Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Kebersamaan jeon dan cindy


__ADS_3

Setiap hari cindy menemani jeon dan merawatnya dengan baik hingga jeon kembali pulih dan sehat seperti semula.


Hari ini, cindy berencana mengajak jeon kerumah barunya. Dia datang kerumah jeon lebih pagi.


"Sayang, kamu pagi sekali sudah datang, aku belom mandi loh." Sapa jeon yang baru saja turun dari kamarnya.


"Gak apa-apa, santai saja. Kamu mandi saja dulu sana. Aku bisa menunggumu sambil ngobrol sama oma tapi dimana oma!." Sahut cindy tersenyum.


"Em.. Oma mungkin lagi mandi, pagi gini semua orang lagi sibuk. Sini dulu dong." Jeon menghampiri cindy dan mencium kepalanya.


Muka cindy memerah. "Jeon! Kamu ini, kenapa tiba-tiba. Malu dilihat orang tau!" Cindy memalingkan wajahnya dari jeon.


"Biarin, lagian kita kan mau menikah sayang. Oh iya. Aku berencana mau pindah kerumah mama yang kamu tempati dulu. Aku mau tinggal sendirian disana. Aku sudah minta izin sama mama dan papa."


"Kamu mau tinggal sendirian? Tapi kamu baru saja pulih. Aku takut kamu akan sakit lagi." Sahut cindy dengan cemas.


"Disana kan ada pelayan. Kamu gak perlu cemas. Ya udah, aku mandi dulu ya sayang." Jeon mengacak rambut cindy kemudian beranjak menuju kamarnya.


"Ah. Jeon ada-ada saja."


"Ehh nak cindy, kamu baru datang?" Sapa oma yang baru keluar dari kamarnya.


"Iya oma, selamat pagi oma..! Apa oma sudah sarapan?" Sahut cindy sembari membantu oma berjalan.


"Kita belum sarapan, putri sedang memasak didapur." Sahut oma.


"Oh, kalau gitu cindy bantu tante masak dulu ya oma." Cindy beranjak menuju dapur dan membantu putri memasak.


_


Setelah selesai sarapan, cindy dan jeon pergi kerumah barunya.


Jeon terperangah melihta rumah yang dibeli cindy dengan hasil kerja kerasnya itu, ia pun merasa bangga.


"Wahh rumah kamu bagus sekali sayang, lebih bagus dari rumah mama.. Kamu hebat sekali, hanya dalam satu tahun bisa sukses."


"Jangan terlalu memuji, ayo masuk." Cindy menggandeng tangan jeon dan membawanya masuk kerumahnya.


Mereka disambut hangat oleh mama cindy.

__ADS_1


"Ehh nak jeon, mari masuk. Silahkan duduk. Bini bikinin minum dulu ya." Mama cindy pergi kedapur dan membiarkan mereka bicara berdua.


"Sayang, kamu belum menceritakan bagaimana keadan lucy, apakah dia sudah dipenjara?"


"Iya, sudah satu tahun lebih dia mendekam disana, belakangan ini aku belum sempat melihatnya. Gimana kalau nanti kita kesana, kamu mau?" Ujar cindy.


"Baiklah. Tapi aku gak habis pikir kamu bisa bersikap kayak gitu sama lucy, aku salut sama ketegasan kamu." Jeon mengenggam tangan cindy menatapnya dengan senyuman.


"Aku melakukanya demi kamu, lagian dia bukan kakak kandungku, dia saja berlaku kasar pada keluargaku, aku gak bisa terus terusan diam saat dia menghina kami." Jawab cindy dengan kesal saat mengingat lucy.


"Tapi aku suka dengan ketegasan kamu kayak gini, kamu benar-benar berubah pesat dari yang dulu kukenal. Makasih ya sayang, kamu juga sudah mengembangkan perusahaanku dengan baik."


"Permisi nak jeon, ini minuman dan cemilan, silahkan dinikmati." Mama cindy memberikan makanan itu dan meletakanya diatas meja.


"Terimakasih bi, oh iya, habis ini kita mau pergi dulu. Kita mau kekantor polisi untuk melihat keadaan lucy." Ujar jeon meminta izin pada mama cindy.


"Oh gitu,, iya, kalian hati-hati ya."


"Baik ma." Sahut cindy tersenyum.


Setelah menghabiskan minumanya, jeon dan cindy berpamitan untuk pergi.


"Pak. Maaf, kami ingin menjenguk lucy." Ujar cindy.


"Lucy? Oh iya saya baru ingat. Maaf sekali nona, saat ini kami tengah mencari keberadaanya. Karna dia kabur dari penjara tiga bulan yang lalu, dan sampai saat ini kami belum bisa menemukanya." Jelas polisi tersebut.


"Apa?? Bagaimana bisa?? Bukankah penjagaan penjara disini sangat ketat? Apakah kalian tidak bekerja dengan benar? Bagaimana bisa lucy kabur tanpa kalian ketahui? Apa kalian hanya makan gaji buta?!!" Cindy begitu marah dan membentak polisi itu.


"Sayang, sabar dulu, kita dengarkan dulu penjelasan polisi." Jeon merangkul cindy dan menenangkanya.


"Maafkan kami nona. Bukannya kami tidak bekerja. Saat dia kabur, kita semua tengah tidur karna saat itu jam 2 dini hari. Kami juga tidak menyangka bagaimana dia bisa kabur melihat kondisi tubuhnya yang lemah. Sepertinya ada seseorang yang membantunya kabur, karna pagar besi sel itu patah seperti dilelehkan. Sedangkan dikantor ini tidak ada alat yang seperti itu." Jelas polisi itu kembali.


"Hah? Siapa yang sudah membantunya? Sayang kamu tenang ya, aku akan mengerahkan anak buahku untuk mencari keberadaan lucy." Tutur jeon sambil merangkul bahu cindy.


"Jeon, aku takut kalau lucy kembali berulah karna dia sangat dendam pada kita, apalagi kalau ada yang membantunya, aku jadi cemas." Sahut cindy dengan khawatir.


"Kita bahas itu nanti. Sekarang kita balik dulu." Jeon menggandeng tangan cindy keluar dari kantor polisi menuju mobilnya.


"Jeon, aku bingung, siapa yang membantu cindy, dan sepertinya mereka mempunyai misi yang sama."

__ADS_1


"Iya sayang, aku juga berpikir begitu, kira-kira siapa yang sudah menolongnya?.


Tapi aku akan berusaha mencari mereka sebelum mereka membuat kekacauan yang lebih besar." Jeon bertekad kuat untuk mencari lucy yang sudah menjadi musuh bagi mereka.


Setibanya mereka dirumah cindy, jeon langsung menghubungi anak buahnya untuk mengerahkan mereka mencari keberadaan lucy,


Setelah beberapa hari pencarian besar besaran itu, tapi tetap saja mereka tidak bisa menemukan lucy.


"Ahhh.. Aku penat! Sayang maafkan aku, aku belum berhasil menemukan lucy, kita lupakan saja dia sebentar, karna hanya membuang waktu, pasti nanti dia akan muncul sendiri dari persembunyianya." Ujar jeon pada cindy yang duduk disamping nya dalam ruangan kantornya itu.


"Tidak masalah, lagian dia sudah merasakan bagaimana menderitanya dalam penjara, jika nanti dia berulah lagi, aku bisa kembali menyeretnya kedalam penjara.!" Jawab cindy dengan tegas..


"Oh iya sayang, lusa kan kita harus ke new york buat mengurus bisnis kita disana. Kita harus berhasil sebelum kita menikah tahun depan.


Sekalian kita liburan melepaskan penat dengan kesibukan kita." Jeon menarik cindy dan mendekapnya.


"Jeon, gak usah kayak gini, aku malu." Cindy mendorong tubuh jeon manjauh darinya.


"Gak ada orang disini, aku kangen pelukan kamu, sekarang kamu lebih sibuk dariku." Jeon kembali mendekap cindy dan menciumi kepalanya.


"Ya, kurasa juga begitu." Sahut cindy membiarkan jeon bersandar dipundaknya.


"Jeon, kita lupakan sebentar soal lucy, semoga saja dia tidak kembali lagi, aku ingin fokus pada kuliah dan kerjaan. Dan juga... Fokus padamu." Cindy tersenyum menatap jeon.


"Sayang, kamu manis banget sih, aku jadi gemes dan makin sayang, makasih ya." Perlahan jeon mendekatkan wajahnya pada cindy dan mengecup bibirnya dengan lembut.


Cindy kaget, dan langsung mendorong jeon. "Jeon! Aku.. Aku malu. Ini pertama kalinya bagiku." Cindy tersipu malu dan menutupi wajah nya.


"Jangan malu, akupun begitu, ini pertama kalinya aku mencium bibir gadis, dan aku beruntung karna gadis itu adalah calon istriku."


Jeon kembali merangkul cindy dan melepaskan semua keluh kesah mereka berdua.


Semua beban dan pikiran hilang seketika saat mereka tengah bersama dan berbagi rasa.


•••


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like dan vote.

__ADS_1


__ADS_2