Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Ketakutan!


__ADS_3

Cindy semakin takut dengan pria itu, diapun menangis sembari berteriak minta tolong. Cindy berusaha meraih ponselnya dan sembarang memencet telpon, berharap dia menelpon jeon karna dia tidak melihat kelayar hpnya.


Pria itu menarik cindy dengan kasar dan membawanya duduk dikursi.


"Mau teriak?? Teriak saja sepuasmu sampai suaramu hilang.! Tidak akan ada yang mendengar." Ujar pria itu sembari mencekam dagu cindy.


"Siapa kamu sebenarnya?! Kenapa kamu melakukan ini padaku, aku rasa kita tidak mempunyai masalah apapun?. " Jawab cindy berusaha melepaskan tangan pria itu dari dagunya.


"Heh!!! Sudah kuduga! Kamu tidak akan mengenaliku lagi.


Biar aku ingatkan kamu. Aku adalah YOGI, teman SD dan SMP kamu. Yaa dulu aku jelek dan gemuk, sejak SD aku mengejarmu, tapi dulu kau selalu dilindungi jeon. Bahkan hingga kita SMP kamu masih saja tidak menolehku. Apa kau sudah lega sekarang karna sudah menemukan jeon yang selalu kau pikirkan itu hah?."


Cindy kaget, ternyata dia adalah teman satu sekolahnya. "Apa mau mu? Urusanku tidak ada hubunganya dengan mu!!" Bantah cindy sembari menangis.


"Dulu tidak,, tapi sekarang, segala sesuatu tentangmu adalah urusanku. Karna aku akan kembali mengejarmu dan merebutmu dari jeon, karna dia tidak pantas disisimu." Tegas yogi.


"Yogi.!!! Kita memang pernah kenal, tapi kita tidak pernah berteman, karna dari dulu kamu selalu saja bersikap semaumu, kamu tidak pantas dibandingkan dengan jeon, tidak ada seujung kuku pun, dia jauh seribu kali lebih baik darimu." Teriak cindy didepan yogi.


Pakkkk..!! Yogi mencetak telapak tanganya dipipi cindy. "Bangs*t!!! Jangan sekali-kali kau membandingkan aku dengannya. Karna aku tidak ada bandingan. Aku sudah lama menantikan hal ini. Aku ingin membalas jeon yang dulu sering mencampuri urusanku." Tatapan mata yogi begitu menakuti cindy.


"Kamu.!!! Heh!! Kau tau,, aku sudah pacaran dengan jeon, dan dia akan melindungiku, dan sekarang dia ada dibawah, liat saja jika dia datang, dia tidak akan mengampuni kamu!."


Cindy terus mengulur waktu sembari memencet ponselnya dari belakang yogi.


"Haha.... Kau pikir aku akan percaya padamu? Walaupun benar dia akan datang kesini, maka aku dengan senang hati menyambut teman lamaku itu.. Aku ingin lihat, apakah dia masih sekuat dan setangguh dulu?" Sahut yogi dengan tatapan penuh dendam.


Sementara itu, teman cindy masih menunggu dilobi kantor.


"Duhh.. Kok cindy lama banget ya, biasanya gak pernah kayak gini..


Ehh ada telpon dari cindy." Liza mengangkat telpon itu, tapi dia hanya mendengar suara cek cok yang sangat berisik.


"Liza! Ada apa?" Tanya ani.


"Guys.. Sepertinya terjadi sesuatu pada dek cindy. Mari kita beritahu jeon." Mereka bertiga berjalan dengan cepat menghampiri jeon dalam mobilnya.


"Jeon.!!! Jeon.!!" Panggil liza dari kaca mobil nya.


"Ada apa? Apakah cindy sudah keluar?" Tanya jeon sembari membuka kaca mobilnya.


"Jeon, tadi cindy sempat telpon, tapi dia tidak bicara, aku hanya mendengar seperti ada suara pertengkaran, aku takut sudah terjadi sesuatu padanya. Baiknya kita susul saja dia."


"Kurang ajar!! Beraninya orang itu berlaku kasar pada gadisku.!!" Jeon turun dari mobil, dengan cepat mereka masuk kedalam kantor itu.


"Ehh ada tuan jeon! Ada apa kemari?" Sapa staf kantor dengan ramah.


"Antarkan saya keruangan ceo, sekarang!!" Ucap jeon dengan emosi.


Staf itu langsung menurutinya dengan cepat sembari gemetar melihat wajah jeon yang kejam itu.

__ADS_1


"Kita sudah sampai tuan,, tapi sepertinya pintu ini terkunci dari dalam, hanya bos kita yang bisa membukanya." Ujar staf perempuan itu.


"Pintu ini menggunakan kunci yang seperti apa?" Tanya jeon.


"Pintu ini menggunakan remote kontrol dan jaringan internet tuan.


"Apa kau tau kode jaringan internet kantor ini?"


Staf itu langsung menyebutkan yang dipinta jeon.


Jeon pun mengotak-atik hpnya. Jeon mengetahui banyak hal tentang internet dan jaringan karna dari kecil dia sudah diajari oleh ayahnya yaitu shine yang mempunya perusaahan elektronik dan jaringan internet terbesar seasia.


Tidak lama kemudian, suara klik dari pintu itu berbunyi. Jeon langsung menendang pintu itu dengan kuat.


Yogi kaget melihat jeon yang benar-benar datang. "Waahh.. Gak nyangka,, ternyata dia benaran datang." Ujar yogi tertawa sinis.


Jeon langsung masuk, dan menarik baju yogi. "Beraninya kamu menyakiti pacarku? Aku tidak akan mengampuni kamu sedikitpun!." Jeon begitu marah pada yogi, dia pun memukul yogi berkali-kali sampai yogi tersungkur kelantai.


Sedangkan cindy berlari menuju temannya.


"Dek, kamu gak apa-apa.? Pipi kamu sangat merah, apa sakit?" Tanya liza sembari merangkul cindy.


"Aku gak apa-apa kak! Aku senang kalian datang tepat waktu, aku sangat takut." Cindy masih menangis ketakutan.


Jeon dan yogi masih saling baku hantam beradu kekuatan.


"Kau tau namaku? Apa kita saling kenal? Tapi siapapun kamu, aku tidak akan memberimu ampun!!" Timpal jeon menatap tajam mata yogi.


"Kita teman SD,, sudah lama aku menantikan ini, aku juga tidak akan mengampunimu. Sekarang menyerahlah!" Yogi menodongkan pistol kewajah jeon.


"Sial!! Jika aku mengelak, maka mereka yang ada dibelakangku pasti kena."


"Kalian,! bawa cindy keluar dari ruangan ini." Ujar jeon pada teman cindy.


"Jeon, sudahi saja perkelahian ini, aku gak mau kamu kenapa-napa." Teriak cindy.


"Dek, sudahlah, kita pergi saja dari sini, jeon pasti bisa mengatasinya, berbahaya kalau kita terus disini." Ujar ani sembari merangkul cindy.


Saat jeon lengah, yogi melepaskan pelatuknya.


Doorrr!!!!..


Suara itu terdengar cukup keras.


Untung saja jeon mengetahui kalau yogi akan menembaknya, dia sempat mengelak, tapi peluru itu menggores lengan kanannya, dan mendarat dipintu ruangan itu hingga pintu itu berlubang.


"Heh!! Ternyata kamu masih bisa mengelak. Kita lihat, kali ini apakah kamu masih bisa mengelak." Yogi kembali menodongkan pistol nya, dan kali ini sangat dekat berada dikening jeon.


Jeon masih bersikap tenang. "Apa kau ingin membunuhku? Apakah sudah kamu pikirkan akibatnya membunuh seorang mafia?, apa kau sudah memikirkan bagaimana kedepannya nasibmu dan perusahaan kamu kelak." Ujar jeon sembari tersenyum.

__ADS_1


"Heh!! Mafia apanya.? Di indonesia tidak ada mafia yang besar yang tidak aku kenal, kamu pikir aku takut untuk membunuhmu?!" Ketus yogi.


"Aku memang bukan bagian mafia indonesia, tapi aku ketua mafia black dragon dijepang." Jawab jeon dengan santai.


"Hahahaha... Kamu kebanyakan halu ya. Aku tau siapa ketua geng mafia itu, kau jangan membual jeon!!" Yogi terkekeh seakan tak percaya.


"Ketuanya yang dulu bernama black king, nama aslinya adalah shine, dan ketua yang baru adalah black JJ, yaitu aku. Kau tau artinya JJ? Singkatan namaku, yaitu jeon jhonas, dan shine adalah ayah angkatku!" Jawab jeon menjelaskan dengan ditel.


"Hah??" Yogi mulai merasa yakin dan juga tidak percaya.


Saat yogi lengah, jeon merebut pistolnya dan berbalik menodongkanya pada yogi.


"Sekarang mau apa kamu? Apa kamu masih bisa bicara? Atau kamu sudah menciut saat mengetahui identitasku?" Pungkas jeon tertawa kecil.


Yogi tidak berkata-kata lagi saat jeon menodongkan pistol dikepalanya.


Tiba-tiba, beberapa polisi datang menghampiri mereka.


"Permisi tuan jeon, kami mendapat laporan bahwa anda sedang dalam bahaya." Ucap polisi itu.


"Benar pak, dia adalah yogi, anak dari ceo perusahaan ini, dia sudah berusaha membunuhku dan menembak lenganku. Dan ini pistol yang digunakannya, sepertinya pistol ini ilegal." Jeon memberikan pistol itu pada polisi.


"Baiklah, kalau begitu terimakasih tuan, dan kamu! Mari ikut kami kekantor polisi, kamu sudah berani berencana membunuh orang yang berpengaruh dikota ini? Kamu akan mendapatkan balasanya." Polisi itu langsung memborgol yogi dan membawanya kekantor polisi atas perbuatannya.


Cindy dan temannya segera menjenguk jeon.


"Jeon!!! Kamu gak apa-apa? Lengan kamu terluka? Mari kita kerumah sakit." Ujar cindy sembari memegang lengan jeon dengan cemas.


Jeon menarik cindy dan memeluknya. "Sayang, aku gak apa-apa, justru aku sangat menghawatirkan kamu. Kamu gak apa-apa kan? Pipimu terlihat merah dan lebam."


"Aku baik-baik saja, hanya saja aku sangat takut tadi, tapi aku lega saat kamu datang." Jawab cindy menatap jeon.


"Sayang, makasih ya kamu sudah membawa polisi kemari. Ayo kita pulang." Jeon menarik tangan cindy.


"Tapi lengan kamu? Lebih baik kita obati saja dulu, baru pulang ya."


"Gak perlu, kita obati saja dirumah, dengan melihat kamu, lukaku akan cepat sembuh." Ujar jeon sembari tersenyum.


"Jangan membual. Ayo cepat kita pulang, supaya bisa membalut lukamu."


Setibanya diparkiran. Mereka hendak masuk mobil. "Oh iya. Kalian pulang saja dulu ya kak, aku mau ngobati luka jeon dulu, lain kali kita bisa jalan lagi. Maaf hari ini sudah membuat kalian khawatir." Ujar cindy pada ketiga teman sekaligus fansnya itu.


"Gak masalah kok dek, kalau gitu kita pulang ya."


Mereka pergi meninggalkan kantor yang hampir merenggut nyawa cindy dan jeon itu, cindy bertekad tidak akan pernah berhubungan lagi dengan perusahaan tersebut.


•••


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2