Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Putri Sakit


__ADS_3

Putri dan shine pergi meninggalkan rumah nya setelah berbincang sebentar.


"Shine langsung antar saja aku kekantor ya, aku harus mengantar partner luar negri kebandara, mereka akan terbang siang ini"


"Loh, gak makan siang dulu? Nanti kamu laper loh kelinci kecil". Sahut shine sambil mencuil dagu putri.


"Gak deh shine, ntar gak keburu".


"Oh gitu, ya udah, aku langsung anter kamu kekantor kamu ya, aku juga mau balik kantor ada meeting juga siang ini". Shine langsung mengantar putri kekantor nya.


Sesampainya disana putri langsung turun dari mobil shine. "Terimakasih shine, kamu hati-hati dijalan". Ucap putri melambaikan tangannya dan langsung masuk kekantornya.


"Sama-sama kelinci ku". Jawab nya pelan dengan senyuman.


Saat putri masuk kantor, ternyata para partner kerjanya tidak ada didalam, lalu putri menelpon cahrlie.


"Halo kak, bukanya kalian pulang keluar negri hari ini? Tapi kok kantor sepi ya".


"Put, kita sudah ada divila, kita sedang berkumpul disini, sebentar lagi kita akan kebandara".


"Oh gitu, ya udah deh aku kesana sekarang. Dah.."


Putri langsung mengambil mobil nya diparkiran khusus dibawah kantornya. Lalu dia pergi menuju vila nya. Tidak lama kemudian putri sampai divila.


"Maaf semuanya aku terlambat, apa kita bisa berangkat sekarang". Ucap putri menggunakan bahasa inggris.


"Oh tentu.."


"Oke, yang cewek ikut mobil aku ya". Putri mengantar semua tamunya kebandara, dengan beberapa mobil dari kantornya dengan supir masing-masing.


Setiba dibandara, mereka harus menunggu dulu beberapa menit sebelum terbang.


"Kak charlie, deniel, maaf ya aku belum bisa balik kejepang untuk membantu kalian". Tutur putri.


"Nggak apa-apa put, mungkin kamu masih kangen dengan jakarta, masalah dijepang kita bisa mengatasinya kok, oh iya, aku dengar kamu dan steven sudah pacaran ya?"


"Loh, kok kakak bisa tau?"


"Iya dong, kamu belum liat IG? , tadi pagi steven posting foto kamu".


"Oh,, aku gak tau, aku belum sempat liat hp".


"Selamat ya put, kamu memang serasi dengan steven". Ucap deniel tertunduk sedih.


"Makasih den, tapi kamu kok kayak sedih gitu? Ada apa? kalau kamu belum mau balik kejepang gak apa-apa kok". Timpal putri melihat wajah sedih deniel.


"Eh put, kamu gak tau ya kalau deniel itu adalah saingan steven dan shine!". Sahut charlie,


"Hah? Maksud nya deniel suka sama aku? Aku gak tau kok, selama ini hubungan kita baik-baik saja sebagai teman, dan aku menganggap deniel hanya sebagai sahabat. Deniel, maafin aku ya, aku beneran gak tau kalau kamu mencintai aku, aku benar-benar minta maaf, tolong kamu jangan sakit hati atau membenciku ya, kita masih bisa berteman kok". Putri menepuk pundak deniel dan tersenyum padanya.


"Iya put gak apa-apa, aku ngerti perasaan kamu kok, lagian cinta itu tidak harus memiliki kan? Walaupun kamu sudah milik orang lain, tapi aku tetap sayang sama kamu sebagai sahabat sekaligus kakak buat kamu". Sahut deniel membalas senyuman putri.


"Deniel, terimakasih banyak, kamu lebih pengertian daripada shine".


"Hei, sudah ngobrol nya, kita sudah mau naik pesawat nih, ayo buruan atau kamu tinggal aja". Ujar charlie menghentikan obrolan mereka.


"Iya iya.. Tunggu bentar. Put aku pergi dulu ya, kamu hati-hati disini ,walaupun ada stev dan shine yang menjaga kamu, tapi siapa tau ada kejahatan yang mengancam". Deniel menggenggam tangan putri dan menatap wajahnya.


"Iya den, terimakasih sudah peduliin aku.


Kalian hati-hati dijalan ya".


"Iya adiku bawel. Kita berangkat dulu ya". Charlie mengusap kepala putri sebelum dia pergi.

__ADS_1


"Daaah semuanya, hati-hati dijalan, lain kali datang lagi kesini ya". Ucap putri dalam bahasa inggris dan bersalaman satu persatu pada partner kerja nya itu.


Putri masih menunggu dibandara sampai pesawat mereka terbang jauh,


"Huh.. Ahir nya mereka terbang juga, aku pulang aja deh, lanjutin istirahat dulu, masih capek banget karna event kemarin. Udah jam dua lewat ya, kok cepat banget sih jam berjalan". Putri melangkah masuk kedalam mobil nya lalu pergi meninggalkan bandara,


Saat ditengah perjalanan, tiba-tiba putri merasakan perut nya teramat sakit, sampai dia tak kuat menahan nya, lalu putri menepikan mobil nya dipinggir jalan.


"Ya ampun.!  Perutku kenapa sakit banget, ada apa ini, ahh!!  Gimana aku pulang, jalan nya masih jauh lagi! Aduuhh. ." Putri mengiang kesakitan sambil memegang perut nya dengan  kedua tanganya,


"Ahh! ! Kenapa perutku?". Ia berteriak dengan tangisan. "Apa aku telpon stev aja ya.. Aduh!!  Sakit banget". Sambil merintih kesakitan, putri pun menelpon stev.


"Halo sayang, apa kamu sudah mengantar mereka pulang?". Ujar stev setelah menerima telpon putri


"Stev,  tolong aku! Aku sakit banget, tolong kesini secepatnya ya ntar aku kirim lokasinya". Ucap putri sambil merengek kesakitan.


"Sayang, kamu kenapa? Kamu sakit apa?"


"Nanti saja nanya nya, aku udah gak kuat".


"Oke.. Oke, aku kesana sekarang, segera kirimkan lokasinya". Steven langsung menutup telpon nya, dengan cemas, dia langsung meninggalkan pekerjaannya untuk menjemput putri, lalu melaju cepat dengan mobil nya.


Tidak lama kemudian, steven menemukan mobil putri yang sedang parkir dipinggir jalan, dia mengetuk kaca mobil putri, tapi tidak ada suara, lalu dia mengintip nya dari kaca pintu mobil nya, stev kaget melihat putri yang sudah terbungkuk lemas, kepala nya tertidur di setir mobil terlihat tidak berdaya.


Saat stev membuka pintu mobil putri, ternyata pintu nya sengaja tidak dikunci putri karna dia tau kalau dia sudah tidak kuat lagi.


"Sayang, hei.kamu kenapa? bangun dong!". Steven mencoba membangunkan putri dengan menepuk pipinya ,namun putri tidak bergerak sama sekali. Tanpa pikir panjang, steven pun memindahkan putri kedalam mobil nya dan membawanya kerumah sakit,


Stev menyuruh karyawan kantornya untuk mengambil mobil putri yang terparkir dipinggir jalan. Kemudian ia membawa putri kerumah sakit.


Setibanya dirumah sakit, steven langsung menggendong putri sambil berlari cepat, lalu ia memanggil dokter yang bertugas, dan putri segera ditangani dengan cepat.


Steven menunggu putri diluar ruangan dengan cemas, steven memberitahu mamanya dan juga paman alex, kalau putri sedang dirumah sakit, tidak lama kemudian mama steven datang, disusul dengan paman alex,


"Aku juga gak tau mah, tadi dia menelponku untuk menjemput nya sambil menangis kesakitan, saat aku menemukanya, dia sudah pingsan". Jelas stev dengan wajah cemas.


"Stev, bagaimana keadaan nak putri?". Tanya paman alex yang baru tiba.


"Belum tau paman, dia masih ditangani dokter didalam. Doakan saja tidak terjadi apa-apa dengan putri".


"Keluarga nona putri!. " Seorang suster keluar dari ruang  UGD.


"Kami semua keluarganya sus, apa putri sudah sadar?". Tanya steven dengan cepat.


"Iya, dia baru saja sadarkan diri, kalian bisa menjenguknya". Sahut suster itu,lalu mempersilahkan mereka masuk.


Mereka masuk buru-buru untuk melihat putri. Stev dengan cemas menghampirinya.


"Sayang, kamu kenapa, kok tiba-tiba pingsan? apa kamu terlalu capek?". Tanya stev penuh rasa khawatir.


"Aku gak apa-apa stev". Jawab putri pelan.


"Dok bagaimana dengan keadaan anak kami, apa yang sudah terjadi padanya?". Tanya paman alex.


"Sepertinya nona putri terlalu lelah, dan juga perut nya kosong membuat tubuh nya tidak bertenaga. Dan satu lagi, nona putri sudah terkena gejala magh. Harus dijaga pola makan nya, dan jangan terlambat makan nya ya, usahakan makan satu jam sekali, pokok nya jangan menunggu lapar baru makan, supaya gejalanya bisa cepat sembuh". Jelas dokter dengan rinci.


"Oke dok terimakasih banyak". Jawab paman alex.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu ya". Dokter meninggalkan ruangan untuk memberi waktu pada pasiennya.


"Sayang, kamu pasti belum makan ya? kamu kok teledor banget sih, sakit kan jadi nya?". Ucap stev sambil menggenggam tangan putri.


Paman alex dan mamanya hanya melihat mereka sambil duduk disofa dalam ruangan pasien tersebut. Sambil saling tatap, mamanya steven seperti mengenal paman alex.

__ADS_1


"Eh, aku kayak pernah lihat kamu deh". Tanya mama steven pada paman alex. "Bukanya kamu alexander?"


"Iya, kamu.... Bukankah kamu Rani?"


"Hah? Ternyata benar kamu alexander. Ya ampun, ,ternyata kamu yang jadi orang tua pengganti nak putri itu. Steven pernah bercerita tentang masa lalunya dan juga tentang kamu, tapi dia hanya menyebutnya paman alex, aku pikir siapa?". Ujar mama stev.


"Iya,, hehe, kamu apa kabar?  Sudah lama sekali tidak bertemu". Timpal paman alex.


"Aku baik-baik saja, setelah suamiku meninggal, aku kebanyakan dirumah aja, kamu sendiri gimana?"


"Ehh,, paman alex sama mama saling kenal ya?  Wahh mungkin kalian jodoh ya. Hehe". Celah steven menghentikan obrolan mereka, karna suara mereka terdengar sangat berisik, membuat obrolan steven dan putri tidak fokus.


"Um.. Paman, mending ajak mama makan dikafe sambil ngobrol deh, tadi siang mama belum makan tuh". Ucap steven berbohong, dia saja tidak tau mamanya sudah makan atau belum.


"Ah, kamu benar stev, baiklah, rani kita makan direstoran saja yuk, sembari ngobrol sebentar, karna kita sudah lama tidak bertemu". Paman alex mengajak mamanya stev pergi.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah sakit.


"Fiuh.. Lega, ahirnya mereka pergi juga". Ucap steven menghela nafas nya.


"Sayang, kamu belum jawab pertanyaan aku loh, kamu tadi pasti gak makan kan?"


"Hmm.. Iya stev,, aku lupa makan karna tadi buru-buru". Jawab putri dengan suara lesu.


"Loh, bukanya tadi kamu bilang mau makan sama shine? Kenapa gak jadi?"


"Iya, karna sepertinya shine sedang gak mood, makanya aku ajak ngobrol dirumah aja, setelah itu aku minta anter dia kekantor, jadi lupa makan deh. Hehe maaf ya".


"Dasar gadis bodoh! Prioritas utama itu adalah makan, karna kalau gak makan bisa gak hidup tau gak?  luangkan waktu sebentar untuk mengisi perut, awas lain kali kayak gini lagi".


"Iya sayang, aku janji gak lagi deh". Jawab putri manja.


"Stev, aku mau makan". Rengek putri.


Steven tersenyum lebar tanpa bicara


"Stev, kenapa senyum gitu, ada yang salah?". Ujar putri heran.


"Gak apa-apa, aku hanya seneng aja mendengar kamu panggil aku sayang. Makasih ya sayang!! Sini aku suapin ya, tadi mama bawa makanan banyak banget loh, kamu habisin ya". Steven menyuapi putri makan dengan sabar, sesekali ia membelai rambutnya.


Setelah steven selesai menyuapi putri makan, seorang dokter pun datang untuk memeriksa keadaan putri.


"Dok, bagaimana keadaan putri.?


"Tuan stev tenang saja, dia sudah jauh lebih baik setelah makan, tapi saya sarankan untuk rawat inap dulu satu malam, karna dia masih di infus, besok sudah boleh pulang". Jelas dokter.


"Baiklah dok, tidak masalah,, aku akan menemaninya, aku bisa tidur disofa"


"Um.apakah tuan tidak takut kalau ada pihak yang sengaja mengambil kesempatan ini untuk membuat gosip dan mengambil foto tuan dan nona putri?"


"Biarkan saja dok, aku tidak peduli, yang lebih penting adalah kesehatan putri". Timpal stev cuek.


"Oh begitu, baiklah tuan, saya permisi dulu, panggil saja saya jika butuh sesuatu".


"Baik dok, ,terimakasih".


Malam harinya, Stev menjaga putri, ia tertidur disamping ranjang putri sambil menggenggam tangannya.


•••


BERSAMBUNG...


Bagaimana dengan shine?

__ADS_1


__ADS_2