
Keesokan harinya, putri sudah diperbolehkan pulang, karna keadaannya sudah membaik dan sudah bisa berjalan.
Setibanya dirumah, stev tidak lupa untuk memberi kabar bahagia ini pada charlie, deniel dan kimberly adik nya.
Malam harinya, mama rani mengadakan sukuran kecil-kecilan untuk menyambut kedatangan cucu pertamanya itu, sekaligus untuk acara pemberian nama.
"Sayang, apa kamu sudah ada ide nama apa yang bagus untuk anak kita.?" Tanya steven sambil menggendong bayinya yang sedang tidur.
"Emm.. Apa ya.? Gimana kalau "Jeon Jhonas" ? lebih singkat dan simpel."
"Bagus juga tuh, ada namaku di belakang nya. Selamat datang jeon." Stev tersenyum sambil mencium bayinya. "Sayang, apa kamu tau artinya jeon itu?" Sambung stev.
"Jeon adalah orang yang kuat, pintar dan berambisi besar untuk mengejar masa depan, aku harap nama ini sesuai dengan karakter dan kepribadiannya kelak." Jawab putri bersemangat.
Ditengah obrolan mereka, terdengar suara ketukan pintu .
"Stev!! Nak putri, silahkan turun, acara kita sudah mau mulai, apa kalian sudah menyiapkan nama anak kalian.?" Ujar mama rani dari depan pintu kamar.
"Iya. ma,, kami segera datang." Sahut stev dari dalam kamar.
"Sayang, apa kamu bisa jalan? Kamu pegangan saja dibahuku ya, biar aku yang gendong jeon." Ucap stev sambil membantu putri berdiri.
"Iya sayang, aku bisa kok." Putri berdiri dibantu oleh stev, perlahan mereka turun dari tangga.
_
Saatnya memulai acara, sudah banyak tamu yang hadir, walaupun hanya keluarga dan tetangga dekat saja, karna ini bukan acara yang besar.
Acaranya berlangsung lancar, nama jeon sudah disebutkan, semua orang memberi selamat dan berdoa untuk jeon. Banyak juga yang memberi hadiah untuk jeon.
Tidak berlangsung lama, acara itupun selesai, ditutup dengan doa, kemudian semua tamu pulang, kecuali shine dan mama papanya. Dan juga paman alex.
"Nak selamat ya.. Ahirnya aku bisa melihat cucu." Tutur paman alex sembari mencium jeon.
"Iya paman, terimakasih." Tutur putri tersenyum.
"Eh.. Aku mau gendong jeon anakku dong." Ucap shine bersemangat mendekat pada stev yang sedang menggendong jeon.
"Jangan!! Ntar jatoh! Kamu belum bisa menggendongnya!." Jawab stev dengan cepat.
"Eleeeh.. Kamu juga baru tadi malam belajar gendong, itupun gak bisa ambil sendiri, harus ada yang bantuin, sombong!!" Ketus shine kesal.
__ADS_1
"Tapi kan sekarang aku udah bisa gendong sendiri tanpa bantuan lagi." Timpal stev cuek.
"Serah deh,, boleh dong aku gendongnya. Aku tuh gemes banget." Sahut shine menggertakan gigi karna gemas.
"Haiiss.. Iya deh. Nih, gendong yang benar, awas kalau sampai dia nangis." Stev memindahkan bayinya ketangan shine perlahan
.
"Yeah! Akhirnya aku gendong kamu juga, duhh gemes nya!, pengen aku cubit dengan kuat, dan aku peluk dengan erat." Shine begitu gemas, sesekali ia mencolek hidung jeon.
"Woii.. Lo stres ya!.Bayi masih merah digituin. minta kena tabok nih orang!" Teriak stev melihat kelakuan shine pada anak nya.
"Apaan sih stev!, lebay banget deh kamu, aku kan cuma ngomongnya aja, gak beneran aku praktekin, takut amat.!" Ketus shine melotot pada stev, lalu kembali lagi menciumi bayi jeon.
"Jangan terlalu sering menciuminya, nanti jeon terkena virus kamu." Timpal stev membalas melotot pada shine.
"Duhhh. Kamu kok tidur nya imut banget sih sayang, aku tambah gemes." Shine tetap fokus pada jeon tanpa menghiraukan kata dari stev.
"Tapi aku pegel juga, kamu gendong mama kamu dulu ya." Shine memberikan jeon pada putri yang sedang duduk.
Putri pun menyambutnya dengan hati-hati.
Tanpa sengaja shine menatap putri begitu dekat. Jantung nya langsung berdegup kencang, shine terbawa perasaan seakan akan dialah ayah dari jeon. Shine pun tersadar, dia cepat-cepat memberikan jeon pada putri lalu kembali keposisinya semula.
"Oh, oke, kamu benar, mereka butuh istirahat, apalagi putri, dia masih lemas.
Baiklah kak, kami pulang dulu ya. Besok aku kesini lagi untuk bantu kakak beres-beres rumah." Ucap shinta.
"Kalau gitu aku juga pulang ya." Sahut paman alex kemudian.
"Baiklah kalau gitu, kalian hati-hati dijalan ya." Timpal mama rani tersenyum.
Setelah mereka pulang, ponsel stev terdengar berdering. Stev merogoh ponsel didalam saku celananya. "Eh. Bentar, kak charlie nelpon."
"Halo stev!, dimana putri.??Tolong berikan Hp nya pada putri." Suara charlie terdengar keras.
"Astaga nih orang, bikin kupingku rusak, biasa aja wei.. gak usah teriak gitu.! gak ada yang tuli disini."
"Ya maap.! mana putri.? "
Stev memberikan hp nya ke putri. "Dispeaker aja sayang." Bisik stev.
__ADS_1
"Iya kak, ada apa?."
"Put, malam ini aku dan deniel mau kejakarta, sekarang kita lagi dibandara, mungkin besok malam kita tiba disana."
"Oh gitu! Kok tiba-tiba? " Tanya putri heran.
"Emm.. Deniel yang ngebet ngajak kejakarta soalnya dia bilang mau ketemu sama bayinya." Jawab charlie ragu.
Deniel langsung nimbrung menyaut ucapan charlie. "Heii diia bohong!, sebenarnya dia sendiri yang bilang gitu, dia ngajak aku pulang kejakarta karna dia ingin ketemu bayi kamu yang dia bilang anaknya itu." Sahut deniel mengatakan kebenaran.
Woii.. kok pada ngaku anak kalian sih. Gak tau malu.!! " Timpal shine dengan suara kuat.
"Loh, shine? belum pulang?" Ujar putri heran.
"Aku tadi balik lagi pas denger charlie nelpon."
"Eeh!! Kayak lo nggak aja shine. ngomong-ngomong ngapain lo disana!?." Sahut deniel
"Au ahh!! aku disini lagi gendong jeon! Kuharap kalian gak nyampe-nyampe kejakarta, bosan aku liat kalian." Ketus shine kembali.
Charlie kembali merebut hp nya dari deniel.
"Kalian ini ribut apaan sih, gak penting banget, dasar bocah!! Ya udah ya put, aku tutup dulu telponnya, oh iya, siapa nama bayi kamu." Tutur charlie
"Nama nya jeon jhonas kak. Panggil saja jeon."
"Nama yang bagus. Baiklah aku tutup telpon nya ya.. Dahh jeon, sampai ketemu besok."
"Dihh. Ngatain orang bocah, padahal dia sendiri gak ngaku kalau bohong." Gerutu shine. "Ya udah aku pulang ya udah ngantuk, Oh iya, aku cium jeon dulu deh.. Muahh,, sayang ayah pulang ya." Ucap shine halu tanpa ragu.
"Haha,, ayah??." Tanya putri menyeringai.
"Iya.. Emang kenapa? Sejak dia masih dalam kandungan, aku sudah mengangkatnya sebagai anak,, jadi gak salah dong kalau aku mau dia panggil aku ayah." Jawab shine dengan percaya diri.
"Iya.. Iya.. Terserah kamu aja, asal jangan dibawa pulang." Sahut steven mengerutkan dahinya.
"Emang serah aku!. udah ah aku mau ulang.! selamat malam semuanya." Shine langsung melangkahkan kakinya keluar dari rumah stev. sedangkan orang tuanya sudah menunggunya dimobil.
•••
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Jangan lupa like🙏