
Saat pagi hari, jeon terbangun dan langsung melihat ponselnya. Dia kaget ada notif dari cindy, jeon pun langsung membuka pesan itu.
Jeon heran dengan pesan yang disampaikan oleh cindy itu. "Apa maksud cindy ini?, kenapa dia mengirim pesan seperti ini, apakah dia ingin menjuahiku, tapi kenapa? Bukankah selama ini kita baik-baik saja? Ada apa dengan dia? Pesan ini dia kirim jam 2 dini hari? Aku jadi curiga?."
Jeon bergegas mandi dan langsung pergi kerumah cindy.
Setibanya disana, lucy sedang berada didepan rumah karna hendak berangkat kerja.
"Haii jeon!! Pagi-pagi sudah datang, ada apa?" Sapa lucy dengan ramah.
"Gak apa-apa?? Sepertinya ada sesuatu dengan cindy, dia memintaku untuk tidak mengantar jemputnya lagi, makanya aku kesini, ingin meminta penjelasan darinya." Jawab jeon datar.
"Hmm.. Sepertinya cindy sudah mulai mendengar permintaanku." Batin lucy sembari tersenyum tipis.
"Ya sudah kalau gitu, kau temui saja dia didalam, aku mau berangkat kerja dulu." Jawab lucy dengan senyuman."
Jeon tidak sungkan untuk masuk, diapun disambut oleh pembantu rumah itu, lalu mempersilahkanya duduk sembari menunggu cindy.
Tidak lama kemudian, cindy pun turun dari kamarnya, dia kaget melihat jeon yang sudah duduk diruang tamu menunggunya.
Cindy tetap melanjutkan langkahnya, namun dia melewati jeon begitu saja dengan wajah yang cemberut dan tertunduk.
Jeon heran melihat cindy yang pergi begitu saja tanpa menghiraukan keberadaannya. Jeon pun mengejar cindy dan meraih tangannya.
"Cindy!! Tunggu!! Ada apa dengan mu? Kenapa kau tiba-tiba berubah, apa aku ada salah padamu? Katakan apa salahku, biar aku bisa memperbaikinya. Tolong bicaralah." Ucap jeon dengan perasaan bingung.
"Jeon! Sebelumnya aku minta maaf,, kamu tidak salah, sama sekali tidak. Tapi aku yang salah, karna keberadaanku disamping kamu menimbulkan banyak pertikaian. Maka dari itu, aku memutuskan untuk menjauh dari kamu, dan berhenti bekerja diperusahaan kamu." Jawab cindy tertunduk sedih.
"Tapi kenapa?? Masalahnya itu apa? Aku bingung!! Jika memang ada orang yang tidak suka karna kamu dekat denganku, abaikan saja mereka, kenapa harus ambil pusing, toh orang tua kamu gak melarangnya juga kan? Tolong jangan terlalu memikirkan perasaan orang lain, lakukan saja apa yang menurutmu benar." Sahut jeon sambil memegang kedua pipi cindy dan menatap wajahnya.
Cindy menyingkirkan tangan jeon dari wajahnya. "Jeon! Kamu gak ngerti dengan perasaanku, aku hanya ingin kedamaian." Sahut cindy merunduk sedih.
"Bagaimana aku bisa mengerti, kalau kamu nggak mau cerita apa masalahnya!? Cindy tolong jangan bersikap seperti ini padaku. Hatiku terasa sakit dan sedih, aku peduli padamu, karna aku mencintaimu.!!" Teriak jeon didepan cindy, melepaskan segala emosinya.
Cindy tercengang kaget! "Jeon! Jangan berpikir untuk mencintaiku. Karna itu akan menyiksaku dari berbagai sudut. Lebih baik kau cari wanita yang lebih pantas untukmu, karna aku tidak mencintaimu. Lebih baik kau mendekati lucy, karna dia mengaggumi kamu sejak lama." Sahut cindy memutar balikan badannya menjauhi jeon.
"Tapi!! Cindy!! Aku hanya mencintai kamu. Aku tidak tertarik dengan wanita manapun. Aku gak peduli kalau kau tidak mencintaiku, tapi setidaknya kita bisa berteman seperti biasanya." Timpal jeon dari belakang cindy.
"Berteman?? Jika kau masih berteman denganku, maka itu akan tersiksa untukmu, karna bisa melihatku tapi tidak bisa memiliki aku. Lebih baik kau lupakan saja pertemanan ini. Karna aku tidak mau punya teman sepertimu, gara-gara kamu. Kehidupanku menjadi sangat rumit. Tolong menjauhlah sebelum aku membencimu." Tutur cindy sambil melangkah pergi untuk mencari taxi.
Tidak lama kemudian, taxi pun tiba dihadapannya. Lalu cindy segera masuk. Dia masih menatap jeon yang berdiri didepan rumahnya.
"Aku tidak percaya aku bisa mengatakan hal sekasar itu pada jeon, hatinya pasti sangat sakit. Maafkan aku jeon. Aku harus melakukan ini demi banyak orang. Semoga masalah ini cepat selesai."
Cindy tak kuasa menahan air matanya, hatinya ikut teriris karna sudah berkata kasar pada jeon. Yang lebih menyakitkan lagi karna jeon pun mencintainya. Walaupun cindy juga mencintai jeon, tapi dia harus menahan perasaannya.
Disaat yang bersamaan. Jeon bersandar di kap mobilnya dengan tertunduk sedih, diapun tidak sadar air matanya telah mengalir dan jatuh ketanah. Dia begitu sayang pada cindy, dan ingin sekali memilikinya. Tapi perasaan itu hancur seketika.
__ADS_1
"Kenapa!! Kenapa seperti ini? Padahal baru kemarin kita berdua merasakan sangat bahagia. Kenapa semua itu berlalu begitu cepat. Sebenar nya apa yang disembunyikan cindy hingga dia bersikeras untuk menjauhiku dan berhenti bekerja dikantorku?!. Aku harus bagaimana?? Jika aku terus mengejarnya, maka dia akan membenciku.!." Jeon terisak tangis sambil bicara menatap langit dihalaman rumah itu.
"Jeon! Ada apa dengan mu?." Tiba-tiba jesica menghampiri jeon yang tengah bersedih itu.
Jeon langsung mengelap air matanya. "Eh! bibi?. Aku gak apa-apa? Hanya saja aku bingung, semalam cindy mengirim pesan padaku, dia mengatakan bahwa aku harus menjauh darinya. Diapun ingin berhenti bekerja dari kantorku. Apakah bibi tau soal ini? Apa yang membuat cindy berubah seperi ini?" Tanya jeon pada mama cindy itu.
Jesica bingung, tidak tau apa yang harus dia jelaskan pada jeon. "Emm.. Mungkin saja cindy capek bekerja sambil kuliah, makanya dia memilih untuk berhenti. "Ujar jesica sembari mencari alasan.
"Tidak!! Itu bukan alasan yang tepat, aku mengenal cindy, dia bukan seperti orang yang gampang menyerah. Aku yakin ada masalah lain dibalik ini semua. Kalau bibi tidak bisa menjelaskannya, tidak apa-apa. Aku bisa menyelidikinya sendiri, aku permisi."
Jeon masuk kemobilnya lalu pergi meninggalkan rumah cindy.
"Huuh.. Aku jadi males ngampus. Mending aku ngantor saja. Masalah ini terlihat janggal. Aku tidak tau kenapa, setelah lucy tinggal dirumah itu, sikap cindy padaku jadi berubah, sedangkan lucy selalu terlihat ceria. Ahh!! Gak tau lah,, aku jadi pusing." Gumam jeon sembari menyetir.
Disisi lain, jesica masih berada dihalam rumahnya saat melihat jeon pergi dengan wajah yang sedih.
"Ini semua pasti ulah nya lucy!! Anak itu tak henti-hentinya membuat kekacauan,, pasti dia sengaja meminta cindy untuk menjauhi jeon. Dia begitu senang melihat adiknya menderita." Ujar jesica dengan kesal.
_
Saat dikampus, cindy masih terlihat murung dan sedih, tidak ada rasa semangat untuk belajar.
Drttt.. Drtt..
"Eh.. Jennie??." Cindy langsung menjawab telpon dari adik jeon itu.
"Eh jennie. Maaf, soalnya kakak sibuk, maaf sudah mengabaikan kamu. Baiklah, kita mau kemana sore nanti."
"Kita ketaman kota saja kak, sudah lama gak ketemu, aku sudah kangen sama kak cindy."
"Baiklah, tapi hanya kita berdua saja ya. Quality time khusus kita, jangan ajak orang lain."
"Apa kak jeon gak boleh ikut?."
"Gak usah, dia lagi sibuk bekerja, lebih baik kita tidak menganggunya. Nanti kita langsung bertemu ditaman ya."
"Baiklah kak, Sampai nanti.. Daahh."
"Aku gak boleh mengabaikan jennie hanya karna jeon, karna dia tidak tau apa-apa." Gerutu cindy setelah menutup telponnya.
Saat jam istirahat, cindy pergi kekantin bersama teman-temannya. Dia tidak terlihat cerah seperti biasanya.
"Biasanya tiap hari makan berdua bersama jeon, tapi sekarang..
Eh, tapi dari tadi aku gak ngeliat jeon, dimana dia. Apakah dia tidak ngampus.?" Pikir cindy dalam hati sambil memperhatikan sekelilingnya untuk mencari jeon.
"Ahh!! Kenapa aku masih saja tidak bisa berhenti memikirkannya. Ini membutuhkan waktu yang lama untuk melupakan jeon, tapi hatiku merasa tidak sanggup." Batin cindy tertunduk sedih.
__ADS_1
_
Saat jeon sedang berada dokantor, dia tidak fokus untuk bekerja. Jeon meraih ponselnya. Lalu dia menghubungi lucy. Jeon menganggap lucy sebagai sahabat cindy, diapun ingin bercerita pada lucy mengenai masalahnya dan cindy.
"Halo lucy, apa kamu ada waktu? Lagi sibuk gak?" Tanya jeon.
"Eh, jeon! Tumben nelpon ada apa?" Jawab lucy dengan senang hati.
"Saat kamu pulang kerja nanti, aku jemput ya. Aku mau ajak kamu jalan sebentar, ada yang ingin aku sampaikan sama kamu."
"Oh boleh, Boleh, aku tunggu ya."
"Oke. Sampai nanti." Jeon langsung menutup telponnya.
Lucy sangat senang saat jeon menelponnya apalagi mengajaknya jalan. "Wahh. Aku gak nyangka jeon ngajakin aku jalan, aku harus memanfaatkan moment ini baik-baik. Duuhh senengnya hatiku, harus dandan cantik nih." Lucy bicara sendiri dengan riang.
_
Sore harinya, cindy sudah menunggu jennie ditaman kota. Tidak lama kemudian jennie pun tiba diantar oleh supir pribadinya. Dia langsung menghampiri cindy.
"Kak cindy!!" Jennie melimpahkan rasa kangennya dengan memeluk cindy.
"Heii.. Pelan-pelan, gak perlu lari kayak gitu." Ucap cindy cemas.
"Hm.. Aku kangen sama kakak. Gimana kabar kakak?" Tanya jennie sembari melepaskan pelukannya.
"Kak cindy juga kangen sama jennie. Kakak baik-baik saja. Jennie sendiri gimana?, oh iya, om stev dan tante putri apa kabarnya?, sudah lama gak ketemu mereka." Timpal cindy sambil mengajak jennie duduk dibangku taman.
"Papa dan mama juga baik, mereka masih sibuk dengan kerjaan masing-masing. Eh, kak kita beli es krim yang dipinggir jalan itu yuk." Jennie menarik tangan cindy membawanya pergi ketempat kedai es krim dipinggir jalan taman.
Jennie kaget saat melihat mobil berwarna hitam yang berjalan perlahan memasuki tempat parkir taman kota.
"Eh, kayaknya mobil itu familiar." Gerutu jennie dengan pelan.
"Ada apa dek?" Tanya cindy bingung.
"Em, nggak apa-apa kak. Kalau sudah beli es krimnya, Ayo kita balik lagi."
Mereka berdua pun melangkah perlahan, berjalan menuju bangku tempat mereka duduk tadi.
Jennie dan cindy dikagetkan dengan orang yang menempati bangku mereka tadi.
Jennie terlihat kesal dan bingung dengan mereka, sementara cindy hanya tertunduk diam.
•••
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Jgn lupa like🙏