
Steven mengajak putri kembali kerumahnya. Selama beberapa jam dalam perjalanan putri hanya diam dan tertidur. Setelah tiba dirumah, steven menggendong putri yang sedang tidur masuk kerumahnya.
"Ma. aku sudah menemukan putri." Ucap steven pada mama nya yang menyambut kedatangan mereka.
"Ya ampun. Sukurlah,, cepat bawa dia keatas, apa dia baik-baik saja? Mama sangat mencemaskanya." Sahut mama khawatir.
"Sepertinya dia stres dan sangat tertekan ma, dari tadi hanya diam saja, sekarang dia sedang tidur, aku akan membawanya kekamar, biarkan dia istirahat dulu."
"Baiklah.. Cepat bawa dia. Kamu temani dia ya, mungkin dia sangat ketakutan. Mama akan masak untuknya."
"Iya ma, aku keatas dulu ya." Steven membawa putri pergi kekamarnya. Dan meletakanya diatas kasur pelan-pelan.
Kemudian ia duduk disamping ranjang dan menggenggam tangan putri. Stev menatap putri dalam-dalam, dan menghapus sisa tangisan dipelupuk matanya.
"Sayang, maafkan aku, aku gagal menjagamu hingga kau jadi seperti ini, aku tidak bisa diandalkan. Aku menyesal tidak bisa menemukan kamu lebih cepat, pasti kau sangat menderita ditangan seehan. Maafkan aku." Steven terus memohon maaf pada putri yang tengah terlelap itu dan terus memandanginya dengan rasa penyesalan.
Malam itu begitu menegangkan buat putri, karna dia kabur dengan rasa ketakutan.
Selama beberapa hari ditangan seehan, ia sama sekali tidak ada celah untuk melarikan diri, karna siang dan malam seehan selalu berada didekatnya.
Beruntung malam itu seehan meninggalkannya keluar karna dia ada urusan. dan penjagaannya sedikit lengah hingga putri bisa meloloskan diri.
_
Esok harinya, shine dan semua bawahanya sudah menemukan markas tersembunyi seehan, dan mereka langsung menerobos masuk mengalahkan semua orang yang berjaga didepan gerbang dan dalam markas itu.
Shine meringkus salah satu anak buah seehan dan menodongkan pistol padanya. "Katakan! Dimana seehan!?". Teriak shine pada orang itu.
"Maaf tuan, aku tidak tau,, tuan seehan pergi dari tadi malam, dan dia belum kembali." Sahutnya dengan rasa takut.
"Dasar tidak berguna!!". Shine memukul orang itu hingga pingsan.
"Semuanya!! Cepat geledah semua sudut dan semua ruangan dalam markas ini, temukan keberadaan seehan, kalau dia benar-benar tidak ada, maka kita akan menunggunya sampai dia pulang." Perintah shine pada semua anak buahnya.
Mereka pun menggeledah semua ruangan, namun hasil nya nihil, seehan ternyata benar-benar tidak ada disana.
"Heh!! Ternyata beneran dia tidak ada, apa dia melarikan diri? Hm.. Aku akan menunggu kedatanganmu seehan!!" Gumam shine geram.
Shine duduk santai dikursi kerjanya seehan dalam ruangan pribadi seehan untuk menunggu nya pulang.
Beberapa jam kemudian, seehan kembali kemarkasnya yang besar itu, dia kaget saat melihat semua anak buahnya sudah terkapar pingsan dan babak belur. Lalu dia langsung masuk kedalam untuk melihat putri, karna dia berpirasat bahwa putri sudah melarikan diri.
Setelah memeriksa semuanya, seehan sangat marah saat dia mendapati putri sudah tidak ada lagi dalam kamar, lalu dia pergi menuju ruangan pribadinya dengan emosi yang meledak. Namun dia dikagetkan dengan seseorang yang sedang menduduki kursinya yang membelakangi meja.
__ADS_1
"Hei.. Siapa kamu?? Apa kau yang sudah membawa putri pergi dari sini??" Teriak seehan sambil melangkah masuk.
Shine pun memutarkan kursinya. "Heh. Ahirnya kau pulang?, aku sudah bosan menunggumu." Ucap shine sambil memutarkan pistol ditanganya dengan santai.
"Ohh.. Ternyata adiku ini yang sudah menolong putri?. Aku gak habis pikir, kenapa kau selalu melindungi orang yang tidak akan menjadi milik mu." Timpal seehan menyeringai.
"Apa kau tau? Putri menyelamatkan dirinya sendiri, kabur diam-diam dari sini, kenapa dia bisa kabur? Karna semua bawahanmu itu bodoh! Mereka hanya bekerja untuk uang bukan untuk kau. Dan satu lagi, aku bukanlah adikmu, dan kau bukanlah kakakku, aku tidak mempunyai keluarga seperti kalian." Bentak shine dengan tatapan tajam.
"Dan mengenai putri, aku memang mencintai dan menyayanginya, maka dari itu, aku akan melindunginya, aku tau dia tidak bisa kumiliki, tapi cinta itu tidak harus memiliki. dan aku akan terus menjaga dan melindunginya. Tidak akan kubiarkan seorang pun menyakitinya, termasuk kau!." Shine menunjuk ke wajah seehan. matanya sangat tajam, dan penuh kebencian saat menatap seehan.
"Wow.!! Aku sangat terkesan dengan ketangguhan cinta dari adikku ini. Sungguh pengorbanan cinta yang luar biasa.. Hehe." Seehan bertepuk tangan sambil tersenyum palsu.
"Tapi sayang sekali,, kau dan steven pasti kecewa dengan putri, karna aku sudah terlebih dahulu menikmati tubuhnya yang molek itu.. Haha." Seehan terbahak dengan santai.
Amarah shine makin memuncak mendengar ucapan seehan.
Bruuk..!!
Shine memukul wajah seehan hingga bibirnya berdarah. "Kurang ajar!! Dasar kau bajing*n!!"
Shine dan seehan beradu kekuatan diruangan itu. Saling baku hantam pun terjadi, mereka berkelahi dengan cara jantan tanpa menggunakan senjata.
Beberapa menit berlalu, shine dan seehan sama-sama mundur melepaskan diri dengan keringat yang bercucuran dan luka lebam disekujur tubuh.
"Heh.. Tetnyata kekuatan dari seorang ketua geng mafia ini lumayan kuat juga, tapi aku belum kalah. Aku akan mengampunimu jika kau minta maaf dan berlutut padaku." Ucap seehan dengan sombong.
Cruushh.. !!
Tiba-tiba shine menancapkan jarum suntik pada bahu seehan. Lalu dia melepaskan dekapanya.
"Kau?? Apa yang kau lakukan shine!!" Teriak seehan perlahan terjatuh kelantai.
"Heh, kau pikir aku akan benar-benar berbuat baik padamu?! Jangan mimpi!! Aku telah menyuntikkan obat untuk melumpuhkan saraf ditubuhmu. Hehe.. Maafkan aku.. Tapi kau pantas mendapatkan balasan atas penderitaan putri." Timpal shine tersenyum sadis.
"Kau.. Kau curang shine!!"Teriak seehan kesakitan. "Shine,, apa kau sudah lupa, sewaktu kecil kita selalu bermain bersama, dan aku lah yang melindungimu dari kejahatan teman sekelas mu. Kau tau mama dan papa sudah sangat merindukan kamu." Tutur seehan. ia mengalihkan fokus shine. Tangannya bergerak perlahan untuk mengambil pistol yang terselip dicelananya.
Namun shine menyadari pergerakan seehan, diapun langsung memijak tangan seehan hingga terkulai. "Mau menembaku? Pikirkan lagi dua kali." Bentak shine dengan tatapan tajam penuh emosi.
"Ahh.. Sakit!! Lepaskan shine!." Teriak seehan mengerang kesakitan saat shine memijak kedua tanganya dengan kuat.
"Inilah kelebihan dari seorang mafia dengan petarung biasa sepertimu. Persiapan yang matang dan kecerdasan saat melawan musuh. Dan itu yang tidak kau miliki, percuma banyak anak buah jika cuma mengandalkan otot dan uang.
Jangan coba lagi untuk menyakiti putri, jika terjadi lagi, maka yang aku lakukan lebih dari ini. Selamat tinggal. Nikmatilah masa kritismu yang sebentar lagi akan lumpuh, haha".
__ADS_1
Shine langsung pergi meninggalkan kakak nya itu yang sedang terpuruk tak berdaya dan tidak bisa bergerak.
"Kurang ajar!! Awas kau shine,, aku akan membalas mu!!" Teriak seehan.
"Aku akan menunggumu!" Sahut shine sambil berjalan keluar.
"Semuanya.. Ayo kita pergi!! Kalian kembali lah kerumah kalian masing-masing, aku akan mentransfer uang untuk membayar tenaga dan waktu kalian." Ucap shine pada anak buahnya sambil berjalan masuk kemobil. Dan segera meninggalkan tempat itu.
Diwaktu yang bersamaan, putri pun terbangun dari tidur nya setelah beberapa jam tidur.
Steven selalu menjaga disampingnya, dia langsung berdiri saat melihat mata putri terbuka.
"Sayang, kamu sudah bangun? Apa kau sudah merasa lebih baik sekarang." Ucap stev sambil membelai wajah putri.
"Stev, tolong kunci dulu pintu kamar nya." Sahut putri menunjuk pintu.
Steven pun segera menuruti permintaan kekasihnya itu.
"Sayang ada apa? Apa kau ingin mengatakan sesuatu?" Tanya steven menatap putri yang masih enggan melihat wajahnya.
Putri langsung turun dari ranjang dan membuka baju nya tanpa ragu.
Steven kaget dengan yang dilakukan putri. "Sayang apa yang kau lakukan?, pakai kembali bajumu!" Ucap steven sembari mengambil selimut dan menutupi tubuh putri.
Putri tetap menyingkirkan selimut itu dan memperlihatkan tubuh nya pada steven.
"Stev, kau lihat sini!! Jangan alihkan pandangan mu, lihat tubuhku!! Lihatlah stev!!" Teriak putri sambil menangis. Namum stev tetap tidak melirik padanya.
"Aku sudah tidak suci lagi, seehan sudah merusak hidupku. Aku tidak pantas lagi untukmu stev.!!. Hikss.." Putri menangis tertunduk.
Steven pun kaget dengan ucapan putri, dia pun melihat sekujur tubuh putri yang penuh dengan bekas merah akibat keganasan gairah seehan. "Sayang!! Ada apa dengan tubuhmu? Apa benar seehan yang melakukan ini?" Ucap steven mendekat pada putri.
"Jangan mendekat!" Teriak putri sambil melangkah mundur. "Stev, aku sudah ternodai oleh pria lain, aku ingin pernikahan kita dibatalkan!, dan aku akan pergi jauh dari hidupmu, meninggalkan semuanya. Aku tidak ingin menikah dengan siapapun. Aku sudah tidak pantas untukmu stev, kau carilah penggantiku. Tolong lupakanlah aku.. Hikss."
Tetesan air mata putri bercucuran. Perasaan yang sangat kacau, rasa bersalah dan juga keputusasaan dalam hatinya membuatnya tidak berpikir untuk tetap hidup.
Steven mendekat dan memeluk putri dengan erat. Walau putri berontak, tapi dia tetap menahan pelukanya pada putri.
"Sayang, apa yang kau katakan?, aku tidak akan pernah melupakan atau meninggalkan kamu, aku sangat mencintaimu, aku akan menerima apapun keadaan kamu, jangan pernah berpikir untuk pergi dariku. Dan kita akan tetap menikah apapun keadaan nya, undangan kita sudah tersebar semua. Aku akan menjagamu dengan ketat mulai saat ini. Tolong jangan mengatakan apapun yang tidak akan pernah aku lakukan."
"Sayang, maafkan aku,, kamu jadi begini semua karna aku, bagaimana bisa aku akan meninggalkan kamu, kamu sudah cukup menderita, aku akan menerima apapun keadaan kamu, karna dengan cara itulah aku bisa membalas atas derita yang kau alami saat ini, kasihan sekali kamu. Aku tidak akan membiarkan kamu menderita lagi." Stev meneteskan air mata saat memeluk putri.
Steven merasa sangat bersalah pada putri, dan dia sangat menyesali atas apa yang sudah terjadi pada kekasihnya itu. Melihat putri sangat menderita, steven pun makin bertekad untuk membalas perlakuan seehan. Dendam membara terpancar jelas dalam tatapan mata steven.
__ADS_1
•••
BERSAMBUNG...