
Pagi hari menjelang, putri membuka matanya perlahan, ia bingung sedang berada dimana. ia pun mencoba mengingat.
Ia memukul wajahnya sendiri, berharap kejadian yang ia alami itu hanya mimpi. Namun itu adalah nyata bahwa dia sedang diculik seehan dan telah diperkosa olehnya.
Air mata putri kembali mengucur deras mengingat kejadian yang menyakitkan itu.
Tangan dan kakinya sudah terbalut kain putih, dan rasa sakit akibat luka karna rantai itu sudah mulai menghilang. Dan dia juga sudah terbalut baju yang sangat bagus.
"Uhh.. Badanku sakit semua,, aku tidak leluasa bergerak." Gerutu putri mencoba untuk duduk.
"Eh.,, siapa yang mengobati lukaku dan memasangkan baju ini.? Apa itu seehan? Ah,, tapi gak mungkin! Dia seorang bajing*n!"
"Oh iya,, mama!! Gimana keadaanya?, apa dia masih dikurung digudang itu? Aku harus mencarinya."
Putri beranjak ingin turun dari tempat tidur itu, tapi dia merasakan sakit dan nyeri diperut nya. "Ahh!!! Perutku nyeri sekali..!" Ia pun kembali duduk.
Seehan pun muncul dan masuk kedalam kamar saat mendengar suara putri. "Heii.. Kamu mau ngapain? Tidur saja disini, jangan banyak gerak dulu." Ujar seehan sambil menopang tubuh putri untuk kembali menyuruhnya tidur.
"Jangan sentuh aku!! Bajing*n kamu!! Aku jadi begini, itu semua karna kamu!! Iblis!!" Teriak putri memberontak melepaskan dirinya, hingga dia terhempas kelantai sambil menangis.
"Putri.!!!! Kenapa sih kamu gak terima niat baik aku sedikitpun!!" Bentak seehan.
"Hah?? Baik?? Baik dari mananya kamu?? Kalau kamu orang baik, kamu gak akan melakukan ini padaku seehan!! Kamu itu set*n yang terkutuk!! Kenapa ada manusia yang berhati iblis seperti kamu ini." Teriak putri menatap seehan dengan amarah yang mendalam.
Seehan tidak memperdulikan apa yang dikatakan putri, dia tetap mengangkat tubuh putri dan meletakanya diatas ranjang, walau putri berontak dan memukul pundaknya dengan kuat. lalu Seehan mengambilkan putri sepiring nasi dan memberikanya pada putri.
"Nih, kamu makan dulu." Seehan menyuguhkan piring itu. Namun putri langsung menepis piring yang ditangan seehan hingga piring itu jatuh dan pecah berhamburan.
"Aku tidak mau makan apapun yang kamu berikan, lebih baik aku mati kelaparan., minggir!! Aku mau mencari mama!" Bantah putri sambil beranjak dari ranjang.
"Untuk apa kau mencarinya? Dia sudah aku kirim pulang kerumahnya." Sahut seehan.
"Kau menyuruh mama pulang? Tapi kenapa aku masih kau tahan disini? Apa lagi yang kau inginkan? Kau sudah menghancurkan hidup dan kebahagiaanku! Hikss..." Putri lagi-lagi meneteskan air mata.
"Kamu berbeda sayang. Karna aku hanya ingin kau bersamaku, lupakanlah steven. Sebentar lagi aku akan membawamu keluar negri dan hidup bersamaku selamanya, aku janji aku akan melupakan dendamku pada steven, dan aku akan melakukan yang terbaik untukmu dan membuat kamu menjadi wanita yang paling bahagia didunia." Ucap seehan membelai wajah putri.
Plaakkk!!! Putri menampar wajah seehan dengan kuat. "Jangan mimpi kamu! Aku tidak akan sudi hidup dengan ******** seperti kamu.!"
"Brengsek!! Akan kuberi pelajaran kau!! Tidak ada yang bisa melawan dan menolaku." Bentak seehan dengan amarah. Lalu dia memaksa putri untuk berbaring, dan melepaskan pakaianya dengan kasar, lalu dia kembali memperkosa putri.
Putri berteriak sambil berontak mendorong seehan. Namun ia sudah tidak sanggup karna tenaganya sudah terkuras habis. Ia pun hanya bisa berteriak sambil menangis dengan perlakuan kasar dari seehan.
Seehan tidak menghiraukan teriakan putri yang kesakitan, dia hanya menikmati apa yang tengah dia lakukan, dipikiran hanya ingin memiliki putri.
Putri tidak bergerak, matanya sudah tertutup, ada sedikit sisa air mata dipelupuk matanya. Kesakitan itu membuatnya pingsan tak sadarkan diri.
"Apa dia pingsan?" Gumam seehan saat melihat mata putri yang telah terpejam. Kemudian dia beranjak dengan cepat dan keluar dari kamarnya.
Dengan cemas, seehan langsung menelpon anak buahnya.
"Halo! Bawa dokter kemari secepatnya!. Sekarang!." Ucap nya dalam telpon itu.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, seorang doker tiba disana, dan seehan langsung memintanya untuk segera mengobati putri yang tengah terbaring lemah itu.
Dokter itu pun segera mengobatinya dengan cepat, dan memasangkanya infus untuk mengisi perut putri yang sedang kosong selagi dia belum sadarkan diri. Setelah selesai, dokter itu langsung pergi dari markas itu setelah ia memberi beberapa obat untuk putri.
_
Disaat yang bersamaan, mama rani sudah berada dirumah setelah diantar oleh pengawal suruhan seehan. Dan dia langsung menelpon steven yang saat itu tengah mencari putri.
"Halo nak,, mama sudah pulang, kamu cepatlah pulang." Ucap mama ditelpon, sambil menangis dan gemetaran.
"Mama sudah pulang? Sukurlah, aku akan segera kembali."
Steven langsung menutup telpon nya, tanpa menanyakan putri, hati nya sangat senang saat mendengar mamanya sudah pulang, dia berpikir kalau putri juga sudah pulang bersama mamanya.
Tak berpikir panjang lagi, dia langsung memutar balikan mobil nya dan segera pulang kerumahnya.
Setibanya dirumah, mama langsung memeluk steven sambil menangis tersedu-sedu.
"Ma, dimana putri? Apa dia juga sudah kembali?" Tanya steven dengan semangat.
"Hiks.. Putri...Dia tidak tau dimana, Malam kemarin seseorang mengajaknya keluar berpisah dari mama." Jelas mama sambil menangis.
"Kenapa bisa begitu?, kemana seehan mengajak kalian pergi, apa mama tau tempatnya dimana?"
"Mama tidak tau nak, karna mereka menutup mata kami, tapi perjalanan itu lumayan jauh." Jawab mama.
"Ahh.. Brengsek!! Sebenarnya sembunyi dimana seehan itu? Ma, mama tetap dirumah, makan dan ganti baju mama, dan jaga diri baik-baik, aku akan terus berusaha mencari putri sampai ketemu. Aku pergi dulu." Steven langsung pergi meninggalkan rumahnya untuk menemui shine.
"Shine! Bagaimana pencarian kamu, apa sudah menemukan petunjuk?" Tanya stev.
"Belum ada titik terang, aku bingung kenapa tidak bisa melacaknya, apa seehan sudah memblokir sinyal didaerah itu. Tapi kita tidak boleh menyerah, baik mati atau pun hidup, kita harus menemukan putri secepatnya, aku sangat mengenal sifat seehan, dia orang yang tidak punya hati dan perasaan, aku takut dia akan menyakiti putri."Jawab shine cemas.
"Dasar iblis!! Shine jangan lupa bawa senjata, mari kita lanjutkan pencarian putri. Segera beritahu aku kalau kau sudah menemukan jejak putri." Ucap steven dengan tatapan yang penuh kemarahan itu.
"Baiklah. Aku juga sudah mengerahkan puluhan orang untuk membantu mencarinya, mari kita berpencar."
Steven dan shine pun langsung pergi melanjutkan pencarian mereka.
_
Beberapa hari berlalu, pencarian steven dan shine tidak membuahkan hasil, tapi mereka tidak berputus asa untuk mencari keberadaan putri. Walau mereka sudah lelah, tidak tau lagi harus mencari kemana, tapi tetap berusaha mencarinya.
Dimarkas seehan.
Malam hari, putri terbangun dari tidur nya, melihat disekeliling tidak ada orang membuatnya berpikir untuk berlari dari si iblis seehan.
"Sudah lima hari aku ditahan disini, dan tiap hari aku dipaksa untuk melakukan hubungan intim oleh ******** itu. Aku tidak akan tinggal diam lagi, mumpung dia tidak ada disini, aku harus bisa kabur." Gumam putri sambil mengendap-endap berjalan keluar dengan perlahan.
Walaupun tubuh nya masih lemas karna dia tidak makan selama disana, tapi dia harus berusaha untuk pergi dari genggaman seehan, sambil melihat kiri dan kanan, dia melangkahkan kaki nya pelan-pelan tanpa menggunakan alas kaki saat keluar kamar.
Menyelinap kesana kemari mencari jalan keluar. Hingga bertemu ujung tempat itu. Tapi sayang pintu kecil itu terkunci.
__ADS_1
"Huf.. Huf.. Ini capek sekali, tapi aku akan membuka pintu ini, mudah mudahan ini adalah jalan keluar." Putri berpikir bagaimana cara membuka kunci itu, kemudian ia melihat barang-barang disekelilingnya, lalu dia menemukan seujung kawat kecil. Putri pun berusaha membuka kunci itu.
Dalam waktu beberapa menit, akhirnya dia berhasil membukanya.
"Hah? Terbuka? Aku berhasil. Thanks god." Gumam putri tersenyum senang. Kemudian dia mulai berjalan mengendap-endap. saat berada dihalaman rumah itu, putri melihat banyak sekali para pengawal seehan yang sedang berjaga disana. Tapi dia berhasil menyelinap perlahan dan akhirnya dia keluar dari sana. Hingga dia menemui jalan lintas.
Ditengah keramaian jalan, putri menghampiri sebuah warung untuk bersembunyi.
"Ibuk. Boleh saya bersembunyi disini.hiksss." Ucap putri pada pemilik warung itu sambil menangis bahagia karna bisa terbebas dari tempat neraka itu.
"Nak, kamu kenapa? Ada apa denganmu, kamu terlihat sangat lemas."Tanya si pemilik warung.
"Bu, tolong saya, saya diculik lima hari yang lalu, dan ahirnya hari ini saya berhasil kabur, jika ada yang mencari saya tolong jangan bilang, saya mohon,, mereka sangat jahat, tiap hari saya disiksa." Jelas putri.
"Kasihan sekali kamu.. Aku akan menolongmu untuk pergi dari sini. Ini Hp ibu,kamu segera telpon orang yang bisa menolong mu." Ibu itu menyodorkan ponselnya, meminjamkanya pada putri.
Tanpa pikir panjang, putri langsung menelpon steven, sambil menangis dan gemetar.
"Halo stev,, tolong aku. Hikss." Putri tak kuasa menahan tangisnya.
"Putri? Sayang? Itu kamu? Dimana kamu, cepat katakan, aku sangat mencemaskan kamu." Ujar stev sangat khawatir saat mendengar suara putri yang serak itu.
"Aku akan mengirimkan lokasinya, datang lah secepatnya sebelum mereka menemukan aku."
"Baik.. Baik,, kamu jangan kemana-mana ya sayang, tunggu aku disana."
Steven langsung menutup telpon nya.
Saat menerima lokasi dari putri, steven langsung menghubungi shine. Lalu mereka pergi menuju lokasi. Shine membawa beberapa bawahanya untuk mengikuti steven.
Beberapa jam kemudian, mereka tiba disana, lima mobil hitam itu berjejer berhenti didepan warung yang ditumpangi putri.
Putri pun langsung keluar saat melihat steven turun dari mobil, dan langsung memeluknya dengan isakan tangis
"Sayang, sukurlah ahirnya kau kembali, kamu terlihat kurus, tiap hari kita mencarimu, aku sangat khawatir dengan keadaan kamu." Steven memeluk dan menciumi putri dengan air mata haru,
"Sayang, tolong berhentilah menangis, aku ikut sedih melihtamu seperti ini. Ucap steven mengusap air mata putri. Namun putri tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya bisa mengungkapkanya dengan tangisan tanpa suara.
Shine pun turut meneteskan air mata saat melihat putri masih selamat. Dia langsung menyeka air matanya yang jatuh tanpa dia sadari itu.
"Stev, segera bawa putri pulang, aku dan yang lainya akan mencari seehan." Ucap shine.
"Iya, kalian hati-hati, seehan sangat berbahaya." Timpal steven pada shine dan semua anak buah shine.
"Sayang, ayo kita pulang." Steven langsung menggendong putri masuk kedalam mobil nya. Putri hanya diam dan menganggukan kepalanya.
Steven dan putri kembali kerumah, sedangkan shine dan yang lainya melanjutkan perjalanan mencari keberadaan seehan.
•••
BERSAMBUNG...
__ADS_1