
Setelah shine mendekap putri, dia pun mulai tenang, dan mengusap air matanya.
"Shine, ternyata selama ini kita telah salah faham, begitupun dengan stev. Dia mengira kalau seehan lah pelakunya, itu artinya, kematian stev hanya sia-sia." Ucap putri dengan penuh penyesalan.
"Benar.! Ternyata seehan tidak bohong, dia benar-benar sudah berubah. Kita sudah salah sangka." Jawab shine merasa bersalah.
"Shine! Lalu bagaimana dengan seehan? apakah dia sudah meninggal karna tertembak kemarin. Atau dia masih hidup? Shine tolong bantu aku. Tolong cari seehan, aku merasa bersalah padanya, aku ingin minta maaf padanya." Pinta putri dengan linangan air mata.
"Put, kita selesaikan masalah ini satu persatu. Lebih baik kita urus dulu perusahaan kamu, setelah itu kita mencari seehan. Oke. Sekarang apa yang harus kamu lakukan?".
"Ya kamu benar,, sudah terlanjur dua orang yang berkorban dalam hal ini, maka aku tidak akan mengampuni mereka. Aku tidak menyangka bahwa tuan kiim lah dalang dibalik ini semua, pantas saja minggu lalu dia terlihat cemas dengan kedatangan kita. Shine, tolong bantu aku cari pengacara terbaik dikota ini. Aku akan menuntut nya, dan lucas, kamu yang akan menjadi saksi nya, aku minta padamu, siap kan semua bukti yang kau punya, dan jangan sampai bocor sebelum shine menemukan pengacara." Jelas putri dengan tegas dan penuh amarah..
"Baiklah, kami siap melakukan tugas." Jawab shine dan lucas bersamaan.
Mereka pun bergegas membuka laptop masing-masing dan mulai bekerja sesuai perintah putri, shine juga sedang mencari informasi mengenai pengacara yang handal.
Malam harinya, pekerjaan pun selesai. Semua keperluan sudah disiapkan, termasuk si pengacara.
_
Keesokan harinya, putri beserta jajaran nya mendatangi kantor polisi untuk mengajukan surat tuntutan dengan bukti -bukti yang sangat kuat dan akurat. Tidak membutuhkan waktu lama, polisi pun memproses nya.
"Pak, aku mau siang ini kalian menangkap si penghianat ini, tolong bantuan nya. Aku akan membayar sesuai kerja kalian." Ucap putri.
"Ahh, nyonya lee jangan sungkan, bukti ini sudah jelas, dia sudah menjadi tersangka, nyonya tidak perlu mengeluarkan uang." Jawab pak polisi tersenyum.
"Aku hanya memberikan tips, bukan untuk menyuap. Tolong jangan salah faham. Kalau begitu kami permisi dulu, aku tunggu kalian dikantor siang ini, dan ini kartu namaku, disana sudah ada alamat perusahaan dan nomor ponselku, hubungi aku jika kalian tiba disana." Ucap putri dengan tegas dan tatapan dingin.
"Baiklah nyonya, terimakasih banyak." Sahut polisi itu dengan senyuman.
Putri, shine, lucas dan pengacaranya mendatangi kantor bersamaan. Setibanya dikantor, kebetulan tuan kiim sedang bersantai dilobi kantor sambil berbincang dengan direktur nya dengan penuh canda tawa.
Putri langsung menghampiri mereka dengan wajah yang muram.
__ADS_1
"Eh, nyonya lee sudah datang, tumben bawa pengawal?." Sapa tuan kiim dengan ramah disaksikan karyawan yang lalu lalang.
"Heh.!! Ahir ahir ini saya liat, anda sangat santai ya tuan? Apa tidak ada kerjaan? Atau sudah merasa berkuasa?." Tanya putri dengan tatapan tajam.
"Apa maksud nyonya?, kita hanya ngobrol sebentar sebelum bekerja. Lagian disini memang saya yang lebih banyak memegang saham kan?" Jawab tuan kiim dengan sombong sambil menggoyangkan gelas minum ditangannya.
Putri makin geram. "Oh begitu? Apa anda lupa, seberapa persen fasilitas yang anda berikan untuk kantor ini. Setahu saya hanya 20 persen saja kan, sedang kan sisanya, saya lah yang memenuhi fasilitas kantor ini. Dan lagi, dalam kontrak tertera, saya lah ceo utama disini." Ucap putri tegas.
"Heh, nyonya. Tolong jangan bicarakan itu dulu, saya lah pemilik gedung dan saham terbesar sekarang, saya bisa saja mengusir nyonya dan mengubah kontrak itu. lebih baik, nyonya pikirkan dulu tentang saham nyonya." Sahut tuan kiim dengan tegas.
Putei pun makin geram. "Oh,, sudah mulai sombong.!! Heh! Aku memang harus berpikir keras tentang saham, tapi sepertinya anda lah yang akan aku pecat!." Timpal putri dengan wajah datar.
"Bagaimana mungkin,, jangan membual nyonya." Tuan kiim terkekeh tak menghiraukan.
Lalu putri menelpon sekretaris tuan kiim dan memintanya ke lobi dengan membawa laptop.
"Nyonya ceo, ada apa memanggil saya." Tanya si sekretaris sembari membawa laptop.
"Baik nyonya." Sekretaris itu pun menghidupkan laptopnya didepan tuan kiim, lalu dia membuka data yang dipinta putri. Sekretaris itu terbelalak kaget. Lalu dia menghadapkan laptopnya pada tuan kiim.
"Apa?? Bagaimana ini bisa terjadi." Tuan kiim kaget dan bingung melihat isi data itu. Membuat semua karyawan menoleh pada mereka. Namun si direktur hanya tertunduk diam.
"Bagaimana tuan??? Itu Sebuah kejutan untukmu karna telah berhianat. Sekarang saya lah yang memegang saham 90 persen. Sepertinya kau tau betul kan dengan konsekuensinya dan hukuman yang berlaku pada perusahaan ini?" Ucap putri dengan keras.
Semua karyawan pun mendekat melihat mereka berseteru dan ingin mengetahui kejadian itu.
Tidak lama kemudian, datang lah tiga orang polisi sambil menodongkan pistol pada tuan kiim dan direktur jun ho.
"Jangan bergerak.!! Kami akan membawa anda kekantor polisi atas tuduhan pemalsuan dokumen dan korupsi." Tegas komandan polisi itu, lalu dia menyuruh bawahanya untuk memborgol tuan kiim dan direktur jun ho.
"Lepaskan saya pak, saya tidak bersalah, saya hanya mengikuti perintah tuan kiim." Ujar ditektur jun ho melemparkan lesalahan pada tuan kiim.
"Jangan membual kamu, dia bohong pak, saya seperti ini karna dia yang menghasut." Timpal tuan kiim mengelak.
__ADS_1
"Sudah!! Diam.!! Atau peluru ini aku lepaskan dikaki kalian, cepat jalan!" Perintah komandan polisi itu dengan tegas.
Merekapun dibawa kekantor polisi. Karyawan yang menyaksikan itu sangat tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh tuan kiim yang selama ini banyak diam dan tegas itu.
"Semuanya.!! Tolong merapat.!! Kalian sudah dengar kan apa yang barusan terjadi. Tuan kiim sudah berhianat, dia memalsukan data keuangan, dan juga korupsi hingga miliaran. Ternyata, tuan kiim lah yang menjual aset dan saham saya sedikit demi sedikit.,
Dan juga, dia hanya menggaji karyawan saya separuh saja. Tapi kalian jangan khawatir, karna sekarang, gedung ini sudah saya beli, dan sudah atas nama saya, jadi, perusahaan beserta gedung dan seluruh isinya adalah milik saya! Dan untuk gaji kalian yang di pending, akan saya berikan sepenuhnya. Jadi, mohon patuhi saya beserta prosedur perusahaan ini. Jika ada yang melanggar aturan, siap-siap kena sangsi dan juga hukuman,
Aku akan memberikan kalian bonus bulanan bagi yang pekerja keras dan yang berprestasi. Jadi bekerja lah dengan sungguh-sungguh.. Dan sekarang hanya sayalah ceo satu satunya.. Saya harap kalian mengerti.!!" Jelas putri dengan rinci.
"Mengerti.!! Terimakasih nyonya, kami akan bekerja sepenuh hati." Jawab mereka bersamaan.
"Baiklah, silahkan kalian lanjutkan pekerjaan kalian."
Putri , shine dan lucas pun menuju ruangannya bersama pengacaranya.
"Shine, lucas. Aku sangat berterimakasih pada kalian, kalian sungguh luar biasa, bisa membalikan keadaan dalam satu malam. Aku bangga sama kalian." Ucap putri dengan rasa haru.
"Santai saja nyonya.. Ini sih tidak terlalu sulit karna shine pencipta jaringan, jadi kita bisa sangat mudah melakukan ini. selamat ya, sekarang nyonya menang." Tutur lucas.
"Iya terimakasih. Oh iya, bapak pengacara. Apa yang akan kita lakukan mengenai tuan kiim, bagaimana soal pengadilan?" Tanya putri .
"Sebelum dia ditetapkan sebagai tersangka. Pihak pengadilan masih akan melakukan pemeriksaan. Dan disini kita masih membutuhkan sangsi dan juga bukti yang akurat. Setelah itu, baru pengadilan yang memutuskan hukuman pada mereka." Jelas pengacara tersebut.
"Baiklah, aku minta pada kalian, tinggal satu langkah lagi kita akan berhasil, tolong berusahalah." Ucap putri.
"Baik nyonya, kami akan melakukan yang terbaik." Jawab si pengacara dan juga lucas bersamaan.
•••
BERSAMBUNG...
Like guys😉
__ADS_1