
Satu minggu kemudian.
Acara lamaran steven dan putri berlangsung pada malam hari secara tertutup, hanya dihadiri keluarga dan kerabat dekat saja. Bahkan media tidak diizinkan mengekspos. pertunangan ini diadakan divila milik putri.
Beberapa jam berlalu. Acara tukar cincin pun selesai dilakukan, mereka berdua resmi bertunangan. Dan saatnya menyantap sajian makan malam.
"Stev, put, selamat ya, semoga kalian bahagia." Ucap shine dengan wajah sedih.
Kemudian deniel juga ikut mengucapkan selamat pada putri dan steven, lalu charlie juga datang memberi selamat.
"Adiku sayang, selamat bertunangan ya.
hei kau, awas kamu sampai membuat adiku menangis." Ucap charlie pada steven.
"Tenang saja kak." Jawab steven, lalu memeluk charlie. "Ada yang ingin aku bahas sama kamu, temui aku diruang baca setelah putri tidur."Bisik steven pada charlie. Charlie sempat bingung, namun ia menjawabnya dengan mengangguk.
Acara pertunangan itu berjalan lancar dan berlalu begitu saja, para tamu yang hadir sudah pulang, ada juga beberapa yang menginap divila.
Malam semakin larut, steven mengajak putri kekamar nya."Sayang, apa kamu lelah.?" Ucap stev dengan lembut.
"Iya, kepalaku pusing."
"Sini biar aku obati." Steven mengecup lembut kening putri. "Bagaimana sudah sembuh. Hehe."
"Hm. Lumayan! Kamu tuh bisa aja. "Ucap putri tersenyum.
"Ya sudah, kamu ganti baju dulu, abis itu cuci muka ya, lalu tidur." Ujarnya sambil memegang kedua pipi putri.
"Iya,, em, stev, apa kamu akan tidur disini?" Tanya putri.
"Apa kau mengizinkanya?"
"Um.. Iya." Jawab putri malu.
"Hm. Baiklah, aku akan menemani tidur mu."
"Makasih ya" Putri mencium pipi steven, kemudian dia bergegas pergi kekamar mandi.
"Ftt.. Ada-ada aja gadis itu." Gumam stev tersenyum.
Steven meraih ponselnya lalu mengirimi pesan pada shine dan deniel.
[tunggu aku diruang baca, aku segera kesana setelah putri tidur, ada yang ingin aku bahas.] "Ucap stev pada pesan itu.
Tidak lama kemudian, putri masuk kekamar.
"Sayang, sudah cuci muka nya? Sini tidur." Ucap stev yang sedang berbaring.
"Hm. Iya,, " Putri langsung naik kasurnya dan berbaring didekapan steven.
"Sayang, kamu pasti capek ya, buruan tidur." Tutur stev sambil mengelus rambut putri.
"Stev, tumben kamu diem, biasanya jahil." Ujar putri melirik calon suaminya itu.
"Jangan coba merayuku atau aku tidak terkendali untuk memakan kamu. Ya sudah, tidur lah." Steven mencium kening putri.
"Iya, kamu juga tidur, good night,, i love you".
"I love you to sayang." Stev mengelus kepala putri hingga ia tertidur dalam dekapannya.
Drrtttt.. Suara getaran ponsel stev. Lalu dia mengangkat nya dan bicara diam diam.
"Shine?"
__ADS_1
"*Halo ada apa?". Tanya stev berbisik.
"Kenapa bicara bisik-bisik gitu? apa kau sedang mengirit suaramu? cepetlah kesini, kita bertiga sudah lama menunggu." Teriak shine*.
"Ssttt!! .. Gak perlu teriak juga pe'ak!, putri baru saja tidur, sebentar lagi aku kesana kalau dia sudah pulas, tunggu saja sebentar."
Steven langsung menutup telponya. Lalu kembali mengelus kepala putri.
Beberapa menit kemudian, putri sudah terlelap dengan pulas, steven menarik tangan nya perlahan dari bawah kepala putri. Lalu dia turun dari kasur secara mengendap-endap karna takut putri terbangun, kemudian stev menyelimuti putri, dia menaruh guling didekat putri. Lalu dia keluar dari kamarnya menuju ruang baca.
Setibanya disana, charlie, shine dan deniel sudah duduk sambil membaca buku.
"Maaf membuat kalian menunggu lama, aku harus menunggu putri tidur dulu, karna aku gak mau dia mengetahui apa yang ingin aku bahas sekarang."
"Memangnya ada apa sih stev?" Tanya charlie.
"Begini, kita sekarang dalam masalah besar. Seseorang yang membenciku kini dia datang untuk membalas dendam, dia ingin membuat perusahaanku bangkrut, aku takut dia akan menyakiti putri.karna dia tau bahwa putri akan menjadi istriku, takut nya dia memanfaatkan putri untuk menjatuhkan aku." Jelas stev merasa khawatir.
"Tapi siapa dia, dan dimana dia tinggal?" Tanya deniel dengan serius.
"Dulu dia tinggal dijepang tapi sekarang aku tidak tau, maka dari itu aku minta kalian selalu waspada jika ada orang baru yang masuk kantor kalian, karna dia mengincar orang orang yang disekelilingku untuk membuatku menderita. Namanya SEEHAN. "
"Oh begitu,, terus, apa rencanamu selanjutnya?". Tanya charlie.
"Begini. Sekarang dia sedang mengancam perusahaanku, jadi, aku mau mengalihkan sebanyak 70 persen aset dan saham perusahaan atas nama putri. Dan aku minta pada kak charlie untuk memindahkan saham perusahaan putri dijepang dan korea sekitar 75 persen, beralihkan atas nama paman alex, karna orang itu tidak mengenal paman alex, minggu depan aku dan putri berencana keparis untuk pengambilan foto, karna dia ingin bekerja sama diperusahaanku diparis untuk menaikan pamor majalah ROSE lagi. Nah, selagi kami diparis, kak charlie tolong siapkan semua pelimpahan hak perusahaanku pada putri, dan pelimpahan hak perusahaan putri pada paman alex, pengalihan saham ini jangan sampai diketahui putri, kirim saja melalui email, dan nanti aku akan meminta tanda tangan nya sebagai kontrak kerja perusahan, saat kami pulang lagi kesini, aku akan menitipkan semua dokumen itu pada paman alex. Bagaimana menurut pendapat kalian?".
"Itu ide yang bagus,, baiklah aku akan membuat dokumen nya setelah pulang kejepang nanti. Tapi bagaimana dengan yang dikorea? Apa kita membutuh kan tanda tangan dari ceo kedua kiim?". Timpal charlie.
"Tidak perlu, kita hanya membutuhkan tanda tangan putri saja, karna dia lah pemegang saham terbesar disana. Shine aku minta sama kamu, kamu mempunyai perusahaan elektronik digital, tolong kamu tutup semua koneksi dan jaringan atau berita atau data mengenai perusahaan putri, jangan sampai ada yang menanam saham terlalu besar. Dan jangan sampai bisa dilacak. Apa kau bisa?"
"Itu masalah mudah, tidak perlu khawatir, aku akan melakukanya dengan cepat. Aku akan mengunci semua akses menuju jalur perusahaan putri." Jawab shine dengan santai.
"Terimakasih semuanya. Tolong bantu aku, ini demi putri, siapa tau suatu saat aku akan mati, kalian lah sebagai pelindung nya." Timpal stev tertunduk.
"Hehe,, kakak bisa aja, aku cuma bercanda."Jawab steven tersenyum.
"Dih, sejak kapan aku jadi kakak kamu?". Ketus charlie
"Sejak aku tunangan sama putri. Kakak nya putri kan kakak aku juga..yaa Walaupun umur kita sama."
"Serah kamu deh.."
"Baiklah, mungkin sampai sini dulu yang ingin aku bahas, jika nanti kita tidak bisa membahas nya secara langsung, aku bisa menghubungi kalian, sekali lagi terimakasih banyak. Ayo kita bubar. jangan sampai ada yang lihat."
"Shine, bagaimana cara aku memperlakukan orang itu, semua tergantung padamu." Bisik steven pada shine sambil melangkah keluar. Lalu dia berlalu pergi menuju kamar putri.
Setibanya dikamar, stev langsung berganti baju.
"Eh, lampunya belum mati?" Stev pun langsung menutup lampu nya. Sambil berbaring dia mendekap putri yang masih terlelap.
"Sayang, apapun yang terjadi nanti, aku akan selalu berusaha melindungi kamu, walaupun aku bukanlah yang terkuat dan terkaya, tapi banyak orang disekeliling kita yang akan melindungi kamu. Entah kenapa saat orang itu kembali, hati ku merasa resah menecemaskan kamu, mencemaskan masa depan kita, kuharap tidak akan terjadi masalah besar." Gumam steven menatap wajah putri.
"Selamat tidur sayang". Stev mencium kening putri, lalu dia pun tertidur.
_
Keesokan paginya, putri membuka mata, mencari steven disamping nya yang sudah menghilang.
"Sayang, apa kau mencariku.?" Steven keluar dari kamar mandi setelah mandi.
"Stev, apa kamu mau kekantor?". Tanya putri sambil menggosok matanya.
"Iya sayang, ada hal penting yang ingin aku urus, kalau kamu masih capek, kamu gak usah kemana-mana ya. Kamu disini aja. Jangan terlalu banyak keluar rumah, apalagi kalau sendirian, banyak bahaya." Ucap stev sambil memakai bajunya.
__ADS_1
"Iya sayang, apa kamu gak sarapan dulu, aku siapin ya?"
"Gak usah sayang, aku udah telat, ntar makan dikantin aja, aku berangkat dulu ya." Steven mengusap kepala putri.
"Iya, kamu hati-hati dijalan. Daah..
Steven kok semangat banget ya, biasa nya dia kalau lagi sama aku males banget buat kekantor, agak aneh deh. Eh.. Hari ini kak charlie dan deniel balik kejepang kan? Aku antar mereka kebandara deh."
Siang harinya, putri mengajak charlie dan deniel menaiki mobil nya untuk mengantar mereka kebandara.
"Put, kamu hati-hati ya disini, jangan terlalu sering keluar sendirian, kalau mau kemana mana mending bawa supir atau bodyguard. karna banyak bahaya." Ucap charlie pada putri.
"Eh.. Kata-kata kak charlie mirip dengan kata steven, dia juga bilang gitu tadi pagi, kalian kenapa sih, akhir-akhir ini agak aneh." Sahut putri.
"Bukan begitu put, kamu kan mau menikah, pamali kalau terlalu banyak keluar."Jelas deniel.
"Oh,, iya juga, kok aku gak kepikiran, iya deh, aku mau dikawal saja kalau mau bepergian." Jawab putri.
"Nah sudah sampai, aku langsung pulang saja ya, aku mau kekantor steven, kalian hati-hati, kalau sudah tiba dijepang kabari aku."
"Iya bawel, pulang lah sana..hati-hati ya."
Putri pun langsung memutar mobil nya dan segera pergi dari bandara. "Aku telpon stev dulu deh, ajak makan siang bareng. "Saat putri tengah menelpon steven, dia tidak melihat didepan nya ada orang yang akan menyebrangi jalan..tapi beruntung seseorang datang menyelamatkan orang itu, putri pun menghentikan mobil nya dipinggir jalan.lalu turun.
"Ibu, maaf..maaf banget, tadi aku gak sengaja, aku gak liat ibu." Ucap putri sambil mengangkat tubuh ibu itu untuk beridiri. "Ibu gak apa-apa?". Tanya putri sambil menatap wajah ibu itu. Putri masih mengabaikan orang yang sudah menyelamatkan ibu itu.
"Kamu! " Ucap ibu itu ketika melihat putri.
"Tante riana??." Wajah putri berubah seketika saat melihat ibu tirinya itu yang berpenampilan sepeeti gembel.
"Tante pasti sengaja kan? Biar bisa dapet duit, jadi gini kerjaan tante setelah hilang kerjaan?."Ketus putri.
"Nak maafin mama,, mama sangat menyesal atas apa yang terjadi dimasa lalu. Mama benar-benar telah berubah, mama tau ternyata hidup miskin itu sangat susah. Maafin mama selama ini tidak menganggapmu sebagai anak." Riana begitu tulus memohon pada putri.
"Alaah.. Palingan juga tobat sambel, aku gak percaya." Jawab putri tegas.
"Nak,, mama benar-benar ingin berubah, tolong maafin mama. Sudah beberapa tahun ini mama hidup dijalanan, mama tidak ada tempat tinggal, tidak punya siapa-siapa, sedangkan bianca tidak tau dia dimana.hikss."
Riana menangis berlutut dikaki putri.
Tak kuasa melihat air matanya, putri pun luluh walaupun dia tidak ingin memaafkanya.
"Baiklah, aku akan memberimu tempat tinggal, tapi anda harus menjadi pembantu divilaku, kamu ingin tau keadaan bianca? Dia didalam tahanan,!"Ucap putri tegas.
"Aku lebih bersukur dia didalam penjara, supaya dia tidak berbuat jahat lagi sama kamu." Sahut riana.
"Baiklah ayo ikut aku." Putri berbalik badan, namun putri mengehentikan langkahnya kemudian kembali lagi pada orang yang telah menyelamatkan riana itu.
"Eh, maaf, aku lupa kalau kamu sudah menyelamatkan ibu ini, terimakasih banyak ya." Ucap putri menundukan kepala.
"Tidak perlu terimakasih. Oh iya, namaku william., namamu siapa?"
"Namaku putri. Kalau begitu aku pergi dulu."
"Ehh tunggu, apa kau ada kartu nama? Boleh aku minta?"
"Tunggu sebentar." Putri mencari kartu nama dalam tas nya. "Nih kartu namaku, kalau begitu kami pergi dulu." Putri menopang riana untuk masuk kedalam mobil nya.
Wiliam menyeringai saat melihat kartu nama putri.
•••
BERSAMBUNG...
__ADS_1