Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Selamat datang kedunia


__ADS_3

Keesokan harinya, steven pergi kekantor pagi sekali, dia meninggalkan sepucuk surat diatas meja untuk memberitahu putri kalau hari ini dia ada meeting dipagi hari.


Setibanya dikantor, stev menelpon shine untuk menyuruhnya datang kekantornya.


tidak berselang lama shine pun tiba.


"Stev, ada apa kau menyuruhku kesini?." Tanya shine dengan serius.


"Shine, kemarin aku sudah memberitahu kamu soal perusahana putri dikorea, menurutmu siapa pelaku nya, aku pikir ini bukan masalah biasa, karna hanya saham putri yang anjlok, sedangkan investor lainya baik-baik saja. Tadi malam aku sudah menghubungi CEO kedua kiim dikorea, tapi dia bilang tidak ada masalah besar, itu sudah biasa terjadi. Apakah menurutmu ini ada hubungannya dengan seehan??." Jelas stev.


"Aku rasa begitu,, seehan ini benar-benar tidak kapok. Kemarin dia bilang tidak mau lagi mengganggu putri, lihat saja aku akan mencarinya nanti." Timpal shine geram.


Tiba-tiba ponsel stev berdering ditengah percakapan mereka.


"Bentar ya, mama telpon." Ucap stev sambil melihat layar Hp nya.


"Halo ma, ada apa? Aku lagi sibuk nih."


"Stev, putri... Nak putri, dia sakit perut, sepertinya dia mau melahirkan."


"Apa..?! Oke, kalian tunggu sebentar ya, aku segera pulang, mama jagain putri ya." Stev mulai cemas.


"Iya nak, cepat ya.!!"


Setelah menutup telpon, stev bergegas memakai jas nya dan menutup laptopnya.


"Ada apa stev? Apa putri sakit?." Tanya shine penasaran.


"Shine, putri mau melahirkan, kita bahas seehan lain kali saja, putri lebih penting sekarang. Aku pulang dulu ya." Steven keluar dengan buru-buru.


"Stev! Aku ikut." Sahut shine sembari mengiringi steven.


"Ya. Baiklah,, ayo cepat."


Dengan panik dan cemas, stev melaju kencang menuju rumah nya. Diiringi mobil shine dibelakangnya.


Setibanya dirumah, stev dan shine langsung menghampiri putri, tidak lama kemudian mama dan papa shine juga tiba, merekapun langsung membawa putri kerumah sakit terdekat.


Setibanya dirumah sakit, putri langsung ditangani dokter, sedangkan pihak keluarga hanya bisa menunggu diluar, rasa cemas stev bertambah saat dia mendengar suara teriakan putri yang kesakitan, membuatnya jadi gelisah.


"Hei, kamu ngapain mondar mandir kayak setrikaan gitu." Ucap shine yang pusing melihat stev tidak berhenti jalan bolak-balik didepannya sambil menopang dagu.


"Aku lagi mencemaskan putri shine!!" Jawab stev masih melanjutkan langkahnya.


"Tapi gak gitu juga kali, mending kamu duduk diam sambil berdoa, aku pusing lihat kamu kayak gitu." Sahut shine kembali.

__ADS_1


"Hm.. Kamu benar." Stev langsung duduk disamping shine dengan menadahkan kedua tangannya memohon doa untuk kebaikan putri.


"Kamu tuh kalau panik lucu ya." Ucap shine tertawa lebar, mama dan papanya hanya tersenyum melihat tingkah stev.


"Apanya yang lucu hah?! Apa ada yang salah denganku?" Tanya steven bingung.


"Iya lah,, kamu tuh gak perlu menadahkan tangan kayak gitu, cukup berdoa saja dalam hati, kamu lihat tuh mereka tertawa melihat kamu kayak gitu. Haha.". Timpal shine terkekeh.


Stev langsung menurunkan tangannya dan duduk diam."


Beberapa jam kemudian, terdengarlah suara tangisan bayi ditengah kegelisahan mereka. Stev langsung berdiri, tak sabar ingin melihat keadaan anak dan istri nya.


Seorang dokter pun keluar menemui mereka, stev langsung menghampiri nya.


"Dok, apakah bayi saya sudah melihat dunia?" Ucap stev tersenyum.


"Iya, dia baru saja lahir dengan normal, jenis kelamin nya laki-laki. Silahkan kalian masuk untuk melihat nya."


"Waahh.. Anakku cowok!." Ucap shine dan stev bersamaan dan mereka saling berpelukan.


Dokterpun heran melihat tingkah shine dan stev, dia bingung sebenarnya siapa ayah dari anak itu.


Seketika merekapun sadar.


"Loh bukanya tadi kamu yang peluk aku,, udah ah kita masuk aja, aku sudah gak sabar mau lihat anakku." Sahut shine sambil berjalan masuk.


"Woii dia itu anaku!!. " Timpal stev menyusul shine masuk.


Mama rani dan yang lainnya pun ikut masuk sambil tertawa lucu melihat shine dan stev yang selalu bersitegang.


Dengan perasan gado-gado stev menghampiri putri tergesa-gesa."Sayang, kamu baik-baik saja?, apa masih sakit?" Tanya stev pada putri yang tengah terbaring lemah.


"Aku baik-baik saja stev, Aku lega sekarang, bayi kita sudah lahir." Jawab putri lemas.


"Woii bayiku mana??" Teriak shine yang tidak melihat keberadaan bayi putri.


"Shine, dia sedang dimandikan oleh suster." Sahut putri.


"Kamu berisik amat sih, mending keluar sana kalau gak bisa diem!. " Bentak stev melotot pada shine.


"Iya.. Iya.. Maap.. Tadi aku hilaf, aku pikir bayi nya ilang. Aku diem deh." Jawab shine pelan dan tertunduk.


Tidak lama kemudian seorang dokter datang membawa bayi putri yang telah bersih selesai dimandikan dan langsung memberikanya pada putri.


Shine dan yang lainya mulai mendekat keranjang putri untuk melihat bayi itu.

__ADS_1


"Wah. Dia ganteng banget sih, idung nya mancung, mirip banget sama aku." Ucap shine membual.


"Mana ada!! Jelas-jelas dia mirip aku." Timpal stev yang tidak mau kalah.


"Kalian itu kenapa sih ribut terus. Gak penting banget, ini tuh rumah sakit, dilarang berisik, kalau gak bisa diem mending kalian berdua keluar aja!." Ucap putri geram.


"Iya.. Maaf.." Jawab shine dan stev bersamaan.


"Sayang, kamu mau kasih nama apa cucu mama ini." Ujar mama rani sambil mencolek pipi bayi itu dengan lembut.


"Aku belum tau ma, sebelum aku kasih nama, aku mau bayi ini tes DNA terlebih dahulu." Jawab putri sedih.


"Loh, kok gitu. Memang nya kenapa?" Tanya mama bingung.


"Mama tau sendiri lah perasaan putri bagaimana, putri belum lega sebelum melakukan tes DNA."


"Ya sudah, hari ini juga kita melakukan tes nya ya sayang, lagian malam ini kamu pasti masih dirawat disini, dan besok kita sudah mendapatkan hasil dari tes nya." Sahut stev dengan lembut sambil membelai wajah putri.


"Em. Biar aku yang urus." Timpal shine.


"Dok, segera lakukan tes DNA pada anak ini dan juga papa nya. Kalau bisa segera keluarkan hasil nya." Ucap shine pada dokter yang masih berada dalam ruangan itu.


"Baiklah, kami akan melakukan tesnya, kalau begitu aku butuh rambut atau darah kalian, dan untuk hasilnya, paling cepat nanti malam baru keluar, atau mungkin besok pagi." Jawab dokter.


Stev langsung mengambil sedikit rambutnya dan juga memotong sedikit rambut bayinya. Lalu memberikanya pada dokter.


Dokterpun langsung keluar dari kamar pasien untuk segera melakukan tes pada kedua rambut itu.


"Sayang, harusnya kamu gak perlu melakukan ini. Karna ini akan menyakiti hati kamu sendiri." Ucap mama rani pada putri.


"Gak apa-apa ma, aku akan menerima apapun hasil tesnya nanti, aku sudah menyiapkan mental ini cukup lama. Kalian gak usah khawatir." Timpal putri mencoba tersenyum.


"Sayang, apa kamu benar-benar tidak keberatan dengan apapun hasil nya nanti." Ujar stev menggenggam tangan putri.


"Gak sayang, jangan cemas. Aku melakukan ini supaya hatiku tidak bimbang lagi, aku hanya perlu memastikan nya saja. Apapun hasil nya, bayi ini tetaplah anakku, anak kita." Jawab putri tersenyum.


"Terimakasih sayang, kamu semakin dewasa sekarang." Sahut stev sambil mencium kening putri.


Sebenarnya putri juga cemas, tapi ia harus memastikan bahwa anak itu adalah anak steven seutuhnya.


•••


BERSAMBUNG...


Anak siapa itu.?

__ADS_1


__ADS_2