ceo. Tidak lama kemudian seorang direktur masuk sambil membawa beberapa dokumen.


Merekapun membahas pekerjaan bersama hingga siang menjelang. Sedangkan putri sudah tertidur disofa disudut ruangan.


Stev melirik pada putri yang tengah berbaring itu, ia pun mengakhiri pekerjaannya karna ia tidak mau orang lain melihat istrinya berbaring.


"Baiklah, kita sudahi dulu pembahasan kali ini. Peningkatan perusaan sangat bagus, semoga tidak akan terjadi penurunan lagi, aku percayakan semua padamu, karna kemungkinan aku akan jarang berkunjung kesini, tapi aku pasti memantau kalian melalui meeting video call.


Dan semua karyawan juga sangat bekerja keras, sampaikan pada mereka bahwa ahir bulan ini aku akan memberikan mereka semua bonus 10 persen dari gaji mereka." Tutur stev sambil menutup laptopnya.


"Ya. Silahkan."


Saat ditektur itu keluar, steven pun mengahampiri putri yang tengah berbaring menghadap luar jendela kaca yang menghadap kelaut itu.


Steven juga turut berbaring dibelakang putri sambil memeluknya.


"Sayang, apa kau lelah? Sepertinya kamu sangat menikmati pemandangan pantai itu dari sini ya? Apa kamu mau liburan kepantai?".


Stev mengira bahwa putri hanya berbaring.


"Eh. Gak jawab?, sayang..!" Steven pun langsung mengangkat badanya untuk melihat wajah putri karna tidak menjawab pertanyaan nya.


"Hah? Dia tertidur? Dasar muka bantal, gak bisa berbaring bentar, langsung tidur aja. Pantesan gak ada respon. Huhh.. Sayang.. Sayang.. kamu gemesin banget kalo lagi tidur." Steven mengecup kening putri, dan membangunkanya pelan-pelan.


"Sayang, bangun, mau pulang gak?" Bisik steven ditelinga putri dengan lembut.


"Emmm.. Pulang kemana? Aku masih tidur." Jawab putri dengan suara serak.


"Sayang, kita masih dikantor loh, ayo pulang dan tidur di apartemen aja." Sahut steven sembari menyingkirkan rambut diwajah putri.


"Hah? Dikantor? Ah iya aku lupa." Putri tersadar dan langsung beranjak.


"Yuk pulang sayang, kita makan siang dulu ya. Ntar malam kita dinner didekat eifel aja, sudah lama gak kesana."


"Hm baiklah. Tapi setelah makan siang langsung pulang ya, aku mau istirahat." Sahut putri manja.

__ADS_1


"Kalau gitu kita pesan makanan saja, kita makan dirumah ya."


"Iya, ide bagus. Ayo pulang." Putri menggandeng tangan steven sembari berjalan menuju lift.


Mereka mengambil mobil stev, kemudian pulang keapartemen setelah memesan beberapa makanan dan membawanya pulang.


"Stev, aku masih ngantuk, nanti aja ya makanya." Ucap putri sambil menguap.


"Makan dulu sayang, apa kamu lupa kalau kamu memiliki gejala magh. Nanti kambuh lagi loh, makan dulu ya, sini aku suap, duduklah disamping ku." Stev menarik tangan putri untuk duduk disebelahnya.


Steven menyuapi putri layaknya sedang menyuapi anak kecil. Sementara putri mengunyah makanan dengan mata terpejam karna ngantuk.


"Heh dia ini,, aku baru tau kau ini manja sekali ya, melebihi anak-anak." Ujar stev tersenyum sambil menyuapinya.


"Aku ngantuk stev, benar-benar ngantuk. aku gak mau makan lagi."


"Jangan dong sayang. Abiskan dulu makananya ya." Steven kembali menyuapi putri yang sangat mengantuk itu.


Setelah makanan nya habis, putri langsung terlelap. Steven pun menggendongnya dan membaringkanya ditempat tidur. Diapun melepaskan sepatu putri dan mengganti pakaiannya.dan mengecup kening putri dengan lembut dan kasih sayang.


Kemudian steven pergi keluar kamar. Lalu mengambil Hp dan menelpon shine.


"Halo shine, bagaimana dengan keadaan dijakarta, apa sudah ada tanda pergerakan dari seehan?."


"Sejauh ini sih belum, aku rasa dia belum sembuh dari lumpuhnya. Keadaan perusahaan kalian berdua juga baik-baik saja. Kamu tenang saja stev, aku akan mengawasi seehan disini, kalian bersenang-senang lah selagi berlibur. Bagaimana rasa nya malam pertama. Haha!!." Shine terbahak keras.


"Rasanya dahsyat, kamu ingin merasakanya? Makanya segera menikah. Haha." Stev kembali mengejek shine.


"Begitu kah?? Aku gak perlu harus menikah kalau hanya ingin melakukan hal seperti itu, aku bisa mencari banyak wanita cantik di klub malam. Haha."


"Dih, dasar kamu ya. Hati-hati loh, nanti infeksi. Ya sudah silahkan lanjutkan kerja kamu, aku tutup dulu telpon nya, aku mau ngeloni istriku tidur dulu." Ucapannya membuat shine jengkel.


Steven menutup telpon nya dan masuk kekamar. Kemudian steven turut berbaring disamping putri sembari memeluknya, tak lupa dia mengecup kening dan pipinya.


Sementara itu shine tengah tertunduk setelah mengakhiri telponnya dengan stev.


"Huh.. Mereka berdua enak sekali. Saling cinta dan saling sayang. Aku jadi iri pada mereka, sedangkan cintaku hanya bertepuk sebelah tangan. Ahh!! Bagaimana caranya agar aku bisa melupakan putri, kenapa hatiku rasanya sudah tidak bisa menerima wanita lain, terserahlah, jalani saja dulu yang sekarang, jodoh akan datang sendirinya nanti."


"Nasib percintaanku tidak semulus karierku, mungkin inilah balasan yang aku terima karna dulu aku sudah sangat menyakiti putri. Tapi tidak apa-apa, aku akan menebus nya dengan cara melindungi dan menjaganya."


"Aku lelah, penat dengan semua pekerjaan ini, aku butuh refreshing. Apa aku... Ahh. Aku kejepang saja. Lagian sudah lama aku tidak mengunjungi perusahaan disana. Ya, aku akan berangkat besok, dan akan kembali minggu depan."


Shine terlihat lelah, dia bersandar dikursi kerjanya sembari memejamkan mata. Luka pada lenganya sudah mulai sembuh, dan mulai mengering, tapi tak ada satupun yang mengetahui luka dilenganya itu.dia sengaja merahasiakanya supaya tidak ada yang khawatir.


Dia lelaki sejati, dia sangat peduli dengan orang disekitarnya, bahkan ia menyembunyikan sakitnya hanya karna tidak ingin orang lain mencemaskannya.


Ia juga sangat menyayangi putri walaupun ia tau bahwa putri selamanya tidak akan menjadi miliknya. Dia pria yang sangat baik.


•••


BERSAMBUNG...


Bagaimana shine menurut kalian?

__ADS_1


__ADS_2