Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Kebahagiaan putri is kebahagiaan shine


__ADS_3

Malam harinya, semua orang sedang tegang menunggu hasil tes DNA yang dilakukan tadi siang. Shine juga masih disana karna penasaran ingin melihat hasil tes itu.


Tidak lama kemudian seorang dokter masuk dengan sebuah amplop ditangan nya.


"Selamat malam semuanya, ini hasil tesnya sudah keluar silahkan kalian lihat sendiri hasil nya." Dokter memberikan nya pada stev.


"Terimakasih dok."


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu." Dokter langsung meninggalkan kamar putri.


Putri merampas amplop itu dari tangan stev. Stev kaget, tapi dia hanya diam.


"Maaf stev, biar aku saja yang melihatnya." Putri langsung membuka amplop itu sambil gemetaran. Saat ia membacanya, ekspresi wajahnya datar membuat semua orang bingung melihatnya.


Lalu stev menarik kertas itu dari tangan putri. Steven hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun.


"Nak stev, bagaimana hasil nya.?" Tanya tante shinta.


Steven hanya diam, lalu shine merampas kertas itu dari stev."Kalian ini kenapa sih? setelah melihat kertas ini jadi pada bisu!" Shine juga membuka kertas itu, lalu dia kaget dengan hasil nya.


"Wahh... Hasil nya 80 persen kesamaan nya dengan stev.. Itu berarti bayi ini anak kandung stev.!! Ohmaigad!!" Teriak shine menghebohkan satu rumah sakit.


"Wah! Selamat ya sayang,, selamat ya stev." Ucap mama rani dan yang lainnya berkerumun disamping putri.


Steven pun berjalan mendekat pada putri. "Ma, tolong bantu aku gendong bayi ini." Ujar stev pada mama nya.

__ADS_1


Mama rani langsung sigap mengambil bayi itu dan meletakannya ditangan steven.


"Sayang,, sekarang mama kamu sudah tidak cemas lagi. Karna kamu benar-benar anak mama dan papa, jadilah anak baik ya, patuh dan berbakti pada orang tua." Ucap stev lalu mencium bayinya. Semua orang sangat bahagia melihat pemandangan ini.


Namun putri masih diam tanpa bicara dan tertunduk.


"Sayang, kamu kenapa? Harusnya kamu bahagia dong!" Ujar stev sambil menaruh bayi nya disamping putri kembali.


"Stev,, hasil tes itu hanya 80 persen., sedangkan sisa nya?? Diaa..?" Putri menghentikan ucapanya.


"Heii..sayang, 80 persen itu sudah akurat, apa lagi yang kamu cemaskan. gak ada juga hasil tes itu sampai 100 persen!." Timpal stev membelai wajah putri.


"Harus nya 99 persen. Bukan 80 persen." Sahut putri sedih.


Putri meneteskan air mata. "Hiks.. Maafkan aku stev, harusnya aku gak boleh kayak gini, terimakasih kamu sudah menerimaku dan bayi ini, terimakasih telah menjadi suami dan papa untuk kami." Putri menangis sambil mencium kening bayinya.


Steven pun berdiri dan mendekap putri beserta bayinya, dia mencium kening putri lalu menciumi bayinya. Mereka yang berada dalam ruangan itu turut terharu melihat keluarga kecil mereka.


"Sayang, untuk apa berterimakasih, ini sudah kewajiban aku sebagai suami kamu, aku sudah berjanji bahwa aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi, dan sekarang kita sudah mempunyai bayi yang lucu ini, aku akan menjaga dan membahagiakan kalian selama aku hidup." Tutur steven menatap mata putri dengan lembut.


"Ehem..! Nah, sekarang kita semua sudah tau hasilnya, ini kabar bagus untuk kita, kalau begitu aku pulang dulu." Cela shine ditengah percakapan mereka. "Ma. Pa. Aku duluan ya. Nanti kalian aku suruh supir yang jemput." Shine langsung meninggalkan rumah sakit.


"Tumben dia buru-buru." Gumam mama rani.


"Mungkin dia ada keperluan kak." Jawab shinta.

__ADS_1


"Ma, tante, om. Kalau kalian mau pulang gak apa-apa,, biar aku sendiri saja yang jagain putri. Lagian besok kita sudah pulang." Ucap stev.


"Biar om dan tante kamu saja yang pulang, mama akan tetap disini nemenin kalian."


"Iya, siapa tau bayinya nangis, kalian kan belum bisa menggendong bayi, kalau gitu tante dan om pulang dulu ya." Sahut tante shinta


"Iya, tan. Hati-hati ya,, tunggu mobil shine menjemput" Tutur stev


Shinta dan arman pun meninggalkan rumah sakit sambil menunggu jemputan mobil dari kantor shine.


Disaat yang bersamaan, shine baru saja sampai dirumahnya, dia langsung masuk kamar dan duduk diatas ranjangnya. Tak kuasa dia menahan harunya, diapun meneteskan air mata.


"Aku gak nyangka put kamu bisa sebahagia ini, aku sudah mengenalmu sejak lama, saat itu kamu sangat menderita. Tapi sekarang aku sangat bersukur kamu mendapatkan suami yang baik dan perhatian seperti stev." -


"Semoga kalian bahagia selamanya, kalian sudah menjadi keluarga yang lengkap dengan hadirnya satu bayi yang manis. Aku turut bahagia melihat kalian yang selama ini selalu diterpa masalah yang datang silih berganti, tapi sekarang kalian jangan khawatir, karna aku akan menjadi tameng pelindung terdepan untuk kalian."


Shine meneteskan air mata sambil menatap plafon kamarnya, betapa haru dan bahagianya dia melihat putri bahagia bersama steven. Cintanya yang besar untuk putri tapi tidak ada hasrat ingin memiliki dihatinya. Karna dia tau steven lah yang terbaik untuk putri.


"Duh.!! Kok aku jadi cengeng ya. Aku sudah gila karna cinta, semenjak mengenal putri, aku sudah tidak bisa membuka hati untuk wanita lain, bahkan aku rela mengorbankan nyawa untuk dia. Aku benar-benar gila!. Tapi aku lebih gila lagi kalau aku tidak bisa melihatnya dalam waktu lama. Ya tuhan bantu aku move on dari putri, dia itu istri orang,, tapi kok aku gak iklas ya kalau harus menghilangkan rasa cinta ini. Ahh!!! Biarkan sajalah,, biar waktu yang menjawab."


Shine berbaring ditempat tidurnya sambil meratapi nasib percintaannya yang tak berujung.


•••


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2