Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Fans Baru


__ADS_3

Cindy bekerja keras, lembur semalaman untuk menyelesaikan design nya, karna dia sudah ditelpon oleh perusahaan yang bekerja sama dengannya untuk menyerahkan designnya besok siang, dia harus membuat design lagi dari awal, karna design yang sebelumnya sudah dirusak lucy, sedangkan dia belum membuat salianannya.


"Cindy!! Nak, bukak pintu nya, ini mama."


"Iya ma, tunggu bentar." Cindy berjalan membuka pintu.


"Cindy, ini mama bawakan makan malam buat kamu, dari kemarin kamu berkurung terus dalam kamar, kamu sangat bekerja keras, mama kasian sama kamu, dua hari ini hanya tidur tiga jam saja. Semoga design kamu cepat selesai ya. Ini semua karna lucy,! Dia sama sekali gak berguna sebagai kakak kamu." Ucap mama cindy dengan emosi.


"Gak apa-apa ma. Dengan ada nya kejadian ini, cindy bisa belajar menjadi sabar, dan lebih dewasa lagi. Cindy gak akan teledor lagi, design nya sudah aku buat salinan nya." Jawab cindy sembari menggambar.


"Kamu memang anak yang baik, ayo makan dulu. Nanti lanjutkan lagi." Ujar mamanya mengelus rambut cindy.


"Letak kan saja dimeja. Abis ini cindy makan."


"Baiklah. Kalau ngantuk, tidur saja dulu, jangan dipaksakan, mama keluar dulu ya. Nasi nya jangan lupa dimakan." Mama cindy pergi setelah mengantar makanan.


Cindy tetap melanjutkan kerjaannya sampai lupa makan dan tidur, tak terasa pagi menjelang.


"Ahh.. Badanku pegel-pegel, design ini hampir selesai. Sore nanti aku bisa mengantarnya langsung keperusahaan mereka."


Cindy keluar kamar dan turun, untuk menghirup udara pagi.


"Eh.. Sayang!! Gimana kerjaan kamu? Udah selesai?" Tanya mama cindy sembari menghampiri nya.


"Dikit lagi ma,, mungkin siang nanti selesai. Aku mau istirahat sebentar, badanku pegel semua. Eh papa! Selamat pagi pa." Sapa cindy pada papa nya dengan ramah.


"Selamat pagi.. Dari kemarin papa gak liat kamu, lagi sibuk banget ya?. Papa kasian sama kamu, tapi semoga saja usaha dan kerja keras kamu terbayar mahal ya." Ujar papa cindy sembari duduk disamping nya.


"Iya pa. Cindy dibayar mahal kok. Kalau semua design itu sudah dibayar lunas sama mereka. Nanti uang nya bakal aku beliin mobil untuk kita semua. Tapi uangnya aku tabung dulu."


"Wah.. Anak papa memang rajin dan berbakti. Ya sudah, papa berangkat kerja dulu ya.. Jangan menyerah walau banyak masalah, anggap saja itu angin lalu. Tetap semangat ya." Papa cindy mencium kening nya sebelum berangkat kerja.


Rio, adik cindy yang masih SD itu sudah bersiap untuk berangkat sekolah.


"Dek! Belum berangkat? Udah siang loh, kamu kan jalan kaki, ntar telat." Ucap cindy sambil merangkul rio.


"Bentar lagi aku berangkat kak, tapi aku capek tiap hari jalan kaki, sekolahnya lumayan jauh. Kadang kakiku sakit." Ucap rio sambil merengek.


"Gak boleh mudah menyerah gitu! Nanti kalau kakak sudah dapat uang, kakak beliin kamu sepeda. Tapi kamu harus belajar yang rajin ya." Cindy mengelus kepala adiknya yang selalu dia manjakan itu.


"Yeyyy.. Kakak memang paling baik." Rio memeluk cindy.

__ADS_1


"Eleeeh.. Baru dibelikan sepeda aja udah seneng!! Belum tentu juga dia nepatin janji." Timpal lucy yang baru keluar dari kamarnya.


"Kak cindy gak pernah ingkar janji. Dia orang yang baik, yang selalu manjain aku. Gak kayak kak lucy, sudah menghilang bertahun-tahun tanpa kabar, dan sekarang balik lagi merusak medamaian dirumah ini.." Teriak rio dengan polos.


"Berani kamu bilang gitu ya." Lucy menarik leher baju adiknya itu dengan kencang, membuat rio kesulitan bernafas. "Kamu masih kecil sudah belagu, kebanyakan ajaran dari cindy. Gak ada sopan-sopannya!. Memangnya apa yang sudah dia berikan padamu hah??." Bentak lucy.


"Kak!! Lepaskan rio!! Apa kau ingin membunuh nya?? Dia adik mu!! Kenapa kau sangat jahat sekarang!!" Cindy menarik tangan lucy hingga dia melepaskan rio.


"Kak lucy iblis!! Kau bukan kakakku,, aku hanya mempunyai satu kakak, hanya kak cindy saja, dari aku kecil sampai sekarang, hanya dia yang membantuku dan juga membantu papa dan mama ketika kita susah, dia bekerja siang dan malam demi biaya sekolah kita berdua. Dia membelikan pakaian dan buku untukku, sedangkan sekolahnya terbengkalai.


Sedangkan kamu!! Kemana saja!! Bahkan kamu tidak peduli Selama kami kesusahan. Kamu bukan keluarga kami." Teriak rio sambil menangis.


Cindy mendekap rio dan dia turut menangis.


"Ada apa dengan kalian bertiga? Suara kalian terdengar sampai belakang. Lucy! Pasti kamu yang sudah bikin adik-adik mu menangis kan?!." Bentak mama nya dengan keras.


"Mereka saja yang cengeng!, gitu aja nangis. Kalian bilang aku bukan keluarga kalian, kenapa aku harus peduli??" Sahut lucy seakan tidak terjadi apa-apa.


"Ya.. Kalau kamu saja tidak menganggap kami sebagai keluarga, kenapa juga kami harus menganggapmu keluarga, kalau begitu, kita disini hanya orang asing, silahkan kamu angkat kaki dari rumah ini." Bentak mamanya dengan emosi yang meluap.


"Memangnya kalian siapa mau ngusir aku dari sini?, kalian cuma numpang disini. Rumah ini milik orang tuanya jeon!! Kenapa juga aku harus menuruti kalian." Jawab lucy membantah.


"Kamu memang anak durhaka!! Dasar gak punya malu!"


Sementara cindy mengusap air mata rio. "Dek, mari kakak antar kamu. Kita jalan sama-sama ya."


"Baik kak."


Cindy mengantar rio sekolah dengan jalan kaki.


Sepulangnya mengantar rio. Ada beberapa orang yang menghampiri cindy dipinggir jalan.


"Hai.. Kamu cindy kan? Designer muda yang nama nya sedang naik daun itu?" Ucap gadis yang menghampirinya.


"Eh maaf, kakak ini siapa ya?." Tanya cindy bingung.


"Kita penggemar kamu. Kamu masih muda tapi sudah menginspirasi. Kamu cantik natural bahkan tidak menggunakan make up. Aku merasa beruntung bertemu kamu disini. Oh iya. Kita foto bareng yuk, boleh kan?"


"Oh.. Boleh kok." Cindy mengizinkan mereka untuk foto bersama nya.


"Walau kita lebih tua dari kamu, tapi kita sangat ngefans sama kamu. Kalau boleh tau. Kamu dari mana?"

__ADS_1


"Aku dari mengantar adiku sekolah."Jawab cindy singkat."


"Apa kamu jalan kaki?"


"Iya. Karna sekolah adiku tidak jauh dari sini." Sahut cindy.


"Wah kamu ini makin membuatku kagum, kamu sudah banyak uang, tapi masih memilih jalan kaki."


"Enggak kok.. Aku masih nabung. Tapi aku seneng jika aku sudah menginspirasi kalian. Apa kalian juga suka menggambar?" Tanya cindy sembari tersenyum.


"Ya. Kami sangat suka menggambar, kami ingin sekali menjadi designer seperti kamu."


"Oh ya? Kapan-kapan kita bisa belajar menggambar bersama, aku akan membantu kalian membuat design yang bagus. Tetaplah semangat dan teruslah belajar, semoga cita-cita kalian tercapai segera." Ujar cindy menyemangati penggemarnya itu.


Tiba-tiba cindy mendengar suara tangisan, ternyata salah satu teman mereka yang merekam vidio itu menangis teharu karna kagum pada cindy.


"Eh. Kamu kenapa nangis? Apa kamu sakit?." Tanya cindy dengan khawatir.


"Aku gak apa-apa. Aku hanya terlalu mengagumi kamu." Jawabnya sambil merekam vidio.


Cindy pun menghampiri nya lalu mendekap nya. "Heii.. Aku hanya manusia biasa, umurku saja belum genap 18 tahun.. Aku bukanlah artis terkenal. Jadi kamu gak perlu menangis hanya melihatku. Karna air matamu tidak pantas jatuh untukku. Karna itu sangat mahal. Aku merasa bersalah untuk itu." Ujar cindy dalam dekapan gadis itu.


Mereka semua ikutan menangis mendengar ucapan cindy.


"Harus dengan sebutan apa kami memanggilmu?. Kamu masih remaja, tapi pemikiran dan kata-kata kamu sangat baik dan sikapmu lebih dewasa daripada kami." Ujar mereka terisak tangis.


"Kalian kok pada nangis sih, tolong hentikan itu, aku bingung harus bagaimana? Aku tidak pantas kalian tangisi." Cindy pun turut menangis, lalu dia mengelap air mata mereka satu persatu dan mendekap mereka bersamaan.


"Maaf semuanya, aku harus pulang, aku gak sanggup melihat kalian seperti ini. Sampai ketemu lain waktu. Diujung jalan itu rumahku, cat warna putih nomor 90.kalian bisa datang kapan saja. Aku sangat berterimakasih karna kalian sudah menyukaiku. Aku sangat senang bertemu kalian, kalian membuatku semangat untuk bekerja. Aku permisi."


Cindy langsung berlari meninggalkan mereka dengan linangan air mata. Dia merasa tidak pantas untuk ditangisi, karna dia belum melakukan apapun yang pantas untuk mereka tangisi


Sedangkan penggemar nya masih berada disana sambil duduk menangis.


"Aku gak nyangaka, cindy itu punya hati yang lembut."


"Iya, dia gadis yang baik dan ramah, aku tidak salah memilihnya sebagai panutan."


"Dia sangat baik. Sampai aku tak sanggup menahan air mata saat mendengar dia bicara. Dia memeluku tanpa ragu. Bahkan dia memberitahu kita dimana rumahnya."


Mereka adalah penggemar cindy. Walau usia cindy lebih muda darinya tapi mereka sangat mengidolakan gadis pintar itu, setidak nya, mereka lah yang membuat cindy untuk tetap semangat bekerja dalam situasi yang terpuruk seperti sekarang. Dan cindy tidak akan mengecewakan mereka.

__ADS_1


•••


BERSAMBUNG...


__ADS_2